MEMBARI’AN (3)
1. Tabik dan salam kami sampaikan
Puji serta syukur kita panjatkan
Semoga kesehatan Tuhan limpahkan
Pantun membari’an mari teruskan
2. Ikan ilak nyaman digangan
Ikan ketarap tebal bersisik
Kisah masih ada hubungan
Dengan Datuk Mayang Gresik
3. Tarian gemulai tarian disukai
Bermuatan pesan serta hikayat
Gelar kerajaan lama terus dipakai
Kiai Ronggo Yudo panggilan rakyat
4. Ramai pelayaran di Selat Malaka
Para perompak mafaatkan situasi
Rakyat menerima tangan terbuka
Taktis politis mudah beradaptasi
5. Dirantau kelapa disebut kerambil
Buahnya laris orang perdagangkan
Suatu keputusan Datuk mengambil
Pusat pemerintahan Datuk pindahkan
6. Perbuatan kebajikan perlu ditiru
Manusia beriman jadi panutan
Dari Badau ketempat baharu
Daerah Balok dipantai selatan
7. Taruhlah kembang dalam jambangan
Jambangan tergantung amat memikat
Letak daerah Balok jadi pertimbangan
Jarak ke Pulau Jawa jadi lebih dekat
8. Jangan bangga karena jabatan
Perbuatan korupsi agar dijauhi
Walaupun ada yang keberatan
Keputusan Datuk tetap dipatuhi
9. Perempuan Sawang duduk bergendang
Menyanyikan tembang dibulan terang
Balok terletak dekat daerah Dendang
Pelabuhan ramai dikunjungi orang
10. Lagu bahari menelusuri kenangan
Riwayat bahari berisi rintihan
Datuk memerintah penuh perhitungan
Rakyat mendukung tanpa bantahan
11. Dara semampai remaja pujaan
Dirayu asyik tidak berkesudahan
Badau tetap jadi nama kerajaan
Balok menjadi pusat pemerintahan
12. Kuda bertubuh gemuk kuda terurus
Untuk berperang selalu dikerahkan
Memerintah lama terus menerus
Namun segala kendala terselesaikan
13. Mendengar dentuman jangan terkejut
Dentuman meriam pasukan tentara
Walaupun usia datuk terus berlanjut
Datuk tidak memiliki seorang putra
14. Berbentuk payung jamur cendawan
Jamur subur hidup ditengah huma
Memiliki putri tunggal cantik rupawan
Sang putri bernama Dewi Kusuma
15. Mengarak pengantin tabuh rebana
Didepan gerbang tamu menanti
Datuk dan pengikut gundah gulana
Bila berpulang siapa pengganti
16. Menjadi pejabat amatlah berat
Mengatur rakyat jadi sejahtera
Adat mengikat kebiasaan tersirat
Pelanjut tahta harus seorang putra
17. Kala musibah datang melanda
Selamatkan jiwa bantulah segera
Sebentar kisah Datuk kita tunda
Mari kita melihat ke Nusantara
18. Tanjung Kelayang berpantai permai
Pasir putih terhampar bagai sutera
Nusantara terbentang kawasan damai
Seluruh penduduk hidup bersaudara
19. Tempat peristirahatan susana nyaman
Bebas hiruk pikuk dan sumpah serapah
Nusantara subur bagi segala tanaman
Baik bahan makanan maupun rempah
20. Bergerak aman tiada yang mencegat
Bebas mencari kehidupan sesuai selera
Diperbincangkan manusia antar jagat
Khususnya Eropah bumi belahan utara
21. Berbaris pramuka tegap melangkah
Yang paling depan membawa bendera
Bertetesan air liur kapitalis serakah
Melihat kemakmuran daerah Nusantara
22. Peralihan musim disebut pancaroba
Awan hitam bergerak menutupi cahaya
Antar bangsa bersaing berlomba-lomba
Menguasai negeri yang kaya raya
23. Pergi memancing santai bersama
Dapat cumi-cumi dan ikan bawal
Bangsa Portugis pendatang pertama
Ketika abad enambelas mulai berawal
24. Waspada berlayar gelombang melanda
Keadaan cuaca baiknya diamati bersama
Seabad kemudian tiba kapitalis Belanda
Melakukan penyelidikan dengan seksama
25. Pandailah tuan mengatur waktu tepat
Siapkan segalanya untuk perbekalan
Langkah penyelidikan amatlah cepat
Cornelis de Houtman pembuka jalan
26. Ingin menembak tuan membidik
Sasaran tepat haruslah diawasi
Houtman bangsa Belanda penyelidik
Berlayar ke Nusantara cari informasi
27. Pergi kekebun mencabut keladi
Sekalian juga memetik petai cina
Akhir abad enambelas semua terjadi
Pulang kampung menyusun rencana
28. Penulis novel seorang pujangga
Beragam kisah tentu diciptakan
Dengan alasan maksud berniaga
