TANJUNG PENDAM (1)
1. Salam serta tabik sahabat semua
Selamat bertemu lagi kami ucapkan
Pantai dihadapan Pulau Kalamoa
Tanjung Pendam penduduk namakan
2. Barisan unjuk rasa dipelopori pemuda
Dari segenap penjuru mereka datang
Dibarat Tanjung Pandan pantai berada
Utara keselatan pantai membentang
3. Tuntutan diajukan berbagai rupa
Aparat keamanan sigap menjaga
Terhampar memanjang beratus depa
Disebelah utara berbatas Air Saga
4. Wahai penjabat bukanlah bercanda
Merasa tak becus silahkan lengser
Dahulu dan sekarang tentu berbeda
Waktu berputar zamanpun bergeser
5. Segala peraturan wajib dihormati
Pancasila merupakan dasar negara
Zaman dahulu alam sekadar dinikmati
Bukanlah untuk datang berpesta pora
6. Perang Dunia Jepang menyerang
Pasifik menjadi medan peperangan
Tanjung Pendam dimasa sekarang
Ditata memikat demi pembangunan
7. Ingin mendarat pesawat merendah
Menara pengawas beri bimbingan
Wajah alami terhilangkan sudah
Tinggal tertanam dalam kenangan
8. Pohon kuweni pohon mempelam
Pohon mangga ditumbuhi benalu
Marilah kita menoleh kemasa silam
Wajah Tanjung Pendam tempo dulu
9. Kalaulah tuan pergi kekota Medan
Kue bika ambon tolong belikan
Sepanjang pantai ditumbuhi pandan
Tempat gajah mina mencari makan
10. Kamar istana pualam berlantai
Tempat raja istirahat beradu
Bertumbuhan pula cemara pantai
Diselang selingi pohon mengkudu
11. Lautan Hindia sebuah samudera
Tempat kapal berlayar melintas
Pepohonan bakau arah keutara
Dengan Air Saga tumbuh berbatas
12. Paduka raja rakyat berjumpa
Para pengawal baris menyertai
Paling banyak tentu pohon kelapa
Kadang berebahan kearah pantai
13. Galah panjang penjolok petai
Petai ditanam dipinggir ladang
Tempat nyaman duduk bersantai
Kearah laut lepas memandang
14. Rindu dendam jangan disimpan
Dalam sanubari asmara tumbuh
Pulau Kalamoa letak berhadapan
Disamping tempat kapal berlabuh
15. Hindarkan diri bersifat pongah
Cacian orang tentulah didapat
Melepas jangkar jauh ditengah
Kedermaga tidak dapat merapat
16. Berat tugas seorang patih
Mengatur kerja semua jalur
Pantai landai berpasir putih
Kadang tempat penyu bertelur
17. Bekerja sama bahu membahu
Dengan rakyat disegala antero
Para nelayan menambat perahu
Ada juga yang memasang sero
18. Dari pohon kelapa melompat tupai
Tupai kelaparan mencari makan
Sebagian tanah dikuasai maskapai
Perumahan mewah mereka dirikan
19. Ketam kelemango hidup dibatu
Bercapit besar merah berwarna
Untuk para petinggi sudahlah tentu
Pimpinan maskapai tinggal disana
20. Ada demonstrasi polisi amankan
Berjejer rapat membawa perisai
Tuan kuase pemimpin dinamakan
Seluruh maskapai Belitung dikuasai
21. Perisai untuk penahan serangan
Situasi diamankan sampai mereda
Maskapai itu mahluk apa gerangan
Penambangan timah milik Belanda
22. Duduk santai diwaktu sarapan
Menikmati kopi dan kue pastel
Disudut selatan berdiri penginapan
Dikelola maskapai disebut hotel
23. Dipulau Belitung satam ditemukan
Ingin mencarinya tidaklah gampang
Hotel Pantai maskapai menamakan
Dinaungi pohon gayam dan ketapang
24. Permaisuri raja muda berumur
Selalu tampil cantik berdandan
Kantor maskapai dibelah timur
Daerah produksi Tanjung Pandan
25. Dihujan lebat orang kedinginan
Bermantel tebal tubuh menggigil
Dikepalai oleh seorang pimpinan
Tuan kongsi pimpinan dipanggil
