KULINER - GANGAN
1. Terimalah salam wahai teman budiman
Perihal kuliner gangan kami sampaikan
Kami sampaikan sekadar pengalaman
Datang bertamu gangan dihidangkan
2. Berkebun cengkeh di Desa Senilai
Menanam karet di Air Begantung
Tersebutlah gangan sejenis gulai
Kuliner kebanggaan daerah Belitung
3. Kuweni Bantan rasanya manis
Dijual bersama buah rambutan
Didaerah lain ada kuliner sejenis
Dipulau Sumatra serta Kalimantan
4. Padi ditanam dikampung Perepat
Kesana banyak orang berkunjung
Didaerah Sulawesi banyak terdapat
Dibuat pula dikawasan Semenanjung
5. Desa Sijuk perkampungan lama
Dahulu kesana menunggang kuda
Mungkin dibuat dari bahan sama
Namun citarasa tentulah berbeda
6. Naik kapal turun di Pegantungan
Kejurusan kota kendaraan dicari
Dipulau Belitung disebut gangan
Merupakan makanan setiap hari
7. Berlayar dari Jakarta ke Singapura
Pulau Belitung tempat persinggahan
Rasa dan aroma mengundang selera
Ciri khas gangan dalam pengolahan
8. Kelapa diparut dijadikan inti
Untuk membuat kue dadar lipat
Berbahan ikan laut sudahlah pasti
Dipulau Belitung mudah didapat
9. Pice Gantung sebuah bendungan
Diairnya banyak hidup ikan kelesak
Cara memasak disebut ngenggangan
Digangan tentulah bermakna dimasak
10. Sejenis rusa binatang menjangan
Ditengah hutan binatang berada
Galibnya segala ikan dapat digangan
Namun nikmat dilidah akan berbeda
11. Pohon beringin rimbun berdahan
Ramai makhluk numpang bersarang
Berasa nikmat tentulah ikan pilihan
Umumnya jenis ikan hidup dikarang
12. Mendaki bukit jalan menaik
Letak bukit didaerah pedalaman
Ketarap serta ilak jenis terbaik
Dibagian kepala rasa ternyaman
13. Kalau tuan pergi ke Tembilahan
Kunjungilah juga daerah Rokan
Bagaimana gerangan resep olahan
Sekarang kami coba menceritakan
14. Berkendaraan motor ke Desa Petikan
Mampir di Tanjung Tikar membeli terasi
Jika ada kekeliruan mohon dimaafkan
Bagi yang mengetahui mohon koreksi
15. Datang pembesar bendera kibarkan
Pasang tiang bendera didepan pagar
Jenis ikan ketarap atau ilak disiapkan
Baru ditangkap dilaut tentu paling segar
16. Cangcuit tinggal dirempun bulo
Disuruh keluar cangcuit tengkaran
Paling banyak berat sekitar sekilo
Berapa ekor tergantung ukuran
17. Wahai pemimpin tegakkan kebenaran
Jangan emosi mengendalikan perasaan
Badan ikan dipotong menurut aturan
Dipulau Belitung menjadi kebiasaan
18. Harus tegas menjadi pimpinan
Lindungi rakyat jangan binasa
Bahagian kepala paling dominan
Bahagian penentu nikmatnya rasa
19. Anjurkan terus rakyat bersatu
Adanya adu domba agar ditepis
Ikan dibersihkan sudahlah tentu
Pengurang amis pakai jeruk nipis
20. Menjadi pejabat tuan disumpah
Supaya tidak melanggar rambu
Sediakan pula berjenis rempah
Untuk dipakai menjadi bumbu
21. Suara demokrasi jangan dirampas
Jangan sementang tuan berkuasa
Kunyit dan lengkuas sudah dikupas
Kedunya sebesar jempol dewasa
22. Pemimpin haruslah percaya diri
Walapun keritikan melanda deras
Dua atau tiga buah isi buah kemiri
Kemiri tua sudah berkulit keras
23. Bila pesawat terbang tiggal landas
Sabuk pengaman wajib dikenakan
Cabai rawit bagaimana selera pedas
Dua buah lombok merah disertakan
24. Terbang tenteram dicuaca cerah
