Saturday, January 28, 2012

BAGIAN KETIGAPULUH UPACARA ADAT PENGANTIN (5) - Habis




1.       Assamulaikum salam kita muliakan
Syukur Alhamdulillah bersua kembali
Marilah bersama pantun kita teruskan
Upacara adat pengantin tali menali

2.       Kewarung membeli kue bikang
Dibeli bersama kue gandasturi
Mari sejenak melihat kebelakang
Kesibukan panitia semejak pagi hari

3.       Turun kelaut memukat belanak
Menyusuri pantai jalan bergegas
Paling dahulu datang tukang tanak
Sejak subuh sudah memulai tugas

4.       Menyetir mobil jalan dilintasi
Hati-hati selalu jalan berlubang
Dengan panggong dia konsultasi
Nasi dan lauk diatur seimbang

5.       Dari Anyer kekota Panarukan
Terentang jalan di Pulau Jawa
Tungku dipasang api dinyalakan
Kuali besar dijerang namanya kawa

6.       Lesung pipit menghiasi pipi
Ramaja cantik paras menawan
Bahan pembakar tentulah kayu api
Yang paling bagus batang pelawan

7.       Pecal dimakan bersama lontong
Harum ditaburi goreng bawang
Alat pengaduk disebut cintong
Kadang dipakai berebut lawang

8.       Angin berembus awan berkisar
Segar perlahan bertiup sang bayu
Cintong berbentuk sendok besar
Perlengkapan  dibuat dari kayu

9.       Anak dinyanyikan tertidur nyenyak
Nyanyian memohon rezeki berlimpah
Kadangkala dimasak nasi minyak
Dimasak memakai berbagai rempah

10.   Pasar didirikan didekat kuala
Banyak orang datang berniaga
Kayu manis, cengkih dan biji pala
Ditambah pula dengan kapulaga

11.   Masalah suka diputar balikkan
Jangan terkecoh omongan politisi
Semua digoreng tanpa dihaluskan
Digoreng dalam kawa penanak nasi

12.   Segala tugas segera selesaikan
Bila ditunda menjadi tumpang tindih
Dimasukkan air dan ditanggarkan
Artinya dijerang air sampai mendidih

13.   Diatas panggung musik dimainkan
Suara merdu berirama keroncong
Beras dimasukkan cintong di adukkan
Kemudian ditutupi tudong muncong

14.   Pemain judi dikejar polisi
Baru menyerah setelah terdesak
Panasnya api harus diawasi
Api dipadamkan nasipun masak

15.   Dari nira aren dibuat gula
Gula kabung orang namakan
Nasi putih tentu dimasak pula
Tugas panggong yang menyajikan

16.   Tanda menyerah angkat tangan
Bedil tentu tidak ditembakkan
Tukang bebasoan apa gerangan
Mencuci peraba sehabis makan

17.   Dipantai tumbuh pohon ceremai
Bertumbuhan pula batang pandan
Tukang bebasoan berjumlah ramai
Tukang tanak menjadi komandan

18.   Menumbuk dilesung memakai alu
Paling baik menumbuk dikala pagi
Sebelum bertugas makan duhulu
Nanti setelah bertugas makan lagi

19.   Kalau kursi parlemen tuan duduki
Ingatlah rakyat yang tuan wakili
Dalam acara gawai mereka dijuluki
Petugas istimewa makan dua kali

20.   Kasus korupsi kini semakin marak
Ancaman pidana tidak diindahkan
Nasi dimasak menyisakan kerak
Bersama belundo enak dimakan

21.   Bila merpati ditangan dilepaskan
Tentulah terbang menuju angkasa
Kerak nasi ramai diperebutkan
Oleh anak-anak maupun dewasa

22.   Dipedesaan orang dirikan pekan
Tempat pertemuan berjual beli
Cerita tukang tanak kita tinggalkan
Mari kearena gawai kita kembali

23.   Mahal diniagakan harga gading
Membuat hiasan gading dipahat
Selesai acara mempelai bersanding
Tamu pulang mempelai istirahat

24.   Dikejar kucing tikus berlari
Terkaman maut mau dielakkan
Acara dilanjutkan dimalam hari
Nyambut bisan acara dinamakan