26. Kini elektronika menjadi sarana
Dahulu membaca buku bercetak
Sebuah dermaga didirikkan disana
Dimuara Sungai Cerucuk terletak
27. Buah kelapa kulitnya bersabut
Dari sabut kaisan kaki dibuat
Bum maskapai dermaga disebut
Tempat logistik dibongkar muat
28. Dekat dihati tetapi jauh dimata
Tidak berjumpa sudahlah lama
Berdiri dijalan menuju arah kota
Juliana Park kawasan diberi nama
29. Pulang kampung bertemu rekan
Amatlah senang bertatap muka
Lapangan tennis maskapai dirikan
Didaerah sebidang tanah terbuka
30. Akibat negeri tertimpa bencana
Ribuan keluarga tercerai berai
Kadang layar tancap diputar disana
Penduduk menyebut bioskop perai
31. Didalam kolam tumbuh teratai
Angsa berenang dengan damai
Mari kembali kekawasan pantai
Tanjung Pendam pantai permai
32. Jangan suka bermuram durja
Hindarkan diri dari kerinduan
Paling syahdu menjelang senja
Saat mentari kembali keperaduan
33. Rindu jangan disimpan dihati
Biarkan cinta tumbuh bersemi
Bergerak perlahan tetapi pasti
Pergi menyelinap dibalik bumi
34. Berkelana bebas bisikan nurani
Jiwa serta raga saling bergerak
Merah jingga berwarna-warni
Cahaya berarak mega mengarak
35. Jadilah tuan manusia penyabar
Dengarkan selalu nasehat dan saran
Elang dan camar sambar menyambar
Ikan-ikan kecil menjadi sasaran
36. Pohon beringin berbatang rindang
Seluruh pohon bercabang berdahan
Sungguh takjub mata memandang
Alangkah indah alam ciptaan Tuhan
37. Memulai pidato berucap salam
Jangan berulang kata berkali-kali
Peristiwa alam mentari tenggelam
Besok pagi ditimur bersua kembali
38. Kalau dari Surabaya tuan pulang
Mampir di Kudus membeli jenang
Dikala malam datang menjelang
Cuaca bersahabat keadaan tenang
39. Buatlah pepes dari jamur merang
Pepes dibungkus dengan daun pisang
Kalau bulan tidak bermusim terang
Kalau keadaan laut tidaklah pasang
40. Syair zaman dahulu ditulis kalam
Dibaca dimajelis duduk dilantai
Dikala malam dalam gelap kelam
Ribuan penduduk turun kepantai
41. Pohon bulian tumbuh dihutan
Pembuat sirap orang gunakan
Beramai nyulo binatang lautan
Kepiting, udang, cumi dan ikan
42. Sebelum mekar bunga berkuncup
Sesudah mekar bunga terpampang
Kadang mereka membawa cerucup
Ada pula yang membawa serampang
43. Kehidupan layak tuan dambakan
Dengan kenyataan tuan berhadapan
Sulo sejenis obor mereka pergunakan
Berserakan dipantai ditengah kegelapan
44. Enak ikan pari digangan bersantan
Enak pula tongkol dimasak pindang
Bagaikan lentera menghiasi lautan
Sungguhlah indah mata memandang
45. Sangat terhormat bersikap toleran
Dalam kehidupan tuan dan puan
Nyulo bersama merupakan hiburan
Tua muda lelaki beserta perempuan
46. Jangan segan tegakkan kebenaran
Hidup bersama didalam kerukunan
Para remaja terkadang berpacaran
Tetapi tetap dalam norma kesopanan
47. Janganlah pula tuan suka mengekor
Pendapat benar berani kemukakan
Adapula yang sengaja pergi nyungkor
Menangguk udang untuk didagangkan
48. Pulau Belitung indah panorama
Bagai mutiara dilautan terapung
Bercampur baur mereka bersama
Tanjung Pendam siap menampung
49. Keliling pantai ombak berdeburan
Berpasir putih kemana melangkah
Tanjung Pendam kawasan hiburan
Sekaliguas tempat mencari nafkah
50. Dengarkanlah selalu kabar berita
Bebas mengikuti tiada terlarang
Pantai nan permai penunjang kota
Dari zaman dahulu sampai sekarang