Awan putih saling terbang berlalu
Tiga atau empat siung bawang merah
Satu siung bawang putih bila perlu
25. Mari menonton wayang purwa
Alam dewa wayang berceritera
Ditambahkan sejemput asam jawa
Garam dan gula pasir sesuai selera
26. Terkenal lihai akal sang kancil
Berbagai cara menghindari bala
Secukupnya nanas dipotong kecil
Daun salam dapat disertakan pula
27. Ditiup angin daun cemara berderai
Suara gemersik indah kedengaran
Boleh ditambahkan sebatang serai
Untuk menetralisir dari kehanyiran
28. Berlayar tenang ke Pulau Bacan
Angin bertiup sepoi mengenakkan
Tambahkan pula sedikit belacan
Bumbu penyedap tak dianjurkan
29. Pergi kepegunungan sulit dihindari
Melintasi segala lembah dan lurah
Kunyit, lengkuas beserta kemiri
Cabai rawit berikut lombok merah
30. Sebaiknya tuan banyak berlatih
Cara paling tepat harus digunakan
Bawang merah dan bawang putih
Ketujuh jenis rempah dihaluskan
31. Kalau sakit datanglah kedokter
Biar keadaan badan bisa diterapi
Sediakan air putih barang seliter
Masukkan kebelanga jerang diapi
32. Didesa Badau museum didirikan
Masa lalu Belitung kita diingatkan
Air mendidih bumbu dimasukkan
Potongan ikan kemudian disusulkan
33. Binatang singa bertampang seram
Tak kalah seram penampilan macan
Tahap selanjutnya asam dan garam
Berikutnya gula pasir dan belacan
34. Membuat riwayat mencari data
Ditelusuri pula mengenai asal usul
Daun salam dimsukkan beserta
Batangan serai ikut menyusul
35. Manakala padi berbuah bernas
Setiap saat hormat menunduk
Terakhir sekali potongan nanas
Dengan sendok masakan diaduk
36. Cegahlah ayam jangan berlaga
Terkena taji darah tertumpah
Derasnya didihan harus terjaga
Supaya air tak keluar melimpah
37. Berlayar dilaut kapal perusak
Pakai meriam siap ditembakkan
Air terus mendidih gangan masak
Akhirnya gangan siap dihidangkan
38. Pergi mengatasi daerah bergolak
Keadaan genting lagi berkecamuk
Itulah gangan ketarap ataupun ilak
Ikan pedaging begelimang gemuk
39. Pondok diladang ilalang beratap
Belukar kecil tumbuh menglilingi
Bertambah lezat gangan disantap
Kalau sambal belacan mengiringi
40. Hasrat keluar tuan permisi
Kala rapat lagi berlangsung
Bersantap enak bersama nasi
Dari beras tumbukan lesung
41. Gaji besar tambah tunjangan
Terima bayaran sebulan sekali
Ikan tenggiri juga enak digangan
Begitu pula jenis ikan kerisi bali
42. Sejenis kayu bernama mendiraman
Banyak tumbuh di Air Rendudong
Ikan bebulus dan kerisi juga nyaman
Digangan dicampur pucuk kedondong
43. Membuat roti memakai kismis
Kehabisan kismis memakai kurma
Terkadang gangan dimasak tumis
Walau ditumis bumbu tetap sama
44. Anak menangis tidur diayunkan
Didalam ayunan tertidur nyenyak
Digangan tumis tak sembarang ikan
Kepala kakap merah dan seminyak
45. Kalau tuan bekerja dikantoran
Tentulah necis memakai busana
Dikota Jabodetabek banyak restoran
Gulai kepala kakap didapat disana
46. Pergi kerestoran anak beranak
Duduk berhadapan memesan capcai
Ikan parik dan mingkik paling enak
Digangan tumis bercampur kucai
47. Jangan tuan suka duduk melamun
Lebih baik olahraga jaga kesehatan
Berbagai gangan dicampur mentimun
Dibuat juga gangan tumis bersantan
