Tuesday, December 20, 2011

BAGIAN KEDUA PULUH TUJUH IMLEK



1.      Senang bertemu lagi wahai rekan
Perihal Imlek coba kami ceritakan
Dipulau Belitung biasa merayakan
Gong Xi Fa Cai bersama kita ucapkan

2.       Konon ikan arwana pembawa hoki
Diruang tamu akuarium ditempatkan
Semoga Imlek akan berlimpah rezeki
Serta kesehatan selalu terpeliharakan

3.       Hindarkanlah dunia dari bau mesiu
Sesungguhya perang amat merugikan
Sin Tjun Kiong Hi Thiam Hok Thiam Siu
Begitulah genersasi tua sering ucapkan

4.       Pandanglah indah samudera membiru
Bersantai dipantai sambil berjemur
Selamat datang musim semi yang baru
Semoga tambah rezeki dan panjang umur

5.       Menanam padi disawah tanah dibajak
Dengan hewan kerbau bajak dikerjakan
Sesungguhnya para leluhur manusia bijak
Banyak sekali falsafah mereka wariskan

6.       Ramai orang membeli bandeng dipekan
Menjelang tahun baru diminggu depan
Petunjuk nenek moyang jangan abaikan
Penyuluh arah mengarungi kehidupan

7.       Bermacam bunga banyak diperniagakan
Jenis bunga pilihan bukan sembarangan
Berbagai kebajikan harus dilaksanakan
Hindarkanlah pula  dari segala larangan

8.       Mau berniaga orang menyusun rencana
Dari usaha sederhana tentu memulai
Adat warisan lelehur bermuatan makna
Terkandung budaya tinggi tiada ternilai

9.       Kalau hendak berniaga tanpa kendala
Keramah tamahan tentu harus dibina
Dari negeri Tiongkok perayaan bermula
Kini Imlek dirayakan disejagat buana

10.   Mentari tenggelam indah panorama
Siang berpamitan malam menjelma
Tentulah etnis Tionghoa paling utama
Dihari yang bahagia berukaria bersama

11.   Peliharalah tuan sikap budi pekerti
Hormat sahabat niscaya tuan alami
Dinegeri asal sambut musim berganti
Dari musim dingin berganti musim semi

12.   Gagah penampilan pasukan berkuda
Dimedan tempur senantiasa berjaya
Banyak didalamnya bermuatan legenda
Dimasa kini telah menjadi adat budaya

13.   Dipasar Manggar membeli kue bulan
Kue bulan dikemas hargapun dihitung
 Imlek dirayakan berdasar penanggalan
Hanya para akhlinya pandai menghitung

14.   Pada waktu bunga sedang berkembang
Banyak rama-rama datang berterbangan
Duabelas jenis hewan dijadikan lambang
Masing-masing membawa peruntungan

15.   Bersinar mata anak dara bagai kejora
Dagu mungil bagai lebah bergantung
Dirayakan orang ramai dibumi Nusantara
Tidaklah terkecuali pula di Pulau Belitung

16.   Batang kelapa tumbang melintang
Ketengah lautan batang mengapung
Dikala perayaan Imlek mejelang datang
Masyarakat Tionghoa pulang kampung

17.   Kata nyanyian seribu tahun tidak lama
Hanya sekejap mata tiadalah kentara
Berbondong rombongan mudik bersama
Melalui perjalanan laut maupun udara

18.   Marilah berkunjung kedaerah Lingga
Pantai Batu Berdaun tempat wisata
Merayakan Imlek dtengah kekuarga
Di Pulau Belitung kampung tercinta

19.   Buatlah rokok dari kembang kecubung
Untuk penyakit asma obat penawar
Harga karcis angkutan tinggi melambung
Berapapun dipatok tidaklah lagi ditawar

20.   Pergi kepasar Glodok membeli capcai
Capcainya panas digoreng dikuali
Berapa harga ditawarkan okelah cincai
Toh kesempatan hanya setahun sekali

21.   Minuman jamu banyak didagangkan
Digemari orang walapun berbau sangar
Penuh padat bandara dapat dibayangkan
Suara rio cingkau hingar bingar terdengar

22.   Jagalah wahai tuan dari kewibawaan
Dihormati orang pastilah tuan bangga
Pesawat  dipadati berbagai bagasi bawaan
Jeruk, apel, anggur, mangga dan buah naga

