UPACARA ADAT PENGANTIN (1)
1. Assalamualaikum salam kami ucapkan
Dengan nama Allah Tuhan Maha Kaya
Sekelumit kisah akan kami ceritakan
Berkaitan masyarakat dan sosial budaya
2. Dikeramba orang memelihara ikan
Paling banyak dipelihara ikan patin
Sekarang pantun akan mengisahkan
Mengenai upacara adat pengantin
3. Beraroma harum kayu cendana
Berdaun harum pohon bidara
Upacara adat berlaku dimana-mana
Disegenap daerah wilayah Nusantara
4. Berbuat kebaikan ajaran agama
Berbuat kejahatan tuan celaka
Berbeda upacara bermakna sama
Sesuai adat istiadat leluhur mereka
5. Ambillah segelas air yang bersih
Dijadikan obat dicampur selasih
Sebagai rasa ucapan terima kasih
Kepada Tuhan Yang Maha Pengasih
6. Berlibur pekerja sekali sepekan
Badan lelah perlu diistirahatkan
Segala doa dan puji dipanjatkan
Atas anugerah yang Dia limpahkan
7. Melaut nelayan menangkap ikan
Dari laut pulang kepangkalan
Rasa gembira maksud disampaikan
Kepada sahabat handai dan taulan
8. Kelapa sawit ramai diperkebunkan
Para pengusaha sibuk mencari lahan
Tiga kodrat manusia Tuhan menentukan
Kematian dan rezeki serta perjodohan
9. Nasehat leluhur jangalah dilangkahi
Butir-butir nasehat agar diindahkan
Menemukan jodoh adalah kodrat Illahi
Bermula sejak Adam dan Hawa diciptakan
10. Mohonkan Tuhan memberi karunia
Supaya hidup selamat sejahtera
Perjodohan dialami insan sedunia
Tidak terkecuali insan di Nusantara
11. Belitung sekarang banyak perobahan
Berkunjung kesana penuh kemudahan
Perjodohan pastilah diikuti pernikahan
Pernikahan itu mutlak diwajibkan Tuhan
12. Program ekonomi niaga dikembamgkan
Program pariwisata terus digalakkan
Apabila kewajiban mutlak telah dilakukan
Parayaan perhelatan boleh dilangsungkan
13. Penceramah datang maju kedepan
Berpidato tentang perlunya persatuan
Perayaan dilaksakan sesuai kesanggupan
Besar maupun kecil tiada ketentuan
14. Hari kemerdekaan kibarkan bendera
Pejuang berjuang negara bersatu
Uapcara dilakukan petanda gembira
Anak dinikahkan mendapat menantu
15. Komandan mengomando belok kanan
Latihan baris berbaris dilakukan rutin
Dinamakan upacara adat perkawinan
Sebutan lain upacara adat pengantin
16. Dicandi Borobudur banyaklah patung
Warisan sejarah jelas diperlihatkan
Perihal upacara adat pengantin Belitung
Pada pantun ini kami coba ceritakan
17. Pedagang kakilima dibubarkan aparat
Dikawasan trotoar dilarang berjualan
Perjodohan tetaplah merupakan kodrat
Bagaimana menemukan ada beragam jalan
18. Waspada melewati jalan menyeberang
Berluncuran kendaraan hingar bergema
Zaman dahulu berbeda dengan sekarang
Tujuan membina kelurga tetaplah sama
19. Bersolek nyonya menghias dandanan
Kebaya diperiksa apakah kebesaran
Zaman dahulu orang tua punya peranan
Zaman sekarang banyak lewat pacaran
20. Bangunan permanen beton bertulang
Kuat dan tegap bangunan didirikan
Jangan memakai jasa mak comblang
Didaerah Belitung berua orang sebutkan
21. Dipersawahan belibis mencari makan
Dipohon keremunting pentis bersarang
Kesan negatif mak comblang timbulkan
Memakai jasanya ditertawakan orang
22. Balita kegerahan menangis melulu
Antri berobat memang melelahkan
Upacara adat dilakukan zaman dahulu
Zaman kini telah banyak ditinggalkan
23. Masjid dipenuhi jamaah penuh padat
Khatib memulai khotbah ucapkan salam
Kami menceritakan perihal adat istiadat
Uapacara pengantin Belitung masa silam
24. Menjadi pemimpin haruslah piawai
Manajemen bagus wajib dilaksanakan