25.   Setinggi mungkin tuntutlah ilmu
Bagai langit batas tak berujung
Disebut juga sebagai acara bejamu
Pihak mempelai lelaki berkunjung

26.    Kalau tuan menghadiri pesta
Aturlah waktu jangan terlambat
Ayah dan bunda turut berserta
Disertai kerabat serta sahabat

27.   Dewasa ini negeri memprihatinkan
Berbagai musibah datang beruntun
Berjenis makanan kecil dihidangkan
Ditimpali pula acara berbalas pantun

28.   Berlayar dilaut amat menakutkan
Sepanjang jalan banyak perompak
Beripat beregong turut meramaikan
Kadang dilakukan permainan campak

29.   Istana raja dipasang kawat berduri
Dijaga pengawal gagah bermisai
Seisi kampung datang menghadiri
Menjelang dinihari barulah selesai

30.   Bunga disiram memakai gembor
Disiram pada pagi dan sore hari
Hari kedua acara mandi besimbor
Rangkaian acara gawai disudahi

31.   Dihari libur olahraga berenang
Setelah itu bermain pingpong
Seluruh acara dipimpin mak inang
Dihadirkan pula dukun kampong

32.   Di majelis ustadz berikan ceramah
Jagalah moral nasehat berkata
Acara dilakukan dihalaman rumah
Semua undangan turut beserta

33.   Kalau kepekan mangga belikan
Belikan sekalian buah salak
Kepada setiap tamu air disiramkan
Kebiasaan adat dilarang menolak

34.   Buah kelapa tangkai bertandan
Dagingnya diparut dibuat santan
Basah kuyup pakaian dibadan
Namun itu petanda kehormatan

35.   Memelihara kelinci untuk hiburan
Kadang sampai beranak pinak
Peserta lainnya saling bersimburan
Laki bini tua muda serta anakanak

36.   Induk ayam bertelur berkotek
Anak ayam menetas mencicit
Seluruh halaman menjadi becek
Urang Belitong menyebutnya lecit

37.   Bundar kecil biji selasih
Bundar besar buah tomat
Acara mandi bermakna bersih
Ditutup dengan do’a selamat

38.   Pulau Belitung amatlah indah
Mari beramai pergi berwisata
Acara resmi selesailah sudah
Dirumah pihak mempelai wanita

39.   Kontak di internet bertemu rekan
Perasaan gembira terucap salam
Beripat beregong kadang dilanjutkan
Adakalanya sampai beberapa malam

40.   Menjalin jala duduk merajut
Bekerja asyik jeda tak sempat
Minggu berikutnya acara berlanjut
Dirumah pihak lelaki ganti bertempat

41.   Buah pinang kulit bersabut
Daun sirih tumbuh berjunjung
Pengantin beranjuk acara disebut
Pihak wanita datang berkunjung

42.   Merah putih isi buah delima
Buah dibelah taruh dipiring
Rombongan ramai ikut bersama
Ayah bunda ikut memngiring

43.   Membawa kepiting diikat tali
Dibawa bersama udang dan cumi
Berbalas pantun berulang kembali
Untuk menjalin tali silaturrahami

44.   Nelayan melaut malam dan pagi
Perahu berbaris bagaikan pawai
Dipihak lelaki acara begawai lagi
Petanda penutup rangkian gawai

45.   Dipantai ada teluk dan tanjung
Pantai berhias pasir dan batu
Acara adat mempelai berkunjung
Ketempat tetua memohon restu

46.   Nelayan pulang ramai disambut
Tiba sore hari kadang kemalaman
Pengantin ngayau acara disebut
Tidaklah harus namun kelaziman

47.   Dari atas kapal pantai diperhatikan
Pelaut mengamati dengan teropong
Tiga serangkai tentu diutamakan
Lurah, penghulu dan dukun kampong

48.   Dahulu sebelum listrik  ditemukan
Penerang dijalanan memakai lentera
Do’a dan restu tentulah diberikan
Semoga sejahtera melayarkan bahtera