23.   Jangan bagai pungguk rindukan bulan
Hati-hatilah tuan dalam bermain cinta
Pohon meihwa tentu tidak ketinggalan
Berwarna warni sedap dipandang mata

24.   Sejenis beruang besar binatang panda
Dinegeri Tiongkok binatang ditemukan
Dipelabuhan laut keadaan tak berbeda
Penumpang kapal laut penuh bedesakan

25.   Kalau tuan ingin jadi pengembara
Untuk penunjuk jalan pakailah peta
Bertemu keluarga sangatlah gembira
Perayaan ditunggu ada didepan mata

26.   Zaman dahulu tidak terbayangkan
Bagimana cara menggapai bulan
Petunjuk leluhur bersama dikerjakan
Tradisi serta adat sejak lama berjalan

27.   Melalui internet orang berkenalan
Mengirim pesan menanti jawaban
Bersihkan rumah hilangkan kesialan
Selesaikan hutang hilangkan beban

28.   Berangkat berburu siapkan senapan
Masuk kedalam hutan buruan dilacak
Jadikan urusan keluarga damai kedepan
Siapkan makanan sebelum hari puncak

29.   Menjadi pemimpin terima laporan
Segala macam masalah dilaporkan
Berbagai bimbingan beserta anjuran
Agar anak cucu hidup dalam kebaikan

30.   Disaat laporan telah berdatangan
Pelajari seksama dengan cermat
Berbagai larangan beserta pantangan
Menjaga anak cucu senantiasa selamat

31.   Laporan disampaikan secara berkala
Dibumbui segala macam pandangan
Berbagai jenis makanan disiapkan pula
Untuk makan bersama serta hidangan

32.   Menanti tiba kendaraan diterminal
Banyak kendaraan berbaris panjang
Dua jenis makanan paling terkenal
Kueh  bacang dan kueh keranjang

33.   Pulau Samosir letak di Danau Toba
Sesekali datanglah wisata bersama
Bila perayaan puncak sudahlah tiba
Dimulai hari pertama bulan pertama

34.   Keagungan Borobudur selalu terjaga
Keseluruh dunia candi termasyhur
Makan malam bersama acara keluarga
Tanda ucapan terima kasih bagi leluhur

35.   Didalam candi budaya diperlihatkan
Berderetan patung batu berpahat
Petasan dan kembang api dinyalakan
Untuk pengusir datangnya  roh jahat

36.   Jikalau tuan takut tangan terluka
Janganlah bermain dengan sembilu
Pintu dan jendela biarkan terbuka
Kegagalan tahun silam biar berlalu

37.   Diperbuat perabot kayu meranti
Papan dipotong serta digergaji
Seluruh kelenteng penuh dipadati
Altar setiap rumah dipenuhi sesaji

38.   Dahulu kayu gaharu diperniagakan
Diperniagakan pula kayu cendana
Puja berserta puji leluhur dipanjatkan
Semoga dapat ketenangan dialam sana

39.   Gunung Semeru berpuncak Mahameru
Melakukan penelitian ahli berdatangan
Pakaian baru petanda semangat baru
Warna merah lambang keberuntungan

40.   Beli beras ketan dikampung Bantan
Singgah di Cerucuk membeli keladi
Hujan turun petanda bawa keberkatan
Nyaris setiap Imlek peristiwa terjadi

41.   Kalau berperang pantang menyerah
Kobarkanlah terus semangat juang
Angpau amplop dari kertas warna merah
Bingkisan untuk anak-anak berisi uang

42.   Hendak menembak pasang peluru
Sasaran tembak perhatikan teliti
Lampion terpasang disegala penjuru
Dominan warna merah sudahlah pasti

43.   Manakala pasukan senantiasa bersatu
Pastilah menang dalam pertempuran
Barongsai serta liong dimainkan tentu
Seluruh masyarakat mendapat hiburan

44.   Dimasa kini banyak senjata mutakhir
Setiap saat peperangan bisa meletup
Limabelas hari bulan perayaan berakhir
Cap Go Meh adalah perayaan penutup