51. Banjir datang Jakarta terendam
Jalan tergenang sulit dihindari
Demikian situasi di Tanjung Pendam
Diwaktu pagi, siang dan malam hari
52. Matahari terbenam siang berlalu
Sampai berjumpa diesok pagi
Cerita Tanjung Pendam sekian dulu
Dimasa mendatang dilanjutkan lagi
Bogor, 20 Januari 2011
Monday, September 12, 2011
Thursday, September 8, 2011
BAGIAN KEDUAPULUHDUA
UPACARA ADAT PENGANTIN (3)
1. Assalamulaikum sahabat nan santun
Kehadirat Allah do’a kita panjatkan
Marilah tuan kita melanjutkan pantun
Upacara adat pengantin kita kisahkan
2. Angin bertiup dari utara keselatan
Perobahan musim ikut ditentukan
Acara dilaksanakan berdasar urutan
Selamatan gawai pertama dilakukan
3. Kapal berlayar dilaut mengapung
Dikendalikan oleh nahoda cekatan
Upacara dipimpin dukun kampung
Rangkaian acara mohon keselamatan
4. Seraya berlayar memancing ikan
Bukan merupakan suatu kesulitan
Bangunan bangsal turut didirikan
Guna menampung segala kegiatan
5. Gangan dimasak coba dirasai
Rasa masin pedas sesuai selera
Acara pertama sudahlah selesai
Seminggu sebelum puncak acara
6. Wahai tuan jangan sampai lupa
Dari mana gerangan diri berasal
Biasanya ditebang pohon kelapa
Batang untuk bangunan bangsal
7. Berbalas pantun kalimat kiasan
Saling bertukar istilah sindiran
Daun digunakan untuk hiasan
Umbut muda dijadikan sayuran
8. Mari darmawista kepantai Punai
Menikmati alam sambil berenang
Acara kedua berpacar berinai
Dibawah komando sang mak inang
9. Pulau terluar letak diperbatasan
Dekat Philipina Pulau Miangas
Berpacar berinai adalah keharusan
Diikuiti berlanjut acara betangas
10. Ingatkah tuan kepulauan Maluku
Penduduk disana gemar berdendang
Inai adalah ramuan pemerah kuku
Dibuat dari daun tumbuhan diladang
11. Riang anak-anak bermain sendetup
Ada yang bermain silat melompat
Betangas dilakukan diruang berkatup
Ruangan amat sempit tertutup rapat
12. Nyonya pembesar asyik berdandan
Bersiap pergi belanja ke Singapura
Dibuat dari tikar beranyam pandan
Dibentuk bulat ditutup kain sutera
13. Kepada suami sangatlah manja
Emoh belanja hanya di Jakarta
Ruangan dimuat seorang saja
Oleh sang calon mempelai wanita
14. Suami pejabat bagian keuangan
Tempat orang datang menghadap
Calon pengantin masuk kurungan
Kurungan pengap beraroma sedap
15. Kalau negeri rawan bencana
Setiap saat mengungsi bersiap
Persis seperti orang mandi sauna
Didalamnya ditaruh periuk uap
16. Duduk dipantai pandangi pelangi
Perasaan terayun syahdu meresap
Periuk memuat ramuan pewangi
Menguap diair panas penuh berasap
17. Tidak terasa badan sudah penat
Pikiran jernih pandangan dilepas
Betangas dilakukan semalam tenat
Kadang tutup dibuka pengambil napas
18. Tenang meresapi jiwa dan raga
Pantai terhampar laut berombak
Kurungan dibuka bernapas lega
Sekujur tubuh harum semerbak
19. Tanda pertandingan telah usai
Wasit meniup peluit panjang
Rangkaian acara kedua selesai
Acara ketiga adalah majang
20. Pergi kehutan mencari damar
Dari getah pohon damar berasal
Menghias ruangan serta kamar
Sehari setelah mendirikan bangsal
21. Menjala ikan di Tanjung Kubu
Sambil juga memancing gurita
Dihias pula ranjang dan kelambu
Semua menjadi tugas para wanita
22. Membeli figura perak di Kotagede
Figura pembingkai gambar didinding
Dibuat dan dihias pula sebuah puade
Tempat mempelai duduk bersanding