48. Empat remaja menari serimpi
Lemah gemulai berparas ayu
Biasa digangan pula tetelan sapi
Dicampur bersama irisan ubi kayu
49. Wahai tuan berhati dermawan
Menyantuni duafa kasih berbagi
Gangan disukai banyak wisatawan
Bila sudah dicicipi mau ditambah lagi
50. Bersua temam lama berjabat tangan
Apakah kita masih saling mengenali
Sampai disini cerita kuliner gangan
Pada patun lain kita bertemu kembali
Bogor, 26 Januari 2011
Sunday, October 30, 2011
Sunday, October 9, 2011
BAGIAN KEDUAPULUHEMPAT
MEMBARI’AN (3)
1. Tabik dan salam kami sampaikan
Puji serta syukur kita panjatkan
Semoga kesehatan Tuhan limpahkan
Pantun membari’an mari teruskan
2. Ikan ilak nyaman digangan
Ikan ketarap tebal bersisik
Kisah masih ada hubungan
Dengan Datuk Mayang Gresik
3. Tarian gemulai tarian disukai
Bermuatan pesan serta hikayat
Gelar kerajaan lama terus dipakai
Kiai Ronggo Yudo panggilan rakyat
4. Ramai pelayaran di Selat Malaka
Para perompak mafaatkan situasi
Rakyat menerima tangan terbuka
Taktis politis mudah beradaptasi
5. Dirantau kelapa disebut kerambil
Buahnya laris orang perdagangkan
Suatu keputusan Datuk mengambil
Pusat pemerintahan Datuk pindahkan
6. Perbuatan kebajikan perlu ditiru
Manusia beriman jadi panutan
Dari Badau ketempat baharu
Daerah Balok dipantai selatan
7. Taruhlah kembang dalam jambangan
Jambangan tergantung amat memikat
Letak daerah Balok jadi pertimbangan
Jarak ke Pulau Jawa jadi lebih dekat
8. Jangan bangga karena jabatan
Perbuatan korupsi agar dijauhi
Walaupun ada yang keberatan
Keputusan Datuk tetap dipatuhi
9. Perempuan Sawang duduk bergendang
Menyanyikan tembang dibulan terang
Balok terletak dekat daerah Dendang
Pelabuhan ramai dikunjungi orang
10. Lagu bahari menelusuri kenangan
Riwayat bahari berisi rintihan
Datuk memerintah penuh perhitungan
Rakyat mendukung tanpa bantahan
11. Dara semampai remaja pujaan
Dirayu asyik tidak berkesudahan
Badau tetap jadi nama kerajaan
Balok menjadi pusat pemerintahan
12. Kuda bertubuh gemuk kuda terurus
Untuk berperang selalu dikerahkan
Memerintah lama terus menerus
Namun segala kendala terselesaikan
13. Mendengar dentuman jangan terkejut
Dentuman meriam pasukan tentara
Walaupun usia datuk terus berlanjut
Datuk tidak memiliki seorang putra
14. Berbentuk payung jamur cendawan
Jamur subur hidup ditengah huma
Memiliki putri tunggal cantik rupawan
Sang putri bernama Dewi Kusuma
15. Mengarak pengantin tabuh rebana
Didepan gerbang tamu menanti
Datuk dan pengikut gundah gulana
Bila berpulang siapa pengganti
16. Menjadi pejabat amatlah berat
Mengatur rakyat jadi sejahtera
Adat mengikat kebiasaan tersirat
Pelanjut tahta harus seorang putra
17. Kala musibah datang melanda
Selamatkan jiwa bantulah segera
Sebentar kisah Datuk kita tunda
Mari kita melihat ke Nusantara
18. Tanjung Kelayang berpantai permai
Pasir putih terhampar bagai sutera
Nusantara terbentang kawasan damai
Seluruh penduduk hidup bersaudara
19. Tempat peristirahatan susana nyaman
Bebas hiruk pikuk dan sumpah serapah
Nusantara subur bagi segala tanaman
Baik bahan makanan maupun rempah
20. Bergerak aman tiada yang mencegat
Bebas mencari kehidupan sesuai selera
