NATAL DAN TAHUN BARU
1. Selamat sejahtera kami ucapkan
Matahari bersinar selamat pagi
Kalimat tersusun kami sampaikan
Senang sekali kita berpantun lagi
2. Pulau Belitung alamnya permai
Dinegara Indonesia mungil terletak
Kawasan tenang aman dan damai
Tiada pertikaian datang menyentak
3. Dikala sore burung berterbangan
Dipinggir pantai dapat dinikmati
Berbagai suku hidup berdampingan
Penganut agama saling menghormati
4. Angin semilir berembus menerpa
Burung elang hinggap diatas batu
Hidup keseharian saling menyapa
Tolong menolong bantu membantu
5. Mengawan ramai ikan cakalang
Tidak kalah ramai ikan tenggiri
Malam berlalu siang menjelang
Ditimur tersembul sinar matahari
6. Buah kedondong jatuh dilontar
Jatuh ketanah menimpa akar
Bola dunia terus keliling berputar
Siang dan malam saling bertukar
7. Janganlah pilu diredam dihati
Kepada rekan dapat dicurahkan
Hari demi hari terus berganti
Terus berlanjut menjadi pekan
8. Cerobong kapal asap mengepul
Paling hadapan terletak kemudi
Kedalam bulan pekan terkumpul
Bulan terkumpul tahun menjadi
9. Diatas loteng terdengar ribut
Tikus berlari kucing menguber
Duabelas bulan setahun disebut
Bulan Januari sampai Desember
10. Kucing penangkap belang berbulu
Garang menyambar tikus malang
Manakala setahun sudah berlalu
Tahun Baru datanglah menjelang
11. Membuat benang kapas dipintal
Benang ditenun kain dijadikan
Tahun Baru didahului perayaan Natal
Beramai ummat Keristen merayakan
12. Berlakulah tuan senantiasa ramah
Didepan umum tentu berbaik citra
Pohon natal indah menghiasi rumah
Umumnya dibuat dari pohon cemara
13. Menyelam teripang beserta lokan
Kadang mutiara turut ditemukan
Puji dan syukur bersama dipanjatkan
Lagu-lagu kudus syahdu dinyanyikan
14. Di Belitung teripang disebut gamat
Sedangkan lokan disebut tiram
Disemua gereja berkumpul ummat
Menjalankan ibadat dengan tenteram
15. Dimulut sungai terletak delta
Bagus dijadikan tempat wisata
Segenap keluarga turut berserta
Tua muda lelaki maupun wanita
16. Pergi berwisata diakhir pekan
Kadang sambil mengambil cuti
Segala jenis makanan disiapkan
Memakai busana baru sudah pasti
17. Membuat sambal memakai tomat
Sambal dipakai penyedap makanan
Banyak tamu mengucapkan selamat
Tiada kendala berlainan keyakinan
18. Dibumi Belitung tertimbun mineral
Bertebaran pula berbagai batuan
Suatu cerminan masyarakat plural
Menjunjung tinggi negara kesatuan
19. Tanaman peneduh pohon akasia
Ditanam teratur dialam terbuka
Merupakan sikap bangsa Indonesia
Pelaksanaan Bhineka Tunggal Ika
20. Beli durian di Pangkal Lalang
Beli kepiting di Juru Seberang
Lain padang lain pula belalang
Lain dahulu lain pula sekarang
21. Ditepi pagar ditanam beluntas
Pohon semangkok juga tanamkan
Dahulu dirayakan kalangan terbatas
Sekarang penduduk ikut meramaikan
22. Pohon mangga lebat berbuah
Ditanam disudut halaman istana
Tanjung Pandan kota bertuah
Berjenis etnis menghuni disana
23. Menakar beras gantang bersukat
Hendak memebeli pergi kedesa
Berbeda keyakinan tak menyekat
Bersukaria bersama sudah biasa
24. Reli kendaraan mobil berlomba
Sepanjang jalan ada rinntangan
Bila akhir tahun sudahlah tiba
Kepusat kota orang berdatangan
25. Rumput ilalang tumbuh dihuma