23. Jangan tuan mencari kesalahan
Kesalahan harus dapat dibuktikan
Acara keempat upcara pernikahan
Malam Jum’at biasanya dilakukan
24. Apabila tuan pergi berwisata
Sesuatu yang antik pasti dicari
Dilakukan dirumah pihak wanita
Para undangan datang menghadiri
25. Dikota Subang mobil dihentikan
Kota nyaman tempat persinggahan
Penghulu dan para saksi dihadirkan
Untuk memimpin acara pernikahan
26. Bertubuh kecil orang liliput
Konon punya kerajaan dan istana
Calon memepelai pria dijemput
Diiringi tabuhan gendang rebana
27. Mendirikan rumah bertiang bulin
Papan nyato dijadikan jendela
Disertakan pula sebuah payung lilin
Bebentuk payung hias lilin menyala
28. Anak perempuan rambut berponi
Menari balet berputar-putar arah
Calon mempelai pria apik didandani
Memakai gamis putih berjubah merah
29. Diangkasa awan putih beredar
Burung kecil terbang melayang
Kepala memakai sorban bundar
Dihiasi setangkai kembang goyang
30. Kerumah sakit orang datang berobat
Antri panjang diloket pendaftaran
Berangkat diiringi kerabat dan sababat
Namun ayah bunda tidak disertakan
31. Turun hujan laju kendaraan dibatasi
Waspada mengendarai jalanan licin
Pernikahan dilakukan mahar dilunasi
Kadang diikuti acara pertukaran cincin
32. Menari serimpi lemah gemulai
Penarinya cantik muka berseri
Kedua insan sudah jadi mempelai
Sudah terikat menjadi suami isteri
33. Berneka sayur dijual dipekan
Ada kangkung beserta sawi
Bubur raha dimangkuk disajikan
Sejenis sekoteng kalau di Betawi
34. Mataram perang lawan kompeni
Disana sini terpasang ranjau
Sekoteng diolah bewarna warni
Dicampur dengan kacang hijau
35. Kearah barat pandangan diarahkan
Buat melihat tenggelam matahari
Karena pernikahan telah dilakukan
Makanan suami disediakan isteri
36. Anak tertidur bunda nyanyikan
Suara nyanyian amatlah lembut
Setiap waktu makan dihantarkan
Ngantar makan acara disebut
37. Meletus gunung semburkan lahar
Kesegala jurusan lahar melanda
Makanan dihidangkan dalam pahar
Dihantar oleh serombongan pemuda
38. Demo anarkis polisi bubarkan
Mencegah agar tidak kemelut
Jenis lauk pauk terbaik dipilihkan
Berikut buah dan kue cuci mulut
39. Didinding merayap seekor cecak
Nyamuk mendekat cecak menunggu
Berlanjut tiba kepada acara puncak
Biasanya dilaksanakan hari Minggu
40. Olahraga pagi badanpun sehat
Berjalan cepat kadang berlari
Kerumah pihak wanita kita melihat
Sibuk berlangsung sejak jauh hari
41. Parpol gemar berkata muluk
Kesana kemari menebar pesona
Disiapkan perangkat bunge teluk
Telur rebus dicelup aneka warna
42. Pidato kampanye janji beribu
Berjanji korupsi akan diberantas
Digantung dibatang rautan bambu
Diberi hiasan beragam bunga kertas
43. Menurut hemat para pengamat
Janji terbatas hanya dilapangan
Ditampilkan pada acara betamat
Dibagikan kepada para undangan
44. Kuda berlari setelah dicambuk
Berlari deras diarena balapan
Pengulu gawai tentu paling sibuk
Periksa terakhir seluruh persiapan
45. Dilautan nelayan mencari gamat
Kaadang juga memancing gurita
Paling pagi biasanya acara betamat
Khataman Alqur’an pengantin wanita
46. Membeli barang bermerek paten
Tentunya tuan mendapat jaminan
Berikut acara ngambelek penganten
Sebelumnya tentu ngantar makanan
47. Dikampanye parpol janji melulu
Diarena pemilu mereka bertanding
Pengantin disuruh makan lebih dahulu