Perhelatan pengantin disebut begawai
Dari segala lapisan bisa melaksanakan
25. Pertambangan minyak dikota Tarakan
Keseluruh dunia minyak didagangkan
Kocek yang empunya gawai menentukan
Besar kecilnya begawai diselenggarakan
26. Kokok ayam sekarang diperlombakan
Alangkah merdu kokok ayam bekisar
Bangsawan maupun orang berkedudukan
Biasanya menyelenggarakan upacara besar
27. Perkembangan teknologi mencapai bulan
Berlomba manusia mencari ketenaran
Hartawan dan saudagar tidak ketinggalan
Martabat beserta gengsi menjadi ukuran
28. Dengan roket para peniliti diterbangkan
Melihat wajah bumi indah pemandangan
Begawai gede masyarakat menyebutkan
Dari semua kalangamendapat undangan
29. Penyebaran berita disampaikan jurnalis
Baik nasional maupun internasional
Zaman dahulu undangan tidak tertulis
Bentuk surat undangan belum dikenal
30. Pemimpin haruslah ambil keputusan
Keputusan diambil penuh pertimbangan
Tatacara mengundang mengirim utusan
Pengemban utusan tidaklah sembanrangan
31. Jalan dipegunungan banyak patahan
Waspada menyetir kalau tak biasa
Galibnya dilakukan pengemban pilihan
Sopan penampilan santun budi bahasa
32. Tambahan gaji kenaikan berkala
Kenaikan massal kenaikan bersama
Bagaimana upacara berawal bermula
Baiklah ditelusuri kembali cerita lama
33. Angin bertiup berderai pohon cemara
Turut berebahan pula pohon ilalang
Melakukan perjodohan bermacam cara
Rahasia perusahaan kini orang bilang
34. Pergi ke Manggar dijalan kehujanan
Singgah berteduh didesa Penirokan
Peranan orang tua sangatlah dominan
Tetapi semuanya Tuhan menentukan
35. Membuat masakan memakai santan
Masakan dihidangkan untuk sarapan
Apabila perjodohan didapat kesepakatan
Kedua belah pihak melakukan persiapan
36. Masakan panas mengundang selera
Ramuan bumbunya ditumis dikuali
Disepakati seorang menjadi perantara
Orang berpengalaman dibidangnya ahli
37. Langit menggelap terdengar guntur
Hujanpun turun bagai dicurahkan
Jadwal berlanjut perantara mengatur
Tanggung jawab kepadanya dibebankan
38. Pergi ke Sijuk melalui Kampung Ujung
Diperjalanan membeli kelapa puan
Rombongan pihak lelaki datang berkujung
Ketempat kediaman pihak perempuan
39. Belajar aljabar persamaan tersamar
Diterangkan sekali belum mengerti
Resminya rombongan datang melamar
Walaupun perjodohan telah disepakati
40. Menulis cerita pengarang dikagumi
Bergadang bermalaman mencari ilham
Kedua pihak melakukan silaturrahmi
Sekaligus bersama memutuskan faham
41. Saudagar membuat rumah bertingkat
Didiami sekeluarga tentulah senang
Minang upacara dinamakan masyarakat
Rombongan membawa sirih dan pinang
42. Sudah berputihan rambut dikepala
Pastilah bijaksana menentukan sikap
Kapur berikut gambir disertakan pula
Perlengkapan makan sirih secara lengkap
43. Tersentuh sanubari tidak tertampak
Mendengar ratapan bersuara lirih
Perlengkapan ditaruh didalam tipak
Tipak lambang kebesaran makan sirih
44. Pohon ditebangi binatang diburu
Membuka ladang untuk bertani
Terbuat dari kayu berlapis beludru
Bersulam benang emas warna warni
45. Dibelukar hidup binatang melata
Binatang buas menghuni belantara
Kedua orang tua pihak lelaki ikut serta
Masing pihak menyertakan juru bicara
46. Anak-anak menyukai filem kartun
Berbagai ragam televisi menyiarkan
Sang juru bicara pandailah berpantun
Maksud pertemuan mereka sampaikan
47. Menjadi wasit janganlah memihak
Wasit memihak penonton murka
Berbalasan pantun kedua belah pihak