49.   Sebangsa cumi binatang gurita
Konon kerjanya meramal melulu
Janganlah kaget mendengar cerita
Semuanya terjadi dimasa dahulu

50.   Menumpang kereta ditarik kuda
Kereta disebut kendaraan delman
Masa kini tentulah telah berbeda
Segalanya sesuai keadaan zaman

51.   Suara sirine nyaring dibunyikan
Ciri mobil pemadam kebakaran
Sesekali adakala acara dilakukan
Sayangnya bukanlah acara benaran

52.   Waspada bermain didunia maya
Makna sandi harus diperhatikan
Hanya sekadar pameran budaya
Konon budaya ingin dilesatarikan

53.   Bacaan dituliskan berhuruf latin
Dengan huruf lain tidaklah mudah
Tentang  upcara adat pengantin
Rangkaian kisahnya selesai sudah

54.   Andaikan tuan berbelanja kepekan
Jangan sembarangan barang dibeli
Bila ada kekeliruan mohon maafkan
Dipantun lain kita berjumpa kembali



Bogor,  03  Maret  2011

Friday, January 6, 2012

BAGIAN KEDUAPULUHSEMBILAN MENGGALE




1.      Salam persahabatan mari ucapkan
Amatlah senang berjumpa kembali
Perihal menggale akan dikisahkan
Tanaman penduduk  murah dibeli

2.       Hallo-hallo Bandung kota kenangan
Dahulu lautan api membakar kota
Menggale tanaman apakah gerangan
Makanan kebisaan bagi rakyat jelata

3.       Dinegeri Tiongkok kota Hongkong
Ditanah Semenanjung negeri Melayu
Bahasa Indonesia disebut singkong
Kata lainnya disebut pula ubi kayu

4.       Warung menjual barang kelontong
Turut dijual pula gula beserta tepung
Sebutan menggale bahase Belitong
Ditanam rakyat didesa dan kampung

5.       Pekikkanlah kawan ucapan merdeka
Seragamkan kata dengan perbuatan
Konon berasal dari benua Amerika
Ditemukan banyak dibagian selatan

6.       Negara tetangga letak bersebelahan
Disebutkan pula sebagai negeri jiran
Dapat ditanam disegala macam lahan
Dipegunungan maupun tanah dataran

7.       Bulan gerhana merupakan fenomena
Demikianlah pula gerhana matahari
Menggale adalah tanaman multi guna
Sebagai bahan makanan dan industri

8.       Legenda Kantan anak sianak durhaka
Kutukan dewata karamkan bahtera
Dari menggale dibuat tepung tapioka
Banyak disekspor  kepelbagai  negara

9.       Berkebun manggis di Simpang Rusa
Manggis ditanam diseputar desa
Bagi negara tentulah pemasok devisa
Ikut andil dalam pembangunan bangsa

10.   Tebang belangiran didesa Cerucuk
Untuk dibuat sirap dijadikan atap
Menggale dimakan umbi dan pucuk
Rakyat jelata kelompok penyantap

11.   Dari pucuk kelapa dibuat ketupat
Pada perayaan lebaran disajikan
Beberapa jenis menggale terdapat
Dipulau Belitung orang golongkan

12.   Kemana berwisata tuan sekeluarga
Ke Tanjung Kelayang mari berselancar
Manggale roti dan menggale mentega
Sejenis lain dinamakan menggale pacar

13.   Senang sekali nenek berbaju satin
Cucu diperintahkan agar dipotret
Adapula disebut menggale pengantin
Disebutkan pula jenis menggale karet

14.   Barang digadaikan harus ditebus
Perihatin tuan janganlah royal
Menggale roti puah kalau direbus
Menggale mentega biasanya gayal

15.   Aksara kuna dahulu dipergunakan
Sebelum orang mengenal aksara latin
Jenis menggale pacar jangan dimakan
Demikian pula menggale pengantin

16.   Kearah seberang kemudi tujukan
Menyeberang sungai orang berperahu
Konon kedua jenis dapat memabokkan
Para pakar menggale tentu paling tahu

17.   Dikala kakek asyik bermain gambus
Para cucu bermain boneka dakocan
Jenis menggale karet pucuknya direbus
Enak dilalap bersama sambal belacan

