1. Selamat berjumpa kembali semua rekan
Semoga tetap
didalam suasana sejahtera
Marilah pantun membari’an kita
teruskan
Sambung menyambung rangkaian
ceritera
2. Masuknya penjajah sengaja dikisahkan
Pada pantun yang disampaikan
terdahulu
Agar waktu peristiwa bisa dibandingkan
Dengan peristiwa Belitung pada
masa lalu
3. Burung
serindit bermain dipohon palas
Hinggap diatas pagar burung kakatua
Mulai penjajahan awal abad tujuhbelas
Tepatnya tahun enambelas kosong
dua
4. Pergi
ke bagan menangguk ikan bilis
Diatas tiang bagan lampu tergantung
Tahun seribuenamratus catatan tertulis
Gegedeh Yakub masuk ke Pulau
Belitung
5. Mendirikan
lumbung dipinggir huma
Tempat menyimpan karungan padi
Pieter Both gubernur jenderal
pertama
Enambelas sepuluh peristiwa
terjadi
6. Memanggang
roti janganlah bantat
Menjaga panas api harus berhati-hati
Enambelas delapanbelas tahun
tercatat
Gegedeh Yakub diangkat menjadi
depati
7. Pemimpin
besar orang kenamaan
Luas pengalaman luas pergaulan
Peristiwa terjadi nyaris bersamaan
Tetapi semuanya
hanya kebetulan
8. Janganlah
ribut nacam orang karam
Bagaikan pepatah kiasan bermisal
Kota Batavia diserang pasukan
Mataram
Dari Mataram pula Gegedeh berasal
9. Ketika
pernikahan selesai dilaksanakan
Kedua pengantin duduk di pelaminan
Cobalah dengan tenang tuan perhatikan
Belitung tidak pernah jadi
kesultanan
10. Para
tetua senantiasa menasehati
Hiduplah rukun damai bersahaja
Belitung diperintah seorang depati
Oleh rakyat sang depati disebut
raja
11. Anak
panas cuci kepala berjaram
Jaram diramu dari daun seledri
Walaupun dibawah kontrol Mataram
Belitung terlepas mengatur sendiri
12. Sewaktu-waktu
hujan turun tercurah
Terkadang hujan turun tidak merata
Tuan dapat mengikuti catatan
sejarah
Tentang kemandirian pulau tercinta
13. Kendaraan
sepeda motor dua beroda
Sekarang ini manjadi penguasa jalanan
Dibawah pemerintahan kolonialis
Belanda
Semula ditempatkan dibawah
keresidenan
14. Perang
berkecamuk berpekan-pekan
Peluru tak terkendali bebas melesat
Suatu waktu pernah pula dilaksanakan
Belitung langsung dibawah kendali
pusat
15. Belimbing
bambu dibuat manisan
Buah pepaya muda dijadikan asinan
Pemerintah Belanda ambil keputusan
Belitung dilepaskan dari
keresidenan
16. Jangan
menggunting dalam lipatan
Jangan pula orang dicari kesalahan
Tapi semuanya itu cukup jadi
catatan
Tidak perlu
lagi dijadikan permasalahan
17. Lagu
populer orang Betawi sijali-jali
Pada waktu bersantai lagu dinyanyikan
Melihat
peristiwa Belitung kita kembali
Tentang membari’an marilah dilanjutkan
18. Pohon
pinang berbatang tegak lurus
Pelepahnya berwarna kuning gading
Ki Agus Abdullah jadi depati
penerus
Beliau dipanggil pula Ki Agus
Mending
19. Untuk
pendapat baik boleh bernalar
Sampaikan gagasan disidang majelis
Cakaraningrat dua depati diberi
gelar
Enambelas enamsatu catatan menulis
20. Bermatian
tanaman terserang hama
Petani memandangi bersusah hati
Empatpuluhtiga tahun waktu yang
lama
Baru sekali terjadi penggantian
depati
21. Beruang
di Tiongkok namanya panda
Beruang juga ada dipegunungan Ural
Sementara di Batavia keadaannya
