Saturday, June 16, 2012

BAGIAN KETIGAPULUH LIMA MEMBARI’AN (5)




1.       Selamat berjumpa kembali semua rekan
Semoga tetap didalam suasana sejahtera
Marilah pantun membari’an kita teruskan
Sambung menyambung rangkaian ceritera

2.       Masuknya penjajah sengaja dikisahkan
Pada pantun yang disampaikan terdahulu
Agar waktu peristiwa bisa dibandingkan
Dengan peristiwa Belitung pada masa lalu

3.       Burung serindit bermain dipohon palas
Hinggap diatas pagar burung kakatua
Mulai penjajahan awal abad tujuhbelas
Tepatnya tahun enambelas kosong dua

4.       Pergi ke bagan menangguk ikan bilis
Diatas tiang bagan lampu tergantung
Tahun seribuenamratus  catatan tertulis
Gegedeh Yakub masuk ke Pulau Belitung

5.       Mendirikan lumbung dipinggir huma
Tempat menyimpan karungan padi
Pieter Both gubernur jenderal pertama
Enambelas sepuluh peristiwa terjadi

6.       Memanggang roti janganlah bantat
Menjaga panas api harus berhati-hati
Enambelas delapanbelas tahun tercatat
Gegedeh Yakub diangkat menjadi depati

7.       Pemimpin besar orang kenamaan
Luas pengalaman luas pergaulan
Peristiwa terjadi nyaris bersamaan
Tetapi semuanya hanya kebetulan         

8.       Janganlah ribut nacam orang karam
Bagaikan pepatah kiasan bermisal
Kota Batavia diserang pasukan Mataram
Dari Mataram pula Gegedeh berasal

9.       Ketika pernikahan selesai dilaksanakan
Kedua pengantin duduk di pelaminan
Cobalah dengan tenang tuan perhatikan
Belitung tidak pernah jadi kesultanan

10.   Para tetua senantiasa menasehati
Hiduplah rukun damai bersahaja
Belitung diperintah seorang depati
Oleh rakyat sang depati disebut raja

11.   Anak panas cuci kepala berjaram
Jaram diramu dari daun seledri
Walaupun dibawah kontrol Mataram
Belitung terlepas mengatur sendiri

12.   Sewaktu-waktu hujan turun tercurah
Terkadang hujan turun tidak merata
Tuan dapat mengikuti catatan sejarah
Tentang kemandirian pulau tercinta

13.   Kendaraan sepeda motor dua beroda
Sekarang ini manjadi penguasa jalanan
Dibawah pemerintahan kolonialis Belanda
Semula ditempatkan dibawah keresidenan

14.   Perang berkecamuk berpekan-pekan
Peluru tak terkendali bebas melesat
Suatu waktu pernah pula dilaksanakan
Belitung langsung dibawah kendali pusat

15.   Belimbing bambu dibuat manisan
Buah pepaya muda dijadikan asinan
Pemerintah Belanda ambil keputusan
Belitung dilepaskan dari keresidenan

16.   Jangan menggunting dalam lipatan
Jangan pula orang dicari kesalahan
Tapi semuanya itu cukup jadi catatan
Tidak perlu lagi dijadikan permasalahan              

17.   Lagu populer orang Betawi sijali-jali
Pada waktu bersantai lagu dinyanyikan
Melihat peristiwa Belitung kita kembali
Tentang  membari’an marilah dilanjutkan

18.   Pohon pinang berbatang tegak lurus
Pelepahnya berwarna kuning gading
Ki Agus Abdullah jadi depati penerus
Beliau dipanggil pula Ki Agus Mending

19.   Untuk pendapat baik  boleh bernalar
Sampaikan gagasan disidang majelis
Cakaraningrat dua depati diberi gelar
Enambelas enamsatu catatan menulis

20.   Bermatian tanaman terserang hama
Petani memandangi bersusah hati
Empatpuluhtiga tahun waktu yang lama
Baru sekali terjadi penggantian depati