Supaya tak kelaparan kala bersanding
48. Ikan kitang digoreng dikuali besi
Sudah digoreng ditaruh diatas baki
Kendaraan penjemput indah dihiasi
Kalau rumah tak jauh berjalan kaki
49. Pertikaian pasti dapat dihindarkan
Asalkan tuan mau duduk berunding
Sekawan penabuh hadrah disiapkan
Anak kecil memyebutnya cangdingding
50. Makan nasi berlauk tupok salai
Duduk makan di membarongan
Mentari sepenggalah acara dimulai
Perlu waktu panjang tak kesiangan
51. Ingin tahu tanngal lihat almanak
Pada dinding almanak digantungkan
Kerumah pria kita melihat sejenak
Ngenjungak suat orang sebutkan
52. Hidup ketakutan dibawah tirani
Tiada keritik buat pemerintahan
Pengantin pria gagah didandani
Pakaian adat bagaimana pilihan
53. Dihutan tumbuh berjenis kayu
Kayu belangiran paling disukai
Umumnya memilih pakaian Melayu
Dandanan praktis longgar dipakai
54. Tangan bergelang akar bahar
Ditempat keramaian bermain sulap
Uang antaran disusun diatas pahar
Pahar tembaga digosok mengkilap
55. Koran dan televisi media siaran
Keadaan dunia dijadikan berita
Disertai seperangkat barang antaran
Berupa berbagai keperluan wanita
56. Pengedar narkoba dapat diringkus
Setelah dikejar polisi semalam suntuk
Barang kecil terkemas dibungkus
Barang besar ditata beragam bentuk
57. Membeli lumpia dikota Semarang
Untuk oleh-oleh boleh tuan bawakan
Ditata bagai hewan ataupun barang
Dipahar berhias barang ditempatkan
58. Anak sekolah berbaris beraturan
Dibagi berkelompok dan rombongan
Berpasangan remaja pembawa antaran
Hitungan ganjil banyaknya pasangan
59. Malam hari ayam dikejar musang
Saat pemilik sedang tidur nyenyak
Paling sedikit sejumlah lima pasang
Tujuhbelas pasang jumlah terbanyak
60. Masa berlalu terkenang selalu
Bertemu kembali kisah berbagi
Pantun pengantin ditunda dulu
Waktu mendatang dilajutkan lagi
Bogor, 15 Januari 2011
1. Assalamulaikum sahabat nan santun
Kehadirat Allah do’a kita panjatkan
Marilah tuan kita melanjutkan pantun
Upacara adat pengantin kita kisahkan
2. Angin bertiup dari utara keselatan
Perobahan musim ikut ditentukan
Acara dilaksanakan berdasar urutan
Selamatan gawai pertama dilakukan
3. Kapal berlayar dilaut mengapung
Dikendalikan oleh nahoda cekatan
Upacara dipimpin dukun kampung
Rangkaian acara mohon keselamatan
4. Seraya berlayar memancing ikan
Bukan merupakan suatu kesulitan
Bangunan bangsal turut didirikan
Guna menampung segala kegiatan
5. Gangan dimasak coba dirasai
Rasa masin pedas sesuai selera
Acara pertama sudahlah selesai
Seminggu sebelum puncak acara
6. Wahai tuan jangan sampai lupa
Dari mana gerangan diri berasal
Biasanya ditebang pohon kelapa
Batang untuk bangunan bangsal
7. Berbalas pantun kalimat kiasan
Saling bertukar istilah sindiran
Daun digunakan untuk hiasan
Umbut muda dijadikan sayuran
8. Mari darmawista kepantai Punai
Menikmati alam sambil berenang
Acara kedua berpacar berinai
Dibawah komando sang mak inang
9. Pulau terluar letak diperbatasan
Dekat Philipina Pulau Miangas
Berpacar berinai adalah keharusan
Diikuiti berlanjut acara betangas
10. Ingatkah tuan kepulauan Maluku
Penduduk disana gemar berdendang
Inai adalah ramuan pemerah kuku
Dibuat dari daun tumbuhan diladang
11. Riang anak-anak bermain sendetup
Ada yang bermain silat melompat
Betangas dilakukan diruang berkatup
Ruangan amat sempit tertutup rapat