Pantun disampaikan terkadang jenaka
48. Memempuh jarak dekat berjalan kaki
Berpergian jauh berkendaraan mobil
Tipak dipersembahkan pihak lelaki
Dibuka dan dipersilahkan sirih diambil
49. Dibarak para pengungsi dikumpulkan
Ditampung serta diberikan bantuan
Sirih dan pinang diambil dan dimakan
Oleh wakil rombongan pihak perempuan
50. Banyak mahasiswa menempati asrama
Dengan kampus mudah berhubungan
Dimakan sirih lambang lamaran diterima
Maka resmilah terjadinya pertunangan
51. Sejumlah harta dermawan sumbangkan
Guna menyantuni masyarakat kesulitan
Ngantar tipak upacara ini dinamakan
Kedua belah pihak berada dalam ikatan
52. Lama terpisah bertemu berpelukan
Selama berpisah menanggung lara
Hari bulan baik kemudian ditentukan
Waktu terbaik penyelenggaraan upacara
53. Diwaktu pancaroba musim beralih
Awan bertumpuk saling berhimpitan
Bulan maulud atau haji biasanya dipilih
Kedua bulan tersebut penuh keberkatan
54. Kalaulah tuan berkunjung kedusun
Menjumpai rakyat amatlah mudah
Apabila urutan jadwal telah tersusun
Urusan perantara selesailah sudah
55. Dikawasan industri pabrik berdiri
Bermunculan pula banyak perusahaan
Masing-masing pihak mengatur sendiri
Tinggal menunggu waktu pelaksanaan
56. Mengayuh sampan mengarah kehulu
Sampan penuh bermuatan lokan
Pantun sementara sampai disini dulu
Sambungannya segera kita lanjutkan
Jakarta, 07 Nopember 2010
Sunday, May 29, 2011
Tuesday, May 3, 2011
BAGIAN KEEMPATBELAS
MEMBARI’AN (2)
1. Salam serta hormat kami sampaikan
Pantun membari’an kami lanjutkan
Tentang Belitung kami ceritakan
Pulau tercinta amat menyenangkan
2. Badai melanda pasti berlalu
Angin menyepoi datang bertukar
Membari’an mengungkap masa lalu
Masyarakat bawah punya kelakar
3. Dikala pikiran tuan masih kalut
Cobalah tuan bermain ketipung
Membari’an kisah mulut kemulut
Bertukar cerita orang dikampung
4. Membuat bata lempung dibentuk
Bata dibuat dikampung Kepayang
Kumpul bergadang semalam suntuk
Berkisah riwayat nenek moyang
5. Makanan asli Betawi kerak telor
Ditempat keramaian dapat dibeli
Menyangkut silsilah disebut begalor
Riwayat asal usul ditelusuri kembali
6. Dermaga dibangun didaerah hilir
Supaya lancar segala kegiatan
Ibarat air dari gunung mengalir
Menyusuri sungai terus kelautan
7. Piawai bersilat seorang pendekar
Lawan dihadapi kalau ditantang
Menelusuri asal usul menarik akar
Akar pastilah melekat kebatang
8. Pohon nangka pohon bergetah
Bergetah pula pohon pepaya
Orang Belitung kaya pepatah
Pepatah bertalian adat budaya
9. Kalaulah tuan santun perangai
Pasti berkah datang berlimpahan
Air dari gunung turun kesungai
Air dari atap turun kepelimbahan
10. Manakala kapal sudah dilayarkan
Tantangan cuaca haruslah diterima
Perihal masa lalu jangan didebatkan
Marilah membari’an duduk bersama
11. Dikapal bertugas banyak kelasi
Masuk dermaga kapal ditambatkan
Bertukar pandangan serta berdiskusi
Berbagai solusi dapat dipecahkan
12. Berkunjung kedesa orangnya ramah
Begitulah watak penduduk pedalaman
Berkumpul membari’an punya hikmah
Adat urang Belitong sepanjang zaman
13. Jangan buang sampah sembarangan
Begitu pesan tuan guru sampaikan
Maaf tuan kami bicara kepanjangan
Marilah membari’a n kita teruskan
14. Kelapa dikupas tangan menyula
Tempurung dibakar menjadi arang
Masih menyangkut dahulu kala
Saat Belitung baru dikenal orang
15. Indah sekali pujangga menulis syair
Disusun dalam bermacam gubahan
Berawal pelaut mampir menimba air