Diperbincangkan manusia antar jagat
Khususnya Eropah bumi belahan utara
21. Berbaris pramuka tegap melangkah
Yang paling depan membawa bendera
Bertetesan air liur kapitalis serakah
Melihat kemakmuran daerah Nusantara
22. Peralihan musim disebut pancaroba
Awan hitam bergerak menutupi cahaya
Antar bangsa bersaing berlomba-lomba
Menguasai negeri yang kaya raya
23. Pergi memancing santai bersama
Dapat cumi-cumi dan ikan bawal
Bangsa Portugis pendatang pertama
Ketika abad enambelas mulai berawal
24. Waspada berlayar gelombang melanda
Keadaan cuaca baiknya diamati bersama
Seabad kemudian tiba kapitalis Belanda
Melakukan penyelidikan dengan seksama
25. Pandailah tuan mengatur waktu tepat
Siapkan segalanya untuk perbekalan
Langkah penyelidikan amatlah cepat
Cornelis de Houtman pembuka jalan
26. Ingin menembak tuan membidik
Sasaran tepat haruslah diawasi
Houtman bangsa Belanda penyelidik
Berlayar ke Nusantara cari informasi
27. Pergi kekebun mencabut keladi
Sekalian juga memetik petai cina
Akhir abad enambelas semua terjadi
Pulang kampung menyusun rencana
28. Penulis novel seorang pujangga
Beragam kisah tentu diciptakan
Dengan alasan maksud berniaga
Perusahaan dagang mereka dirikan
29. Tinggilah teknologi dimasa kini
Berkunjung kebulan ulang alik
Perusahaan dikenal sebagai kompeni
Maksud memguasai terselip dibalik
30. Hidup berhemat haruslah dilakoni
Hindarkan dari suka berfoya-foya
Satu persatu kerajaan mereka satroni
Banyak diantaranya jutuh terpedaya
31. Menyanyilah tuan sesekali mencoba
Dibimbing lagu dari gesekan biola
Segala negeri Nusantara diadu domba
Kelicikan dan keserakahan marajalela
32. Walaupun tuan dalam perjalanan
Waktu shalat janganlah dilupakan
Walaupun memang terjadi perlawanan
Akhirnya seluruh Nusantara ditaklukkan
33. Songkok hitam dipakai dikepala
Pakaian nasional adat kebiasaan
Awal abad ketujuhbelas awal bermula
Kolonialis Belanda memulai kekuasaan
34. Selatan Belitung kawasan Belantu
Tempat para petani berbagi lahan
Kapitalis dan kolonialis jadi menyatu
Menyatu dalam bentuk penjajahan
35. Didaerah berawa buaya menghuni
Tempat bersembunyi mengintai mangsa
Kendali kekusaan dipegang kompeni
Sebagai pemerintahan mereka berkuasa
36. Adakalanya buaya berenang dikali
Mengincar orang yang sedang mandi
Mari kepada kisah Datuk kita kembali
Dipulau Belitung apa gerangan terjadi
37. Gambar dipasang berbingkai pigura
Pigura dibuat dari bahan perunggu
Walaupun penjajahan melanda Nusantara
Pengembangan Islam tidaklah terganggu
38. Manakala sang pemimpin salah kelola
Masa depan negeri menjadilah suram
Suasana Belitung tetap seperti sediakala
Datuk Mayang memimpin dengan tenteram
39. Mengelana dibelukar binatang melata
Pelanduk cerdik hidup berhati-hati
Usia Datuk Mayang semakin renta
Namun belum ada tanda siapa pengganti
40. Beristirahatlah tuan dari kesibukan
Menjauhkan diri dari hingar bingar
Musyawarah selalu Datuk terapkan
Pendapat orang banyak selalu didengar
41. Anak perempuan bermain masakan
Dedaunan dicincang air dicurah
Masjid dan langgar banyak didirikan
Tempat beribadat dan musyawarah
42. Berlari tuan janganlah lamban
Kuatkan tenaga cepatkan pijakan