12. Nyonya pembesar asyik berdandan
Bersiap pergi belanja ke Singapura
Dibuat dari tikar beranyam pandan
Dibentuk bulat ditutup kain sutera
13. Kepada suami sangatlah manja
Emoh belanja hanya di Jakarta
Ruangan dimuat seorang saja
Oleh sang calon mempelai wanita
14. Suami pejabat bagian keuangan
Tempat orang datang menghadap
Calon pengantin masuk kurungan
Kurungan pengap beraroma sedap
15. Kalau negeri rawan bencana
Setiap saat mengungsi bersiap
Persis seperti orang mandi sauna
Didalamnya ditaruh periuk uap
16. Duduk dipantai pandangi pelangi
Perasaan terayun syahdu meresap
Periuk memuat ramuan pewangi
Menguap diair panas penuh berasap
17. Tidak terasa badan sudah penat
Pikiran jernih pandangan dilepas
Betangas dilakukan semalam tenat
Kadang tutup dibuka pengambil napas
18. Tenang meresapi jiwa dan raga
Pantai terhampar laut berombak
Kurungan dibuka bernapas lega
Sekujur tubuh harum semerbak
19. Tanda pertandingan telah usai
Wasit meniup peluit panjang
Rangkaian acara kedua selesai
Acara ketiga adalah majang
20. Pergi kehutan mencari damar
Dari getah pohon damar berasal
Menghias ruangan serta kamar
Sehari setelah mendirikan bangsal
21. Menjala ikan di Tanjung Kubu
Sambil juga memancing gurita
Dihias pula ranjang dan kelambu
Semua menjadi tugas para wanita
22. Membeli figura perak di Kotagede
Figura pembingkai gambar didinding
Dibuat dan dihias pula sebuah puade
Tempat mempelai duduk bersanding
23. Jangan tuan mencari kesalahan
Kesalahan harus dapat dibuktikan
Acara keempat upcara pernikahan
Malam Jum’at biasanya dilakukan
24. Apabila tuan pergi berwisata
Sesuatu yang antik pasti dicari
Dilakukan dirumah pihak wanita
Para undangan datang menghadiri
25. Dikota Subang mobil dihentikan
Kota nyaman tempat persinggahan
Penghulu dan para saksi dihadirkan
Untuk memimpin acara pernikahan
26. Bertubuh kecil orang liliput
Konon punya kerajaan dan istana
Calon memepelai pria dijemput
Diiringi tabuhan gendang rebana
27. Mendirikan rumah bertiang bulin
Papan nyato dijadikan jendela
Disertakan pula sebuah payung lilin
Bebentuk payung hias lilin menyala
28. Anak perempuan rambut berponi
Menari balet berputar-putar arah
Calon mempelai pria apik didandani
Memakai gamis putih berjubah merah
29. Diangkasa awan putih beredar
Burung kecil terbang melayang
Kepala memakai sorban bundar
Dihiasi setangkai kembang goyang
30. Kerumah sakit orang datang berobat
Antri panjang diloket pendaftaran
Berangkat diiringi kerabat dan sababat
Namun ayah bunda tidak disertakan
31. Turun hujan laju kendaraan dibatasi
Waspada mengendarai jalanan licin
Pernikahan dilakukan mahar dilunasi
Kadang diikuti acara pertukaran cincin
32. Menari serimpi lemah gemulai
Penarinya cantik muka berseri
Kedua insan sudah jadi mempelai
Sudah terikat menjadi suami isteri
33. Berneka sayur dijual dipekan
Ada kangkung beserta sawi
Bubur raha dimangkuk disajikan
Sejenis sekoteng kalau di Betawi
34. Mataram perang lawan kompeni
Disana sini terpasang ranjau
Sekoteng diolah bewarna warni
Dicampur dengan kacang hijau
35. Kearah barat pandangan diarahkan
Buat melihat tenggelam matahari
Karena pernikahan telah dilakukan
Makanan suami disediakan isteri
36. Anak tertidur bunda nyanyikan
Suara nyanyian amatlah lembut
Setiap waktu makan dihantarkan
Ngantar makan acara disebut
