LEGENDA - TONGKAT EMAS (3)
1. Bahagia kita kembali dipertemukan
Semoga sahabat dalam keselamatan
Kisah tongkat emas mari kita teruskan
Kiranya belumlah hilang dari ingatan
2. Dunia berputar zaman bertukar
Zaman terdulu sering terabaikan
Perihal Kantan penarik kayu bakar
Orang kampung sudah melupakan
3. Selat Nasik sebuah kecamatan
Terletak Kelurahan Suak Gual
Kisah dirantau keadaan Kantan
Konon tongkat mahal terjual
4. Pohon kemang berdaun muda
Dijadikan lalap lauk selingan
Kantan menjadi orang berada
Saudagar kaya tiada tandingan
5. Kala matahari cahaya meredup
Cepat berjalan nanti kehujanan
Gadis jelita pendamping hidup
Tetapi tidak punya keturunan
6. Ular termasuk binatang melata
Banyak terdapat didalam paya
Kepada isteri Kantan bercerita
Ayah bunda dikampung kaya raya
7. Bewarna merah buah saga
Jatuh diatas tanah berserakan
Kantan pintar jalankan niaga
Segala macam dia usahakan
8. Didesa penduduk hidup bertani
Pacul dihayun tangan dikepal
Sebagai pelaut sangat disegani
Pemilik jajaran armada kapal
9. Baju penari ungu kemerahan
Warna indah penari minati
Rindu kampung tiada tertahan
Keinginan pulang terbetik dihati
10. Diatas panggung penari berada
Telah menari beberapa putaran
Ayahbunda tentu telah tiada
Begitu terlintas dalam pikiran
11. Membuat sapu diikat tali
Dibuat dari seberkas lidi
Masa berjalan lama sekali
Mungkin hal itu telah terjadi
12. Dihari besar bendera kibarkan
Diseluruh pelosok desa dan kota
Sebuah kapal besar disiapkan
Segera berlayar kepulau tercinta
13. Orang miskin tinggal digubuk
Kala malam gelap tak bersuar
Dibandar orang amatlah sibuk
Bebagai kapal masuk keluar
14. Sebanyak ilmu patut dicari
Belajar sampai keujung buana
Alkisah terjadi pada suatu hari
Orang dibandar heran terpesona
15. Bibit disemai sudahlah tumbuh
Tanaman dijajar berbentuk barisan
Sebuah kapal masuk berlabuh
Kapal besar indah penuh hiasan
16. Suar Lengkuas berdiri megah
Memandu kapal kesegala arah
Dihaluan berdiri seorang gagah
Berpakaian indah warna merah
17. Berpacu deras kuda digelanggang
Pembalap berebut meraih piala
Berdiri tegak bertolak pinggang
Songkok cacak terpasang dikepala
18. Lepat ketan dibungkus pandan
Dijual bersama pulut panggang
Setengah tiang kain didandan
Sebilah keris terselip dipinggang
19. Goreng kue bola bentuknya bulat
Dimakan bersama secangkir kopi
Tampak didahi kening berdulat
Songkok dikepala tidak menutupi
20. Beramai orang mengejar penyamun
Bersenjata kelewang serta parang
Dibandar orang penuh berkerumun
Termasuk Sali pengangkut barang
21. Pintu dan jendela selalu dipalang
Guna mencegah rumah kemalingan
Adapun Sali terkejut tidak kepalang
Mata digosok mimpikah gerangan
22. Menyelinap digelap tak kelihatan
Penyamun berlari bagaikan kilat
Tak salah pandang dialah Kantan
Kena batu bandering kening bedulat
23. Penyamun selalu datang mencuri
Rumah dikunci jangan terlupakan
Sali pulang berlari Mak Kantan dicari
Berita bahagia perlu disampaikan
24. Terbang tinggi burung diudara
Diranting kayu kemudian hinggap
Mak Kantan kaget tiada terkira
Bergegas kebandar diambin Agap
25. Terbangun tidur kaget mendusin
Menahan kantuk jalan begagap
Ingatkah tuan sekawan selusin
Agap tubuhnya berbadan tegap
26. Bermacam buah dijual dipekan
Ada mangga adapula rambutan
Pekerjaan Pak Kantan dia gantikan
Mancari kayu bakar kedalam hutan
27. Awan hitam melayang bergumpal
Petanda hujan segera tercurahkan
Mereka bertiga naik keatas kapal
Dilantai kapal Mak Kantan diturunkan
28. Kilat bersambar silang menyilang
Cahaya matahari sudahlah redup
Kantan terkaget tiada kepalang
Mengetahui bunda masih hidup
29. Marilah tuan berkunjung ke Bali