Tumbuh juga rumput tegari
Pusat kota bersimpang lima
Lambang daerah tegak berdiri
26. Puade tempat duduk mempelai
Dibuat berukir dari kayu jati
Ditengah malam acara dimulai
Petanda tahun sudah berganti
27. Berbau harum kayu gaharu
Bahan niaga dizaman dahulu
Selamat datang tahun baharu
Selamat jalan tahun berlalu
28. Bila piawai silat tuan inginkan
Pergilah berguru pada pendekar
Kembang api ramai dinyalakan
Diatas angkasa cahaya memekar
29. Pergi berperahu memancing cumi
Cumi dipancing di Tanjung Binga
Berwarna warni menerangi bumi
Suara dentuman memekak telinga
30. Beragam tumbuhan hidup dihutan
Hutan yang besar disebut belantara
Bunyi terompet bersahut sahutan
Seluruh pengunjung larut gembira
31. Kalah pemilu janganlah dendam
Suasana demokrasi mari dijunjung
Paling ramai di Tanjung Pendam
Pantai indah padat pengunjung
32. Dalam cerita wayang dikisahkan
Para pandawa menjaga keamanan
Digelar segala macam pertunjukan
Semua lapisan mengambil peranan
33. Gagah berani pantang menyerah
Kepada rakyat pandawa membela
Berbagai kesenian dan tarian daerah
Kesenian Tionghoa ditampilkan pula
34. Para pandawa kaum kesatria
Segala kerusuhan dapat diatasi
Tidaklah hanya sekedar bersukria
Tetapi petanda hidup bertoleransi
35. Naik kereta kencana dihela kuda
Memakai panah sebagai senjata
Dikota Manggar tidaklah berbeda
Masyarat berkumpul dipusat kota
36. Kalau hari panas payung gunakan
Paling tidak tuan memakai topi
Kota Manggar mendapat julukan
Negeri seribusatu warung kopi
37. Menunggang kuda pakai pelana
Dipacu pembalap lari berkejaran
Warung kopi ada dimana-mana
Dipelosok kota ramai bertebaran
38. Jangan menjadi orang sekakar
Rogoh saku berikan sumbangan
Menikmati kopi sambil kelakar
Bertukar pikiran antar golongan
39. Kepanti asuhan kita menderma
Kasihani nasib orang menderita
Kadang terbersit idea bersama
Populerkan daerah pulau tercinta
40. Janganlah segan merogoh saku
Pahala didapat tiada terbilang
Duduk bersama semeja sebangku
Tiada perbedaan jadi penghalang
41. Perbuatan amal tidaklah berat
Asalkan negara menjadi makmur
Tanjung Pandan terletak bibarat
Manggar terletak dibagian timur
42. Jadilah tuan orang yang konsisten
Perbuatan dan ucapan menjadi satu
Walaupun ibukota dua kabupaten
Dipulau Belitung keduanya menyatu
43. Menggubah kisah meyusun tema
Menjadi penulis hendaklah tekun
Masyarakat sosial berbudaya sama
Semua golongan berkehidupan rukun
44. Sangat dianjurkan makan pepaya
Paling bagus buah masak dibatang
Merayakan Tahun Baru bagian budaya
Berkumpul bersama berduyun datang
45. Mengasuh bayi lagu senandungkan
Adakalanya tertidur dalam pelukan
Pasukan polisi sigap mengamankan
Tetapi tidak pernah terjadi gesekan
46. Dijalan raya polantas berpatroli
Perhatikan rambu menurut aturan
Kebersamaan kelak terjadi kembali
Pada perayaan imlek serta lebaran
47. Dikala manusia nasib beruntung
Rezeki melimpah terus berdatangan
Itulah corak masyarakat Belitung
Hidup damai bergandengan tangan
48. Tongkat saudagar dipakai nyaman
Berlapis tembaga pangkal dan ujung
Suasana tenteram sepanjang zaman
Marilah beramai datang berkunjung
49. Rotan dan damar ramai diniagakan
Diniagakan pula cendana dan gaharu
Rangkaian pantun mari kita selesaikan