beda
Dubelas kali berganti gubernur
jenderal
22. Orang
mencuci pakai papan penggilas
Untuk mencuci penggilas digelarkan
Joan Maetsuycker penjabat
keduabelas
Enambelas limatiga tahun
pelantikan
23. Perangai
buruk hendaknya dijauhkan
Sifat santun budiman wajiblah ditiru
Pusat pemerintahan depati
pindahkan
Dialihkan dari Balok Lama ke Balok
Baru
24. Manusia
selalu berdoa memohon berkat
Atas kesalahan dilakukan memohon tobat
Dengan penduduk depati sangatlah dekat
Dengan para dukun kampung bersahabat
25. Ayam
jantan disabung ayam berjalu
Ditanah Amerika hidup ayam kalkun
Dukun warisan kebudayaan terdahulu
Memgatur kampung agar hidup rukun
26. Terjadinya
perang akibat perseteruan
Banyak orang tak berdosa mati percuma
Tidak bertentangan dengan
pembaharuan
Dengan penghulu agama berkerja
sama
27. Menyanyikan
anak pok amai-amai
Ramai belalang terbang diatas batu
Dikampung suasana senantiasa damai
Peranan dukun sangatlah membantu
28. Diperkebunkan
luas pepohonan jati
Disana sini tumbuh pepohonan sukun
Oleh penduduk depati sangat
dihormati
Depati dijuluki pula sebagai raja
dukun
29. Berlambang
banteng zodiak taurus
Anak kembar lambang zodiak gemini
Budaya serta adat dipelihara terus
Dukun kampung berada hingga kini
30. Badai
bertiup kencang pasti berlalu
Angin sepoi basah berembus terasa
Bertiga bersama lurah dan penghulu
Adalah tiga serangkai pengelola
desa
31. Nelayan
kelaut memancing ikan tuna
Ikan tuna mengawan dilautan dalam
Cakraningrat dua depati yang
bijaksana
Punya perhatian kepada pelestarian
alam
32. Tuan
bebas menyampaikan pandangan
Di negara demokrasi kebebasan terjaga
Sang depati menentukan hutan
larangan
Tidak boleh diganggu oleh siapapun
juga
33. Bebas
berpendapat tua maupun muda
Segala resiko tanggung jawab sendiri
Di daerah tertentu hutan larangan
berada
Tanjung Kelumpang, Lenggang dan
Kembiri
34. Sampaikanlah
sesuatu keritik bermutu
Keritik akan dibahas para pemerhati
Di Belitung kolonialis mencium
sesuatu
Mereka sengaja mengirim regu
peneliti
35. Penembak
terlatih pandai membidik
Menjuruskan laras tidak sembarangan
Jan de Harde nama Belanda
penyelidik
De Zandloper nama kapal tumpangan
36. Di dataran
tinggi pohon teh tumbuh
Bahan minuman subur diperkebunkan
Di muara Balok Lama kapal berlabuh
Alasan persahabatan dia kemukakan
37. Spion
mengirim pesan dengan sandi
Kekuatan lawan senantiasa di selidiki
Enambelas enam delapan ini terjadi
Di bumi Belitung Belanda injakkan
kaki
38. Punggawa
bersembah baginda bertitah
Melaksanakan titah haruslah dipatuhi
Setelah tigapuluhlima tahun
memerintah
Depati Cakraningrat dua menghadap
illahi
39. Dari
gunung kelaut air mengalir menyatu
Laut terbentang bagai tikar dihamparkan
Tahun enambelas sembilan enam saat
itu
Ki Agus Ganding sang putra
menggantikan
40. Ratu
memakai kain sarung dililit pending
Di pasangi baju kurung berwarna jingga
Ki Agus Ganding beralias Ki Agus
Gending
Depati mendapat gelar Cakraningrat
tiga
41. Kantor
lurah membuat pemberi tahuan
Di sebarkan petugas keseluruh penjuru
Depati menyenangi ilmu pengetahuan