21.   Beruang di Tiongkok namanya panda
Beruang juga ada dipegunungan Ural
Sementara di Batavia keadaannya beda
Dubelas kali berganti gubernur jenderal

22.   Orang mencuci pakai papan penggilas
Untuk mencuci penggilas digelarkan
Joan Maetsuycker penjabat keduabelas
Enambelas limatiga tahun pelantikan

23.   Perangai buruk hendaknya dijauhkan
Sifat santun budiman wajiblah ditiru
Pusat pemerintahan depati pindahkan
Dialihkan dari Balok Lama ke Balok Baru

24.   Manusia selalu berdoa memohon berkat
Atas kesalahan dilakukan memohon tobat
Dengan penduduk  depati sangatlah dekat
Dengan para dukun kampung bersahabat

25.   Ayam jantan disabung ayam berjalu
Ditanah Amerika hidup ayam kalkun
Dukun warisan kebudayaan terdahulu
Memgatur kampung agar hidup rukun

26.   Terjadinya perang akibat perseteruan
Banyak orang tak berdosa mati percuma
Tidak bertentangan dengan pembaharuan
Dengan penghulu agama berkerja sama

27.   Menyanyikan anak pok amai-amai
Ramai belalang terbang diatas batu
Dikampung  suasana senantiasa damai
Peranan dukun sangatlah membantu

28.   Diperkebunkan luas pepohonan jati
Disana sini tumbuh pepohonan sukun
Oleh penduduk depati sangat dihormati
Depati dijuluki pula sebagai raja dukun

29.   Berlambang banteng zodiak taurus
Anak kembar lambang zodiak gemini
Budaya serta adat dipelihara terus
Dukun kampung berada hingga kini

30.   Badai bertiup kencang pasti berlalu
Angin sepoi basah berembus terasa
Bertiga bersama lurah dan penghulu
Adalah tiga serangkai pengelola desa

31.   Nelayan kelaut memancing ikan tuna
Ikan tuna mengawan dilautan dalam
Cakraningrat dua depati yang bijaksana
Punya perhatian kepada pelestarian alam

32.   Tuan bebas menyampaikan pandangan
Di negara demokrasi kebebasan terjaga
Sang depati menentukan hutan larangan
Tidak boleh diganggu oleh siapapun juga

33.   Bebas berpendapat tua maupun muda
Segala resiko tanggung jawab sendiri
Di daerah tertentu hutan larangan berada
Tanjung Kelumpang, Lenggang dan Kembiri

34.   Sampaikanlah sesuatu keritik bermutu
Keritik akan dibahas para pemerhati
Di Belitung kolonialis mencium sesuatu
Mereka sengaja mengirim regu peneliti

35.   Penembak terlatih pandai membidik
Menjuruskan laras tidak sembarangan
Jan de Harde nama Belanda penyelidik
De Zandloper nama kapal tumpangan

36.   Di dataran tinggi pohon teh tumbuh
Bahan minuman subur diperkebunkan
Di muara Balok Lama kapal berlabuh
Alasan persahabatan dia kemukakan

37.   Spion mengirim pesan dengan sandi
Kekuatan lawan senantiasa di selidiki
Enambelas enam delapan ini terjadi
Di bumi Belitung Belanda injakkan kaki

38.   Punggawa bersembah baginda bertitah
Melaksanakan titah haruslah dipatuhi
Setelah tigapuluhlima tahun memerintah
Depati Cakraningrat dua menghadap illahi

39.   Dari gunung kelaut air mengalir menyatu
Laut terbentang bagai tikar dihamparkan
Tahun enambelas sembilan enam saat itu
Ki Agus Ganding sang putra menggantikan

40.   Ratu memakai kain sarung dililit pending
Di pasangi baju kurung berwarna jingga
Ki Agus Ganding beralias Ki Agus Gending
Depati mendapat gelar Cakraningrat tiga

41.   Kantor lurah membuat pemberi tahuan
Di sebarkan petugas keseluruh penjuru
Depati menyenangi ilmu pengetahuan
Mataram tempat beliau pergi berguru