Perihal perayaan Natal dan Tahun Baru
50. Tempat darmawisata Gunung Klabat
Di Sulawesi Utara gunung tertinggi
Selamat sejahtera sekalian sahabat
Pada pantun mendatang bertemu lagi
Bogor, 01 Januari 2011
Sunday, July 31, 2011
Monday, July 18, 2011
BAGIAN KESEMBILANBELAS
UPACARA ADAT PENGANTIN (2)
1. Assalamualaikum mula kami ucapkan
Mohon keselamatan lahir dan batin
Sekarang pantun mari kita lanjutkan
Menyangkut upacara adat pengantin
2. Rambutan masak tidak merata
Menjolok mangga memakai galah
Sebelum kita meneruskan cerita
Marilah mengenal beberapa istilah
3. Sumpah pemuda pernyataan setia
Bersatulah bangsa seluruh Nusantara
Pengulu gawai adalah ketua panitia
Penanggung jawab seluruh upacara
4. Karyawan bekerja pekerjaan rutin
Perbuatan mangkir tentulah dilarang
Mak inang adalah perias pengantin
Kadang tukang cuntok disebut orang
5. Banyak pantangan jangan dimakan
Kalaulah tuan penderita pegal linu
Panggong adalah pengatur masakan
Penanggung jawab atas segala menu
6. Jakarta Belitung mudah transportasi
Mudah sekali melakukan perjalanan
Tukang tanak adalah penanak nasi
Jenis tanakan berdasarkan pesanan
7. Diperigi pantai pelayar menimba
Menimba air tawar bekal perjalanan
Tukang bebasoan pencuci peraba
Peraba adalah peralatan makanan
8. Memburu emas orang berebutan
Dipinggir sungai ramai mendulang
Berebut lawang acara penyambutan
Saat pengantin pria tiba menjelang
9. Penari gambus dari daerah Belantu
Selain menari pandai melantun
Acara berebut lawang ditiga pintu
Disetiap pintu berbalasan pantun
10. Kedokter mata kacamata resepkan
Kacamata dibeli di Jalan Melawai
Banyak istilah lain akan ditemukan
Dalam rangkaian kenduri begawai
11. Dari tanah liat dibuat batu bata
Batu bata untuk bahan bangunan
Kembali kita melanjutkan cerita
Perihal upacara adat perkawinan
12. Kik Cuan berjalan dari Pelulusan
Bersenjata urak melawan limpai
Pertemuan telah mengambll putusan
Persetujuan mufakat telah tercapai
13. Pantai Manggar indah panorama
Matahari terbit silaukan pandangan
Pinangan pihak pria telah diterima
Calon mempelai telah bertunangan
14. Kalau sang raja sudahlah mangkat
Putra mahkota diangkat pengganti
Kedua belah pihak menjadi terikat
Waktu begawai telah disepakati
15. Masjid dibangun madrasah didepan
Tempat ummat melakukan ibadat
Masing pihak melakukan persiapan
Upacara dilaksanakan secara adat
16. Tampillah tuan berwajah ceria
Bertutur dengan adab kesopanan
Marilah kita melihat ketempat pria
Tentulah orang tua pegang peranan
17. Jepang datang Belanda ditawan
Serdadu katai membawa pedang
Apakah saudagar atau hartawan
Apakah ningrat atau terpandang
18. Dikala sudah tiba malam likuran
Pelita dinyalakan diiringi petasan
Gengsi dan martabat jadi ukuran
Dimuka umum dan calon besan
19. Rumah beserta halaman dikemasi
Bersiap menyambut hari lebaran
Calon pengantin pria amat diawasi
Melirik gadis lain dapat tegoran
20. Gunung meletus keluarkan lahar
Ramai pengungsi lelaki perempuan
Ditetapkan besarnya uang mahar
Uang antaran sesuai kemampuan
21. Ke Burung Mandi pergi berwisata
Menjauhi bisingnya keramaian kota
Barang antaran sebagai penyerta
Berbagai rupa keperluan wanita
22. Begalor mengenang cerita lama