18.   Nenek amat senang berjernih muka
Berjenis penganan beliau siapkan
Tinyok sebutan lain untuk tapioka
Tepung menggale juga disebutkan

19.   Gangan ikan memakai nanas
Bersama lalap gangan disajikan
Dipotong tipis dijemur dipanas
Rap menggale nama diberikan

20.   Kalau tuan ingin membuat jajanan
Tentulah harus menyiapkan bahan
Dari tinyok dan rap dibuat penganan
Berbagai jenis tegantung pengolahan

21.   Persawahan ditata berpetak-petak
Agar melancarkan kerja pengairan
Tepung tinyok dibuat pula kue rintak
Suguhan tradisionil diwaktu lebaran

22.   Bicara dalam tidur orang mengigau
Supaya memndusin cepat bangunkan
Cobalah dibuat pumpuk dan gelagau
Bersama kelapa parut enak dimakan

23.   Diwilayah Belitung kecamatan Badau
Disana terletak bandar Pegantungan
Ditanak bersama beras disebut randau
Dizaman Jepang dikala kerisis pangan

24.   Penari balet berbadan ramping
Wajahnya cantik bekulit mulus
Dari rap dibuat kukus serta limping
Dimakan bersama pais ikan bebulus

25.   Memakai sepatu tentulah sepasang
Sepatu tentu pula berwarna serupa
Dibuat jemput-jemput bersama pisang
Dibuat kelepun bersama gula dan kelapa

26.   Ingin membangun gedung dibuat maket
Ingin menulis karangan dibuatkan konsep
Ipok-ipok, kue bola, pergedel dan keroket
Dari menggale dapat diperbuatkan resep

27.   Pengelana berkelana digelap malam
Dikala siang hari dibawah panas terik
Diparut halus dibuat penganan talam
Bersama santan kelapa dan gula kirik

28.   Manakala malam sudahlah larut
Ananda sayang segera tidurkan
Dibungkus daun pisang lepat parut
Tetapi santan tidaklah disertakan

29.   Disiplin selalu dalam berlalu lintas
Patuhi rambu sebagai peringatan
Parutan digoreng desire dibuat getas
Biasa dibuat pula dari tepung ketan

30.   Dahulu kota Berlin dipasang tembok
Berdiri memanjang membelah kota
Dari tepung rap dibuat pula abok-abok
Gula dan kelapa tentulah ikut beserta

31.   Cita-cita tinggi haruslah dicapai
Prestasi gemilang jadikan kejutan
Direbus dan diragi dijadikan tapai
Dapat diproses kuliner lanjutan

32.   Kekaki gunung lurah serta lereng
Tempat menarik tujuan wisata
Makanan harian direbus digoreng
Banyak dijajakan didesa dan kota

33.   Kalau sungai banyak kiambang
Jangan tuan mencoba berenang
Dijadikan pula mie dan rengginang
Industri rakyat jadi berkembang

34.   Asyik membaca kisah Damarwulan
Berani melawan raja Blambangan
Dimasak  gangan mengawani tetelan
Gangan ikan bisa mendapat saingan

35.   Lama sekali hujan mengguyur
Rencana piknik berubah jadwal
Pucuk menggale nyaman disayur
Peda jambal memjadi pengawal

36.   Jikalau puan ingin membeli baju
Pergilah puan ke Pasar Pancoran
Dipanggang empuk memakai keju
Menggale sekarang masuk restoran

37.   Jalanan macet kendaraan merayap
Bermobil di Jakarta kesal sekali
Keripik menngale melebarkan sayap
Dipasar swalayan kini dapat dibeli

38.   Janganlah tuan banyak keluhan
Tapi  berusahalah hidup mandiri
Selain menggale makanan olahan
Dapat dijadikan pula bahan industri

39.   Bila kepulau Belitung anak beranak
Cicipi gangan janganlah dilupakan
Bila menggale dibuat makanan ternak
Tentulah jadi bahan baku pabrik pakan

40.   Sediakan daging sapi beserta babat
Makanan lezat dapat dihidangkan
Konon dapat pula dibuat bahan obat
Berbagai penyakit dapat disembuhkan

