BUNGA RAMPAI - BATANG SIMPOR
1. Bagi tuan keselamatan kami do’akan
Senang bertemu kembali wahai rekan
Rangkaian pantun mari kita lanjutkan
Tentang batang simpor kami kisahkan
2. Harum semerbak sibunga tanjung
Diterbangi rama-rama kian kemari
Kalau ke Belitung datang berkunjung
Sesuatu keistimewaan tentulah dicari
3. Serangan Jepang kerahkan tentara
Cepat menaklukkan Hindia Belanda
Sebagai lazimnya daerah Nusantara
Tentu ada ciri khas sebagai petanda
4. Hindia Belanda ditaklukkan mudah
Segala kekuasaan Belanda serahkan
Perihal batu satam dikisahkan sudah
Perihal kuliner dibagian lain dikisahkan
5. Berderet pengawal penjaga istana
Datang pendemo segera redamkan
Batang simpor bagian flora dan fauna
Ciri keistimewaannya kita ceritakan
6. Diterjang badai kapal berlabuh
Sambil menunggu badai berlalu
Konon di Belitung hanyalah tumbuh
Itulah cerita penduduk sejak dahulu
7. Jikalau badai belumlah mereda
Bersabar pelaut tenang menanti
Tetapi pendapat bolehlah berbeda
Tentu para ilmuwan dapat meneliti
8. Kalau hajatan mendirikan bangsal
Tentu upacara lancar terselenggara
Dari Madagaskar konon simpor berasal
Tumbuh berkembang di Asia Tenggara
9. Cicin emas kemilau bermata intan
Dipakai dijari manis kekasih tercinta
Ada di Semenanjung dan Kalimantan
Dipulau Belitung bertumbuhan nyata
10. Raja duduk didampingi permaisuri
Oleh rakyat permaisuri disebut ratu
Kalau melihat balik kezaman bahari
Asia dan Nusantara dahulu menyatu
11. Sungguhlah malang nasib simiskin
Badan sengsara hidup pun merana
Adanya persamaan tentulah mungkin
Kaitan persamaan flora maupun fauna
12. Berbaris mengarak berbagai tabuhan
Paling depan pasukan pemukul tambur
Dihutan dan semak simpor bertumbuhan
Tidak ditanam tetapi hidupnya subur
13. Didalam almari harta ditempatkan
Perhiasan emas disimpan dikotak
Beberapa jenis dapat ditemukan
Dari bentuk daun perbedaan terletak
14. Berhias kalender berbagai gambar
Didinding rumah kalender dipajang
Ada berbentuk bulat daun melebar
Ada bentuk lonjong daun memanjang
15. Merangkai kalimat kata berimbuh
Tersusun indah berbentuk sya’ir
Pada berjenis tanah simpor tumbuh
Konon akarnya penahan resapan air
16. Pulau Belitung subur berlahan
Oleh penduduk ditanami kerambil
Merupakan rahmat ciptaan Tuhan
Menjaga kondisi tanah agar stabil
17. Diatas meja makan nasi tersaji
Berlauk pindang bersama acar
Bermacam unggas penyebar biji
Berkembang biak amatlah lancar
18. Melihat tikus berlatih silat
Kucing menerkam tidak berani
Bunga simpor berkuncup bulat
Mekar merekah berwarna-warni
19. Tampillah tuan berwajah cerah
Jangan selalu bermuka muram
Putih dan kuning beserta merah
Sangatlah bagus dijadikan jaram
20. Menerima gaji pegawai bulanan
Pembayar pajak gaji dipotong
Daun lebar pembungkus makanan
Dibuat telinsong pembalut lontong
21. Sangatlah besar peranan Bima
Dalam jajaran keluarga pandawa
Daun simpor perangsang aroma
Seperti daun jati didaerah Jawa
22. Pulang mudik menemui sanak
Silsilah keluarga ditelusuri lagi
Mie Belitung konon paling enak
Nasi gemok untuk sarapan pagi
23. Datang mudik tuan melapor
Kapada lurah tuan menghadap
Semua dibungkus daun simpor
Baunya wangi beraroma sedap
24. Siapa pemenang ditanding final
Predikat juara tentulah dimiliki
Dua jenis batang paling dikenal
Batang simpor bini dan simpor laki
25. Pemain sulap berbadan tambun
Dijari jemari mengenakan cincin
Simpor bini berpohon rimbun
Daunnnya lebar permukaan licin
26. Dipulau Belitung timah ditambang
Dizaman penjajahan oleh maskapai
Batang pohon banyak bercabang
Tingginya pohon dapat tercapai
27. Pergi ke Dudat memancing ikan
Beli ambong dikampung Lasar
Daunnya paling banyak digunakan
Diperjual belikan orang dipasar
28. Perahu melaju layar dikembngkan
Mulai bergoyang diterpa gelombang
Batang simpor laki sulit ditemukan
Pohonnya tinggi jarang bercabang
29. Kalau halaman penuh rerumputan