37. Meletus gunung semburkan lahar
Kesegala jurusan lahar melanda
Makanan dihidangkan dalam pahar
Dihantar oleh serombongan pemuda
38. Demo anarkis polisi bubarkan
Mencegah agar tidak kemelut
Jenis lauk pauk terbaik dipilihkan
Berikut buah dan kue cuci mulut
39. Didinding merayap seekor cecak
Nyamuk mendekat cecak menunggu
Berlanjut tiba kepada acara puncak
Biasanya dilaksanakan hari Minggu
40. Olahraga pagi badanpun sehat
Berjalan cepat kadang berlari
Kerumah pihak wanita kita melihat
Sibuk berlangsung sejak jauh hari
41. Parpol gemar berkata muluk
Kesana kemari menebar pesona
Disiapkan perangkat bunge teluk
Telur rebus dicelup aneka warna
42. Pidato kampanye janji beribu
Berjanji korupsi akan diberantas
Digantung dibatang rautan bambu
Diberi hiasan beragam bunga kertas
43. Menurut hemat para pengamat
Janji terbatas hanya dilapangan
Ditampilkan pada acara betamat
Dibagikan kepada para undangan
44. Kuda berlari setelah dicambuk
Berlari deras diarena balapan
Pengulu gawai tentu paling sibuk
Periksa terakhir seluruh persiapan
45. Dilautan nelayan mencari gamat
Kaadang juga memancing gurita
Paling pagi biasanya acara betamat
Khataman Alqur’an pengantin wanita
46. Membeli barang bermerek paten
Tentunya tuan mendapat jaminan
Berikut acara ngambelek penganten
Sebelumnya tentu ngantar makanan
47. Dikampanye parpol janji melulu
Diarena pemilu mereka bertanding
Pengantin disuruh makan lebih dahulu
Supaya tak kelaparan kala bersanding
48. Ikan kitang digoreng dikuali besi
Sudah digoreng ditaruh diatas baki
Kendaraan penjemput indah dihiasi
Kalau rumah tak jauh berjalan kaki
49. Pertikaian pasti dapat dihindarkan
Asalkan tuan mau duduk berunding
Sekawan penabuh hadrah disiapkan
Anak kecil memyebutnya cangdingding
50. Makan nasi berlauk tupok salai
Duduk makan di membarongan
Mentari sepenggalah acara dimulai
Perlu waktu panjang tak kesiangan
51. Ingin tahu tanngal lihat almanak
Pada dinding almanak digantungkan
Kerumah pria kita melihat sejenak
Ngenjungak suat orang sebutkan
52. Hidup ketakutan dibawah tirani
Tiada keritik buat pemerintahan
Pengantin pria gagah didandani
Pakaian adat bagaimana pilihan
53. Dihutan tumbuh berjenis kayu
Kayu belangiran paling disukai
Umumnya memilih pakaian Melayu
Dandanan praktis longgar dipakai
54. Tangan bergelang akar bahar
Ditempat keramaian bermain sulap
Uang antaran disusun diatas pahar
Pahar tembaga digosok mengkilap
55. Koran dan televisi media siaran
Keadaan dunia dijadikan berita
Disertai seperangkat barang antaran
Berupa berbagai keperluan wanita
56. Pengedar narkoba dapat diringkus
Setelah dikejar polisi semalam suntuk
Barang kecil terkemas dibungkus
Barang besar ditata beragam bentuk
57. Membeli lumpia dikota Semarang
Untuk oleh-oleh boleh tuan bawakan
Ditata bagai hewan ataupun barang
Dipahar berhias barang ditempatkan
58. Anak sekolah berbaris beraturan
Dibagi berkelompok dan rombongan
Berpasangan remaja pembawa antaran
Hitungan ganjil banyaknya pasangan
59. Malam hari ayam dikejar musang
Saat pemilik sedang tidur nyenyak
Paling sedikit sejumlah lima pasang
Tujuhbelas pasang jumlah terbanyak
60. Masa berlalu terkenang selalu
Bertemu kembali kisah berbagi
Pantun pengantin ditunda dulu
Waktu mendatang dilajutkan lagi
Bogor, 15 Januari 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)