42.   Di bukit sunyi letak tempat pemujaan
Bukit berbatu tinggi jalannya menaik
Karena masih terikat turunan kerajaan
Kehadiran beliau diterima dengan baik

43.   Sekawan burung hinggap di atas dahan
Di lempar anak burung terbang berpencar
Setelah menjadi pimpinan pemerintahan
Mengendalikan negeri sangatlah lancar

44.   Penganan talam diiris belah ketupat
Di jual berkeliling bersama dengan roti
Penguasaan wilayah negeri dibagi empat
Di pimpin pejabat ditetapkan oleh depati

45.   Berwisata bersama ke Pelabuhan Ratu
Di perjalanan banyak tempat di singgahi
Wilayah Badau, Buding, Sijuk dan Belantu
Setiap wilayah dipimpin seorang ngabehi

46.   Kalau kiriman lewat pos telah diterima
Tanda tangani resi tanda penerimaannya
Cakraningrat tiga memimipin tidaklah lama
Empat tahun kemudian dipanggil khaliknya

47.   Bertempur perajurit menyabung nyawa
Perang berlanngsung dilaut dan didarat
Wafat sewaktu berkunjung ketanah Jawa
Tahun seribu tujuhratus peristiwa tersurat

48.   Gula kabung di jual di bungkus berturus
Di buat dari legen di kampung Perepat
Ki Agus Bustam di angkat sebagai penerus
Depati di berikan gelar Cakraningrat empat

49.   Kampung Perepat di kawasan Membalong
Membalong tempat ramai orang berniaga
Ki Agus Bustam yang disapa juga Ki Galong
Beliau adalah adinda dari Cakraningrat tiga

50.   Diarena pertempuran tembakan berbalas
Perlawanan dilakukan tanpa menunda
Dunia sudah memasuki abad delapanbelas
Abad paling aman bagi kolonialis Belanda

51.   Pegunungan dingin kabut menyelimuti
Beristirahat kegunung acara mingguan
Belum muncul sesuatu perlawanan berarti
Dari sesama saingan belum ada gangguan

52.   Kisah kakak beradik bernama Upin dan Ipin
Cerita dua anak bersaudara riang bersifat
Empatpuluh tahun lama depati memimpin
Tahun tujuhbelas empatpuluh depati wafat

53.   Pengurus acara dikampung disebut modin
Mengurusi  masalah masyarakat bersama
Digantikan oleh anandanya Ki Agus Abudin
Depati pengganti bergelar Cakraningrat lima

54.   Minuman nikmat sirop dari buah pala
Tambah nikmat bila ditambah es batu
Gubernur jenderal di Batavia diganti pula
Tahun mencatat tujuhbelas empatsatu

55.   Di kebun banyak pohon buahan ditanam
Pohon rambutan,  manggis dan mangga
Johannes Thedens pejabat keduapuluh enam
Menjabat sampai tahun tujuhbelas empatiga

56.   Situasi daerah ibukota sangatlah bising
Hiruk pikuk terjadi terutama di jalanan
Mohon tuan membaca tidaklah pusing
Catatan tahun ditulis bukan permainan

57.   Kemiskinan rakyat nyata ditampakkan
Disana sini berkeliaran gelandangan
Angka tahun sengaja kami ketengahkan
Untuk dijadikan sebagai perbandingan

58.   Walaupun kekejaman hidup ditakuti
Tetaplah beramai datang ke ibukota
Gerak gerik penjajah dapat kita ikuti
Dalam perjalanan sejarah negeri kita

59.   Kesusahan hidup jadi tidak terasakan
Karena kesibukan keadaan setiap hari
Riwayat penjajahan sangat menyakitkan
Tetapi apapun sebaiknya kita telusuri

60.   Berdoalah kita setiap waktu selalu
Semoga keadaan dapat perbaikan
Pantun dicukupkan sampai disini dulu
Lanjutannya kedepan kita teruskan



                          Bogor, 06 Juni 2011

No comments:

Post a Comment