41.   Diufuk timur pemandangan indah
Manakala matahari mulai terbit
Menanam menggale amatlah mudah
Potongan pohon bagus dijadikan bibit

42.   Dikala pemenang lomba dinobatkan
Semua undangan berdiri dan bertepuk
Tumbuh subur bila tanah digemburkan
Tentulah lebih baik ditambahkan pupuk

43.   Janganlah tuan suka menjadi cukong
Nanti menimbulkan banyak perkara
Bio-ethanol juga diproses dari singkong
Dapat turut menunjang ekonomi negara

44.   Kota Manggar seribusatu warung kopi
Dipantainya terlihat terbenam matahari
Konon produksi singkong tak mencukupi
Untuk menampung kebutuhan industri

45.   Anggota parlemen pintar berdebat
Bagian dari pelaksanaan demokrasi
Tuan pasti mengetahui singkong mukibat
Pengembangan singkong cara okulasi

46.   Menjadi pejabat pelihara martabat
Jangan hanya keren memakai atribut
Dilakukan petani bernama Mukibat
Dari namanya jenis singkong disebut

47.   Kalau pedagang mencari rekanan
Perkataan manis tentu diucapkan
Perihal Pak Mukibat punya peranan
Terlalu panjang untuk diceritakan

48.   Langit mendung gelap berawan
Petanda hujan akan tercurahkan
Singkong  diteliti para ilmuwan
Gelar doktor mereka dapatkan

49.   Seluruh lubuk akan kena ciprati
Apabila kerbau mandi dikubangan
Pastilah tuan merasa bangga dihati
Menjadi doktor akhli persingkongan

50.   Perbaikilah diri sendiri tanpa tekanan
Kalau sebagai pejabat keliru dilakukan
Amatlah luas menggale punya peranan
Oleh karenanya janganlah diremehkan

51.   Menonton wayang kisahnya panjang
Mata mengantuk tertidurlah tuan
Disegala sektor menggale menunjang
Ekomi negara serta ilmu pengetahuan

52.   Dari beras diperbuat kueh jongkong
Bercampur santan beserta gula jawa
Demikian  kisah menggale alias singkong
Santapan rakyat sungguhlah istimewa



Bogor,  22  Pebruari  2011

Monday, January 2, 2012

BAGIAN KEDUAPULUHDELAPAN TANJUNG PENDAM (2) – Habis





1.      Selamat berjumpa kami ucapkan
Senang sekali berjumpa kembali
Kisah Tanjung Pendam dilanjutkan
Silahkan sahabat baca berkali-kali

2.       Turun kelaut menangkap udang
Udang digoreng kulitnya merah
Telah kita kisahkan sekilas pandang
Kebagian selatan kita telah berarah

3.       Pesawat terbang turun dibandara
Pergi ke Belitung membeli satam
Marilah kita telusuri kearah utara
Rangkaian pantai sampai Batu Itam

4.       Dikala negeri bencana melanda
Bersikaplah tenang atasi kemelut
Sederet riwayat berjalin legenda
Untaian kisah dari mulut kemulut

5.       Jakarta Utara perkampungan lama
Tempat kompeni membangun kota
Dari mana gerangan asal bernama
Tanjung Pendam empunya cerita

6.       Membuat keranjang rotan diraut
Keranjang dibentuk sesuai selera
Tanjung tanah menjorok kealaut
Istilah umum wilayah Nusantara

7.       Berjenis ikan dimasak gangan
Paling disukai ikan tenggiri
Pendam kata apakah gerangan
Marilah bersama kita telusuri

8.       Datang banjir kawasan terendam
Diwilayah Jakarta sering terjadi
Apakah maksud cinta terpedam
Kasih didalam hati tertanam abadi

9.       Jauhkan tuan dari sifat demdam
Hindarkan amarah dihati bersemi
Apakah maksud harta terpendam
Harta karun tertanam diperut bumi

10.   Kini banyak orang suka tauran
Berkelahi massal tidak berguna
Pendam konon berarti kuburan
Orang meninggal ditanam disana