Kemudian beramai mematok lahan
16. Kucing memanjat cukup berani
Sesudah naik tidak bisa turun
Pulau semula sepi jadi berpenghuni
Berkembang biak turun temurun
17. Gedung parlemen tinggi bertingkat
Tempat anggota berbalas tutur
Setelah ramai terbentuk masyarakat
Diangkat pemimpin sebagai pengatur
18. Buaya mengapung berenang dikali
Bersama dahan kayu hanyut disela
Penghuni pendatang menjadi asli
Karena mereka kelompok pemula
19. Berlayar tenang udaranya cerah
Perahu diarahkan kepantai Dudat
Kelompok pemula melukis sejarah
Membentuk satuan budaya dan adat
20. Sejenis cumi-cumi bertulang satu
Binatang ini dinamakan sotong
Beragam budaya dan adat menyatu
Satuan budaya adat urang Belitong
21. Penari cantik bersunting melati
Melati adalah bunga pujaaan
Bulan dan tahun terus berganti
Kesatuan menjadi sebuah kerajaan
22. Minuman kopi mencegah kantuk
Tidak mengantuk mengatur siasat
Dikampung Badau kerajaan terbentuk
Dikampung tersebut kerajaan berpusat
23. Terbang merpati sekawan lima
Terbang bebas menjelajah angkasa
Kerajaan Badau kerajaan pertama
Dibumi Belitung kerajaan berkuasa
24. Sekelompok anak bermain gundu
Gundu digelindingkan satu persatu
Penduduk negeri beragama Hindu
Anutan penduduk pada masa itu
25. Komat kami dukun mengucap mantra
Mohon terkabul segala permohonannya
Kerajaan Majapahit menguasai Nusantara
Menjadikan Belitung daerah takluknya
26. Dipancuran air jernih tercurah
Ditampung penuh didalam kendi
Menurut penelitian ahli sejarah
Abad keempatbelas peristiawa terjadi
27. Bercocok tanam orang dihuma
Sesekali menanam padi diladang
Raja penguasa dijadikan panglima
Ronggo Yudo gelar disandang
28. Kepala kampung jalan keliling desa
Mengajak rakyat hidup berkerukunan
Ronggo Yudo memerintah penuh kuasa
Bertahta di Badau beberapa keturunan
29. Kutilang berkicau merdu berirama
Bagai seorang sedang berjenaka
Setiap turunan begelar yang sama
Rakyat menyapa sesuai dialek mereka
30. Ada manfaatnya memelihara kuda
Kuda diapakai untuk penarik sado
Ada yang megucapkan Rangga Uda
Ada pula yang menyebut Ronggo Udo
31. Setiap sore penduduk menanti
Nelayan pulang tiba dipangkalan
Abad demi abad datang berganti
Dunia berputar perobahan berjalan
32. Dilaut elang sambar menyambar
Mengintai ikan dilaut berkelana
Agama Islam datang menyebar
Menyebar kesegala pelosok buana
33. Pejabat adalah abdi negara
Mengabdi bangsa tugas utama
Menyebar pula Islam di Nusantara
Pasai paling utara penerima pertama
34. Jika negara makmur aman sentosa
Pastilah rakyat menjadi bangga
Para saudagar sangatlah berjasa
Menyebarkan agama sambil berniaga
35. Peraturan dibuat memakai pasal
Pasal demi pasal disusun cermat
Dari Parsi dan Gujarat mereka berasal
Menyampaikan pesan keseluruh ummat
36. Ayam berkokok bersahut-sahutan
Embun jernih mulai bermunculan
Dari utara berkembang keselatan
Barat dan timur tidak ketinggalan
37. Hidup manusia didunia yang fana
Kepangkuan Allah akhirnya kembali
Kerajaan Islam berdiri dimana-mana
Ditanah Jawa dipelopori para wali
38. Dikaki gunung kita berjalan
Dikanan kiri jurang menganga
Sangatlah terkenal wali sembilan
Di Pulau Jawa disebut wali sanga
39. Dari mana tuan tujuan kemana
Waspada selalu dalam perjalanan
Seraya berdakwah wali membina
Membina moral serta pembangunan
40. Rumah tua jangan jadi hunian
Atap dan dinding tentulah rapuh
Sunan Gresik mengajarkan pertanian
Sunan Ampel dijadikan sesepuh
41. Ambil tampah jadikan tampian