Pulau tempat kunjungan wisata
Datang diantar Agap bersama Sali
Mereka semua penduduk jelata
30. Marilah bersama mencegah perang
Perang berakibat jiwa melayang
Rasa malu dihati timbul menyerang
Kepada istri pendamping tersayang
31. Akibat perang timbul penderitaan
Merugikan generasi tua dan muda
Lain diceritakan lain kenyataan
Segala penuturan serba berbeda
32. Pulau Kampak terletak diteluk
Teluk Balok penduduk namakan
Sang ibu mendekat ingin memeluk
Anakku sayang sang ibu ucapkan
33. Dipantai ramai duduk bersantai
Duduk bersantai diatas batu
Tetapi dia didorong jatuh kelantai
Sali dan Agap bersama membantu
34. Makanan tersaji diempat pesta
Daging sapi dimasak rendang
Sipakah engkau perenpuan renta
Rupanya engkau salah pandang
35. Dipagi hari tanaman berembun
Malam ditinggalkan siang bertemu
Rupanya mata tuamu sudah rabun
Aku ini saudagar bukanlah anakmu
36. Mandi pagi nyaman dipancuran
Setelah mandi tubuh dikeringkan
Orang dibandar heboh terheran
Melihat kejadian amat meyedihkan
37. Sinar matahari tiba menjelang
Kicauan burung saling bersahutan
Kantan malu bukan kepalang
Kapal putar haluan menuju lautan
38. Angin berembus sepoi cuaca cerah
Belalang terbang diatas padang
Mak Kantan sabar tiadalah marah
Mungkin mata tuaku salah pandang
39. Merpati hinngap diatap rumah
Dari atap rumah terbang kepohon
Mereka bertiga pulang kerumah
Kepada Maha Dewa dia memohon
40. Duduk dikorsi membaca buku
Buku membahas masalah sastra
Jika dia benar bukan anakku
Selamatkan dia hidup sejahtera
41. Sebuah pensil ditaruh disaku
Bagian penting dicatat beraturan
Jika dia memang Kantan anakku
Ingatkanlah dia segala kebenaran
42. Pohon cemara tinggi berbatang
Ditanah berdirian tegak lurus
Angin bertiup badaipun datang
Berhari bermalam terus menerus
43. Adat Belitung dari masa kemasa
Selamatan kampung bertolak bala
Anehnya negeri tidaklah binasa
Semunya berada seperti sedia kala
44. Memilih bupati melalui pemilukada
Lima tahun sekali dilaksanakan
Namun setelah badai henti mereda
Ditengah sungai muncul gundukan
45. Bertanding tinju lawan setimpal
Tertinju dikepala pusing berkilau
Gundukan tanah berbentuk kapal
Tanah kemudian disebut pulau
46. Kalau kepala merapat berantuk
Wasit segera maju memisahkan
Maha Dewa konon telah mengutuk
Permohonan sang ibu didengarkan
47. Perang berkecamuk keadaan galau
Rakyat takut sembunyi berebut
Kapal tenggelam menjadi pulau
Pulau Kapal kemudian orang sebut
48. Dikebun pohon melon ditanamkan
Ditanam besama pohon semangka
Pulau Kapal adalah pulau kutukan
Kutukan bagi Kantan anak durhaka
49. Adakala ditanam nangka belanda
Kadang ditanam pula pohon duku
Mananggung dosa terhadap bunda
Kutukan Sang Pencipta telah berlaku
50. Mengucap kata sambil bercanda
Begitulah cara pelawak melucu
Demikian kisah sebuah legenda
Turun kemurun sampai anak cucu
51. Orang miskin tak punya harta
Hartanya banyak orang kaya
Sebuah legenda tidak berfakta
Jadi tuan boleh tidak percaya
52. Jikalau dikota berjalan sesat
Minta polisi berikan tuntunan
Namun nenek moyang punya siasat
Memberi nasehat kepada keturunan
53. Lokomotif laju menarik gerbong
Pasir dan debu melesat terhambur
Hidup didunia janganlah sombong
Apalagi menjadi manusia takabur
54. Kuda putih menarik pedati
Dipakai kusir membawa kelapa
Ayah dan bunda wajib dihormati
Sekalipun mereka manusia papa
55. Sejarah berkisah masa dahulu
Meneliti situs para pengamat
Janganlah tuan merasa malu
Walaupun tuan orang terhormat
56. Tidurlah ananda hari telah dini
Pejamkan mata do’a panjatkan
Legenda tongkat emas sampai disini
Salam takzim kami persembahkan
Bogor, 07 Januari 2011