11.   Pergi kelapangan olahraga senam
Paling baik dilakukan dipagi hari
Jadilah pendam berarti tertanam
Dikamus silahkan tuan pelajari

12.   Dipulau Belitung ditanam lada
Lada menjadi komoditi niaga
Tanjung Pendam empunya legenda
Konon dibawahnya tertidur naga

13.   Lada jadi rempah bersama pala
Bergabung cengkih ikut berserta
Naga tertidur sejak dahulu kala
Tertanam abadi sepanjang kota

14.   Rasa kecewa menonton televisi
Sedang menonton lampu padam
Kepalanya berada dibukit Tangsi
Ekornya berada di Tanjung Pendam

15.   Dulang diperbuat dari tembaga
Untuk begawai sangat berguna
Aduhai betapa besarnya sang naga
Dibiarkan jangan sampai terlena

16.   Pohon sawit ditanam berbaris
Ditepi kebunnya ditanam keladi
Jangan diganggu jangan digubris
Biarkan disana tertanam abadi

17.   Dipulau Seliu ditanam mangga
Ditanam bersama pohon jambu
Bergeser keutara desa Air Saga
Berlanjut dengan Tanjung Kubu

18.   Pondok didirikan beratap kajang
Untuk menunggu waktu mengetam
Dipisah sebuah jembatan panjang
Bertemulah dengan desa Batu Itam

19.   Pemimpin bijak rakyat hormati
Mau melepas rakyatpun sayang
Sampai disini dulu kita berhenti
Lain kali kita ke Tanjung Kelayang

20.   Malam gelap menyuluh ketam
Turut tertangkap ikan nambu
Antara Air Saga dan Batu Itam
Dipisahkan oleh Sungai Kubu

21.   Dimusim kemarau jalan berdebu
Dimusim hujan jalan berlubang
Sungai Kubu bermuara di Air Kubu
Disana kawasan timah ditambang

22.   Meniti bianglala turunlah dewi
Pulang kekayangan dikala senja
Berkisahlah seorang asal Betawi
Didaerah Air Kubu beliau bekerja

23.   Dibarat Jakarta kota Tangerang
Disana banyak didirikan pabrik
Sebagai pengawas pemasok barang
Dengan gerobak kuda barang ditarik

24.   Pemerintah orba sudah dilupa
Sekarang ini  zaman reformasi
Sebutan mandor pengawas disapa
Puluhan anak buah mandor awasi

25.   Zaman  sekarang bebas mengeritik
Suara masyarakat  tidak dibelenggu
Wilayah Air Kubu bergelimang mistik
Nyaris setiap malam mandor terganggu

26.   Memasak sup pakai daun seledri
Daun kemangi dijadikan lalap
Kala waktu istirahat dimalam hari
Sepicing mata tiada dapat terlelap

27.   Dikeramaian suara hingar bingar
Nyanyian dan teriakan menjadi satu
Bermacam suara aneh ramai terdengar
Terkadang atap bagai dilempari batu

28.   Hindari tuan dari permainan judi
Permainan judi hukumnya haram
Namun kenyataan sungguh terjadi
Diluar rumah keadaan aman tenteram

29.   Kalau tuan duduk dipemerintahan
Aspirasi rakyat haruslah ditampung
Sang mandor akhirnya tak betahan
Berkemas hengkang pulang kampung

30.   Telapak kaki kuda memakai ladam
Kuda penarik pedati berbulu hitam
Sepanjang jalur dari Tanjung Pendam
Berlanjut Air Saga sampai Batu Itam

31.   Mengcegah perang jangan berkecamuk
Hindarkan pertikaian jangan berlarut
Konon deposit timah amatlah gemuk
Jutaan kubik tesimpan abadi diperut

32.   Perasaan dihati ingin meledak
Melihat tingkah aktivis parpol
Boleh dipercaya boleh juga tidak
Mengkin sekadar isapan jempol

33.   Omong kosong jadi ucapan
Tiada keinginan hidup rukun
Konon timah sengaja disimpan
Atas kesepakatan para dukun

34.   Janji muluk mereka sampaikan
Jual tampang ditelevisi setiap hari
Dari daerah lain timah dipindahkan
Kerakusan maskapai ingin dihindari