Padi ditumbuk menjadi beras
Sunan Bonang mengajarkan kesenian
Sunan Drajat membina kerja keras
42. Belukar penuh rumput dan ranting
Kalau tak ditebas menjadi semak
Sunan Kudus berperan penting
Sebagai penasehat Sultan Demak
43. Pergelaran wayang mari menonton
Kisah pandawa mengatur siasat
Sunan Giri medirikan Giri Kedaton
Dakwah Islam disana berpusat
44. Nyaring kokok ayam bekisar
Menyongsong terbit sang surya
Sunan Kalijaga berperan besar
Meningkatkan seni serta budaya
45. Riuh kicauan burung bersukaria
Dipagi hari nyaman didengarkan
Sunan Muria tinggal di Gunung Muria
Dengan kehalusan dakwah disampaikan
46. Batu bertulis riwayat tersurat
Situs ditemukan ditengah sawah
Sunan Gunungjati di Jawa Barat
Menjadikan Cirebon pusat dakwah
47. Kapal berlayar ditengah samudera
Diselingi suara ombak gemuruh
Segala peristiwa terjadi di Nusantara
Terhadap Belitung tentu berpengaruh
48. Polisi berderet pejabat dikawal
Keselamatan pejabat dijaga bersama
Pada abad enambelas mula berawal
Belitung dikunjungi seorang ulama
49. Janganlah tuan hidup terpencil
Hubungan putus tuan menyesal
Berlayar dengan rombongan kecil
Dari tanah Jawa mereka berasal
50. Berperahu bersama ke Pulau Lima
Banyak nelayan menyelam gamat
Maksud ulama menyiarkan agama
Pesan Illahi penyelamat ummat
51. Kepiting batu sembunyi dikarang
Hendak ditangkap selalu gagal
Berlabuh perahu di Sungai Berang
Dikampung Pelulusan mereka tinggal
52. Dari Jepang berasal bunga seruni
Ditanam ditaman didepan rumah
Kampung Pelulusan ramai penghuni
Hidupnya rukun dan ramah tamah
53. Dikala mendengar alunan musik
Perasaan berayun mata mengantuk
Sang ulama bernama Mayang Gresik
Oleh masyarakat dipanggil Datuk
54. Rumah dibangun untuk kediaman
Dinding dibuat dari papan meranti
Datuk Mayang Gresik santun budiman
Menyampaikan syi’ar sepenuh hati
55. Bantal tuan putri sarung bersulam
Ranjang berkelambu hiasan indah
Beramai penduduk mengimani Islam
Kepercayaan lama ditinggalkan sudah
56. Jikalau menembak tariklah pelatuk
Laras senapang kesasaran arahkan
Rakyat sangat hormat kepada Datuk
Pimpinan kerajaan Datuk dipercayakan
57. Berdandan puan indah busana
Mendampingi tuan hadiri upacara
Datuk memimpin sangat bijaksana
Hingga rakyat hidup aman sejahtera
58. Belitung satu kabupaten dimasa lalu
Dimasa reformasi menjadi dua dibagi
Pantun sementara dicukupkan dulu
Waktu mendatang dilanjutkan lagi
Medan, 01 Nopember 2010
1. Salam serta hormat kami sampaikan
Pantun membari’an kami lanjutkan
Tentang Belitung kami ceritakan
Pulau tercinta amat menyenangkan
2. Badai melanda pasti berlalu
Angin menyepoi datang bertukar
Membari’an mengungkap masa lalu
Masyarakat bawah punya kelakar
3. Dikala pikiran tuan masih kalut
Cobalah tuan bermain ketipung
Membari’an kisah mulut kemulut
Bertukar cerita orang dikampung
4. Membuat bata lempung dibentuk
Bata dibuat dikampung Kepayang
Kumpul bergadang semalam suntuk
Berkisah riwayat nenek moyang
5. Makanan asli Betawi kerak telor
Ditempat keramaian dapat dibeli
Menyangkut silsilah disebut begalor
Riwayat asal usul ditelusuri kembali
6. Dermaga dibangun didaerah hilir
Supaya lancar segala kegiatan
Ibarat air dari gunung mengalir
Menyusuri sungai terus kelautan
7. Piawai bersilat seorang pendekar
Lawan dihadapi kalau ditantang
Menelusuri asal usul menarik akar
Akar pastilah melekat kebatang
8. Pohon nangka pohon bergetah
Bergetah pula pohon pepaya
Orang Belitung kaya pepatah
