Sunday, October 30, 2011

BAGIAN KEDUAPULUHLIMA

  KULINER - GANGAN


1. Terimalah salam wahai teman budiman
 Perihal kuliner gangan kami sampaikan
 Kami sampaikan sekadar pengalaman
 Datang bertamu gangan dihidangkan

2. Berkebun cengkeh di Desa Senilai
Menanam karet di Air Begantung

Tersebutlah gangan sejenis gulai
Kuliner kebanggaan daerah Belitung

3. Kuweni Bantan rasanya manis
Dijual bersama buah rambutan

Didaerah lain ada kuliner sejenis
Dipulau Sumatra serta Kalimantan

4. Padi ditanam dikampung Perepat
Kesana banyak orang berkunjung
Didaerah Sulawesi banyak terdapat
Dibuat pula dikawasan Semenanjung

5. Desa Sijuk perkampungan lama
Dahulu kesana menunggang kuda
Mungkin dibuat dari bahan sama
Namun citarasa tentulah berbeda

6. Naik kapal turun di Pegantungan
Kejurusan kota kendaraan dicari
Dipulau Belitung disebut gangan
Merupakan makanan setiap hari

7. Berlayar dari Jakarta ke Singapura
Pulau Belitung tempat persinggahan
Rasa dan aroma mengundang selera
Ciri khas gangan dalam pengolahan

8. Kelapa diparut dijadikan inti
Untuk membuat kue dadar lipat
Berbahan ikan laut sudahlah pasti
Dipulau Belitung mudah didapat

9. Pice Gantung sebuah bendungan
Diairnya banyak hidup ikan kelesak
Cara memasak disebut ngenggangan
Digangan tentulah bermakna dimasak

10. Sejenis rusa binatang menjangan
Ditengah hutan binatang berada
Galibnya segala ikan dapat digangan
Namun nikmat dilidah akan berbeda

11. Pohon beringin rimbun berdahan
Ramai makhluk numpang bersarang
Berasa nikmat tentulah ikan pilihan
Umumnya jenis ikan hidup dikarang

12. Mendaki bukit jalan menaik
Letak bukit didaerah pedalaman
Ketarap serta ilak jenis terbaik
Dibagian kepala rasa ternyaman

13. Kalau tuan pergi ke Tembilahan
Kunjungilah juga daerah Rokan
Bagaimana gerangan resep olahan
Sekarang kami coba menceritakan

14. Berkendaraan motor ke Desa Petikan
Mampir di Tanjung Tikar membeli terasi
Jika ada kekeliruan mohon dimaafkan
Bagi yang mengetahui mohon koreksi

15. Datang pembesar bendera kibarkan
Pasang tiang bendera didepan pagar
Jenis ikan ketarap atau ilak disiapkan
Baru ditangkap dilaut tentu paling segar

16. Cangcuit tinggal dirempun bulo
Disuruh keluar cangcuit tengkaran
Paling banyak berat sekitar sekilo
Berapa ekor tergantung ukuran

17. Wahai pemimpin tegakkan kebenaran
Jangan emosi mengendalikan perasaan
Badan ikan dipotong menurut aturan
Dipulau Belitung menjadi kebiasaan

18. Harus tegas menjadi pimpinan
Lindungi rakyat jangan binasa
Bahagian kepala paling dominan
Bahagian penentu nikmatnya rasa

19. Anjurkan terus rakyat bersatu
Adanya adu domba agar ditepis
Ikan dibersihkan sudahlah tentu
Pengurang amis pakai jeruk nipis

20. Menjadi pejabat tuan disumpah
Supaya tidak melanggar rambu
Sediakan pula berjenis rempah
Untuk dipakai menjadi bumbu

21. Suara demokrasi jangan dirampas
Jangan sementang tuan berkuasa
Kunyit dan lengkuas sudah dikupas
Kedunya sebesar jempol dewasa

22. Pemimpin haruslah percaya diri
Walapun keritikan melanda deras
Dua atau tiga buah isi buah kemiri
Kemiri tua sudah berkulit keras

23. Bila pesawat terbang tiggal landas
Sabuk pengaman wajib dikenakan
Cabai rawit bagaimana selera pedas
Dua buah lombok merah disertakan

24. Terbang tenteram dicuaca cerah
Awan putih saling terbang berlalu
Tiga atau empat siung bawang merah
Satu siung bawang putih bila perlu

25. Mari menonton wayang purwa
Alam dewa wayang berceritera
Ditambahkan sejemput asam jawa
Garam dan gula pasir sesuai selera

26. Terkenal lihai akal sang kancil
Berbagai cara menghindari bala
Secukupnya nanas dipotong kecil
Daun salam dapat disertakan pula