Bersihkan segera memakai linggis
Kayunya keras dibuat peralatan
Dipercaya punya kekuatan magis
30. Capek bersepeda istirahat singgah
Keringat berkucuran debu melekat
Konon punya kekuatan pencegah
Binatang buas tak berani mendekat
31. Baginda raja beramanat singkat
Dikawal sahaya serta punggawa
Kadang diperbuat berbagai tongkat
Memakai tongkat peningkat wibawa
32. Pohon teratai tumbuh ditebat
Tempat berenang kawanan angsa
Adakalanya dipakai sebagai obat
Penyembuh gigitan hewan berbisa
33. Alam terbentang penuh pesona
Kadang langit dihiasi bianglala
Demikian kisah pohon serbaguna
Ciri khas Belitung sejak dahulu kala
34. Keindahan alam karunia Illahi
Semua mahluk menikmati terbagi
Kisah batang simpor kita sudahi
Pada pantun lain kita bertemu lagi
Bogor, 15 Desember 2010
Saturday, June 25, 2011
Sunday, June 19, 2011
BAGIAN KETUJUHBELAS
KULINER - AYAM MASAK KETUMBAR
1. Wahai sahabat salam kami ucapkan
Tentang kuliner diceritakan kembali
Masakan Belitong mari hidangkan
Ayam masak ketumbar kuliner asli
2. Desa bernama Air Lesung Batang
Dengan Air Raya desa berbatasan
Dikala lebaran jelang mendatang
Disambut gembira segala lapisan
3. Marilah kesana pergi bersama
Empat kilometer dibatas kota
Ketupat tentulah hidangan utama
Sambal lingkong tentulah berserta
4. Dikala tuan sakit dokter kunjungi
Menunggu lama haruslah sabar
Hidangan lain turut mendampingi
Diantaranya ayam masak ketumbar
5. Kesehatan tuan harus diperhatikan
Sebelum peanyakit datang menjelang
Diwaktu begawai kadang disajikan
Ikut barisan tujuh jenis lauk didulang
6. Mengarungi lautan berbadan kuat
Topan dan badai saling menerpa
Ada beberapa resep cara membuat
Akan tetapi citarasa nyaris serupa
7. Kapal dilayarkan berpekan-pekan
Dibawah pimpinan seorang nakhoda
Supaya diketahui resep disampaikan
Mohon maaf bila ada resep berbeda
8. Segala kendala tentu ditemukan
Namun kondisi pelaut tetap prima
Seekor ayam kampung disiapkan
Ayam kwalitas baik lebih utama
9. Iklim bermusim hujan dan panas
Tumbuhan bersemi bermacam jenis
Sediakanlah juga sebuah nanas
Tidak terlalu matang tetapi manis
10. Burung kutilang bernyanyi merdu
Matahari pagi tiba menyambut
Konon nanas terbaik jenis air madu
Buahnya besar tidak berserabut
11. Unggas kecil terbang bertaburan
Sang rama-rama ikut menyerta
Daging ayam dipotong beraturan
Nanas dipotomg kecil merata
12. Kalau kemudi tuan belokkan
Tujuan perahu berobah arah
Ketumbar empat sendok makan
Sepuluh buah lombok merah
13. Jangan tuan tanding menyerah
Lebih baik tuan banyak berlatih
Limabelas siung bawang merah
Berikut lima siung bawang putih
14. Membeli emas dikota Singkawang
Disamping emas ada pula suasa
Lombok merah beserta bawang
Dipotong kecil sebagaimana biasa
15. Membuat kopra kelapa bersula
Kelapa disalai sepanjang hari
Lengkuas dan kunyit sediakan pula
Keduanya dipotong sebesar ibu jari
16. Menyeberang sungai kayu berakit
Diseberang sungai rusa berlari
Jahe sepotong lebih kecil sedikit
Ditambahkan lima buah kemiri
17. Dibelantara singa menjadi raja
Tapi dapat dibohongi sang kancil
Biji pala ditambahkan sebuah saja
Beserta kayu manis sepotong kecil
18. Menyuluh ketam di Air Saga
Ketam menyelam tuan melirik
Sedikit cengkih serta kapulaga
Juga gula kabung setengah kirik
19. Bertumbuhan teratai ditepi danau
Didarat bertumbuhan bunga melati
Gula kabung dibuat dari nira enau
Gula jawa dapat dijadikan penggati
20. Dipadang pasir banyak serigala
Sering mengusik barisan kafilah
Kirik ukuran cetakan pembuat gula
Bahasa Belitung empunya istilah
21. Jangkrik menyanyi dikala malam
Siang hari jangkrik jadi permainan
Jangan lupa garam dan daun salam
Garam secukupnya jangan keasinan
22. Benua Australia letak diselatan
Berlayar kesana lewat Sulawesi
Sebuah kelapa dijadikan santan
Bila suka dapat tambahkan terasi
23. Kapal berlayar sarat penumpang
Oleh syahbandar tidak diizinkan
Cara pembuatan amatlah gampang