Mencari hubungan kaum kerabat
Panitia gawai disepakati bersama
Oleh semua keluarga dan sahabat
23. Sepanjang jalan orang berpawai
Terdengar nyanyian sorak gembira
Lazimnya dipimpin seorang piawai
Terampil berkerja dan pandai bicara
24. Perayaan proklamasi setahun sekali
Acara dilaksanakan secara beruntun
Melakukan komunikasi tentulah ahli
Yang pasti tentulah pandai berpantun
25. Diedarkan seruan serta selebaran
Agar rakyat mengibarkan bendera
Ditetapkan pula pembawa antaran
Beberapa pasang pemuda dan dara
26. Upacara lapangan penuh perserta
Segala lapisan datang berkenan
Marilah melihat ketempat wanita
Peranan orang tua paling dominan
27. Semua peserta hadir berdatangan
Pejabat pakai seragam kebesaran
Calon besan bukan sembarangan
Harus diambut penuh kehormatan
28. Bersarang rendah burung tempua
Burung kutilang bersiul pandai
Sanak famili dikumpulkan semua
Tidak ketinggalan sahabat handai
29. Burung murai berkicau bersuka ria
Meyambut mentari dipinggir dusun
Sebagaimana terjadi ditempat pria
Panitia begawai cermat tersusun
30. Senar kecapi dipertalikan dawai
Tembang diiringi dipetik perlahan
Dipimpin seorang pengulu gawai
Tenaga pengalaman orang pilihan
31. Menari Melayu datuk bersenang
Memakai baju koko berbahan satin
Dietapkan pula seorang mak inang
Perawat dan perias sang pengantin
32. Dipekan orang menjual ikan belanak
Dijual pula ikan ketarap dan kerisi
Pentinglah peranan situkang tanak
Tenaga pengalaman menanak nasi
33. Pakai sarung tenunan Kalimantan
Sarung ditenun dikota Singkawang
Tukang tanak merangkap jabatan
Pemimpin terdepan berebut lawang
34. Pencuri lenyap dalam kegelapan
Orang ramai memukul kentungan
Dipintu pertama dia berhadapan
Dengan urang sebela berombongan
35. Aturan tanding menjadi ketetapan
Menjadi wasit dilarang memihak
Urang sebela merupakan ungkapan
Sebutan istilah kedua belah pihak
36. Jadi juru kunci nomor kudian
Turut berlomba harus piawai
Pintu kedua meyusul kemudian
Tanggung jawab penghulu gawai
37. Tanah ditugal bibit disemai
Disemai dengan tangan kanan
Pintu ketiga yang paling ramai
Disini mak inang pegang peranan
38. Anak kecil berjalan dituntun
Kadang merengek disuapi makan
Disetiap pintu berbalas pantun
Mereka harus lihai membawakan
39. Perempuan tua memakai giwang
Turut menandak acara kesenian
Itu merupakan acara berebut lawang
Rangkaian acara upacara pegawaian
40. Pulau Lengkuas ditengah lautan
Disana tempat mercusuar didirikan
Pelaksanaan acara berdasar urutan
Satu demi satu tertib dijalankan
41. Tinggi besar bertubuh tambun
Dileher kalung jimat tegantung
Susunan panitia ramai berjibun
Sekawan langkui istilah Belitung
42. Bermain pedang tentulah piawai
Perompak lanun menjadi jagoan
Dimulai dari sang pengulu gawai
Sampai dengan tukang bebasoan
43. Dari Gantung berlayar ke Pontianak
Dipulau Karimata singgah berhenti
Cerita panitia ditinggalkan sejenak
Calon pengantin wanita mari amati
44. Ayam bangkok dipakai pejantan
Dijual dipasar pembeli berebut
Sang dara berada dalam pingitan
Calon pengantin sudah disebut
45. Berbentuk pipih tubuh ikan bawal
Ikan bawal putih paling disenangi
Kemanapun pergi wajib dikawal
Orang terpecaya selalu dampingi
46. Membuat petasan buluh dikerat