Sholat lima waktu merupakan kewajiban
Syariat agama harus selalu ditegakkan
43. Picingkan mata bedil tembakkkan
Dentuman keras tentu bergema
Setiap malam ceramah disampaikan
Pembinaan akhlak tujuan utama
44. Awali pidato dengan ucapan salam
Pujian kepada Nabi jangan dilupakan
Amar ma’ruf nahi mungkar ajaran Islam
Kerjakan yang baik yang buruk tinggalkan
45. Salam serta sholawat disampaikan
Berbuatlah baik jauhi kemungkaran
Segala upaya selalu Datuk lakukan
Mengajak ummat kepada kebenaran
46. Ribuan mahasiswa kuliah dikampus
Berbagai ilmu didada tanamkan
Kepercayaan lama belumlah hapus
Banyak kebiasaan masih dilakukan
47. Petik daun simpor beberapa lembar
Bagian atas dipotong tengah disayat
Namun Datuk tetaplah bersabar
Karena Islam telah jadi anutan rakyat
48. Berkepala gundul sipengajar kuntau
Jemari diacungkan jurus beredar
Keadaan di Jawa selalu dipantau
Dari musafir yang singgah dibandar
49. Kedua tangan senantiasa digerakkan
Luruskan kedua jari manis dan telunjuk
Setiap selesai sholat do’a dipanjatkan
Semoga Allah memeberikan petunjuk
50. Kewaspadaan diri selalu utamakan
Peribadi dijaga dalam kesabaran
Walapun Datuk banyak kesibukan
Siapa penerus tetap menjadi pikiran
51. Dimalam hari acara tuan hadiri
Mendengar penyair santun bertutur
Datuk Mayang selalu berserah diri
Allah melimpahkan serta mengatur
52. Dipuncak mercusuar lampu bersandi
Kapal berlayar sesuai arahannya
Jika Dia menghendaki semua terjadi
Insan bersyukur kepada segala aturan-Nya
53. Cuaca diamati menurut keadaan suhu
Satuan derajat celsius adalah ukurannya
Allah pastilah Tuhan Yang Maha Tahu
Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya
54. Hindarkan tuan dari suka bekelahi
Duduk bersama solusi dipecahkan
Sampai disini dulu pantun kita sudahi
Pada waktu mendatang kita teruskan
Bogor, 24 Januari 2011
1. Tabik dan salam kami sampaikan
Puji serta syukur kita panjatkan
Semoga kesehatan Tuhan limpahkan
Pantun membari’an mari teruskan
2. Ikan ilak nyaman digangan
Ikan ketarap tebal bersisik
Kisah masih ada hubungan
Dengan Datuk Mayang Gresik
3. Tarian gemulai tarian disukai
Bermuatan pesan serta hikayat
Gelar kerajaan lama terus dipakai
Kiai Ronggo Yudo panggilan rakyat
4. Ramai pelayaran di Selat Malaka
Para perompak mafaatkan situasi
Rakyat menerima tangan terbuka
Taktis politis mudah beradaptasi
5. Dirantau kelapa disebut kerambil
Buahnya laris orang perdagangkan
Suatu keputusan Datuk mengambil
Pusat pemerintahan Datuk pindahkan
6. Perbuatan kebajikan perlu ditiru
Manusia beriman jadi panutan
Dari Badau ketempat baharu
Daerah Balok dipantai selatan
7. Taruhlah kembang dalam jambangan
Jambangan tergantung amat memikat
Letak daerah Balok jadi pertimbangan
Jarak ke Pulau Jawa jadi lebih dekat
8. Jangan bangga karena jabatan
Perbuatan korupsi agar dijauhi
Walaupun ada yang keberatan
Keputusan Datuk tetap dipatuhi
9. Perempuan Sawang duduk bergendang
Menyanyikan tembang dibulan terang
Balok terletak dekat daerah Dendang
Pelabuhan ramai dikunjungi orang
10. Lagu bahari menelusuri kenangan
Riwayat bahari berisi rintihan
Datuk memerintah penuh perhitungan
Rakyat mendukung tanpa bantahan
11. Dara semampai remaja pujaan