Proses berikut supaya dilaksanakan
24. Kalau kapal tetap dilayarkan
Dipelayaran kapal bisa karam
Semua jenis bumbu disatukan
Kecuali gula kabung dan garam
25. Dari langit hujan bagai dituangkan
Bebek dan serati ramai bermandian
Daun salam masukkan belakangan
Bersama santan nanti kemudian
26. Dipasang disimpang janur kuning
Petanda hajatan sedang dilakukan
Semua bumbu digoreng menguning
Kemudian diangkat serta dinginkan
27. Diatas langit bintang berserakan
Diantaranya ada kelompok tergugus
Setelah dingin bumbu dihaluskan
Sehalus mungkin amatlah bagus
28. Daripada tiang besarlah pasak
Bagi pemboros sindiran dihantar
Jeranglah ditungku wajan pemasak
Bumbu halus tumislah sebentar
29. Kalau tuan datang ke Kelantan
Bahasa Melayu tuan berkata
Masukkan ayam berserta santan
Daun salam masukkan beserta
30. Lokan adalah nama sejenis tiram
Kadang disana mutiara ditemukan
Disusul gula kabung serta garam
Bila diperlukan terasi disertakan
31. Pergi kehajatan orangnya banyak
Memenuhi bangsal didepan rumah
Digodok terus hingga berminyak
Sampai daging ayam jadi melemah
32. Petunjuk dokter tuan dengarkan
Kalau sakit makan berpantang
Terakhir potongan nanas masukkan
Sampai masakan menjadi matang
33. Ada musibah uang sumbangkan
Secara tulus ikhlas tuan menderma
Masakan selesai siap dihidangkan
Ayam masak ketumbar diberi nama
34. Kunjungan wisata berlimpah ruah
Ambil kesempatan dikala liburan
Seekor ayam serta nanas sebuah
Standar normal dijadikan ukuran
35. Pancing ditebar ikan meyambar
Paling jinak ikan lumba-lumba
Itulah resep ayam masak ketumbar
Ingin mengetahui silahkan dicoba
36. Membaca buku halaman dibuka
Halaman demi halaman dibaca teliti
Kuliner daerah masakan pusaka
Datanglah ke Belitung mari nikmati
Bogor, 02 Desember 2010
1. Wahai sahabat salam kami ucapkan
Tentang kuliner diceritakan kembali
Masakan Belitong mari hidangkan
Ayam masak ketumbar kuliner asli
2. Desa bernama Air Lesung Batang
Dengan Air Raya desa berbatasan
Dikala lebaran jelang mendatang
Disambut gembira segala lapisan
3. Marilah kesana pergi bersama
Empat kilometer dibatas kota
Ketupat tentulah hidangan utama
Sambal lingkong tentulah berserta
4. Dikala tuan sakit dokter kunjungi
Menunggu lama haruslah sabar
Hidangan lain turut mendampingi
Diantaranya ayam masak ketumbar
5. Kesehatan tuan harus diperhatikan
Sebelum peanyakit datang menjelang
Diwaktu begawai kadang disajikan
Ikut barisan tujuh jenis lauk didulang
6. Mengarungi lautan berbadan kuat
Topan dan badai saling menerpa
Ada beberapa resep cara membuat
Akan tetapi citarasa nyaris serupa
7. Kapal dilayarkan berpekan-pekan
Dibawah pimpinan seorang nakhoda
Supaya diketahui resep disampaikan
Mohon maaf bila ada resep berbeda
8. Segala kendala tentu ditemukan
Namun kondisi pelaut tetap prima
Seekor ayam kampung disiapkan
Ayam kwalitas baik lebih utama
9. Iklim bermusim hujan dan panas
Tumbuhan bersemi bermacam jenis
Sediakanlah juga sebuah nanas
Tidak terlalu matang tetapi manis
10. Burung kutilang bernyanyi merdu
Matahari pagi tiba menyambut
Konon nanas terbaik jenis air madu
Buahnya besar tidak berserabut
11. Unggas kecil terbang bertaburan
Sang rama-rama ikut menyerta
Daging ayam dipotong beraturan
Nanas dipotomg kecil merata
12. Kalau kemudi tuan belokkan
Tujuan perahu berobah arah
Ketumbar empat sendok makan
Sepuluh buah lombok merah
13. Jangan tuan tanding menyerah
Lebih baik tuan banyak berlatih
Limabelas siung bawang merah
Berikut lima siung bawang putih
14. Membeli emas dikota Singkawang
Disamping emas ada pula suasa
Lombok merah beserta bawang
Dipotong kecil sebagaimana biasa
15. Membuat kopra kelapa bersula
Kelapa disalai sepanjang hari
Lengkuas dan kunyit sediakan pula
Keduanya dipotong sebesar ibu jari
16. Menyeberang sungai kayu berakit
Diseberang sungai rusa berlari
Jahe sepotong lebih kecil sedikit
Ditambahkan lima buah kemiri