27. Ditiup angin daun cemara berderai
Suara gemersik indah kedengaran
Boleh ditambahkan sebatang serai
Untuk menetralisir dari kehanyiran

28. Berlayar tenang ke Pulau Bacan
Angin bertiup sepoi mengenakkan
Tambahkan pula sedikit belacan
Bumbu penyedap tak dianjurkan

29. Pergi kepegunungan sulit dihindari
Melintasi segala lembah dan lurah
Kunyit, lengkuas beserta kemiri
Cabai rawit berikut lombok merah

30. Sebaiknya tuan banyak berlatih
Cara paling tepat harus digunakan
Bawang merah dan bawang putih
Ketujuh jenis rempah dihaluskan

31. Kalau sakit datanglah kedokter
Biar keadaan badan bisa diterapi
Sediakan air putih barang seliter
Masukkan kebelanga jerang diapi

32. Didesa Badau museum didirikan
Masa lalu Belitung kita diingatkan
Air mendidih bumbu dimasukkan
Potongan ikan kemudian disusulkan

33. Binatang singa bertampang seram
Tak kalah seram penampilan macan
Tahap selanjutnya asam dan garam
Berikutnya gula pasir dan belacan

34. Membuat riwayat mencari data
Ditelusuri pula mengenai asal usul
Daun salam dimsukkan beserta
Batangan serai ikut menyusul

35. Manakala padi berbuah bernas
Setiap saat hormat menunduk
Terakhir sekali potongan nanas
Dengan sendok masakan diaduk

36. Cegahlah ayam jangan berlaga
Terkena taji darah tertumpah
Derasnya didihan harus terjaga
Supaya air tak keluar melimpah

37. Berlayar dilaut kapal perusak
Pakai meriam siap ditembakkan
Air terus mendidih gangan masak
Akhirnya gangan siap dihidangkan

38. Pergi mengatasi daerah bergolak
Keadaan genting lagi berkecamuk
Itulah gangan ketarap ataupun ilak
Ikan pedaging begelimang gemuk

39. Pondok diladang ilalang beratap
Belukar kecil tumbuh menglilingi
Bertambah lezat gangan disantap
Kalau sambal belacan mengiringi

40. Hasrat keluar tuan permisi
Kala rapat lagi berlangsung
Bersantap enak bersama nasi
Dari beras tumbukan lesung

41. Gaji besar tambah tunjangan
Terima bayaran sebulan sekali
Ikan tenggiri juga enak digangan
Begitu pula jenis ikan kerisi bali

42. Sejenis kayu bernama mendiraman
Banyak tumbuh di Air Rendudong
Ikan bebulus dan kerisi juga nyaman
Digangan dicampur pucuk kedondong

43. Membuat roti memakai kismis
Kehabisan kismis memakai kurma
Terkadang gangan dimasak tumis
Walau ditumis bumbu tetap sama

44. Anak menangis tidur diayunkan
Didalam ayunan tertidur nyenyak
Digangan tumis tak sembarang ikan
Kepala kakap merah dan seminyak

45. Kalau tuan bekerja dikantoran
Tentulah necis memakai busana
Dikota Jabodetabek banyak restoran
Gulai kepala kakap didapat disana

46. Pergi kerestoran anak beranak
Duduk berhadapan memesan capcai
Ikan parik dan mingkik paling enak
Digangan tumis bercampur kucai

47. Jangan tuan suka duduk melamun
Lebih baik olahraga jaga kesehatan
Berbagai gangan dicampur mentimun
Dibuat juga gangan tumis bersantan

48. Empat remaja menari serimpi
Lemah gemulai berparas ayu
Biasa digangan pula tetelan sapi
Dicampur bersama irisan ubi kayu

49. Wahai tuan berhati dermawan
Menyantuni duafa kasih berbagi
Gangan disukai banyak wisatawan
Bila sudah dicicipi mau ditambah lagi

50. Bersua temam lama berjabat tangan
Apakah kita masih saling mengenali
Sampai disini cerita kuliner gangan
Pada patun lain kita bertemu kembali

Bogor, 26 Januari 2011

Sunday, October 9, 2011

BAGIAN KEDUAPULUHEMPAT

MEMBARI’AN (3)