Setiap keratan diukur beruas tiga
Tidak diperkenankan bekerja berat
Kesehatan badan wajiblah dijaga
47. Kalau negeri dilanda huru-hara
Siapkanlah diri langkah berlari
Kehalusan kulit harus dipelihara
Luluran dilaksanakan setiap hari
48. Musim kemarau meggali perigi
Puluhan meter lubang kedalaman
Wajah yang cantik dipercantik lagi
Dirawat perias punya pengalaman
49. Membuat belacan didaerah Sijuk
Musim barat tiba harganya naik
Mak inang selalu berikan petunjuk
Bagaimana perawatan paling baik
50. Dari tepung terigu dibuat roti
Dodol ketan dibungkus upih
Hari begawai gede telah disepakati
Urutan acara telah tetrsusun rapih
51. Menggali sumur ditepi huma
Tanahnya liat bebentuk lempung
Selamatan gawai acara pertama
Dipimpin oleh dukun kampung
52. Membaca kitab berganti pasal
Pasal penting diberikan catatan
Acara diikuti mendirikan bangsal
Untuk menampung segala kegiatan
53. Belanja dipasar menbayar tunai
Pasar terletak ditengah kota
Acara yang kedua berpacar berinai
Betangas acara mengikuti serta
54. Kebun ditanami kacang panjang
Disekitarnya tumbuh pohon jelai
Selanjutnya ketiga acara majang
Menghias ruang tempat mempelai
55. Seragam kebaya pakaian pilihan
Pergi hajatan menghias konde
Keempat acara malam pernikahan
Acara kelima hari begawai gede
56. Pergi ke Cimande belajar pencak
Pengajar pencak seorang jawara
Begawai gede adalah acara puncak
Didalamnnya terdiri banyak upacara
57. Kelihaian kaki tangan diutamakan
Gerak tubuh berdasarkan kecepatan
Pelaksanaan acara akan diceritakan
Satu persatu menurut tertib urutan
58. Segala macam jurus tentu diajarkan
Kesantunan bermain pemain dibekali
Sementara pantun mari kita cukupkan
Diwaktu mendatang bertemu kembali
Depok, 26 Desember 2010
1. Assalamualaikum mula kami ucapkan
Mohon keselamatan lahir dan batin
Sekarang pantun mari kita lanjutkan
Menyangkut upacara adat pengantin
2. Rambutan masak tidak merata
Menjolok mangga memakai galah
Sebelum kita meneruskan cerita
Marilah mengenal beberapa istilah
3. Sumpah pemuda pernyataan setia
Bersatulah bangsa seluruh Nusantara
Pengulu gawai adalah ketua panitia
Penanggung jawab seluruh upacara
4. Karyawan bekerja pekerjaan rutin
Perbuatan mangkir tentulah dilarang
Mak inang adalah perias pengantin
Kadang tukang cuntok disebut orang
5. Banyak pantangan jangan dimakan
Kalaulah tuan penderita pegal linu
Panggong adalah pengatur masakan
Penanggung jawab atas segala menu
6. Jakarta Belitung mudah transportasi
Mudah sekali melakukan perjalanan
Tukang tanak adalah penanak nasi
Jenis tanakan berdasarkan pesanan
7. Diperigi pantai pelayar menimba
Menimba air tawar bekal perjalanan
Tukang bebasoan pencuci peraba
Peraba adalah peralatan makanan
8. Memburu emas orang berebutan
Dipinggir sungai ramai mendulang
Berebut lawang acara penyambutan
Saat pengantin pria tiba menjelang
9. Penari gambus dari daerah Belantu
Selain menari pandai melantun
Acara berebut lawang ditiga pintu
Disetiap pintu berbalasan pantun
10. Kedokter mata kacamata resepkan
Kacamata dibeli di Jalan Melawai
Banyak istilah lain akan ditemukan
Dalam rangkaian kenduri begawai
11. Dari tanah liat dibuat batu bata
Batu bata untuk bahan bangunan
Kembali kita melanjutkan cerita
