1. Salam serta hormat kami sampaikan
Senang sekali
kita dapat bertemu lagi
Marilah
ceritera kuliner kita lanjutkan
Semoga
pengalaman kita bisa berbagi
2. Kembang semangkuk kembang selasih
Dua sekawan dalam cangkir disatukan
Perihal mie
Belitong kita berkisah masih
Proses
pengolahan telah kita sampaikan
3. Pengobat panas badan turunnya mudah
Dapat ditanam
subur diatas pekarangan
Bahan mie serta
renca tersedialah sudah
Cara
menghidangkan bagaimana gerangan
4. Jikalau diatur dengan baik cara penataan
Akan indah
halaman rumah tuan dan puan
Cara
menghidangkan hanyalah kebiasaan
Bukanlah
merupakan sesuatu ketentuan
5. Pulau Belitung kini tujuan para wisatawan
Datang beramai
mengagumi keindahan
Telah disiapkan
bahan bagi lima sekawan
Tentulah dalam
jumlah sama dibagi bahan
6. Bianglala dilangit terbentang melengkung
Indah berwarna
warni memayungi kampung
Kebiasaan
dihidangkan dalam piring cekung
Supaya bahan
kuah dapat aman tertampung
7. Berbeda pandangan tidak berarti polemik
Selesaikan
dalam diskusi tidak berbantahan
Pergunakanlah
piring tembikar atau keramik
Penampung kuah
yang panas tentulah tahan
8. Kembang tanglong disebut bunga sepatu
Pada tangkai
mengayun bergelantungan
Dimeja makan
gelarkan piring satu persatu
Tempatkan semua
bahan secara berurutan
9. Ketemu teman lama asyik bercengkerama
Panjang
berkisah tidaklah berkesudahan
Mie bahan utama
tentulah yang pertama
Menyusul
yang kedua kecambah seduhan
10. Mengayuh sampan sampai di Air Saga
Ke
Tanjung Kubu kayuhan diteruskan
Tahu
goreng merupakan pasukan ketiga
Setelah
dipotong kecil segera masukkan
11. Disekitar kelekak biasa sembunyi kancil
Pelandok
kelekak kata orang setempat
Kentang
rebus dikupas ikut dipotong kecil
Disusulkan
menjadi rombongan keempat
12. Sudah merupakan tugas anak gembala
Mengangon
dari pagi hingga petang
Kelima
gudo udang dipotong kecil pula
Keenam
mentimun diiris tipis melintang
13. Jika sore menggiring ternak beriring
Kedalam
kandang ternak dipulangkan
Jika
mie dan renca sudah siap dipiring
Berlanjut
giliran kuah siap disiramkan
14. Kring kring bunyi lonceng kereta angin
Dahulu
pakai pening tanda sudah lapor
Andaikan
kuah sudah mulai mendingin
Jerangkan
kembali panci diatas kompor
15. Naik kereta angin sambil berolahraga
Menikmati
udara segar keliling desa
Panas
kuah haruslah senantisa terjaga
Dikarenakan
kuah penentu nikmat rasa
16. Pakai kereta angin pedal dikayuhkan
Sama
seperti pedal kendaraan beca
Dengan
sendok sayur kuah disiramkan
Kedalam
piring berisi mie beserta renca
17. Jelang senja alam indah menakjubkan
Sungguh
menarik mata memandang
Lebih
baik bahan udang dibanyakkan
Mie
Belitong kadang disebut mie udang
18. Banyak legenda dari Gunung Baginda
Kesana
sesekali cobalah kita berpergian
Rebus
telur bisa ditambahkan jika ada
Dibelah
menjadi dua atau empat bagian
19. Sebelah barat Jakarta letak Cengkareng
Disana
berdiri megah lapangan udara
Taburkan
emping beserta bawang goreng
Kecap
dan cuka makan bagaimana selera
20. Lapangan udara tentu sangat diperlukan
Tempat
pesawat tiba dan tinggal landas
Cabai
rawit tumbukan bisa ditambahkan
Tentulah
bagi yang menyukai rasa pedas
21. Pesawat udara ke angkasa diterbangkan
Dari
muka bumi orang dapat mengamati
Tahapan
terakhir mie siap dihidangkan
Tuan
dan puan sekalian silahkan nikmati
22. Semakin menjauh terbang hilang dimata
Bagaikan
sebuah noktah ditelan angkasa
Dikemas
daun simpor manakala diminta
Aroma
daun akan menambah nikmat rasa
23. Tanjung Pendam terletak dipantai kota
Tempat
derai cemara pelan didengarkan
Dibagian
barat dan timur pulau tercinta
Kuliner
mie Belitong tak sulit ditemukan
24. Burung gereja bermain diatas pagar
Diperladangan
bermain burung pipit
Di
pasar Tanjung Pandan serta Manggar
Di
pasar Gantung beserta Kelapa Kampit
25. Diatas pohon bernyanyi burung kenari
Dibawah
sinar cerah cahaya matahari
Di
restoran ibukota kuliner dapat dicari
Di
daerah Gunung Sahari coba telusuri
26. Mendayu-dayu terdengar lagu keroncong
Nyanyian
bersusun syair kata bersampir
Kapan
tuan ke Tanjung Pandan melancong
Cobalah
kewarung Gunung Tajam mampir
27. Mengamati angkasa dengan teleskop
Alam