1. Tabik dan salam kami sampaikan
Puji serta syukur kita panjatkan

Semoga kesehatan Tuhan limpahkan
Pantun membari’an mari teruskan

2. Ikan ilak nyaman digangan
Ikan ketarap tebal bersisik

Kisah masih ada hubungan
Dengan Datuk Mayang Gresik

3. Tarian gemulai tarian disukai
Bermuatan pesan serta hikayat

Gelar kerajaan lama terus dipakai
Kiai Ronggo Yudo panggilan rakyat

4. Ramai pelayaran di Selat Malaka
Para perompak mafaatkan situasi

Rakyat menerima tangan terbuka
Taktis politis mudah beradaptasi

5. Dirantau kelapa disebut kerambil
Buahnya laris orang perdagangkan

Suatu keputusan Datuk mengambil
Pusat pemerintahan Datuk pindahkan

6. Perbuatan kebajikan perlu ditiru
Manusia beriman jadi panutan

Dari Badau ketempat baharu
Daerah Balok dipantai selatan

7. Taruhlah kembang dalam jambangan
Jambangan tergantung amat memikat

Letak daerah Balok jadi pertimbangan
Jarak ke Pulau Jawa jadi lebih dekat

8. Jangan bangga karena jabatan
Perbuatan korupsi agar dijauhi

Walaupun ada yang keberatan
Keputusan Datuk tetap dipatuhi

9. Perempuan Sawang duduk bergendang
Menyanyikan tembang dibulan terang

Balok terletak dekat daerah Dendang
Pelabuhan ramai dikunjungi orang

10. Lagu bahari menelusuri kenangan
Riwayat bahari berisi rintihan

Datuk memerintah penuh perhitungan
Rakyat mendukung tanpa bantahan

11. Dara semampai remaja pujaan
Dirayu asyik tidak berkesudahan

Badau tetap jadi nama kerajaan
Balok menjadi pusat pemerintahan

12. Kuda bertubuh gemuk kuda terurus
Untuk berperang selalu dikerahkan

Memerintah lama terus menerus
Namun segala kendala terselesaikan

13. Mendengar dentuman jangan terkejut
Dentuman meriam pasukan tentara

Walaupun usia datuk terus berlanjut
Datuk tidak memiliki seorang putra

14. Berbentuk payung jamur cendawan
Jamur subur hidup ditengah huma

Memiliki putri tunggal cantik rupawan
Sang putri bernama Dewi Kusuma

15. Mengarak pengantin tabuh rebana
Didepan gerbang tamu menanti

Datuk dan pengikut gundah gulana
Bila berpulang siapa pengganti

16. Menjadi pejabat amatlah berat
Mengatur rakyat jadi sejahtera

Adat mengikat kebiasaan tersirat
Pelanjut tahta harus seorang putra

17. Kala musibah datang melanda
Selamatkan jiwa bantulah segera

Sebentar kisah Datuk kita tunda
Mari kita melihat ke Nusantara

18. Tanjung Kelayang berpantai permai
Pasir putih terhampar bagai sutera

Nusantara terbentang kawasan damai
Seluruh penduduk hidup bersaudara

19. Tempat peristirahatan susana nyaman
Bebas hiruk pikuk dan sumpah serapah

Nusantara subur bagi segala tanaman
Baik bahan makanan maupun rempah

20. Bergerak aman tiada yang mencegat
Bebas mencari kehidupan sesuai selera
Diperbincangkan manusia antar jagat
Khususnya Eropah bumi belahan utara