Perihal upacara adat perkawinan
12. Kik Cuan berjalan dari Pelulusan
Bersenjata urak melawan limpai
Pertemuan telah mengambll putusan
Persetujuan mufakat telah tercapai
13. Pantai Manggar indah panorama
Matahari terbit silaukan pandangan
Pinangan pihak pria telah diterima
Calon mempelai telah bertunangan
14. Kalau sang raja sudahlah mangkat
Putra mahkota diangkat pengganti
Kedua belah pihak menjadi terikat
Waktu begawai telah disepakati
15. Masjid dibangun madrasah didepan
Tempat ummat melakukan ibadat
Masing pihak melakukan persiapan
Upacara dilaksanakan secara adat
16. Tampillah tuan berwajah ceria
Bertutur dengan adab kesopanan
Marilah kita melihat ketempat pria
Tentulah orang tua pegang peranan
17. Jepang datang Belanda ditawan
Serdadu katai membawa pedang
Apakah saudagar atau hartawan
Apakah ningrat atau terpandang
18. Dikala sudah tiba malam likuran
Pelita dinyalakan diiringi petasan
Gengsi dan martabat jadi ukuran
Dimuka umum dan calon besan
19. Rumah beserta halaman dikemasi
Bersiap menyambut hari lebaran
Calon pengantin pria amat diawasi
Melirik gadis lain dapat tegoran
20. Gunung meletus keluarkan lahar
Ramai pengungsi lelaki perempuan
Ditetapkan besarnya uang mahar
Uang antaran sesuai kemampuan
21. Ke Burung Mandi pergi berwisata
Menjauhi bisingnya keramaian kota
Barang antaran sebagai penyerta
Berbagai rupa keperluan wanita
22. Begalor mengenang cerita lama
Mencari hubungan kaum kerabat
Panitia gawai disepakati bersama
Oleh semua keluarga dan sahabat
23. Sepanjang jalan orang berpawai
Terdengar nyanyian sorak gembira
Lazimnya dipimpin seorang piawai
Terampil berkerja dan pandai bicara
24. Perayaan proklamasi setahun sekali
Acara dilaksanakan secara beruntun
Melakukan komunikasi tentulah ahli
Yang pasti tentulah pandai berpantun
25. Diedarkan seruan serta selebaran
Agar rakyat mengibarkan bendera
Ditetapkan pula pembawa antaran
Beberapa pasang pemuda dan dara
26. Upacara lapangan penuh perserta
Segala lapisan datang berkenan
Marilah melihat ketempat wanita
Peranan orang tua paling dominan
27. Semua peserta hadir berdatangan
Pejabat pakai seragam kebesaran
Calon besan bukan sembarangan
Harus diambut penuh kehormatan
28. Bersarang rendah burung tempua
Burung kutilang bersiul pandai
Sanak famili dikumpulkan semua
Tidak ketinggalan sahabat handai
29. Burung murai berkicau bersuka ria
Meyambut mentari dipinggir dusun
Sebagaimana terjadi ditempat pria
Panitia begawai cermat tersusun
30. Senar kecapi dipertalikan dawai
Tembang diiringi dipetik perlahan
Dipimpin seorang pengulu gawai
Tenaga pengalaman orang pilihan
31. Menari Melayu datuk bersenang
Memakai baju koko berbahan satin
Dietapkan pula seorang mak inang
Perawat dan perias sang pengantin
32. Dipekan orang menjual ikan belanak
Dijual pula ikan ketarap dan kerisi
Pentinglah peranan situkang tanak
Tenaga pengalaman menanak nasi
33. Pakai sarung tenunan Kalimantan
Sarung ditenun dikota Singkawang
Tukang tanak merangkap jabatan
Pemimpin terdepan berebut lawang
34. Pencuri lenyap dalam kegelapan
Orang ramai memukul kentungan
Dipintu pertama dia berhadapan
Dengan urang sebela berombongan
35. Aturan tanding menjadi ketetapan
Menjadi wasit dilarang memihak
