Wednesday, November 14, 2012

BAGIAN KE 2
LEGENDA 
ASAL USUL NAMA BELITONG


1.       Wahai sahabat dimana  berada
Terimalah salam permulaan kata
Adapun tulisan ini sebuah legenda
Legenda sebuah cerita tak berfakta

2.       Mari bersama duduk diskusi
Diskusi penghapus pikiran kemelut
Legenda hanyalah sebuah fiksi
Dikisahkan dari mulut ke mulut

3.       Kesana kemari kesiun kesinek
Mari cakap Belitong kita bicara
Turun temurun dari kakek nenek
Diramu bermacam versi dan cara

4.       Kik Kulup pakai cuken kain belacu
Turun ke permandian sabun dicari
Dimaksud menyenangkan anak cucu
Di kala menidurkan dimalam hari

5.       Pemandian terletak  dibelakang sana
Di lantainya bertaburan batu koral
Oleh kakek  nenek  yang bijaksana
Diselipkan nasehat pembina moral

6.       Berjuang keras ksatria perkasa
Demi kejayaan tanah tumpah darah
Ada diantara ilmuwan ahli bahasa
Mengaitkan legenda dengan sejarah

7.       Siap siaga menunaikan perintah
Negara tercinta kita pertahankan
Boleh didebat boleh dibantah
Pendapat  lain dapat di utarakan

8.       Susunlah bersama barisan pemuda
Untuk mempertahankan bumi persada
Jangan campurkan sejarah dan legenda
Keduanya berada pada jalur berbeda

9.       Setiap pejuang punya perhatian
Hadapi musuh dalam pertempuran
Sejarah ditulis berdasarkan penelitian
Situs dan catatan akurat bagi kebenaran

10.   Semua harus siap angkat senjata
Senapang dipanggul peluru diisi
Sejarah ditulis berdasarkan fakta
Sedangkan legenda hanyalah fiksi

11.   Pasukan berikat kepala warna merah
Lambang negara dipasang diatas dada
Legenda bukanlah  bagian dari sejarah
Tetapi dapat ditulis sejarah legenda

12.   Di kala nenek asyik duduk merenda
Kakek membaca sya’ir  duduk bersila
Sekarang mari kita menguak legenda
Legenda tentang Belitung dahulu kala

13.   Kalau paduka raja bijak bestari
Tentulah rakyat berlapang dada
Asal usul sesuatu layak ditelusuri
Baik dari sejarah ataupun legenda

14.   Ramai orang berkumpul di pangkalan
Tempat ikan dari perahu diturunkan
Walaupun versi banyak bermunculan
Nama Belitung sudah ditetapkan

15.   Raja bertitah perintah terhantar
Melaksanakan perintah tugas punggawa
Tertulis di batu maupun daun lontar
Tentang hikayat kerajaan ditanah Jawa

16.   Segala kisah tentu punya riwayat
Riwayat berkisah masalah lama
Mpu Prapanca telah menulis hikayat
Dalam buku Syair Negara Kretagama

17.   Penjaga malam singgah di gardu
Mengawasi kampung siang dan senja
Tentang riwayat Kerajaan Mataram Hindu
Rakai Watukara Dyah Balitung sang raja

18.   Kalau tuan menjadi orang tak punya
Janganlah nasib hendak disesal
Belitung pernah jadi daerah takluknya
Dari riwayat ini mungkin nama berasal

19.   Melihat tikus berlari bercanda
Kucing belang hilang ingatan
Riwayat ini dijadikan legenda
Sebagai  versi dijadikan catatan               

20.   Sambal belacan penyedap makan
Gangan tenggiri di dalam belanga
Legenda Bali sepotong kita tinggalkan
Karena tak nyaman didengar telinga

21.   Dari kayu perajin membuat tempayan
Tempayan dibuat dari kayu belangiran
Dibeli beramai-ramai para nelayan
Buat penampung air dalam pelayaran

22.   Setiap hari nelayan menangkap ikan
Ditangkap pula gurita  dan sotong
Di bandar tempayan dijual belikan
Oleh nelayan tempayan disebut tong

23.   Belilah sate jika tuan belum makan
Sate enak disantap bersama lontong
Dari beli tong nama pulau diberikan
Pulau ini akhirnya dinamakan Belitong

24.   Perajurit kerajaan lintang berkumis
Bertempur gagah menantang maut
Kimpang, timong, keremut, keremis
Seamuanya nama jenis siput laut

25.   Pedang dihunus bedil ditembakkan
Memertahankan negara di medan laga
Orang mengatakan kamus menuliskan
Adapun belitung sejenis siput laut juga

26.   Semangat bertempur jangan meredup
Di pertempuran banyak wartawan meliput
Di pantai Belitung jenis siput  hidup
Belitung diambil dari nama sang siput

27.   Berkelakar tuan duduk di beranda
Kenangan lama bersama di ingatkan
Semuanya dikisahkan sebagai legenda
Jangan dipertentangkan dan didebatkan             

28.   Perahu melaju layar kembangkan
Mulailah pelayaran di pagi hari
Beragam legenda telah disampaikan
Asal usul nama Belitung mari telusuri

29.   Berangkat liburan barang kemasi
Kepada tetangga rumah titipkan
Demikian legenda beberapa versi
Yang paling tepat coba bandingkan