17. Dibelantara singa menjadi raja
Tapi dapat dibohongi sang kancil
Biji pala ditambahkan sebuah saja
Beserta kayu manis sepotong kecil
18. Menyuluh ketam di Air Saga
Ketam menyelam tuan melirik
Sedikit cengkih serta kapulaga
Juga gula kabung setengah kirik
19. Bertumbuhan teratai ditepi danau
Didarat bertumbuhan bunga melati
Gula kabung dibuat dari nira enau
Gula jawa dapat dijadikan penggati
20. Dipadang pasir banyak serigala
Sering mengusik barisan kafilah
Kirik ukuran cetakan pembuat gula
Bahasa Belitung empunya istilah
21. Jangkrik menyanyi dikala malam
Siang hari jangkrik jadi permainan
Jangan lupa garam dan daun salam
Garam secukupnya jangan keasinan
22. Benua Australia letak diselatan
Berlayar kesana lewat Sulawesi
Sebuah kelapa dijadikan santan
Bila suka dapat tambahkan terasi
23. Kapal berlayar sarat penumpang
Oleh syahbandar tidak diizinkan
Cara pembuatan amatlah gampang
Proses berikut supaya dilaksanakan
24. Kalau kapal tetap dilayarkan
Dipelayaran kapal bisa karam
Semua jenis bumbu disatukan
Kecuali gula kabung dan garam
25. Dari langit hujan bagai dituangkan
Bebek dan serati ramai bermandian
Daun salam masukkan belakangan
Bersama santan nanti kemudian
26. Dipasang disimpang janur kuning
Petanda hajatan sedang dilakukan
Semua bumbu digoreng menguning
Kemudian diangkat serta dinginkan
27. Diatas langit bintang berserakan
Diantaranya ada kelompok tergugus
Setelah dingin bumbu dihaluskan
Sehalus mungkin amatlah bagus
28. Daripada tiang besarlah pasak
Bagi pemboros sindiran dihantar
Jeranglah ditungku wajan pemasak
Bumbu halus tumislah sebentar
29. Kalau tuan datang ke Kelantan
Bahasa Melayu tuan berkata
Masukkan ayam berserta santan
Daun salam masukkan beserta
30. Lokan adalah nama sejenis tiram
Kadang disana mutiara ditemukan
Disusul gula kabung serta garam
Bila diperlukan terasi disertakan
31. Pergi kehajatan orangnya banyak
Memenuhi bangsal didepan rumah
Digodok terus hingga berminyak
Sampai daging ayam jadi melemah
32. Petunjuk dokter tuan dengarkan
Kalau sakit makan berpantang
Terakhir potongan nanas masukkan
Sampai masakan menjadi matang
33. Ada musibah uang sumbangkan
Secara tulus ikhlas tuan menderma
Masakan selesai siap dihidangkan
Ayam masak ketumbar diberi nama
34. Kunjungan wisata berlimpah ruah
Ambil kesempatan dikala liburan
Seekor ayam serta nanas sebuah
Standar normal dijadikan ukuran
35. Pancing ditebar ikan meyambar
Paling jinak ikan lumba-lumba
Itulah resep ayam masak ketumbar
Ingin mengetahui silahkan dicoba
36. Membaca buku halaman dibuka
Halaman demi halaman dibaca teliti
Kuliner daerah masakan pusaka
Datanglah ke Belitung mari nikmati
Bogor, 02 Desember 2010
Tuesday, June 7, 2011
BAGIAN KEENAMBELAS
LEGENDA - TONGKAT EMAS (2)
1. Selamat bertemu lagi wahai rekan
Rangkaian pantun kita lanjutkan
Seperti terdahulu telah dkisahkan
Legenda tongkat emas kita teruskan
2. Berbenang emas kain madukara
Dikenakan ibusuri didalam istana
Diseberang sungai hutan belantara
Banyaklah bambu tumbuh disana
3. Raja duduk didampingi permaisuri
Dileher kalung berlian tegantung
Rumpun demi rumpun ditelusuri
Langkah demi langkah dihitung
4. Menumpuk harta janganlah loba
Berlaku sopan jagalah perangai
Berulang kali Pak Kantan mencoba
Sembilan langkah dari tepian sungai
5. Tiba dipelabuhan kapal ditepikan
Jangkar diturunkan kapal merapat
Entah beberapa langkah dilkakukan
Barulah menemukan hitungan tepat
6. Janganlah dihitung hari kehari
Bilamana dunia akan kiamat
Berbelok kekanan berbelok kekiri
Setiap langkah dihitung cermat
7. Tekunlah tuan melakukan peribadatan
Mohonkan hidup selamat sejahtera
Langkah kebarat kemudian keselatan
Berlanjut ketimur kemudian keutara
8. Menyunting bunga berhias malai
Malai dirangkai bunga menyatu
Cangkul diraih penggalian dimulai
Tanahnya lengket bercampur batu
9. Jauhkanlah hati berpikiran gelisah