35.   Ocehan mereka amat membosankan
Hanya mengecoh seantero negeri
Melawan dukun maskapai hindarkan
Dapat berakibat fatal belakang hari

36.   Tebar pesona selalu diperankan
Tanggung jawab mereka hindari
Seluruh timah dapat dikopongkan
Bisa maskapai duduk menggigit jari

37.   Janji dan kenyataan tak berimbang
Bersilat lidah senantiasa berdalih
Jalur gemuk tidaklah ditambang
Sampai dengan maskapai diambil alih

38.   Bukan berolok bukan bercanda
Beginilah realita negeri miliki
Apakah hal ini sebuah legenda
Kepada pakar silahkan selidiki

39.   Rakyat hanya disuguhi janji melulu
Peraktik korupsi sinambung melanda
Hebat kesaktian dukun zaman dahulu
Dizaman sekarang tentulah berbeda

40.   Dalamnya lautan jangan diduga
Didalam karang ikan menunggu
Perihal sang naga konon menjaga
Supaya wilayah tidak diganggu

41.   Dari mana hendak kemana
Dari Sijuk kekampung Bantan
Menurut buku horoskop China
Naga adalah lambang kekuatan

42.   Sudah lama tuan tiada berkabar
Ternyata diam dikampung Lasar
Naga bertubuh kekar tetapi sabar
Pembawa empat anugrah besar

43.   Imlek tiba barongsai dimainkan
Kesenian kuna bagian kebudayaan
Umur panjang beserta kebajikan
Keharmonisan dan juga kekayaan

44.   Cuaca cerah sangatlah ditunggu
Supaya tenang dalam pelayaran
Tidak mengganggu jangan diganggu
Pengawal nan setia tanpa bayaran

45.   Dikayangan dewa dewi berada
Kadang kebumi turun bersua
Pulau Kalamoa juga punya legenda
Semua pengganggu kalah semua

46.   Ditengah ladang ditanam nangka
Ladang dibikin paska berhuma padi
Pergi kemanapun mendapat celaka
Banyak peristiwa konon telah terjadi

47.   Kain bergambar indah disulami
Membuat kain orang memenun
Para penjajah konon mengalami
Begitu pula  perompak dan lanun

48.   Beli marmer di Tulung Agung
Marmer dibuat bersegi empat
Jalur gemuk tulang punggung
Ekonomi masyarakat setempat

49.   Selesai berjualan uang dihitung
Berapa banyak laba didapatkan
Para nelayan sangat tergantung
Menjalin hubungan dengan lautan

50.   Burung mengeram didalam sarang
Setelah dierami telurpun menetas
Tanjung Pendam zaman sekarang
Dibangun segala macam fasilitas

51.   Sangat bahagia mempelai pria
Mendapai istri lama dinanti
Tempat muda mudi bersukaria
Segala kesenangan bisa dinikmati

52.   Jagalah kesehatan tubuh anggota
Kebiasaan merokok agar dikurangi
Kawasan molek tempat berwisata
Pantai Ancol Jakarta bisa tersaingi

53.   Walau cara tuan berseberangan
Hayo bersatu capai kemenangan
Zaman dahulu zaman kenangan
Zaman kini zaman kesenangan

54.   Wisata kegunung bekabut mega
Bukan saat baik untuk olahraga
Dukun, kalamoa beserta sang naga
Semuanya bersama turut menjaga

55.   Berperahu santai layar kembangkan
Angin berembus sepoi enak terasa
Tanjung Pendam harus dilestarikan
Kebanggaan Belitung sepanjang masa

56.   Jenis ikan ketarap tebal bersisik
Dilaut berkarang ikan ditemukan
Janganlah diganggu jangan diusik
Tangan jahil hendaknya dijauhkan

57.   Gunung Tajam alam terbuka
Mari beramai kesana berwisata
Mengusik alam timbulkan petaka
Banyak contoh terjadi dinegeri kita

58.   Anak kecil janganlah dimarahi
Ajarkan yang baik bertegur sapa
Perihal Tanjung Pendam kita sudahi
Dipantun yang lain semoga berjumpa




Bogor, 14 Pebruari 2011