raya tertampak bagainkan balada
Dahulu
disana berdiri sebuah bioskop
Di
depan bioskop warung mie berada
28. Entah bintang kejora terletak dimana
Di
jagat raya mungkinkah berkurung
Tempo
doeloe mie Belitung bagaimana
Mie
dijual penduduk dibanyak warung
29. Bertaburan di angkasa berjuta bintang
Tampak
berkelap-kelip diudara cerah
Ironisnya
mie dijual penduduk pendatang
Penjual
asal Betawi dan Sunda berkiprah
30. Kobarkanlah
selalu kesadaran nasional
Jadikanlah
bangsa kita bangsa andalan
Warung
mie Pak Candul paling terkenal
Pria
baya santun pembuat mie jempolan
31. Terkisahlah cerita dalam sebuah hikayat
Perilaku
terkutuk kemudian hari menyesal
Kembali
kita kepada mie empunya riwayat
Dari
negeri Tiongkok konon kuliner berasal
32. Berhati-hatilah mengendalikan kuda binal
Tiba-tiba
mernonta walau selalu dikawal
Ribuan
tahun silam kuliner mie telah dikenal
Ada
pendapat dari Dinasti Han mula berawal
33. Angin bertiup adakalanya pula menerjang
Pepohonan tumbang dedaunan berguguran
Konon
mie panjang pelambang usia panjang
Berbagai
legenda lain banyak pula bertebaran
34. Fenomena alam sang rembulan gerhana
Manakala
terjadi ramailah diliput media
Dari
Tiongkok tersebar ke antero buana
Berlanjut
ke Pulau Belitung mampirlah dia
35. Banyak binatang pemangsa hidup dirawa
Janganlah
disekitarnya mendirikan rumah
Pendatang
China diduga sebagai pembawa
Dimasa
mereka tiba sebagai pekerja timah
36. Kala parpol kampanye berebut korsi
Ucapan
manis diumbar janji terlompat
Di
daerah Belitung kuliner dimodifikasi
Disesuaikan
dengan keadaan setempat
37. Dilaut hidup kepiting binatang bercapit
Pada
kedua sisi badan capit bertumpu
Cara
menyantap tak lagi memakai sumpit
Ala
barat mempergunakan sendok garpu
38. Kepiting di Belitung ketam disebutkan
Dagingnya
dijadikan bermacam masakan
Dengan
udang kuliner mie dipertemukan
Mie
Belitong kemudian kuliner dinamakan
39. Ketam kelemango hidup berkeliran dibatu
Bila
dikejar pandai sembunyi menghilang
Gudo
udang makanan gerangan apakah itu
Sejanis
bakwan udang orang Betawi bilang
40. Orang Sawang piawai sekali berdendang
Dendang
buat pengusir waktu nan seram
Sediakan
secukupnya udang ukuran sedang
Berikut
secukupnya tepung terigu dan garam
41. Dendang adaklanya membawa pesan
Dijadikan
penghibur hati yang gundah
Tambahkan
sedikit bawang merah irisan
Campurkan
semua bahan kedalam wadah
42. Suara dendang dilagukan merdu sekali
Kadang
mendendang sambil bergendang
Diaduk
dengan air dan digoreng dikuali
Jadilah
gorengan bernama gudo udang
43. Dendang bergendang suatu permainan
Sejak
zaman dulu anak negeri gemari
Mie
Belitong udang berperan dominan
Marilah
dunia perudangan kita telusuri
44. Dengan dendang mengucap syukuran
Negeri
aman hidup tiada pula terkucil
Berjenis
udang dari segala macam ukuran
Dari
ukuran terbesar sampai yang terkecil
45. Hidup miskin jauh daripada mentereng
Tetapi
jiwa yang sehat terus tersambung
Udang
windu, udang putih, udang loreng
Paling
populer diantranya udang jerbung
46. Keadaan tenteram kemana saja pergi
Tiadalah
seperti kerakap tumbuh dibatu
Ada pula
udang galah dan bermacam lagi
Terlalu
panjang bila disebut satu persatu
47. Berolahraga sehat dihari Minggu pagi
Pulang
bersantai sambil belanja kepasar
Tujuh
macam ukuran jikalau hendak dibagi
Ukuran
besar sekali serta ukuran agak besar
48. Jagalah salalu tanaman timun diladang
Jika tak
hendak diganggu sicerdik kancil
Menyusul
ukuran besar dan ukuran sedang
Berikut
ukuran agak kecil dan ukuran kecil
49. Berhati-hatilah apabila mandi dikali
Jangan
sampai buaya disangka akar
Yang
paling bontot ukuran kecil sekali
Yang
paling mafhum tetulah para pakar
50. Ikan tongkol nyaman digangan pindang
Bumbu
dicincang saja ditumbuk jangan
Mengenal
mie Belitong mengenal udang
Dua
sejoli tidaklah mungkin terpisahkan
51. Lapangan rumput terletak didesa ujung
Berkumpul
gembala mengangon domba
Silahkan
ke Belitung datang berkunjung
Menikmati
mie Belitong marilah dicoba
52. Mohonlah kita semua akan berkah Illahi
Semoga
keimanan senantiasa terbekali
Perihal
kuliner mie Belitong mari disudahi
Pada pantun
mendatang bersua kembali
Bogor, 12 Juni 2011
No comments:
Post a Comment