Sunday, August 7, 2011

BAGIAN KEDUAPULUHSATU

LEGENDA - TONGKAT EMAS (3)


1. Bahagia kita kembali dipertemukan
Semoga sahabat dalam keselamatan

Kisah tongkat emas mari kita teruskan
Kiranya belumlah hilang dari ingatan

2. Dunia berputar zaman bertukar
Zaman terdulu sering terabaikan

Perihal Kantan penarik kayu bakar
Orang kampung sudah melupakan

3. Selat Nasik sebuah kecamatan
Terletak Kelurahan Suak Gual

Kisah dirantau keadaan Kantan
Konon tongkat mahal terjual

4. Pohon kemang berdaun muda
Dijadikan lalap lauk selingan

Kantan menjadi orang berada
Saudagar kaya tiada tandingan

5. Kala matahari cahaya meredup
Cepat berjalan nanti kehujanan

Gadis jelita pendamping hidup
Tetapi tidak punya keturunan

6. Ular termasuk binatang melata
Banyak terdapat didalam paya

Kepada isteri Kantan bercerita
Ayah bunda dikampung kaya raya

7. Bewarna merah buah saga
Jatuh diatas tanah berserakan

Kantan pintar jalankan niaga
Segala macam dia usahakan

8. Didesa penduduk hidup bertani
Pacul dihayun tangan dikepal

Sebagai pelaut sangat disegani
Pemilik jajaran armada kapal

9. Baju penari ungu kemerahan
Warna indah penari minati

Rindu kampung tiada tertahan
Keinginan pulang terbetik dihati

10. Diatas panggung penari berada
Telah menari beberapa putaran

Ayahbunda tentu telah tiada
Begitu terlintas dalam pikiran

11. Membuat sapu diikat tali
Dibuat dari seberkas lidi

Masa berjalan lama sekali
Mungkin hal itu telah terjadi

12. Dihari besar bendera kibarkan
Diseluruh pelosok desa dan kota

Sebuah kapal besar disiapkan
Segera berlayar kepulau tercinta

13. Orang miskin tinggal digubuk
Kala malam gelap tak bersuar

Dibandar orang amatlah sibuk
Bebagai kapal masuk keluar

14. Sebanyak ilmu patut dicari
Belajar sampai keujung buana

Alkisah terjadi pada suatu hari
Orang dibandar heran terpesona

15. Bibit disemai sudahlah tumbuh
Tanaman dijajar berbentuk barisan

Sebuah kapal masuk berlabuh
Kapal besar indah penuh hiasan

16. Suar Lengkuas berdiri megah
Memandu kapal kesegala arah

Dihaluan berdiri seorang gagah
Berpakaian indah warna merah

17. Berpacu deras kuda digelanggang
Pembalap berebut meraih piala

Berdiri tegak bertolak pinggang
Songkok cacak terpasang dikepala

18. Lepat ketan dibungkus pandan
Dijual bersama pulut panggang

Setengah tiang kain didandan
Sebilah keris terselip dipinggang

19. Goreng kue bola bentuknya bulat
Dimakan bersama secangkir kopi

Tampak didahi kening berdulat
Songkok dikepala tidak menutupi

20. Beramai orang mengejar penyamun
Bersenjata kelewang serta parang

Dibandar orang penuh berkerumun
Termasuk Sali pengangkut barang

21. Pintu dan jendela selalu dipalang
Guna mencegah rumah kemalingan

Adapun Sali terkejut tidak kepalang
Mata digosok mimpikah gerangan

22. Menyelinap digelap tak kelihatan
Penyamun berlari bagaikan kilat

Tak salah pandang dialah Kantan
Kena batu bandering kening bedulat

23. Penyamun selalu datang mencuri
Rumah dikunci jangan terlupakan

Sali pulang berlari Mak Kantan dicari
Berita bahagia perlu disampaikan

24. Terbang tinggi burung diudara
Diranting kayu kemudian hinggap

Mak Kantan kaget tiada terkira
Bergegas kebandar diambin Agap

25. Terbangun tidur kaget mendusin
Menahan kantuk jalan begagap

Ingatkah tuan sekawan selusin
Agap tubuhnya berbadan tegap

26. Bermacam buah dijual dipekan
Ada mangga adapula rambutan

Pekerjaan Pak Kantan dia gantikan
Mancari kayu bakar kedalam hutan

27. Awan hitam melayang bergumpal
Petanda hujan segera tercurahkan

Mereka bertiga naik keatas kapal
Dilantai kapal Mak Kantan diturunkan

28. Kilat bersambar silang menyilang
Cahaya matahari sudahlah redup

Kantan terkaget tiada kepalang
Mengetahui bunda masih hidup