Dirayu asyik tidak berkesudahan
Badau tetap jadi nama kerajaan
Balok menjadi pusat pemerintahan
12. Kuda bertubuh gemuk kuda terurus
Untuk berperang selalu dikerahkan
Memerintah lama terus menerus
Namun segala kendala terselesaikan
13. Mendengar dentuman jangan terkejut
Dentuman meriam pasukan tentara
Walaupun usia datuk terus berlanjut
Datuk tidak memiliki seorang putra
14. Berbentuk payung jamur cendawan
Jamur subur hidup ditengah huma
Memiliki putri tunggal cantik rupawan
Sang putri bernama Dewi Kusuma
15. Mengarak pengantin tabuh rebana
Didepan gerbang tamu menanti
Datuk dan pengikut gundah gulana
Bila berpulang siapa pengganti
16. Menjadi pejabat amatlah berat
Mengatur rakyat jadi sejahtera
Adat mengikat kebiasaan tersirat
Pelanjut tahta harus seorang putra
17. Kala musibah datang melanda
Selamatkan jiwa bantulah segera
Sebentar kisah Datuk kita tunda
Mari kita melihat ke Nusantara
18. Tanjung Kelayang berpantai permai
Pasir putih terhampar bagai sutera
Nusantara terbentang kawasan damai
Seluruh penduduk hidup bersaudara
19. Tempat peristirahatan susana nyaman
Bebas hiruk pikuk dan sumpah serapah
Nusantara subur bagi segala tanaman
Baik bahan makanan maupun rempah
20. Bergerak aman tiada yang mencegat
Bebas mencari kehidupan sesuai selera
Diperbincangkan manusia antar jagat
Khususnya Eropah bumi belahan utara
21. Berbaris pramuka tegap melangkah
Yang paling depan membawa bendera
Bertetesan air liur kapitalis serakah
Melihat kemakmuran daerah Nusantara
22. Peralihan musim disebut pancaroba
Awan hitam bergerak menutupi cahaya
Antar bangsa bersaing berlomba-lomba
Menguasai negeri yang kaya raya
23. Pergi memancing santai bersama
Dapat cumi-cumi dan ikan bawal
Bangsa Portugis pendatang pertama
Ketika abad enambelas mulai berawal
24. Waspada berlayar gelombang melanda
Keadaan cuaca baiknya diamati bersama
Seabad kemudian tiba kapitalis Belanda
Melakukan penyelidikan dengan seksama
25. Pandailah tuan mengatur waktu tepat
Siapkan segalanya untuk perbekalan
Langkah penyelidikan amatlah cepat
Cornelis de Houtman pembuka jalan
26. Ingin menembak tuan membidik
Sasaran tepat haruslah diawasi
Houtman bangsa Belanda penyelidik
Berlayar ke Nusantara cari informasi
27. Pergi kekebun mencabut keladi
Sekalian juga memetik petai cina
Akhir abad enambelas semua terjadi
Pulang kampung menyusun rencana
28. Penulis novel seorang pujangga
Beragam kisah tentu diciptakan
Dengan alasan maksud berniaga
Perusahaan dagang mereka dirikan
29. Tinggilah teknologi dimasa kini
Berkunjung kebulan ulang alik
Perusahaan dikenal sebagai kompeni
Maksud memguasai terselip dibalik
30. Hidup berhemat haruslah dilakoni
Hindarkan dari suka berfoya-foya
Satu persatu kerajaan mereka satroni
Banyak diantaranya jutuh terpedaya
31. Menyanyilah tuan sesekali mencoba
Dibimbing lagu dari gesekan biola
Segala negeri Nusantara diadu domba
Kelicikan dan keserakahan marajalela
32. Walaupun tuan dalam perjalanan
Waktu shalat janganlah dilupakan
Walaupun memang terjadi perlawanan
Akhirnya seluruh Nusantara ditaklukkan
33. Songkok hitam dipakai dikepala
Pakaian nasional adat kebiasaan
Awal abad ketujuhbelas awal bermula