Bilamana memutuskan bertekad bulat
Menancapkan cangkul amatlah susah
Berwarna keunguan tanahnya mengkilat
10. Kedondong terjuntai dipohon tinggi
Serombongan anak datang melempar
Bertambah siang matahari meninggi
Keringat berkucuran perutpun lapar
11. Kalajengking binatang sengat berbisa
Sewaktu disengat tentulah terkejut
Sekujur tubuh capek tidaklah terasa
Istirahat sebentar pekerjaan berlanjut
12. Hidupkan unggun apipun menyala
Api dinyalakan dengan daun kelapa
Cahaya matahari terik diatas kepala
Petanda tengah hari sudah menyapa
13. Senyum simpul remaja pemalu
Dari kekasih menerima surat
Cangkulan demi cangkulan berlalu
Matahari telah condong kebarat
14. Dikala mengantuk mulai terasa
Minumlah kopi barang secangkir
Pak Kantan hampirlah berputus asa
Siluman pembohong sempat terpikir
15. Sangatlah harum bunga melati
Tumbuh bermekaran diwaktu pagi
Penat dibadan terasa mulai meniti
Akan kucoba sepuluh cangkulan lagi
16. Selesai mengetam menumbuk padi
Setelah ditumbuk menjadi beras
Dicangkulan ketujuh sesuatu terjadi
Cangkul membentur sesuatu yang keras
17. Berbanjar rapi barisan hulubalang
Berkumis melintang semua bertopi
Pak Kantan terkejut tiada kepalang
Mengeluarkan sinar terpercik api
18. Dikurung penjahat dibalik terali
Bergerak dibatasi dalam kurungan
Semangat timbul bergelora kembali
Kiranya benda apakah ini gerangan
19. Penari campak rambut berjambul
Menari berlenggang berbalas kata
Dicangkul terus sampai tersembul
Benda bulat sepanjang tiga hasta
20. Bila tuan berwisata ke Jawa Barat
Mampir ke Sukamandi membeli peci
Benda diangkat cukuplah berat
Dibawa kepinggir sungai lalu dicuci
21. Berhati-hati tuan membeli bahan
Sekarang ini banyak bahan tiruan
Mengeluarkan sinar warna kemerahan
Sinar berbinar mengeluarkan kilauan
22. Janganlah sampai jadi petualang
Mengarungi nasib hidup melarat
Sampan dikayuh bergegas pulang
Matahari telah terbenam dikaki barat
23. Dilaut perahu mayang berserakan
Menangguk ikan bagan silih beganti
Kepada istri dan anak diperlihakan
Semua bingung tidaklah mengerti
24. Sahabat sejati tumpahan curhat
Kepedihan hati keluhan ditandai
Benda seperti ini tak pernah dilihat
Esok hari ditanyakan orang pandai
25. Kapal berlayar diterjang badai
Nahoda handal tidaklah kalap
Semalaman ketiganya duduk berandai
Sepicing matapun tidaklah terlelap
26. Sekoci penyelamat dilautan terapung
Kemana terdampar belumlah tahu
Keesokan ditanyakan kepala kampung
Dia hanya memggeleng angkat bahu
27. Peliharalah dengan baik semua alat
Segala alat disimpan didalam peti
Ditanyakan pula kepada guru silat
Tidaklah mendapat jawaban pasti
28. Kasih didalam hati tumbuh bersemi
Berarti cinta asmara tiba melanda
Seisi kampung tidaklah memahami
Hanya mengagumi keindahan benda
29. Ayam berkokok diwaktu subuh
Tibalah siang hari malam bertaut
Tunggulah nanti perahu berlabuh
Tanyakan saja kepada orang pelaut
30. Menari dipesta tidaklah dilarang
Naik kepentas boleh berpasangan
Pengalaman menjalani negeri orang
Mungkin tahu benda apa gerangan
31. Menyanyikan lagu merdu irama
Penyanyi cantik selendang dibahu
Limabelas hari bulan purnama
Merapat dikuala sebuah perahu
32. Tarian tradisinal ditarikan diistana
Rombongan penari memakai kemban
Nakhoda perahu orangnya bijaksana
Banyak pengalaman rambut beruban
33. Pameran perumahan penuh hiasan
Rumah dipulau Jawa beratap limas
Seraya terangguk berikan penjelasan
Benda adalah sebuah tongkat emas
34. Membuat lingking pisang disalai
Limgking yang baik berwarna ungu
Berharga mahal tidaklah ternilai
Seluruh pendengar hanya termangu
35. Dewasa ini musibah datang beruntun
Rakyat menderita tidak terbanding
Adapun Pak Kantan manusia santun
Bersama seisi kampung dia berunding
36. Jangan percayai ucapan pembual
Sembarang saja mengucapkan kata
Diputuskan tongkat supaya dijual
Untuk membangun kampung tercinta
37. Mendirikan pabrik dikota Cikarang