45.   Ada sebuah jembatan besar pice disebut
Sejak lama berdiri anggun dikota Gantung
Sembahyang kubur dan sembahyang rebut
Kebiasaan tradisionil Tionghoa di Belitung

46.   Kota Singapura kota internasional
Teletak diselatan Tanah Semenanjung
Pulau Belitung telah  sejak lama dikenal
Dari seluruh dunia bangsa berkunjung

47.   Kalau naik kendaraan macet dijalan
Makanlah sangu jikalau perut lapar
Bangsa Tionghoa tentu tidak ketinggalan
Baik sekadar singgah ataupun terdampar

48.   Janganlah sering berucap sembarangan
Dengan etika sopan santun tuan terikat
Diabad delapanbelas mereka  berdatangan
Pertambangan timah menjadi daya pemikat

49.   Dimusim kemarau keringlah telaga
Sangatlah mederita hewan melata
Sebahagian datang maksud berniaga
Bersama menetap dipulau tercinta

50.   Mendirikan rumah membuat pondasi
Pondasi terbuat dari semen dan batu
Dengan rakyat setempat beradaptasi
Besama masyarakat mereka menyatu

51.   Pergi kekota Bandung lewat Cimahi
Sampai kekota Bandung sahabat dicari
Adat serta budaya saling mempengaruhi
Khusus  pertukangan dan ilmu bela diri

52.   Masuk kerestoran ditanya pelayan
Makanan apa saja menjadi pesanan
Cara berkebun dan menjadi nelayan
Juga cara membuat berjenis jajanan

53.   Janganlah tuan suka berkelahi
Janganlah pula suka dendam dihati
Adat rakyat setempat mereka patuhi
Tiga serangkai desa mereka hormati

54.   Kalau mobil sedang dikemudikan
Wasapalah rambu jangan dilanggar
Banyak kelenteng mereka dirikan
Dikota Tanjung Padan dan Manggar

55.   Bermobil kedesa jalannya sempit
Jagalah kecelakaan jangan terjadi
Dikota Gantung dan Kelapa Kampit
Di Sijuk dan Gunung Burung Mandi

56.   Hampir setiap hari televisi beritakan
Ada orang hilang tanpa kabar berita
Kini menjadi bagian tidak terpisahkan
Bersama membangun pulau tercinta

57.   Harum semerbak sibunga tanjung
Lagu Semenanjung sering dinyanyikan
Coba kepulau Belitung tuan berkunjung
Masyarakat sarat toleransi tuan saksikan

58.   Ayam berkokok beradu sudahkan
Petanda sang hari sudahlah pagi
Kisah perihal Imlek kita selesaikan
Pada kisah lain kita berjumpa lagi



                   Bogor, 03 Pebruari 2011

Saturday, December 17, 2011

BAGIAN KEDUAPULUHENAM UPACARA ADAT PENGANTIN (4)



1.       Assalamualaikum wahai semua rekan
Sekarang pantun marilah dilanjutkan
Upacara adat pengantin  kita kisahkan
Penerus terdahulu telah disampaikan

2.       Marilah tuan kita darmawisata
Tujuan wisata ke Tanjung Pandan
Kembali kerumah mempelai wanita
Mempelai sudah cantik terdandan

3.       Berwisata dihari berudara cerah
Segera berangkat siap berkemas
Memakai baju kurung warna merah
Kain songket jingga berbenang emas

4.       Gajah hewan memiliki gading
Didepan gading keluar mencuat
Pada pinggang terlilit pending
Dari emas tentu pending terbuat

5.       Jangan tuan berpikiran gamang
Jangan pula emas dikira loyang
Kepala terhias seperangkat jamang
Dikelilingi sederet kembang goyang

6.       Bila cuaca cerah tiba menjelang
Ke Gunung Tajam mari mendaki
Tangan dan kaki memakai gelang
Dipakai pula kaos tangan dan kaki

7.       Bila olahraga berkuda tuan gemar
Bolehlah mencoba turut berlomba
Sementara berdiam didalam kamar
Sambil menunggu mempelai pria tiba

8.       Menuju kebandara memakai taksi
Kepada pengemudi minta dicepatkan
Pengulu gawai memberikan instruksi
Ngambelek penganten siap dilakukan

9.       Bila ada pertandingan sepakbola
Banyak wartawan datang meliput
Status mereka sekarang urang sebela
Mempelai pria  akan segera dijemput