Perusahaan dagang mereka dirikan
29. Tinggilah teknologi dimasa kini
Berkunjung kebulan ulang alik
Perusahaan dikenal sebagai kompeni
Maksud memguasai terselip dibalik
30. Hidup berhemat haruslah dilakoni
Hindarkan dari suka berfoya-foya
Satu persatu kerajaan mereka satroni
Banyak diantaranya jutuh terpedaya
31. Menyanyilah tuan sesekali mencoba
Dibimbing lagu dari gesekan biola
Segala negeri Nusantara diadu domba
Kelicikan dan keserakahan marajalela
32. Walaupun tuan dalam perjalanan
Waktu shalat janganlah dilupakan
Walaupun memang terjadi perlawanan
Akhirnya seluruh Nusantara ditaklukkan
33. Songkok hitam dipakai dikepala
Pakaian nasional adat kebiasaan
Awal abad ketujuhbelas awal bermula
Kolonialis Belanda memulai kekuasaan
34. Selatan Belitung kawasan Belantu
Tempat para petani berbagi lahan
Kapitalis dan kolonialis jadi menyatu
Menyatu dalam bentuk penjajahan
35. Didaerah berawa buaya menghuni
Tempat bersembunyi mengintai mangsa
Kendali kekusaan dipegang kompeni
Sebagai pemerintahan mereka berkuasa
36. Adakalanya buaya berenang dikali
Mengincar orang yang sedang mandi
Mari kepada kisah Datuk kita kembali
Dipulau Belitung apa gerangan terjadi
37. Gambar dipasang berbingkai pigura
Pigura dibuat dari bahan perunggu
Walaupun penjajahan melanda Nusantara
Pengembangan Islam tidaklah terganggu
38. Manakala sang pemimpin salah kelola
Masa depan negeri menjadilah suram
Suasana Belitung tetap seperti sediakala
Datuk Mayang memimpin dengan tenteram
39. Mengelana dibelukar binatang melata
Pelanduk cerdik hidup berhati-hati
Usia Datuk Mayang semakin renta
Namun belum ada tanda siapa pengganti
40. Beristirahatlah tuan dari kesibukan
Menjauhkan diri dari hingar bingar
Musyawarah selalu Datuk terapkan
Pendapat orang banyak selalu didengar
41. Anak perempuan bermain masakan
Dedaunan dicincang air dicurah
Masjid dan langgar banyak didirikan
Tempat beribadat dan musyawarah
42. Berlari tuan janganlah lamban
Kuatkan tenaga cepatkan pijakan
Sholat lima waktu merupakan kewajiban
Syariat agama harus selalu ditegakkan
43. Picingkan mata bedil tembakkkan
Dentuman keras tentu bergema
Setiap malam ceramah disampaikan
Pembinaan akhlak tujuan utama
44. Awali pidato dengan ucapan salam
Pujian kepada Nabi jangan dilupakan
Amar ma’ruf nahi mungkar ajaran Islam
Kerjakan yang baik yang buruk tinggalkan
45. Salam serta sholawat disampaikan
Berbuatlah baik jauhi kemungkaran
Segala upaya selalu Datuk lakukan
Mengajak ummat kepada kebenaran
46. Ribuan mahasiswa kuliah dikampus
Berbagai ilmu didada tanamkan
Kepercayaan lama belumlah hapus
Banyak kebiasaan masih dilakukan
47. Petik daun simpor beberapa lembar
Bagian atas dipotong tengah disayat
Namun Datuk tetaplah bersabar
Karena Islam telah jadi anutan rakyat
48. Berkepala gundul sipengajar kuntau
Jemari diacungkan jurus beredar
Keadaan di Jawa selalu dipantau
Dari musafir yang singgah dibandar
49. Kedua tangan senantiasa digerakkan
Luruskan kedua jari manis dan telunjuk
Setiap selesai sholat do’a dipanjatkan
Semoga Allah memeberikan petunjuk
50. Kewaspadaan diri selalu utamakan
Peribadi dijaga dalam kesabaran
Walapun Datuk banyak kesibukan
Siapa penerus tetap menjadi pikiran
51. Dimalam hari acara tuan hadiri
Mendengar penyair santun bertutur
Datuk Mayang selalu berserah diri
Allah melimpahkan serta mengatur
52. Dipuncak mercusuar lampu bersandi
Kapal berlayar sesuai arahannya
Jika Dia menghendaki semua terjadi
Insan bersyukur kepada segala aturan-Nya
53. Cuaca diamati menurut keadaan suhu
Satuan derajat celsius adalah ukurannya
Allah pastilah Tuhan Yang Maha Tahu
Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya
54. Hindarkan tuan dari suka bekelahi
Duduk bersama solusi dipecahkan
Sampai disini dulu pantun kita sudahi
Pada waktu mendatang kita teruskan
Bogor, 24 Januari 2011
No comments:
Post a Comment