1. Teruntuk tuan dan puan salam sejahtera
Tabik beserta
hormat mula kami ucapkan
Marilah masalah
budaya kita berceritera
Perihal ritual muang jong kita
kisahkan
2. Wahai
dewi malam terimalah salam
Dihati nan dalam dikaulah dewi pujaan
Alkisah riwayat
sejak beribu tahun silam
Diatas muka
buana bertebaran kerajaan
3. Siapatah
puan gerangan dewi manja
Apatah kiranya maksud puan kehendaki
Kerajaan
dikendalikan oleh seorang raja
Berkuasa
turun temurun secara monarki
4. Jikalau
pikiran kusut datang menyerang
Bersenandung malam pelipur perasaan
Tiadalah
jarang antar kerajaan berperang
Memperebutkan wilayah dan
kekuasaan
5. Lantunan
senandung masa lalu dikenang
Waktu berjalan masa kini sudahlah tiba
Siapa yang kuat keluar sebagai
pemenang
Seakan berlakulah padanya hukum
rimba
6. Disinar
pagi burung berkicau bersahutan
Diatas dahan meloncat seraya berjemur
Dari belahan utara sampai belahan
selatan
Begitu pula
dari ujung barat sampai ketimur
7. Terletak
dikaki pegunungan desa terpencil
Disekeliling berbatasan hutan belantara
Bertumbuhan kerajaan besar maupun
kecil
Tidak terkecuali pula di kawasan
Nusantara
8. Padang
Kandis berpantai Teluk Gembira
Berpanorama indah untuk jepretan lensa
Konon di Kepulauan Riau terkisah
ceritera
Banyak kerajaan kecil saling
berebut kuasa
9. Pantai
molek terhampar dialam terbuka
Disenja hari langit indah bagaikan diukir
Berperang lazim permainan antar
mereka
Pemenang berkuasa, kalah lari menyingkir
10. Kawasan
pegunganan berhiaskan jurang
Berselang seling lembah berserta ngarai
Tersebutlah sebuah kerajaan kalah
perang
Penduduknya menyingkir diri
tercerai berai
11. Kendalikanlah
diri tuan hidup berhemat
Jauhkan kehidupan royal berfoya selalu
Menyingkirkan diri perbuatan
terhormat
Dari pada menyerah menanggung malu
12. Terayun
didahan hinggap bergelayutan
Diatas pohon randu kalong
bergantung
Berkelanalah mereka mengarungi
lautan
Dikepulauan Riau, Bangka dan
Belitung
13. Selamat
datang hormat berunjuk tangan
Adat pengantin Belitung berebut lawang
Dari kelompok manakah mereka
gerangan
Mereka berucap
panggil kami Suku Sawang
14. Teluk
Balok terletak di Belitung Selatan
Zaman dahulu menjadi pusat pangkalan
Berbadan tegap
kekar jauh penyakitan
Pengobatan tradisional menjadi
andalan
15. Mengenang
kekasih dara bersenandung
Senandung kecil ungkapan tiadalah jelas
Polos serta jujur di sanubari
terkandung
Hidup
sangat mandiri bukanlah pemalas
16. Dari
Cirebon ke daerah Pamanukan
Singgah di Indramayu membeli mangga
Sebagai nelayan
dilaut menangkap ikan
Mencari
nafkah menghidupi keluarga
17. Sangatlah
berbisa digigit hewan lipan
Pada tumpukan sampah hewan melata
Walaupun
hidup jauh dari kecukupan
Pantang
menadahkan tangan meminta
18. Badan
lelah olahraga cepat berhenti
Disekujur tubuh telah mengalir peluh
Membantu
orang dengan sepenuh hati
Berapapun imbalan tidaklah
mengeluh
19. Bila
kiranya tuan berusia muda masih
Dengar nasehat sepuh sebagai kendali
Bungkukkan badan sopan terima
kasih
Kapan
diperlukan panggillah kembali
20. Dihembus
angin kebakaran membesar
Tentu berjuang keras barisan pemadam
Tidak pernah
terucap perkataan kasar