Urang sebela merupakan ungkapan
Sebutan istilah kedua belah pihak
36. Jadi juru kunci nomor kudian
Turut berlomba harus piawai
Pintu kedua meyusul kemudian
Tanggung jawab penghulu gawai
37. Tanah ditugal bibit disemai
Disemai dengan tangan kanan
Pintu ketiga yang paling ramai
Disini mak inang pegang peranan
38. Anak kecil berjalan dituntun
Kadang merengek disuapi makan
Disetiap pintu berbalas pantun
Mereka harus lihai membawakan
39. Perempuan tua memakai giwang
Turut menandak acara kesenian
Itu merupakan acara berebut lawang
Rangkaian acara upacara pegawaian
40. Pulau Lengkuas ditengah lautan
Disana tempat mercusuar didirikan
Pelaksanaan acara berdasar urutan
Satu demi satu tertib dijalankan
41. Tinggi besar bertubuh tambun
Dileher kalung jimat tegantung
Susunan panitia ramai berjibun
Sekawan langkui istilah Belitung
42. Bermain pedang tentulah piawai
Perompak lanun menjadi jagoan
Dimulai dari sang pengulu gawai
Sampai dengan tukang bebasoan
43. Dari Gantung berlayar ke Pontianak
Dipulau Karimata singgah berhenti
Cerita panitia ditinggalkan sejenak
Calon pengantin wanita mari amati
44. Ayam bangkok dipakai pejantan
Dijual dipasar pembeli berebut
Sang dara berada dalam pingitan
Calon pengantin sudah disebut
45. Berbentuk pipih tubuh ikan bawal
Ikan bawal putih paling disenangi
Kemanapun pergi wajib dikawal
Orang terpecaya selalu dampingi
46. Membuat petasan buluh dikerat
Setiap keratan diukur beruas tiga
Tidak diperkenankan bekerja berat
Kesehatan badan wajiblah dijaga
47. Kalau negeri dilanda huru-hara
Siapkanlah diri langkah berlari
Kehalusan kulit harus dipelihara
Luluran dilaksanakan setiap hari
48. Musim kemarau meggali perigi
Puluhan meter lubang kedalaman
Wajah yang cantik dipercantik lagi
Dirawat perias punya pengalaman
49. Membuat belacan didaerah Sijuk
Musim barat tiba harganya naik
Mak inang selalu berikan petunjuk
Bagaimana perawatan paling baik
50. Dari tepung terigu dibuat roti
Dodol ketan dibungkus upih
Hari begawai gede telah disepakati
Urutan acara telah tetrsusun rapih
51. Menggali sumur ditepi huma
Tanahnya liat bebentuk lempung
Selamatan gawai acara pertama
Dipimpin oleh dukun kampung
52. Membaca kitab berganti pasal
Pasal penting diberikan catatan
Acara diikuti mendirikan bangsal
Untuk menampung segala kegiatan
53. Belanja dipasar menbayar tunai
Pasar terletak ditengah kota
Acara yang kedua berpacar berinai
Betangas acara mengikuti serta
54. Kebun ditanami kacang panjang
Disekitarnya tumbuh pohon jelai
Selanjutnya ketiga acara majang
Menghias ruang tempat mempelai
55. Seragam kebaya pakaian pilihan
Pergi hajatan menghias konde
Keempat acara malam pernikahan
Acara kelima hari begawai gede
56. Pergi ke Cimande belajar pencak
Pengajar pencak seorang jawara
Begawai gede adalah acara puncak
Didalamnnya terdiri banyak upacara
57. Kelihaian kaki tangan diutamakan
Gerak tubuh berdasarkan kecepatan
Pelaksanaan acara akan diceritakan
Satu persatu menurut tertib urutan
58. Segala macam jurus tentu diajarkan
Kesantunan bermain pemain dibekali
Sementara pantun mari kita cukupkan
Diwaktu mendatang bertemu kembali
Depok, 26 Desember 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)