21. Berbaris pramuka tegap melangkah
Yang paling depan membawa bendera

Bertetesan air liur kapitalis serakah
Melihat kemakmuran daerah Nusantara

22. Peralihan musim disebut pancaroba
Awan hitam bergerak menutupi cahaya

Antar bangsa bersaing berlomba-lomba
Menguasai negeri yang kaya raya

23. Pergi memancing santai bersama
Dapat cumi-cumi dan ikan bawal

Bangsa Portugis pendatang pertama
Ketika abad enambelas mulai berawal

24. Waspada berlayar gelombang melanda
Keadaan cuaca baiknya diamati bersama

Seabad kemudian tiba kapitalis Belanda
Melakukan penyelidikan dengan seksama

25. Pandailah tuan mengatur waktu tepat
Siapkan segalanya untuk perbekalan

Langkah penyelidikan amatlah cepat
Cornelis de Houtman pembuka jalan

26. Ingin menembak tuan membidik
Sasaran tepat haruslah diawasi

Houtman bangsa Belanda penyelidik
Berlayar ke Nusantara cari informasi

27. Pergi kekebun mencabut keladi
Sekalian juga memetik petai cina

Akhir abad enambelas semua terjadi
Pulang kampung menyusun rencana

28. Penulis novel seorang pujangga
Beragam kisah tentu diciptakan

Dengan alasan maksud berniaga
Perusahaan dagang mereka dirikan

29. Tinggilah teknologi dimasa kini
Berkunjung kebulan ulang alik

Perusahaan dikenal sebagai kompeni
Maksud memguasai terselip dibalik

30. Hidup berhemat haruslah dilakoni
Hindarkan dari suka berfoya-foya

Satu persatu kerajaan mereka satroni
Banyak diantaranya jutuh terpedaya

31. Menyanyilah tuan sesekali mencoba
Dibimbing lagu dari gesekan biola

Segala negeri Nusantara diadu domba
Kelicikan dan keserakahan marajalela

32. Walaupun tuan dalam perjalanan
Waktu shalat janganlah dilupakan

Walaupun memang terjadi perlawanan
Akhirnya seluruh Nusantara ditaklukkan

33. Songkok hitam dipakai dikepala
Pakaian nasional adat kebiasaan

Awal abad ketujuhbelas awal bermula
Kolonialis Belanda memulai kekuasaan

34. Selatan Belitung kawasan Belantu
Tempat para petani berbagi lahan

Kapitalis dan kolonialis jadi menyatu
Menyatu dalam bentuk penjajahan

35. Didaerah berawa buaya menghuni
Tempat bersembunyi mengintai mangsa

Kendali kekusaan dipegang kompeni
Sebagai pemerintahan mereka berkuasa

36. Adakalanya buaya berenang dikali
Mengincar orang yang sedang mandi

Mari kepada kisah Datuk kita kembali
Dipulau Belitung apa gerangan terjadi

37. Gambar dipasang berbingkai pigura
Pigura dibuat dari bahan perunggu

Walaupun penjajahan melanda Nusantara
Pengembangan Islam tidaklah terganggu

38. Manakala sang pemimpin salah kelola
Masa depan negeri menjadilah suram

Suasana Belitung tetap seperti sediakala
Datuk Mayang memimpin dengan tenteram

39. Mengelana dibelukar binatang melata
Pelanduk cerdik hidup berhati-hati

Usia Datuk Mayang semakin renta
Namun belum ada tanda siapa pengganti

40. Beristirahatlah tuan dari kesibukan
Menjauhkan diri dari hingar bingar

Musyawarah selalu Datuk terapkan
Pendapat orang banyak selalu didengar

41. Anak perempuan bermain masakan
Dedaunan dicincang air dicurah

Masjid dan langgar banyak didirikan
Tempat beribadat dan musyawarah

42. Berlari tuan janganlah lamban
Kuatkan tenaga cepatkan pijakan

Sholat lima waktu merupakan kewajiban
Syariat agama harus selalu ditegakkan

43. Picingkan mata bedil tembakkkan
Dentuman keras tentu bergema

Setiap malam ceramah disampaikan
Pembinaan akhlak tujuan utama

44. Awali pidato dengan ucapan salam
Pujian kepada Nabi jangan dilupakan

Amar ma’ruf nahi mungkar ajaran Islam
Kerjakan yang baik yang buruk tinggalkan

45. Salam serta sholawat disampaikan
Berbuatlah baik jauhi kemungkaran

Segala upaya selalu Datuk lakukan
Mengajak ummat kepada kebenaran

46. Ribuan mahasiswa kuliah dikampus
Berbagai ilmu didada tanamkan

Kepercayaan lama belumlah hapus
Banyak kebiasaan masih dilakukan

47. Petik daun simpor beberapa lembar
Bagian atas dipotong tengah disayat

Namun Datuk tetaplah bersabar
Karena Islam telah jadi anutan rakyat

48. Berkepala gundul sipengajar kuntau
Jemari diacungkan jurus beredar

Keadaan di Jawa selalu dipantau
Dari musafir yang singgah dibandar

49. Kedua tangan senantiasa digerakkan
Luruskan kedua jari manis dan telunjuk

Setiap selesai sholat do’a dipanjatkan
Semoga Allah memeberikan petunjuk

50. Kewaspadaan diri selalu utamakan
Peribadi dijaga dalam kesabaran

Walapun Datuk banyak kesibukan
Siapa penerus tetap menjadi pikiran

51. Dimalam hari acara tuan hadiri
Mendengar penyair santun bertutur

Datuk Mayang selalu berserah diri
Allah melimpahkan serta mengatur

52. Dipuncak mercusuar lampu bersandi
Kapal berlayar sesuai arahannya

Jika Dia menghendaki semua terjadi
Insan bersyukur kepada segala aturan-Nya

53. Cuaca diamati menurut keadaan suhu
Satuan derajat celsius adalah ukurannya

Allah pastilah Tuhan Yang Maha Tahu
Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya

54. Hindarkan tuan dari suka bekelahi
Duduk bersama solusi dipecahkan

Sampai disini dulu pantun kita sudahi
Pada waktu mendatang kita teruskan


Bogor, 24 Januari 2011