Mataram tempat beliau pergi
berguru
42. Di bukit
sunyi letak tempat pemujaan
Bukit berbatu tinggi jalannya menaik
Karena masih terikat turunan
kerajaan
Kehadiran beliau diterima dengan
baik
43. Sekawan
burung hinggap di atas dahan
Di lempar anak burung terbang berpencar
Setelah menjadi pimpinan pemerintahan
Mengendalikan negeri sangatlah
lancar
44. Penganan
talam diiris belah ketupat
Di jual berkeliling bersama dengan roti
Penguasaan wilayah negeri dibagi
empat
Di pimpin pejabat ditetapkan oleh
depati
45. Berwisata
bersama ke Pelabuhan Ratu
Di perjalanan banyak tempat di singgahi
Wilayah Badau, Buding, Sijuk dan
Belantu
Setiap wilayah dipimpin seorang
ngabehi
46. Kalau
kiriman lewat pos telah diterima
Tanda tangani resi tanda penerimaannya
Cakraningrat tiga memimipin tidaklah
lama
Empat tahun kemudian dipanggil khaliknya
47. Bertempur
perajurit menyabung nyawa
Perang berlanngsung dilaut dan didarat
Wafat sewaktu berkunjung ketanah
Jawa
Tahun seribu tujuhratus peristiwa
tersurat
48. Gula
kabung di jual di bungkus berturus
Di buat dari legen di kampung Perepat
Ki Agus Bustam di angkat sebagai
penerus
Depati di berikan gelar
Cakraningrat empat
49. Kampung
Perepat di kawasan Membalong
Membalong tempat ramai orang berniaga
Ki Agus Bustam yang disapa juga Ki
Galong
Beliau adalah adinda dari
Cakraningrat tiga
50. Diarena
pertempuran tembakan berbalas
Perlawanan dilakukan tanpa menunda
Dunia sudah memasuki abad
delapanbelas
Abad paling aman bagi kolonialis
Belanda
51. Pegunungan
dingin kabut menyelimuti
Beristirahat kegunung acara mingguan
Belum muncul sesuatu perlawanan berarti
Dari sesama saingan belum ada
gangguan
52. Kisah
kakak beradik bernama Upin dan Ipin
Cerita dua anak bersaudara riang bersifat
Empatpuluh tahun lama depati
memimpin
Tahun tujuhbelas empatpuluh depati
wafat
53. Pengurus
acara dikampung disebut modin
Mengurusi masalah masyarakat
bersama
Digantikan oleh anandanya Ki Agus
Abudin
Depati pengganti bergelar
Cakraningrat lima
54. Minuman
nikmat sirop dari buah pala
Tambah nikmat bila ditambah es batu
Gubernur jenderal di Batavia
diganti pula
Tahun mencatat tujuhbelas
empatsatu
55. Di kebun
banyak pohon buahan ditanam
Pohon rambutan, manggis dan
mangga
Johannes Thedens pejabat
keduapuluh enam
Menjabat sampai tahun tujuhbelas
empatiga
56. Situasi
daerah ibukota sangatlah bising
Hiruk pikuk terjadi terutama di jalanan
Mohon tuan membaca tidaklah pusing
Catatan tahun ditulis bukan
permainan
57. Kemiskinan
rakyat nyata ditampakkan
Disana sini berkeliaran gelandangan
Angka tahun sengaja kami
ketengahkan
Untuk dijadikan sebagai
perbandingan
58. Walaupun
kekejaman hidup ditakuti
Tetaplah beramai datang ke ibukota
Gerak gerik penjajah dapat kita
ikuti
Dalam perjalanan sejarah negeri
kita
59. Kesusahan
hidup jadi tidak terasakan
Karena kesibukan keadaan setiap hari
Riwayat penjajahan sangat
menyakitkan
Tetapi apapun sebaiknya kita
telusuri
60. Berdoalah
kita setiap waktu selalu
Semoga keadaan dapat perbaikan
Pantun dicukupkan sampai disini
dulu
Lanjutannya kedepan kita teruskan
Bogor, 06 Juni 2011