Kolonialis Belanda memulai kekuasaan
34. Selatan Belitung kawasan Belantu
Tempat para petani berbagi lahan
Kapitalis dan kolonialis jadi menyatu
Menyatu dalam bentuk penjajahan
35. Didaerah berawa buaya menghuni
Tempat bersembunyi mengintai mangsa
Kendali kekusaan dipegang kompeni
Sebagai pemerintahan mereka berkuasa
36. Adakalanya buaya berenang dikali
Mengincar orang yang sedang mandi
Mari kepada kisah Datuk kita kembali
Dipulau Belitung apa gerangan terjadi
37. Gambar dipasang berbingkai pigura
Pigura dibuat dari bahan perunggu
Walaupun penjajahan melanda Nusantara
Pengembangan Islam tidaklah terganggu
38. Manakala sang pemimpin salah kelola
Masa depan negeri menjadilah suram
Suasana Belitung tetap seperti sediakala
Datuk Mayang memimpin dengan tenteram
39. Mengelana dibelukar binatang melata
Pelanduk cerdik hidup berhati-hati
Usia Datuk Mayang semakin renta
Namun belum ada tanda siapa pengganti
40. Beristirahatlah tuan dari kesibukan
Menjauhkan diri dari hingar bingar
Musyawarah selalu Datuk terapkan
Pendapat orang banyak selalu didengar
41. Anak perempuan bermain masakan
Dedaunan dicincang air dicurah
Masjid dan langgar banyak didirikan
Tempat beribadat dan musyawarah
42. Berlari tuan janganlah lamban
Kuatkan tenaga cepatkan pijakan
Sholat lima waktu merupakan kewajiban
Syariat agama harus selalu ditegakkan
43. Picingkan mata bedil tembakkkan
Dentuman keras tentu bergema
Setiap malam ceramah disampaikan
Pembinaan akhlak tujuan utama
44. Awali pidato dengan ucapan salam
Pujian kepada Nabi jangan dilupakan
Amar ma’ruf nahi mungkar ajaran Islam
Kerjakan yang baik yang buruk tinggalkan
45. Salam serta sholawat disampaikan
Berbuatlah baik jauhi kemungkaran
Segala upaya selalu Datuk lakukan
Mengajak ummat kepada kebenaran
46. Ribuan mahasiswa kuliah dikampus
Berbagai ilmu didada tanamkan
Kepercayaan lama belumlah hapus
Banyak kebiasaan masih dilakukan
47. Petik daun simpor beberapa lembar
Bagian atas dipotong tengah disayat
Namun Datuk tetaplah bersabar
Karena Islam telah jadi anutan rakyat
48. Berkepala gundul sipengajar kuntau
Jemari diacungkan jurus beredar
Keadaan di Jawa selalu dipantau
Dari musafir yang singgah dibandar
49. Kedua tangan senantiasa digerakkan
Luruskan kedua jari manis dan telunjuk
Setiap selesai sholat do’a dipanjatkan
Semoga Allah memeberikan petunjuk
50. Kewaspadaan diri selalu utamakan
Peribadi dijaga dalam kesabaran
Walapun Datuk banyak kesibukan
Siapa penerus tetap menjadi pikiran
51. Dimalam hari acara tuan hadiri
Mendengar penyair santun bertutur
Datuk Mayang selalu berserah diri
Allah melimpahkan serta mengatur
52. Dipuncak mercusuar lampu bersandi
Kapal berlayar sesuai arahannya
Jika Dia menghendaki semua terjadi
Insan bersyukur kepada segala aturan-Nya
53. Cuaca diamati menurut keadaan suhu
Satuan derajat celsius adalah ukurannya
Allah pastilah Tuhan Yang Maha Tahu
Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya
54. Hindarkan tuan dari suka bekelahi
Duduk bersama solusi dipecahkan
Sampai disini dulu pantun kita sudahi
Pada waktu mendatang kita teruskan
Bogor, 24 Januari 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)