Pabrik membuat produk bermutu
Tongkat akan dijual dinegeri seberang
Nakhoda perahu bersedia membantu
38. Muang Jong upacra tahunan ritual
Acara suku Sawang tua dan muda
Disepakati Kantan berangakat menjual
Menumpang perahu bersama nakhoda
39. Membakar kemenyan asap mengepul
Dewa dewi berturunan dari kayangan
Dipelabuhan seisi kampung berkumpul
Melepas Kantan putra kesayangan
40. Upacara adat pengunjung berpesta
Menikmati segala macam penganan
Peluk dan tangis bercucuran air mata
Terutama semua sahabat sepermainan
41. Pembalap bertanding pacuan kuda
Kuda Timur Tengah tidak tersaingi
Sembah kepangkuan ayah dan bunda
Mohon restu mahadewa melindungi
42. Janganlah emas disangka loyang
Jangan pula belang disangka selang
Harapan kepada ananda tersayang
Setelah selesai segera kembali pulang
43. Manakala orang menbeli penganan
Tentu dicari penganan masih hangat
Bagaimana halnya kawan sepermainan
Kehilangan kawan terbaik amatlah sangat
44. Bila ada tembakan segeralah tiarap
Kebiasaan penduduk dikala perang
Mereka semua senantiasa mengharap
Semoga tidak lama dinegeri seberang
45. Ikan terbang berenang mengapung
Satu saat dapat terbang melayang
Tak kurang harapan orang sekampung
Masa depan pembangunan terbayang
46. Dikala malam angkasa perhatikan
Bertaburan bintang tidak terbilang
Dari purnama ke purnama dinantikan
Kantan ditunggu tak kunjung pulang
47. Matahari dan bulan terus beredar
Siang dan malam dapat ditentukan
Tak terhitung perahu tiba bersandar
Tiada yang mengetahui nasib Kantan
48. Pergunakan karir jangan sia-sia
Kembangkan terus ilmu serta bakat
Pak Kantan sudahlah tutup usia
Mak Kantan renta jalan bertongkat
49. Sang waktu berjalan terus berpacu
Laksanakan tugas sampai rampung
Para sahabat sudah beranak cucu
Tinggal menyebar diberbagai kampung
50. Kalau takut musibah ditemukan
Janganlah berumah ditepi jurang
Seisi kampung sudah melupakan
Bagaimana Kantan dinegeri orang
51. Tembakan gencar pasukan tiarap
Kena sasaran peluru jiwa melayang
Tapi Mak Kantan tetap mengharap
Akan kembalinya ananda tersayang
52. Biji menunas tumbuhlah kecambah
Tanaman secepatnya dapat disemai
Keadaan kampung telah jauh berobah
Pelabuhan diperluas bertambah ramai
53. Membaca buku duduk bersandar
Buku mengulas masalah keluarga
Kampung telah menjadi bandar
Dikunjungi ramai pedagang berniaga
54. Pohon kemang tinggi berbatang
Tampat keluang hinggap bergantung
Bandar ramai didiami pendatang
Datang merantau mengadu untung
55. Dipasar tempat orang berjual beli
Pengunjung begerak kesana kemari
Bersatu padu dengan penduduk asli
Bahu membahu membangun negeri
56. Keris pusaka perunngu berhulu
Dirawat selalu bersama gamelan
Generasi tua bergantian berlalu
Generasi muda tiba bermunculan
57. Terbentang sangat luas benua Asia
Didalamnya masuk bumi Nusantara
Adapun Mak Kantan panjang usia
Berkehidupan renta sebatang kara
58. Lampu dinyalakan ruangan terang
Mejaga keamanan tidur bergantian
Hidup bergantung belas kasian orang
Nenek renta tetap dalam penantian
59. Ditempat sampah banyak cecunguk
Bersama bunglon teman sepermainan
Sahabat Kantan kadang menjenguk
Datang berkunjung memberi santunan
60. Berdo’alah tuan khusyuk selalu
Mohonkan do’a segera dikabulkan
Kisah tongkat emas sekian dulu
Sambungan segera kami lanjutkan
Bogor, 20 Nopember 2010
1. Selamat bertemu lagi wahai rekan
Rangkaian pantun kita lanjutkan
Seperti terdahulu telah dkisahkan
Legenda tongkat emas kita teruskan
2. Berbenang emas kain madukara
Dikenakan ibusuri didalam istana
Diseberang sungai hutan belantara
Banyaklah bambu tumbuh disana
3. Raja duduk didampingi permaisuri
Dileher kalung berlian tegantung
Rumpun demi rumpun ditelusuri
Langkah demi langkah dihitung
4. Menumpuk harta janganlah loba
Berlaku sopan jagalah perangai
Berulang kali Pak Kantan mencoba
Sembilan langkah dari tepian sungai
5. Tiba dipelabuhan kapal ditepikan
