Friday, August 3, 2012

BAGIAN KETIGAPULUHTUJUH KULINER - MIE BELITONG (2) – Habis


1.       Salam serta hormat kami sampaikan
Senang sekali kita dapat bertemu lagi
Marilah ceritera kuliner kita lanjutkan
Semoga pengalaman kita bisa berbagi

2.       Kembang semangkuk kembang selasih
Dua  sekawan dalam cangkir disatukan
Perihal mie Belitong kita berkisah masih
Proses pengolahan telah kita sampaikan

3.       Pengobat panas badan turunnya mudah
Dapat ditanam subur diatas pekarangan
Bahan mie serta renca tersedialah sudah
Cara menghidangkan bagaimana gerangan

4.       Jikalau diatur dengan baik cara penataan
Akan indah halaman rumah tuan dan puan
Cara menghidangkan hanyalah kebiasaan
Bukanlah merupakan sesuatu ketentuan

5.       Pulau Belitung kini tujuan para wisatawan
Datang beramai mengagumi keindahan
Telah disiapkan bahan bagi lima sekawan
Tentulah dalam jumlah sama dibagi bahan

6.       Bianglala dilangit terbentang melengkung
Indah berwarna warni memayungi kampung
Kebiasaan dihidangkan dalam piring cekung
Supaya bahan kuah dapat aman tertampung

7.       Berbeda pandangan tidak berarti polemik
Selesaikan dalam diskusi tidak berbantahan
Pergunakanlah piring tembikar atau keramik
Penampung kuah yang panas tentulah tahan

8.       Kembang tanglong disebut bunga sepatu
Pada tangkai mengayun bergelantungan
Dimeja makan gelarkan piring satu persatu
Tempatkan semua bahan secara berurutan

9.       Ketemu teman lama asyik bercengkerama
Panjang berkisah tidaklah berkesudahan
Mie bahan utama tentulah yang pertama
Menyusul yang kedua kecambah seduhan

10.   Mengayuh sampan sampai di Air Saga
Ke Tanjung Kubu kayuhan diteruskan
Tahu goreng merupakan pasukan ketiga
Setelah dipotong kecil segera masukkan

11.   Disekitar kelekak biasa sembunyi kancil
Pelandok kelekak kata orang setempat
Kentang rebus dikupas ikut dipotong kecil
Disusulkan menjadi rombongan keempat

12.   Sudah merupakan tugas anak gembala
Mengangon dari pagi hingga petang
Kelima gudo udang dipotong kecil pula
Keenam mentimun diiris tipis melintang

13.   Jika sore menggiring ternak beriring
Kedalam kandang ternak dipulangkan
Jika mie dan renca sudah siap dipiring
Berlanjut giliran kuah siap disiramkan

14.   Kring kring bunyi lonceng kereta angin
Dahulu pakai pening tanda sudah lapor
Andaikan kuah sudah mulai mendingin
Jerangkan kembali panci diatas kompor

15.   Naik kereta angin sambil berolahraga
Menikmati udara segar keliling desa
Panas kuah haruslah senantisa terjaga
Dikarenakan kuah penentu nikmat rasa

16.   Pakai kereta angin pedal dikayuhkan
Sama seperti pedal kendaraan beca
Dengan sendok sayur kuah disiramkan
Kedalam piring berisi mie beserta renca

17.   Jelang senja alam indah menakjubkan
Sungguh menarik mata memandang
Lebih baik bahan udang dibanyakkan
Mie Belitong kadang disebut mie udang

18.   Banyak legenda dari Gunung Baginda
Kesana sesekali cobalah kita berpergian
Rebus telur bisa ditambahkan jika ada
Dibelah menjadi dua atau empat bagian

19.   Sebelah barat Jakarta letak Cengkareng
Disana berdiri megah lapangan udara
Taburkan emping beserta bawang goreng
Kecap dan cuka makan bagaimana selera

20.   Lapangan udara tentu sangat diperlukan
Tempat pesawat tiba dan tinggal landas
Cabai rawit tumbukan bisa ditambahkan
Tentulah bagi yang menyukai rasa pedas

21.   Pesawat udara ke angkasa diterbangkan
Dari muka bumi orang dapat mengamati
Tahapan terakhir mie siap dihidangkan
Tuan dan puan sekalian silahkan nikmati

22.   Semakin menjauh terbang hilang dimata
Bagaikan sebuah noktah ditelan angkasa
Dikemas daun simpor manakala diminta
Aroma daun akan menambah nikmat rasa

23.   Tanjung Pendam terletak dipantai kota
Tempat derai cemara pelan didengarkan
Dibagian barat dan timur pulau tercinta
Kuliner mie Belitong tak sulit ditemukan

24.   Burung gereja bermain diatas pagar
Diperladangan bermain burung pipit
Di pasar Tanjung Pandan serta Manggar
Di pasar Gantung beserta Kelapa Kampit

25.   Diatas pohon bernyanyi burung kenari
Dibawah sinar cerah cahaya matahari
Di restoran ibukota kuliner dapat dicari
Di daerah Gunung Sahari coba telusuri

26.   Mendayu-dayu terdengar lagu keroncong
Nyanyian bersusun syair kata bersampir
Kapan tuan ke Tanjung Pandan melancong
Cobalah kewarung Gunung Tajam mampir

