Sunday, October 9, 2011

BAGIAN KEDUAPULUHEMPAT

MEMBARI’AN (3)

1. Tabik dan salam kami sampaikan
Puji serta syukur kita panjatkan

Semoga kesehatan Tuhan limpahkan
Pantun membari’an mari teruskan

2. Ikan ilak nyaman digangan
Ikan ketarap tebal bersisik

Kisah masih ada hubungan
Dengan Datuk Mayang Gresik

3. Tarian gemulai tarian disukai
Bermuatan pesan serta hikayat

Gelar kerajaan lama terus dipakai
Kiai Ronggo Yudo panggilan rakyat

4. Ramai pelayaran di Selat Malaka
Para perompak mafaatkan situasi

Rakyat menerima tangan terbuka
Taktis politis mudah beradaptasi

5. Dirantau kelapa disebut kerambil
Buahnya laris orang perdagangkan

Suatu keputusan Datuk mengambil
Pusat pemerintahan Datuk pindahkan

6. Perbuatan kebajikan perlu ditiru
Manusia beriman jadi panutan

Dari Badau ketempat baharu
Daerah Balok dipantai selatan

7. Taruhlah kembang dalam jambangan
Jambangan tergantung amat memikat

Letak daerah Balok jadi pertimbangan
Jarak ke Pulau Jawa jadi lebih dekat

8. Jangan bangga karena jabatan
Perbuatan korupsi agar dijauhi

Walaupun ada yang keberatan
Keputusan Datuk tetap dipatuhi

9. Perempuan Sawang duduk bergendang
Menyanyikan tembang dibulan terang

Balok terletak dekat daerah Dendang
Pelabuhan ramai dikunjungi orang

10. Lagu bahari menelusuri kenangan
Riwayat bahari berisi rintihan

Datuk memerintah penuh perhitungan
Rakyat mendukung tanpa bantahan

11. Dara semampai remaja pujaan
Dirayu asyik tidak berkesudahan

Badau tetap jadi nama kerajaan
Balok menjadi pusat pemerintahan

12. Kuda bertubuh gemuk kuda terurus
Untuk berperang selalu dikerahkan

Memerintah lama terus menerus
Namun segala kendala terselesaikan

13. Mendengar dentuman jangan terkejut
Dentuman meriam pasukan tentara

Walaupun usia datuk terus berlanjut
Datuk tidak memiliki seorang putra

14. Berbentuk payung jamur cendawan
Jamur subur hidup ditengah huma

Memiliki putri tunggal cantik rupawan
Sang putri bernama Dewi Kusuma

15. Mengarak pengantin tabuh rebana
Didepan gerbang tamu menanti

Datuk dan pengikut gundah gulana
Bila berpulang siapa pengganti

16. Menjadi pejabat amatlah berat
Mengatur rakyat jadi sejahtera

Adat mengikat kebiasaan tersirat
Pelanjut tahta harus seorang putra

17. Kala musibah datang melanda
Selamatkan jiwa bantulah segera

Sebentar kisah Datuk kita tunda
Mari kita melihat ke Nusantara

18. Tanjung Kelayang berpantai permai
Pasir putih terhampar bagai sutera

Nusantara terbentang kawasan damai
Seluruh penduduk hidup bersaudara

19. Tempat peristirahatan susana nyaman
Bebas hiruk pikuk dan sumpah serapah

Nusantara subur bagi segala tanaman
Baik bahan makanan maupun rempah

20. Bergerak aman tiada yang mencegat
Bebas mencari kehidupan sesuai selera
Diperbincangkan manusia antar jagat
Khususnya Eropah bumi belahan utara