Jangkar diturunkan kapal merapat
Entah beberapa langkah dilkakukan
Barulah menemukan hitungan tepat
6. Janganlah dihitung hari kehari
Bilamana dunia akan kiamat
Berbelok kekanan berbelok kekiri
Setiap langkah dihitung cermat
7. Tekunlah tuan melakukan peribadatan
Mohonkan hidup selamat sejahtera
Langkah kebarat kemudian keselatan
Berlanjut ketimur kemudian keutara
8. Menyunting bunga berhias malai
Malai dirangkai bunga menyatu
Cangkul diraih penggalian dimulai
Tanahnya lengket bercampur batu
9. Jauhkanlah hati berpikiran gelisah
Bilamana memutuskan bertekad bulat
Menancapkan cangkul amatlah susah
Berwarna keunguan tanahnya mengkilat
10. Kedondong terjuntai dipohon tinggi
Serombongan anak datang melempar
Bertambah siang matahari meninggi
Keringat berkucuran perutpun lapar
11. Kalajengking binatang sengat berbisa
Sewaktu disengat tentulah terkejut
Sekujur tubuh capek tidaklah terasa
Istirahat sebentar pekerjaan berlanjut
12. Hidupkan unggun apipun menyala
Api dinyalakan dengan daun kelapa
Cahaya matahari terik diatas kepala
Petanda tengah hari sudah menyapa
13. Senyum simpul remaja pemalu
Dari kekasih menerima surat
Cangkulan demi cangkulan berlalu
Matahari telah condong kebarat
14. Dikala mengantuk mulai terasa
Minumlah kopi barang secangkir
Pak Kantan hampirlah berputus asa
Siluman pembohong sempat terpikir
15. Sangatlah harum bunga melati
Tumbuh bermekaran diwaktu pagi
Penat dibadan terasa mulai meniti
Akan kucoba sepuluh cangkulan lagi
16. Selesai mengetam menumbuk padi
Setelah ditumbuk menjadi beras
Dicangkulan ketujuh sesuatu terjadi
Cangkul membentur sesuatu yang keras
17. Berbanjar rapi barisan hulubalang
Berkumis melintang semua bertopi
Pak Kantan terkejut tiada kepalang
Mengeluarkan sinar terpercik api
18. Dikurung penjahat dibalik terali
Bergerak dibatasi dalam kurungan
Semangat timbul bergelora kembali
Kiranya benda apakah ini gerangan
19. Penari campak rambut berjambul
Menari berlenggang berbalas kata
Dicangkul terus sampai tersembul
Benda bulat sepanjang tiga hasta
20. Bila tuan berwisata ke Jawa Barat
Mampir ke Sukamandi membeli peci
Benda diangkat cukuplah berat
Dibawa kepinggir sungai lalu dicuci
21. Berhati-hati tuan membeli bahan
Sekarang ini banyak bahan tiruan
Mengeluarkan sinar warna kemerahan
Sinar berbinar mengeluarkan kilauan
22. Janganlah sampai jadi petualang
Mengarungi nasib hidup melarat
Sampan dikayuh bergegas pulang
Matahari telah terbenam dikaki barat
23. Dilaut perahu mayang berserakan
Menangguk ikan bagan silih beganti
Kepada istri dan anak diperlihakan
Semua bingung tidaklah mengerti
24. Sahabat sejati tumpahan curhat
Kepedihan hati keluhan ditandai
Benda seperti ini tak pernah dilihat
Esok hari ditanyakan orang pandai
25. Kapal berlayar diterjang badai
Nahoda handal tidaklah kalap
Semalaman ketiganya duduk berandai
Sepicing matapun tidaklah terlelap
26. Sekoci penyelamat dilautan terapung
Kemana terdampar belumlah tahu
Keesokan ditanyakan kepala kampung
Dia hanya memggeleng angkat bahu
27. Peliharalah dengan baik semua alat
Segala alat disimpan didalam peti
Ditanyakan pula kepada guru silat
Tidaklah mendapat jawaban pasti
28. Kasih didalam hati tumbuh bersemi
Berarti cinta asmara tiba melanda
Seisi kampung tidaklah memahami
Hanya mengagumi keindahan benda
29. Ayam berkokok diwaktu subuh
Tibalah siang hari malam bertaut
Tunggulah nanti perahu berlabuh
Tanyakan saja kepada orang pelaut
30. Menari dipesta tidaklah dilarang
Naik kepentas boleh berpasangan
Pengalaman menjalani negeri orang
Mungkin tahu benda apa gerangan
31. Menyanyikan lagu merdu irama
Penyanyi cantik selendang dibahu
Limabelas hari bulan purnama
Merapat dikuala sebuah perahu
32. Tarian tradisinal ditarikan diistana
Rombongan penari memakai kemban
Nakhoda perahu orangnya bijaksana
Banyak pengalaman rambut beruban
33. Pameran perumahan penuh hiasan