10.   Dicahaya panas cucian dijemur
Jemuran digelar ditengah halaman
Dipimpin seorang wanita berumur
Untuk urusan ini dia berpengalaman

11.   Berangkat kehutan pergi berburu
Merayap menyusuri jalan setapak
Memakai buju kurung warna biru
Dengan selendang megembak tipak

12.   Dipantai banyak  siput terserak
Kesana kemari merayap berpindah
Barisan rebana segera bergerak
Diiringi bermacam lagu dan kasidah

13.   Berjenis hewan menghuni rimba
Terkadang muncul ditepi huma
Saat dirumah mempelai pria tiba
Pembawa tipak  maju pertama

14.   Masuk hutan berpekan-pekan
Tentu bersua banyak binatang
Ucapan salam awal disampaikan
Kamek urang sebela telah datang

15.   Sejarah menguak masa silam
Dialam selalu ada perkembangan
Wakil pihak pria menerima salam
Ditanya apa maksud kedatangan

16.   Lulus sarjana mahasiswa diwisuda
Wisuda diadakan disidang terbuka
Kami datang menjemput sri baginda
Permaisuri telah menunggu paduka

17.   Dikebun ditanam pohon nangka
Ditanam juga disana pohon delima
Tipak diserahkan penutup dibuka
Sirih diuntip tanda maksud diterima

18.   Sambil menandak penari melantun
Kembang cempaka terhias dirambut
Kata disampaikan dengan berpantun
Berpantun juga jawaban disambut

19.   Menari diatas pentas berpasangan
Sesekali tangan tinggi diangkat
Paduka raja sehat tiada berhalangan
Sekarang juga telah siap berangkat

20.   Dendang ria lantang dilantunkan
Pelantun cantik manis tertawa
Sekadar makanan kecil dihidangkan
Mereka pulang mempelai  dibawa

21.   Rencana dijalankan sesuai jadwal
Dijaga jangan sampai tertunda
Dua orang pria ikut serta mengawal
Seorang berumur dan seorang muda

22.   Dilangit ada bintang berjuta
Menghias indah alam sekitar
Ayah bunda tidaklah ikut serta
Kerabat lain turut mengantar

23.   Ada gempa bumi bagai dihempas
Orang berlarian mencari selamat
Diiringi rebana mempelai dilepas
Dibacakan salawat dengan khidmat

24.   Pengunjuk rasa ramai bersorak
Bupati rapat dikantor kabupaten
Sepanjang jalan mempelai diarak
Upacara disebut ngarak pengaten

25.   Sekawan burung terbang diawang
Turun kebumi hinggap diatas batu
Upacara selanjutnya berebut lawang
Adapun kata lawang artinya pintu

26.   Bayi menangis popok diganti
Supaya berhenti diajak bercanda
Tiga macam pintu musti dilewati
Masing lawang penyambut berbeda

27.   Cuaca menggelap udara berkabut
Kabut menghilang timbullah pelangi
Digerbang muka rombongan disambut
Rombongan masuk mempelai dihalangi

28.   Pergi kepasar membeli ikan
Sambil membeli daun kemangi
Seutas tali panjang direntangkan
Dua pengawal tetap mendampingi

29.   Pagi hari matahari menyinari
Sehat berolahraga ditanah lapang
Tukang tanak datang menghampiri
Memanggul centong bagai senapang

30.   Menjulang tinggi pohon kelapa
Tidak berdahan hanya berbatang
Dengan berpantun dia menyapa
Siapakah gerang tuan yang datang          

31.   Matahari terbit pagi berawal
Kemudian terbenam dikala senja
Pantun dijawab kedua pengawal
Bahwa yang datang seorang raja

32.   Wanita muda merah bergincu
Rambut rapih konde bertusuk
Berbalas  pantun berlanjut lucu
Barulah mempelai boleh masuk

33.   Ditepi hutan pramuka berhenti
Disana mereka dirikan kemah
Pintu pertama selesai dilewati
Pintu kedua didepan pintu rumah

34.   Ditarik lembu gerobak pedati
Mengangkut barang diikat tali
Disini pengulu gawai siap menanti
Berbalas pantun berulang kembali

