1. Assamulaikum salam kita muliakan
Syukur Alhamdulillah bersua kembali
Marilah bersama pantun kita teruskan
Upacara adat pengantin tali menali
2. Kewarung membeli kue bikang
Dibeli bersama kue gandasturi
Mari sejenak melihat kebelakang
Kesibukan panitia semejak pagi hari
3. Turun kelaut memukat belanak
Menyusuri pantai jalan bergegas
Paling dahulu datang tukang tanak
Sejak subuh sudah memulai tugas
4. Menyetir mobil jalan dilintasi
Hati-hati selalu jalan berlubang
Dengan panggong dia konsultasi
Nasi dan lauk diatur seimbang
5. Dari Anyer kekota Panarukan
Terentang jalan di Pulau Jawa
Tungku dipasang api dinyalakan
Kuali besar dijerang namanya kawa
6. Lesung pipit menghiasi pipi
Ramaja cantik paras menawan
Bahan pembakar tentulah kayu api
Yang paling bagus batang pelawan
7. Pecal dimakan bersama lontong
Harum ditaburi goreng bawang
Alat pengaduk disebut cintong
Kadang dipakai berebut lawang
8. Angin berembus awan berkisar
Segar perlahan bertiup sang bayu
Cintong berbentuk sendok besar
Perlengkapan dibuat dari kayu
9. Anak dinyanyikan tertidur nyenyak
Nyanyian memohon rezeki berlimpah
Kadangkala dimasak nasi minyak
Dimasak memakai berbagai rempah
10. Pasar didirikan didekat kuala
Banyak orang datang berniaga
Kayu manis, cengkih dan biji pala
Ditambah pula dengan kapulaga
11. Masalah suka diputar balikkan
Jangan terkecoh omongan politisi
Semua digoreng tanpa dihaluskan
Digoreng dalam kawa penanak nasi
12. Segala tugas segera selesaikan
Bila ditunda menjadi tumpang tindih
Dimasukkan air dan ditanggarkan
Artinya dijerang air sampai mendidih
13. Diatas panggung musik dimainkan
Suara merdu berirama keroncong
Beras dimasukkan cintong di adukkan
Kemudian ditutupi tudong muncong
14. Pemain judi dikejar polisi
Baru menyerah setelah terdesak
Panasnya api harus diawasi
Api dipadamkan nasipun masak
15. Dari nira aren dibuat gula
Gula kabung orang namakan
Nasi putih tentu dimasak pula
Tugas panggong yang menyajikan
16. Tanda menyerah angkat tangan
Bedil tentu tidak ditembakkan
Tukang bebasoan apa gerangan
Mencuci peraba sehabis makan
17. Dipantai tumbuh pohon ceremai
Bertumbuhan pula batang pandan
Tukang bebasoan berjumlah ramai
Tukang tanak menjadi komandan
18. Menumbuk dilesung memakai alu
Paling baik menumbuk dikala pagi
Sebelum bertugas makan duhulu
Nanti setelah bertugas makan lagi
19. Kalau kursi parlemen tuan duduki
Ingatlah rakyat yang tuan wakili
Dalam acara gawai mereka dijuluki
Petugas istimewa makan dua kali
20. Kasus korupsi kini semakin marak
Ancaman pidana tidak diindahkan
Nasi dimasak menyisakan kerak
Bersama belundo enak dimakan
21. Bila merpati ditangan dilepaskan
Tentulah terbang menuju angkasa
Kerak nasi ramai diperebutkan
Oleh anak-anak maupun dewasa
22. Dipedesaan orang dirikan pekan
Tempat pertemuan berjual beli
Cerita tukang tanak kita tinggalkan
Mari kearena gawai kita kembali
23. Mahal diniagakan harga gading
Membuat hiasan gading dipahat
Selesai acara mempelai bersanding
Tamu pulang mempelai istirahat
24. Dikejar kucing tikus berlari
Terkaman maut mau dielakkan
Acara dilanjutkan dimalam hari
Nyambut bisan acara dinamakan
25. Setinggi mungkin tuntutlah ilmu
Bagai langit batas tak berujung
Disebut juga sebagai acara bejamu
Pihak mempelai lelaki berkunjung
26. Kalau tuan menghadiri pesta
Aturlah waktu jangan terlambat
Ayah dan bunda turut berserta
Disertai kerabat serta sahabat
27. Dewasa ini negeri memprihatinkan
Berbagai musibah datang beruntun
Berjenis makanan kecil dihidangkan
Ditimpali pula acara berbalas pantun