Pepatah bertalian adat budaya
9. Kalaulah tuan santun perangai
Pasti berkah datang berlimpahan
Air dari gunung turun kesungai
Air dari atap turun kepelimbahan
10. Manakala kapal sudah dilayarkan
Tantangan cuaca haruslah diterima
Perihal masa lalu jangan didebatkan
Marilah membari’an duduk bersama
11. Dikapal bertugas banyak kelasi
Masuk dermaga kapal ditambatkan
Bertukar pandangan serta berdiskusi
Berbagai solusi dapat dipecahkan
12. Berkunjung kedesa orangnya ramah
Begitulah watak penduduk pedalaman
Berkumpul membari’an punya hikmah
Adat urang Belitong sepanjang zaman
13. Jangan buang sampah sembarangan
Begitu pesan tuan guru sampaikan
Maaf tuan kami bicara kepanjangan
Marilah membari’a n kita teruskan
14. Kelapa dikupas tangan menyula
Tempurung dibakar menjadi arang
Masih menyangkut dahulu kala
Saat Belitung baru dikenal orang
15. Indah sekali pujangga menulis syair
Disusun dalam bermacam gubahan
Berawal pelaut mampir menimba air
Kemudian beramai mematok lahan
16. Kucing memanjat cukup berani
Sesudah naik tidak bisa turun
Pulau semula sepi jadi berpenghuni
Berkembang biak turun temurun
17. Gedung parlemen tinggi bertingkat
Tempat anggota berbalas tutur
Setelah ramai terbentuk masyarakat
Diangkat pemimpin sebagai pengatur
18. Buaya mengapung berenang dikali
Bersama dahan kayu hanyut disela
Penghuni pendatang menjadi asli
Karena mereka kelompok pemula
19. Berlayar tenang udaranya cerah
Perahu diarahkan kepantai Dudat
Kelompok pemula melukis sejarah
Membentuk satuan budaya dan adat
20. Sejenis cumi-cumi bertulang satu
Binatang ini dinamakan sotong
Beragam budaya dan adat menyatu
Satuan budaya adat urang Belitong
21. Penari cantik bersunting melati
Melati adalah bunga pujaaan
Bulan dan tahun terus berganti
Kesatuan menjadi sebuah kerajaan
22. Minuman kopi mencegah kantuk
Tidak mengantuk mengatur siasat
Dikampung Badau kerajaan terbentuk
Dikampung tersebut kerajaan berpusat
23. Terbang merpati sekawan lima
Terbang bebas menjelajah angkasa
Kerajaan Badau kerajaan pertama
Dibumi Belitung kerajaan berkuasa
24. Sekelompok anak bermain gundu
Gundu digelindingkan satu persatu
Penduduk negeri beragama Hindu
Anutan penduduk pada masa itu
25. Komat kami dukun mengucap mantra
Mohon terkabul segala permohonannya
Kerajaan Majapahit menguasai Nusantara
Menjadikan Belitung daerah takluknya
26. Dipancuran air jernih tercurah
Ditampung penuh didalam kendi
Menurut penelitian ahli sejarah
Abad keempatbelas peristiawa terjadi
27. Bercocok tanam orang dihuma
Sesekali menanam padi diladang
Raja penguasa dijadikan panglima
Ronggo Yudo gelar disandang
28. Kepala kampung jalan keliling desa
Mengajak rakyat hidup berkerukunan
Ronggo Yudo memerintah penuh kuasa
Bertahta di Badau beberapa keturunan
29. Kutilang berkicau merdu berirama
Bagai seorang sedang berjenaka
Setiap turunan begelar yang sama
Rakyat menyapa sesuai dialek mereka
30. Ada manfaatnya memelihara kuda
Kuda diapakai untuk penarik sado
Ada yang megucapkan Rangga Uda
Ada pula yang menyebut Ronggo Udo
31. Setiap sore penduduk menanti
Nelayan pulang tiba dipangkalan
Abad demi abad datang berganti
Dunia berputar perobahan berjalan
32. Dilaut elang sambar menyambar
Mengintai ikan dilaut berkelana
Agama Islam datang menyebar
Menyebar kesegala pelosok buana
33. Pejabat adalah abdi negara
Mengabdi bangsa tugas utama
Menyebar pula Islam di Nusantara
Pasai paling utara penerima pertama