Tiadalah
pula jadi manusia pendendam
21. Orang
berada pajak haruslah dipungut
Kaum duafa berikanlah bantuan sosial
Berpantang
merengut bersungut-sungut
Wajah
merengut petanda pembawa sial
22. Pengemis
tua jalan tertatih bertongkat
Kehidupan miskin amat kejam mendera
Demikian
dalam diri keyakinan melekat
Sehingga
selalu tampil cerah bergembira
23. Selesai
pemilihan umum suara dihitung
Rasa cemas dihati menggannggu partai
Berkehidupan
diatas perahu tergantung
Dikawasan Pulau Belitung keliling
pantai
24. Dalam
suasana rakyat hidup melarat
Era reformasi partai tumbuh menjamur
Dikala bertiup badai dari sebelah
barat
Rombongan perahu berpindah ketimur
25. Jadi
anngota parlemen malang melintang
Kerap pelesir studi banding keluar negeri
Balik kebarat kala dari timur
badai datang
Tampak nomaden demi keselamatan
dicari
26. Masuk
parlemen jangan mencari untung
Tepati datang sidang tidaklah terlambat
Tanjung Pandan, Manggar serta
Gantung
Pantai tempat perahu banyak
bertambat
27. Jangan
bersuara nyaring bagaikan kodok
Jangan pula bagai kerbau hidung dicucuk
Terkadang diatas sungai membuat
pondok
Diwaktu lampau dipinggir Sungai
Cerucuk
28. Wahai
rakyatku marilah kita semua bersatu
Dari atas singgasana baginda raja bertitah
Dengan Tanjung Pandan tepi sungai
menyatu
Tempat berdiri banyak kantor
pemerintah
29. Terdengar
gemerisik derai-derai cemara
Kadang terhenti angin bertiup menyentak
Kantor polisi, kejaksaan dan rumah
penjara
Barikut bermacam instansi disana
terletak
30. Bantulah
wahai tuan orang tiada berdaya
Sudah menjadi kewajiban kita sesama insan
Tetapi wahai tuan mungkinlah tidak
percaya
Dengan aparat tak pernah mereka
berurusan
31. Mendapat
rezeki sebagian sumbangkan
Berbuatlah amal kebajikan ikhlas dihati
Tindah pidana
tak pernah mereka lakukan
Hukum kutukan sungguhlah sangat
ditakuti
32. Kala
tuan ikhkas memberikan santunan
Kepuasan batin niscaya tuan nikmati
Menanggung malu sampai tujuh
turunan
Akan lebih baik dunia ditinggalkan
mati
33. Jauhkanlah
diri dari sifat suka berseteru
Doronglah selalu suatu pedamaian abadi
Andai kepada suku Sawang datang
berguru
Mungkinlah kasus korupsi tidak
akan terjadi
34. Diatas
Kali Ciliwung terentang jambatan
Dibuat dari besi jambatan bergantungan
Sesuatu kebiasaan perlu menjadi catatan
Beranak pinak banyak mereka
pantangan
35. Batu
satam di Pulau Belitung ditemukan
Batu luar angkasa ramai diperdagangkan
Punya dua orang anak dirasa
kebanyakan
Misi keluarga berencana tidak
diperlukan
36. Menjadi
seorang hakim wajiblah adil
Mengambil keputusan haruslah mapan
Dibidang seni budaya mereka
berandil
Disetiap
pesta seni maju paling depan
37. Wahai
pemimpin dengarkanlah aspirasi
Rakyat berharap pergunakan hati nurani
Dibidang
olahraga mereka berpartisipasi
Sebagai pemain
sepakbola amat disegani
38. Jangan
mengutamakan kaum kerabat
Itu namanya nepotisme perilaku anda
Kalaulah lautan
sedang tiada bersahabat
Dimusim
barat badai datanglah melanda
39. Berlakulah
baik dalam segala perbuatan
Korupsi, kolusi dan nepotisme haramkan
Menangkap
ikan medapatkan hambatan
Bekerja
serabutan biasa mereka lakukan
40. Dahulu
tanah air kita negeri jajahan