Rumah dipulau Jawa beratap limas
Seraya terangguk berikan penjelasan
Benda adalah sebuah tongkat emas
34. Membuat lingking pisang disalai
Limgking yang baik berwarna ungu
Berharga mahal tidaklah ternilai
Seluruh pendengar hanya termangu
35. Dewasa ini musibah datang beruntun
Rakyat menderita tidak terbanding
Adapun Pak Kantan manusia santun
Bersama seisi kampung dia berunding
36. Jangan percayai ucapan pembual
Sembarang saja mengucapkan kata
Diputuskan tongkat supaya dijual
Untuk membangun kampung tercinta
37. Mendirikan pabrik dikota Cikarang
Pabrik membuat produk bermutu
Tongkat akan dijual dinegeri seberang
Nakhoda perahu bersedia membantu
38. Muang Jong upacra tahunan ritual
Acara suku Sawang tua dan muda
Disepakati Kantan berangakat menjual
Menumpang perahu bersama nakhoda
39. Membakar kemenyan asap mengepul
Dewa dewi berturunan dari kayangan
Dipelabuhan seisi kampung berkumpul
Melepas Kantan putra kesayangan
40. Upacara adat pengunjung berpesta
Menikmati segala macam penganan
Peluk dan tangis bercucuran air mata
Terutama semua sahabat sepermainan
41. Pembalap bertanding pacuan kuda
Kuda Timur Tengah tidak tersaingi
Sembah kepangkuan ayah dan bunda
Mohon restu mahadewa melindungi
42. Janganlah emas disangka loyang
Jangan pula belang disangka selang
Harapan kepada ananda tersayang
Setelah selesai segera kembali pulang
43. Manakala orang menbeli penganan
Tentu dicari penganan masih hangat
Bagaimana halnya kawan sepermainan
Kehilangan kawan terbaik amatlah sangat
44. Bila ada tembakan segeralah tiarap
Kebiasaan penduduk dikala perang
Mereka semua senantiasa mengharap
Semoga tidak lama dinegeri seberang
45. Ikan terbang berenang mengapung
Satu saat dapat terbang melayang
Tak kurang harapan orang sekampung
Masa depan pembangunan terbayang
46. Dikala malam angkasa perhatikan
Bertaburan bintang tidak terbilang
Dari purnama ke purnama dinantikan
Kantan ditunggu tak kunjung pulang
47. Matahari dan bulan terus beredar
Siang dan malam dapat ditentukan
Tak terhitung perahu tiba bersandar
Tiada yang mengetahui nasib Kantan
48. Pergunakan karir jangan sia-sia
Kembangkan terus ilmu serta bakat
Pak Kantan sudahlah tutup usia
Mak Kantan renta jalan bertongkat
49. Sang waktu berjalan terus berpacu
Laksanakan tugas sampai rampung
Para sahabat sudah beranak cucu
Tinggal menyebar diberbagai kampung
50. Kalau takut musibah ditemukan
Janganlah berumah ditepi jurang
Seisi kampung sudah melupakan
Bagaimana Kantan dinegeri orang
51. Tembakan gencar pasukan tiarap
Kena sasaran peluru jiwa melayang
Tapi Mak Kantan tetap mengharap
Akan kembalinya ananda tersayang
52. Biji menunas tumbuhlah kecambah
Tanaman secepatnya dapat disemai
Keadaan kampung telah jauh berobah
Pelabuhan diperluas bertambah ramai
53. Membaca buku duduk bersandar
Buku mengulas masalah keluarga
Kampung telah menjadi bandar
Dikunjungi ramai pedagang berniaga
54. Pohon kemang tinggi berbatang
Tampat keluang hinggap bergantung
Bandar ramai didiami pendatang
Datang merantau mengadu untung
55. Dipasar tempat orang berjual beli
Pengunjung begerak kesana kemari
Bersatu padu dengan penduduk asli
Bahu membahu membangun negeri
56. Keris pusaka perunngu berhulu
Dirawat selalu bersama gamelan
Generasi tua bergantian berlalu
Generasi muda tiba bermunculan
57. Terbentang sangat luas benua Asia
Didalamnya masuk bumi Nusantara
Adapun Mak Kantan panjang usia
Berkehidupan renta sebatang kara
58. Lampu dinyalakan ruangan terang
Mejaga keamanan tidur bergantian
Hidup bergantung belas kasian orang
Nenek renta tetap dalam penantian
59. Ditempat sampah banyak cecunguk
Bersama bunglon teman sepermainan
Sahabat Kantan kadang menjenguk
Datang berkunjung memberi santunan
60. Berdo’alah tuan khusyuk selalu
Mohonkan do’a segera dikabulkan
Kisah tongkat emas sekian dulu
Sambungan segera kami lanjutkan
Bogor, 20 Nopember 2010
Subscribe to:
Comments (Atom)