28. Berlayar dilaut amat menakutkan
Sepanjang jalan banyak perompak
Beripat beregong turut meramaikan
Kadang dilakukan permainan campak
29. Istana raja dipasang kawat berduri
Dijaga pengawal gagah bermisai
Seisi kampung datang menghadiri
Menjelang dinihari barulah selesai
30. Bunga disiram memakai gembor
Disiram pada pagi dan sore hari
Hari kedua acara mandi besimbor
Rangkaian acara gawai disudahi
31. Dihari libur olahraga berenang
Setelah itu bermain pingpong
Seluruh acara dipimpin mak inang
Dihadirkan pula dukun kampong
32. Di majelis ustadz berikan ceramah
Jagalah moral nasehat berkata
Acara dilakukan dihalaman rumah
Semua undangan turut beserta
33. Kalau kepekan mangga belikan
Belikan sekalian buah salak
Kepada setiap tamu air disiramkan
Kebiasaan adat dilarang menolak
34. Buah kelapa tangkai bertandan
Dagingnya diparut dibuat santan
Basah kuyup pakaian dibadan
Namun itu petanda kehormatan
35. Memelihara kelinci untuk hiburan
Kadang sampai beranak pinak
Peserta lainnya saling bersimburan
Laki bini tua muda serta anakanak
36. Induk ayam bertelur berkotek
Anak ayam menetas mencicit
Seluruh halaman menjadi becek
Urang Belitong menyebutnya lecit
37. Bundar kecil biji selasih
Bundar besar buah tomat
Acara mandi bermakna bersih
Ditutup dengan do’a selamat
38. Pulau Belitung amatlah indah
Mari beramai pergi berwisata
Acara resmi selesailah sudah
Dirumah pihak mempelai wanita
39. Kontak di internet bertemu rekan
Perasaan gembira terucap salam
Beripat beregong kadang dilanjutkan
Adakalanya sampai beberapa malam
40. Menjalin jala duduk merajut
Bekerja asyik jeda tak sempat
Minggu berikutnya acara berlanjut
Dirumah pihak lelaki ganti bertempat
41. Buah pinang kulit bersabut
Daun sirih tumbuh berjunjung
Pengantin beranjuk acara disebut
Pihak wanita datang berkunjung
42. Merah putih isi buah delima
Buah dibelah taruh dipiring
Rombongan ramai ikut bersama
Ayah bunda ikut memngiring
43. Membawa kepiting diikat tali
Dibawa bersama udang dan cumi
Berbalas pantun berulang kembali
Untuk menjalin tali silaturrahami
44. Nelayan melaut malam dan pagi
Perahu berbaris bagaikan pawai
Dipihak lelaki acara begawai lagi
Petanda penutup rangkian gawai
45. Dipantai ada teluk dan tanjung
Pantai berhias pasir dan batu
Acara adat mempelai berkunjung
Ketempat tetua memohon restu
46. Nelayan pulang ramai disambut
Tiba sore hari kadang kemalaman
Pengantin ngayau acara disebut
Tidaklah harus namun kelaziman
47. Dari atas kapal pantai diperhatikan
Pelaut mengamati dengan teropong
Tiga serangkai tentu diutamakan
Lurah, penghulu dan dukun kampong
48. Dahulu sebelum listrik ditemukan
Penerang dijalanan memakai lentera
Do’a dan restu tentulah diberikan
Semoga sejahtera melayarkan bahtera
49. Sebangsa cumi binatang gurita
Konon kerjanya meramal melulu
Janganlah kaget mendengar cerita
Semuanya terjadi dimasa dahulu
50. Menumpang kereta ditarik kuda
Kereta disebut kendaraan delman
Masa kini tentulah telah berbeda
Segalanya sesuai keadaan zaman
51. Suara sirine nyaring dibunyikan
Ciri mobil pemadam kebakaran
Sesekali adakala acara dilakukan
Sayangnya bukanlah acara benaran
52. Waspada bermain didunia maya
Makna sandi harus diperhatikan
Hanya sekadar pameran budaya
Konon budaya ingin dilesatarikan
53. Bacaan dituliskan berhuruf latin
Dengan huruf lain tidaklah mudah
Tentang upcara adat pengantin
Rangkaian kisahnya selesai sudah
54. Andaikan tuan berbelanja kepekan
Jangan sembarangan barang dibeli
Bila ada kekeliruan mohon maafkan
Dipantun lain kita berjumpa kembali
Bogor, 03 Maret 2011