21. Berbaris pramuka tegap melangkah
Yang paling depan membawa bendera

Bertetesan air liur kapitalis serakah
Melihat kemakmuran daerah Nusantara

22. Peralihan musim disebut pancaroba
Awan hitam bergerak menutupi cahaya

Antar bangsa bersaing berlomba-lomba
Menguasai negeri yang kaya raya

23. Pergi memancing santai bersama
Dapat cumi-cumi dan ikan bawal

Bangsa Portugis pendatang pertama
Ketika abad enambelas mulai berawal

24. Waspada berlayar gelombang melanda
Keadaan cuaca baiknya diamati bersama

Seabad kemudian tiba kapitalis Belanda
Melakukan penyelidikan dengan seksama

25. Pandailah tuan mengatur waktu tepat
Siapkan segalanya untuk perbekalan

Langkah penyelidikan amatlah cepat
Cornelis de Houtman pembuka jalan

26. Ingin menembak tuan membidik
Sasaran tepat haruslah diawasi

Houtman bangsa Belanda penyelidik
Berlayar ke Nusantara cari informasi

27. Pergi kekebun mencabut keladi
Sekalian juga memetik petai cina

Akhir abad enambelas semua terjadi
Pulang kampung menyusun rencana

28. Penulis novel seorang pujangga
Beragam kisah tentu diciptakan

Dengan alasan maksud berniaga
Perusahaan dagang mereka dirikan

29. Tinggilah teknologi dimasa kini
Berkunjung kebulan ulang alik

Perusahaan dikenal sebagai kompeni
Maksud memguasai terselip dibalik

30. Hidup berhemat haruslah dilakoni
Hindarkan dari suka berfoya-foya

Satu persatu kerajaan mereka satroni
Banyak diantaranya jutuh terpedaya

31. Menyanyilah tuan sesekali mencoba
Dibimbing lagu dari gesekan biola

Segala negeri Nusantara diadu domba
Kelicikan dan keserakahan marajalela

32. Walaupun tuan dalam perjalanan
Waktu shalat janganlah dilupakan

Walaupun memang terjadi perlawanan
Akhirnya seluruh Nusantara ditaklukkan

33. Songkok hitam dipakai dikepala
Pakaian nasional adat kebiasaan

Awal abad ketujuhbelas awal bermula
Kolonialis Belanda memulai kekuasaan

34. Selatan Belitung kawasan Belantu
Tempat para petani berbagi lahan

Kapitalis dan kolonialis jadi menyatu
Menyatu dalam bentuk penjajahan

35. Didaerah berawa buaya menghuni
Tempat bersembunyi mengintai mangsa

Kendali kekusaan dipegang kompeni
Sebagai pemerintahan mereka berkuasa

36. Adakalanya buaya berenang dikali
Mengincar orang yang sedang mandi

Mari kepada kisah Datuk kita kembali
Dipulau Belitung apa gerangan terjadi

37. Gambar dipasang berbingkai pigura
Pigura dibuat dari bahan perunggu

Walaupun penjajahan melanda Nusantara
Pengembangan Islam tidaklah terganggu

38. Manakala sang pemimpin salah kelola
Masa depan negeri menjadilah suram

Suasana Belitung tetap seperti sediakala
Datuk Mayang memimpin dengan tenteram

39. Mengelana dibelukar binatang melata
Pelanduk cerdik hidup berhati-hati

Usia Datuk Mayang semakin renta
Namun belum ada tanda siapa pengganti

40. Beristirahatlah tuan dari kesibukan
Menjauhkan diri dari hingar bingar

Musyawarah selalu Datuk terapkan
Pendapat orang banyak selalu didengar

41. Anak perempuan bermain masakan
Dedaunan dicincang air dicurah

Masjid dan langgar banyak didirikan
Tempat beribadat dan musyawarah

42. Berlari tuan janganlah lamban
Kuatkan tenaga cepatkan pijakan

Sholat lima waktu merupakan kewajiban
Syariat agama harus selalu ditegakkan

43. Picingkan mata bedil tembakkkan
Dentuman keras tentu bergema

Setiap malam ceramah disampaikan
Pembinaan akhlak tujuan utama

44. Awali pidato dengan ucapan salam
Pujian kepada Nabi jangan dilupakan

Amar ma’ruf nahi mungkar ajaran Islam
Kerjakan yang baik yang buruk tinggalkan

45. Salam serta sholawat disampaikan
Berbuatlah baik jauhi kemungkaran

Segala upaya selalu Datuk lakukan
Mengajak ummat kepada kebenaran

46. Ribuan mahasiswa kuliah dikampus
Berbagai ilmu didada tanamkan

Kepercayaan lama belumlah hapus
Banyak kebiasaan masih dilakukan

47. Petik daun simpor beberapa lembar
Bagian atas dipotong tengah disayat

Namun Datuk tetaplah bersabar
Karena Islam telah jadi anutan rakyat

48. Berkepala gundul sipengajar kuntau
Jemari diacungkan jurus beredar

Keadaan di Jawa selalu dipantau
Dari musafir yang singgah dibandar

49. Kedua tangan senantiasa digerakkan
Luruskan kedua jari manis dan telunjuk

Setiap selesai sholat do’a dipanjatkan
Semoga Allah memeberikan petunjuk

50. Kewaspadaan diri selalu utamakan
Peribadi dijaga dalam kesabaran

Walapun Datuk banyak kesibukan
Siapa penerus tetap menjadi pikiran

51. Dimalam hari acara tuan hadiri
Mendengar penyair santun bertutur

Datuk Mayang selalu berserah diri
Allah melimpahkan serta mengatur

52. Dipuncak mercusuar lampu bersandi
Kapal berlayar sesuai arahannya

Jika Dia menghendaki semua terjadi
Insan bersyukur kepada segala aturan-Nya

53. Cuaca diamati menurut keadaan suhu
Satuan derajat celsius adalah ukurannya

Allah pastilah Tuhan Yang Maha Tahu
Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya

54. Hindarkan tuan dari suka bekelahi
Duduk bersama solusi dipecahkan

Sampai disini dulu pantun kita sudahi
Pada waktu mendatang kita teruskan


Bogor, 24 Januari 2011

No comments:

Post a Comment