27.   Mengamati angkasa dengan teleskop
Alam raya tertampak bagainkan balada
Dahulu disana berdiri sebuah bioskop
Di depan bioskop warung mie berada

28.   Entah bintang kejora terletak dimana
Di jagat raya mungkinkah berkurung
Tempo doeloe mie Belitung bagaimana
Mie dijual penduduk dibanyak warung

29.   Bertaburan di angkasa berjuta bintang
Tampak berkelap-kelip diudara cerah
Ironisnya mie dijual penduduk pendatang
Penjual asal Betawi dan Sunda berkiprah

30.   Kobarkanlah  selalu kesadaran nasional
Jadikanlah bangsa kita bangsa andalan
Warung mie Pak Candul paling terkenal
Pria baya santun pembuat mie jempolan

31.   Terkisahlah cerita dalam sebuah hikayat
Perilaku terkutuk kemudian hari menyesal
Kembali kita kepada mie empunya riwayat
Dari negeri Tiongkok konon kuliner berasal

32.   Berhati-hatilah mengendalikan kuda binal
Tiba-tiba mernonta walau selalu dikawal
Ribuan tahun silam kuliner mie telah dikenal
Ada pendapat dari Dinasti Han mula berawal

33.   Angin bertiup adakalanya pula menerjang
Pepohonan  tumbang dedaunan berguguran
Konon mie panjang pelambang usia panjang
Berbagai legenda lain banyak pula bertebaran

34.   Fenomena alam sang rembulan gerhana
Manakala terjadi ramailah diliput media
Dari Tiongkok tersebar ke antero buana
Berlanjut ke Pulau Belitung mampirlah dia

35.   Banyak binatang pemangsa hidup dirawa
Janganlah disekitarnya mendirikan rumah
Pendatang China diduga sebagai pembawa
Dimasa mereka tiba sebagai pekerja timah

36.   Kala parpol kampanye berebut korsi
Ucapan manis diumbar janji terlompat
Di daerah Belitung kuliner dimodifikasi
Disesuaikan dengan keadaan setempat

37.   Dilaut hidup kepiting binatang bercapit
Pada kedua sisi badan capit bertumpu
Cara menyantap tak lagi memakai sumpit
Ala barat mempergunakan sendok garpu

38.   Kepiting di Belitung ketam disebutkan
Dagingnya dijadikan bermacam masakan
Dengan udang kuliner mie dipertemukan
Mie Belitong kemudian kuliner dinamakan

39.   Ketam kelemango hidup berkeliran dibatu
Bila dikejar pandai sembunyi menghilang
Gudo udang makanan gerangan apakah itu
Sejanis bakwan udang orang Betawi bilang

40.   Orang Sawang piawai sekali berdendang
Dendang buat pengusir waktu nan seram
Sediakan secukupnya udang ukuran sedang
Berikut secukupnya tepung terigu dan garam

41.   Dendang adaklanya membawa pesan
Dijadikan penghibur hati yang gundah
Tambahkan sedikit bawang merah irisan
Campurkan semua bahan kedalam wadah

42.   Suara dendang dilagukan merdu sekali
Kadang mendendang sambil bergendang
Diaduk dengan air dan digoreng dikuali
Jadilah gorengan bernama gudo udang

43.   Dendang bergendang suatu permainan
Sejak zaman dulu anak negeri gemari
Mie Belitong udang berperan dominan
Marilah dunia perudangan kita telusuri

44.   Dengan dendang mengucap syukuran
Negeri aman hidup tiada pula terkucil
Berjenis udang dari segala macam ukuran
Dari ukuran terbesar sampai yang terkecil

45.   Hidup miskin jauh daripada mentereng
Tetapi jiwa yang sehat terus tersambung
Udang windu, udang putih, udang loreng
Paling populer diantranya udang jerbung

46.   Keadaan tenteram kemana saja pergi
Tiadalah seperti kerakap tumbuh dibatu
Ada pula udang galah dan bermacam lagi
Terlalu panjang bila disebut satu persatu

47.   Berolahraga sehat dihari Minggu pagi
Pulang bersantai sambil belanja kepasar
Tujuh macam ukuran jikalau hendak dibagi
Ukuran besar sekali serta ukuran agak besar

48.   Jagalah salalu tanaman timun diladang
Jika tak hendak diganggu sicerdik kancil
Menyusul ukuran besar dan ukuran sedang
Berikut ukuran agak kecil dan ukuran kecil

49.   Berhati-hatilah apabila mandi dikali
Jangan sampai buaya disangka akar
Yang paling bontot ukuran kecil sekali
Yang paling mafhum tetulah para pakar               

50.   Ikan tongkol nyaman digangan pindang
Bumbu dicincang saja ditumbuk jangan
Mengenal mie Belitong mengenal udang
Dua sejoli tidaklah mungkin terpisahkan

51.   Lapangan rumput terletak didesa ujung
Berkumpul gembala mengangon domba
Silahkan ke Belitung datang berkunjung
Menikmati mie Belitong marilah dicoba

52.   Mohonlah kita semua akan berkah Illahi
Semoga keimanan senantiasa terbekali
Perihal kuliner mie Belitong mari disudahi
Pada pantun mendatang bersua kembali

Bogor, 12 Juni 2011

No comments:

Post a Comment