29. Marilah tuan berkunjung ke Bali
Pulau tempat kunjungan wisata

Datang diantar Agap bersama Sali
Mereka semua penduduk jelata

30. Marilah bersama mencegah perang
Perang berakibat jiwa melayang

Rasa malu dihati timbul menyerang
Kepada istri pendamping tersayang

31. Akibat perang timbul penderitaan
Merugikan generasi tua dan muda

Lain diceritakan lain kenyataan
Segala penuturan serba berbeda

32. Pulau Kampak terletak diteluk
Teluk Balok penduduk namakan

Sang ibu mendekat ingin memeluk
Anakku sayang sang ibu ucapkan

33. Dipantai ramai duduk bersantai
Duduk bersantai diatas batu

Tetapi dia didorong jatuh kelantai
Sali dan Agap bersama membantu

34. Makanan tersaji diempat pesta
Daging sapi dimasak rendang

Sipakah engkau perenpuan renta
Rupanya engkau salah pandang

35. Dipagi hari tanaman berembun
Malam ditinggalkan siang bertemu

Rupanya mata tuamu sudah rabun
Aku ini saudagar bukanlah anakmu

36. Mandi pagi nyaman dipancuran
Setelah mandi tubuh dikeringkan

Orang dibandar heboh terheran
Melihat kejadian amat meyedihkan

37. Sinar matahari tiba menjelang
Kicauan burung saling bersahutan

Kantan malu bukan kepalang
Kapal putar haluan menuju lautan

38. Angin berembus sepoi cuaca cerah
Belalang terbang diatas padang

Mak Kantan sabar tiadalah marah
Mungkin mata tuaku salah pandang

39. Merpati hinngap diatap rumah
Dari atap rumah terbang kepohon

Mereka bertiga pulang kerumah
Kepada Maha Dewa dia memohon

40. Duduk dikorsi membaca buku
Buku membahas masalah sastra

Jika dia benar bukan anakku
Selamatkan dia hidup sejahtera

41. Sebuah pensil ditaruh disaku
Bagian penting dicatat beraturan

Jika dia memang Kantan anakku
Ingatkanlah dia segala kebenaran

42. Pohon cemara tinggi berbatang
Ditanah berdirian tegak lurus

Angin bertiup badaipun datang
Berhari bermalam terus menerus

43. Adat Belitung dari masa kemasa
Selamatan kampung bertolak bala

Anehnya negeri tidaklah binasa
Semunya berada seperti sedia kala

44. Memilih bupati melalui pemilukada
Lima tahun sekali dilaksanakan

Namun setelah badai henti mereda
Ditengah sungai muncul gundukan

45. Bertanding tinju lawan setimpal
Tertinju dikepala pusing berkilau

Gundukan tanah berbentuk kapal
Tanah kemudian disebut pulau

46. Kalau kepala merapat berantuk
Wasit segera maju memisahkan

Maha Dewa konon telah mengutuk
Permohonan sang ibu didengarkan

47. Perang berkecamuk keadaan galau
Rakyat takut sembunyi berebut

Kapal tenggelam menjadi pulau
Pulau Kapal kemudian orang sebut

48. Dikebun pohon melon ditanamkan
Ditanam besama pohon semangka

Pulau Kapal adalah pulau kutukan
Kutukan bagi Kantan anak durhaka

49. Adakala ditanam nangka belanda
Kadang ditanam pula pohon duku

Mananggung dosa terhadap bunda
Kutukan Sang Pencipta telah berlaku

50. Mengucap kata sambil bercanda
Begitulah cara pelawak melucu

Demikian kisah sebuah legenda
Turun kemurun sampai anak cucu

51. Orang miskin tak punya harta
Hartanya banyak orang kaya

Sebuah legenda tidak berfakta
Jadi tuan boleh tidak percaya

52. Jikalau dikota berjalan sesat
Minta polisi berikan tuntunan

Namun nenek moyang punya siasat
Memberi nasehat kepada keturunan

53. Lokomotif laju menarik gerbong
Pasir dan debu melesat terhambur

Hidup didunia janganlah sombong
Apalagi menjadi manusia takabur

54. Kuda putih menarik pedati
Dipakai kusir membawa kelapa

Ayah dan bunda wajib dihormati
Sekalipun mereka manusia papa

55. Sejarah berkisah masa dahulu
Meneliti situs para pengamat

Janganlah tuan merasa malu
Walaupun tuan orang terhormat

56. Tidurlah ananda hari telah dini
Pejamkan mata do’a panjatkan

Legenda tongkat emas sampai disini
Salam takzim kami persembahkan

Bogor, 07 Januari 2011