34. Jika negara makmur aman sentosa
Pastilah rakyat menjadi bangga
Para saudagar sangatlah berjasa
Menyebarkan agama sambil berniaga
35. Peraturan dibuat memakai pasal
Pasal demi pasal disusun cermat
Dari Parsi dan Gujarat mereka berasal
Menyampaikan pesan keseluruh ummat
36. Ayam berkokok bersahut-sahutan
Embun jernih mulai bermunculan
Dari utara berkembang keselatan
Barat dan timur tidak ketinggalan
37. Hidup manusia didunia yang fana
Kepangkuan Allah akhirnya kembali
Kerajaan Islam berdiri dimana-mana
Ditanah Jawa dipelopori para wali
38. Dikaki gunung kita berjalan
Dikanan kiri jurang menganga
Sangatlah terkenal wali sembilan
Di Pulau Jawa disebut wali sanga
39. Dari mana tuan tujuan kemana
Waspada selalu dalam perjalanan
Seraya berdakwah wali membina
Membina moral serta pembangunan
40. Rumah tua jangan jadi hunian
Atap dan dinding tentulah rapuh
Sunan Gresik mengajarkan pertanian
Sunan Ampel dijadikan sesepuh
41. Ambil tampah jadikan tampian
Padi ditumbuk menjadi beras
Sunan Bonang mengajarkan kesenian
Sunan Drajat membina kerja keras
42. Belukar penuh rumput dan ranting
Kalau tak ditebas menjadi semak
Sunan Kudus berperan penting
Sebagai penasehat Sultan Demak
43. Pergelaran wayang mari menonton
Kisah pandawa mengatur siasat
Sunan Giri medirikan Giri Kedaton
Dakwah Islam disana berpusat
44. Nyaring kokok ayam bekisar
Menyongsong terbit sang surya
Sunan Kalijaga berperan besar
Meningkatkan seni serta budaya
45. Riuh kicauan burung bersukaria
Dipagi hari nyaman didengarkan
Sunan Muria tinggal di Gunung Muria
Dengan kehalusan dakwah disampaikan
46. Batu bertulis riwayat tersurat
Situs ditemukan ditengah sawah
Sunan Gunungjati di Jawa Barat
Menjadikan Cirebon pusat dakwah
47. Kapal berlayar ditengah samudera
Diselingi suara ombak gemuruh
Segala peristiwa terjadi di Nusantara
Terhadap Belitung tentu berpengaruh
48. Polisi berderet pejabat dikawal
Keselamatan pejabat dijaga bersama
Pada abad enambelas mula berawal
Belitung dikunjungi seorang ulama
49. Janganlah tuan hidup terpencil
Hubungan putus tuan menyesal
Berlayar dengan rombongan kecil
Dari tanah Jawa mereka berasal
50. Berperahu bersama ke Pulau Lima
Banyak nelayan menyelam gamat
Maksud ulama menyiarkan agama
Pesan Illahi penyelamat ummat
51. Kepiting batu sembunyi dikarang
Hendak ditangkap selalu gagal
Berlabuh perahu di Sungai Berang
Dikampung Pelulusan mereka tinggal
52. Dari Jepang berasal bunga seruni
Ditanam ditaman didepan rumah
Kampung Pelulusan ramai penghuni
Hidupnya rukun dan ramah tamah
53. Dikala mendengar alunan musik
Perasaan berayun mata mengantuk
Sang ulama bernama Mayang Gresik
Oleh masyarakat dipanggil Datuk
54. Rumah dibangun untuk kediaman
Dinding dibuat dari papan meranti
Datuk Mayang Gresik santun budiman
Menyampaikan syi’ar sepenuh hati
55. Bantal tuan putri sarung bersulam
Ranjang berkelambu hiasan indah
Beramai penduduk mengimani Islam
Kepercayaan lama ditinggalkan sudah
56. Jikalau menembak tariklah pelatuk
Laras senapang kesasaran arahkan
Rakyat sangat hormat kepada Datuk
Pimpinan kerajaan Datuk dipercayakan
57. Berdandan puan indah busana
Mendampingi tuan hadiri upacara
Datuk memimpin sangat bijaksana
Hingga rakyat hidup aman sejahtera
58. Belitung satu kabupaten dimasa lalu
Dimasa reformasi menjadi dua dibagi
Pantun sementara dicukupkan dulu
Waktu mendatang dilanjutkan lagi
Medan, 01 Nopember 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)