35.   Bila dikampung ada telaga
Dapatlah mencuci serta mandi
Yang paling seru dipintu ketiga
 Didepan kamar pengantin terjadi

36.   Hujan besar kawasan tergenang
Bahaya banjir datang beruntun
Dipintu ini menunggu mak inang
Paling piawai berbalas pantun

37.   Pergi kestadion datang beramai
Adu sepakbola banyak penggemar
Perang pantun akhirnya berdamai
Mempelai pria boleh masuk kamar

38.   Dikedai makanan berderet nampan
Nampan penuh berisi penganan
Dikamar kedua mempelai disimpan
Mak inang kembali mematut dandanan

39.   Kedai makanan terletak dipekan
Makanan minuman kedai menyatu
Didepan undangan antaran diletakkan
Untuk dapat diperiksa satu persatu

40.   Kasihan berjalan orang lumpuh
Alat penyangga dipakai bantuan
Bersama diperiksa para sepuh
Baik lelaki maupun perempuan

41.   Pergi berburu membawa senapan
Awasi buruan janganlah lengah
Yang lelaki duduk diruangan depan
Yang perempuan diruangan tengah

42.   Diarena balapan kuda dipacu
Alat pemacu lengkap dibawa
Membuka antaran amatlah lucu
Diselingi gurau canda serta tawa

43.   Berpacu kuda menurut putaran
Diawasi ketat juri pengamat
Diawali membuka uang antaran
Dihitung tertib dengan cermat

44.   Jaga malam janganlah tiduran
Rajinlah keliling jalan meronda
Disusul membuka barang antaran
Pada saat ini muncul segala canda

45.   Menjadi pejabat tuan disumpah
Berlakulah lurus jujurlah berkata
Sandal disebut sebagai terompah
Kutang disebut sebagai kacamata

46.   Dengarkan saran maupun usul
Jadikan diri pejabat berwibawa
Barang yang lain susul menyusul
Beragam istilah memancing tawa

47.   Gajah Sumatera panjang bergading
Dipergunakan menarik kuat sekali
Upacara berikut mempelai bersanding
Mak  inang tetap memegang kendali

48.   Kalau penduduk semua bersatu
Tercipta kedamaian seluruh negeri
Para undangan memberikan restu
Antri berpasangan suami isteri

49.   Jambu kelutuk banyak berbiji
Ditanam subur ditengah huma
Disusul acara menghidangkan saji
Untuk undangan santap bersama

50.   Kepulauan Seribu banyak bergugus
Tempat pelayaran berlalu lalang
Nasi dimasak dari beras terbagus
Disertai lauk tujuh macam sedulang

51.   Binatang gurita berlengan delapan
Hidup dilautan ditengah karang
Undangan beratur duduk berhdapan
Bersantap sedulang empat orang

52.   Dikala negeri perlu perubahan
Tugas pimpinan tidaklah ringan
Dulang diletakkan orang pilihan
Sopan hormat didepan undangan

53.   Membangun kota perlu kajian
Para desainer pegang peranan
Resep panggong mendapat ujian
Kalau baik nanti banyak pesanan

54.   Para petualang pergi menyebar
Penemu tanah baru jadi pelopor
Daging ayam dibuat masak ketumbar
Adakalanya dijadikan masak opor

55.   Bermain layangan enak dipadang
Layangan putus dikejar berlari
Daging sapi dibuat semur dan rendang
Dibuat pula sate dari ikan tenggiri

56.   Maras taun beripat beregong
Kesenian daerah turis disuguhi
Masakan lain kelihaian panggong
Bagaimana tujuh jenis terpenuhi

57.   Binatang buas dapat dijinakkan
Dapat dijadikan permain sirkus
Dua macam kue ikut pula disajikan
Umumnya dodol dan bolu kukus

58.   Bertiga duduk bermain halma
Memainkan bidak mata mendelik
Sehabis makan tamu cengkerama
Sebagian sudah mulai betare balik

59.   Dikala matahari tiba menjelang
Petanda malam sudahlah usai
Betare balik artinya pamitan pulang
 Tetapi acara begawai belum selesai

60.   Waktu malam sudahlah berlalu
Waktu siang tiba menenggntikan
Maaf pantun sampai disini dulu
Saat mendatang kita lanjutkan


Bogor,  30 Januari 2011