Penduduk menderita dalam tekanan
Kadang jadi
buruh angkat di pelabuhan
Badan kuat
dan kekar menjadi jaminan
41. Dimusim
panas telaga kering kerontang
Debu berterbangan memenuhi jalanan
Menutupi
kebutuhan terpaksa berhutang
Tapi hanya
terbatas pada bahan makanan
42. Bumi
terbentang luas di angkasa raya
Menurut letak garis lintang dan bujur
Sebagai
pengutang sangatlah terpercaya
Bersegera
melunasi hutang amatlah jujur
43. Kalaulah
tiada halangan melintang aral
Patutlah memenuhi undangan pernikahan
Apakah petanda tinggi
kebudayaan moral
Dari masyarakat
yang dianggap rendahan
44. Abad
duapuluh adalah abad perubahan
Banyaklah kaum penjajahan diusir pergi
Sungguh sangat
sulit diambil percontohan
Dari masyarakat merasa berbudaya
tinggi
45. Antah
Berantah negeri tempat keluyuran
Petualang yang seharusnya terkena cekal
Entah dari mana datangnya tercetus
pikiran
Pengamat
menyebut sebagai kearifan lokal
46. Diatas
langit berhiaskan bintang sejuta
Indah berkelap-kelip bagaikan sinar intan
Masih ada
kalangan melihat sebelah mata
Ataupun bertutup mata tidaklah
kelihatan
47. Wahai
pemimpin korupsi jangan lakukan
Jangan anggap hal ini sebagai kebiasaan
Berbagai ungkapan sering kali
terucapkan
Ungkapan tak patut cenderung
penghinaan
48. Berbuat
tak terpuji dilarang oleh agama
Jangan tuan terpengaruh hasutan setan
Ungkapan Orang Laut masih bisa
diterima
Karena mereka berjaya mengarungi
lautan
49. Manakala
kemudian hari tuan dipenjarakan
Tuan serta istri dan anak niscaya menyesal
Tetapi ungkapan Sekak amat
merendahkan
Tiada yang dapat menerangkan kata
berasal
50. Duduk
di parlemen mewakili rakyat
Bukan hanya untuk ngomong melulu
Perihal suku Sawang empunya
riwayat
Menjelajah lautan sejak zaman
dahulu
51. Perhatikan
selalu nasib rakyat miskin
Dengarkan selalu keluhan masyarakat
Karena hidup terpisah dilautan
mungkin
Kepercayaan animis waktu dulu
melekat
52. Ketika
dilantik ucapkan sumpah jabatan
Ucapan dan janji tuan selalu perhatikan
Kepada penguasa alam khususnya
dilautan
Bebagai hantaran mereka
persembahkan
53. Tikus
gemuk lihai merayap diatas jendela
Melihat kucing secepat kilat lari melompat
Warisan budaya nenek moyang dahulu
kala
Dibumi Nusantara
masih banyak terdapat
54. Zaman
dahulu banyak pemimpin masyhur
Ucapan dan perilakunya menjadi panutan
Ritual muang
jong biasa dilakukan leluhur
Tanda terima
kasih kepada penguasa lautan
55. Kemana
pun tuan pergi cari persahabatan
Membina perkenalan haruslah didahulukan
Walaupun kini
agama sudah menjadi anutan
Adat kebiasaan
leluhur terus dipertahankan
56. Mohon
kesembuhan do’a kita panjatkan
Kepada Yang Maha Kuasa marilah berserah
Pada waktu
tertentu ritual diselenggarakan
Dewasa ini
menjadi obyek pariwisata daerah
57. Didaerah
Kelekak Balai orang perkebunkan
Pohon sahang merambat tinggi berjunjung
Perihal ritual
muang jong nanti kita ceritakan
Marilah ke Pulau
Belitung datang berkunjung
58. Nun
jauh dipedalaman mulai kali berhulu
Air mengalir dialiran berkelok berjenjang
Pantun
kita cukupkan sampai disini dahulu
Diwaktu mendatang
kita berkisah panjang
Bogor, 09 Juni 2011
No comments:
Post a Comment