30.   Di tanah lapang lomba dimainkan
Mengejar layangan putus sambil berlari
Nama siput lebih memungkinkan
Legenda yang lain silahkan dicari

               Bogor,  08 Agustus 2010

Saturday, October 20, 2012

                                          BELITUNG DALAM PANTUN

                        BAGIAN KE 1
                 SELAYANG PANDANG

1.       Assalamualaikum handai dan taulan
Salam sejahera kami persembahkan
Kami sampaikan salam perkenalan
Semoga keberkahan Tuhan limpahkan

2.       Tayang menayang selayang pandang
Samudera terhampar bagai permadani
Kisah disampaikan sampiran tersandang
Menyusun pantun peribahasa berseni

3.       Republik Indonesia negara kesatuan
Persatuan bangsa tekad kebulatan
Izinkanlah kami menggunakan kata tuan
Sapaan disampaikan sebagai kehormatan

4.       Menjaga kejayaan sekuat kemampuan
Menerima Pancasila kita diharuskan
Kepada wanita digunakan sapaan puan
Di tanah Melayu masyarakat pergunakan

5.       Marilah menjaga kesatuan bangsa
Berpedoman dasar negara Pancasila
Ungkapan tuan dan puan puitis terasa
Dipakai dalam sastra sejak dahulu kala

6.       Perjuangan kemerkaan telah dilakukan
Sekarang kemerdekaan telah dinikmati
Dengan khidmat pantun dipersembahkan
Kehadapan tuan dan puan kami hormati

7.       Nyanyian suku Sawang enak dilantun
Pelantunnya datang dari kota Gantung
Marilah sekarang kita mulai berpantun
Pantun berkisah perihal Pulau Belitung

8.       Tuan ingin ikut melantun silahkan
Sambil ikut menari tubuh anggota
Dalam pantun coba diungkapkan
Berbagai hal perihal pulau tercinta

9.       Perahu nelayan berwarna biru
Turun kelaut memancing kerisi
Bila untaian pantun ada yang keliru
Silahkan tuan melakukan koreksi

10.   Awan kemilau mega berarakan
Dedaunan tua rontok berguguran
Bila terdapat yang tak memuaskan
Mohon tuan memberikan saran

11.   Gedung sositet bagaikan istana
Tempat Belanda berakhir pekan
Sifat manusia tidaklah sempurna
Bila ada kesalahan mohon dimaafkan

12.   Anak pramuka melakukan perkemahan
Kemah didirikan dikampung Lilangan
Jangan jadi polemik dan permasalahan
Apalagi perdebatan yang berkepanjangan

13.   Apabila tuan memerlukan bantuan
Barisan pramuka siap dikerahkan
Bila pantun ini tak berkenan dihati tuan
Ke keranjang sampah silahkan campakkan

14.   Zaman dahulu dacin berukuran kati
Timbangan China penduduk juluki
Pantun Belitung diuntai sepenuh hati
Karena dorongan perasaan memiliki

15.   Hati berdo’a tangan menadah
Kepada Tuhan mohon berkah-Nya
Bumi Belitung memanglah indah
Banyak orang suka menghuninya

16.   Kamar istana bermandikan hiasan
Tenpat sribaginda istrahat beradu
Bentuk bumi Belitung amat terkesan
Bak wajah manusia menanggung sendu

17.   Penduduk diminta kibarkan bendera
Bendera dkibarkan didepan rumah
Belitung senantiasa aman sejahhtera
Masyarakat senantisasa ramah tamah

18.   Cahaya berlian kilau kemilau
Berlian gosokan perajin Martapura
Belitung adalah nama sebuah pulau
Terletak mungil dikawasan Nusantara

19.   Belitung adalah sebutan resminya
Belitong ungkapan dialek setempat
Billiton bangsa Belanda menyebutnya
Di perut buminya timah bertempat

20.   Berpantun itu konon menyenangkan
Menyampaikan kisah kata bertautan
Selayang pandang kami cukupkan
Semoga terjalin rasa persahabatan

                                                Depok, 06 Agustus 2010

Saturday, August 18, 2012

                           
                             
                             BAGIAN KE EMAN PULUH
                                AMAN DAN MAKMUR

1.       Assalamualaikum pertama salam kami ucapkan
Alhamdulillah kita senantiasa selamat sejahtera
AMAN DAN MAKMUR  judul pantun disampaikan
Semoga keadaan seperti ini akan tercapai segera

2.       INDONESIA RAYA adalah lagu kebangsaan kita
Seluruh rakyat Indonesia tentulah memuliakan
Wahai seklian sahabat mari kita turut beserta
Disertai tabik hormat lagu kita kumandangkan

Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indobesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indoneia Raya

3.       Mari kita simak lirik lagu Rayuan Pulau Kelapa
Dinyanyikan dalam irama nan mendayu-dayu
Di pantai indah permai sang ombak menerpa
Di bawah iringan hembusan sepoi sang bayu

Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku AMAN DAN MAKMUR
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Reff :
Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana

Menuju pulau
Nan indah permai
Tanah airku
Indonesia

4.       Negeri pujaan bangsa aman dan makmur
Bagai untaian manikam indah tiada tara
Berjajar rapih dari barat sampai ke timur
Adalah negeri tercinta disebut Nusantara

5.       Negeri anugerah Khalik Yang Maha Kuasa
Terhadap makhluk yang sungguh tercinta
Agar bemanfaat bagi kesejahteraan bangsa
Di tengah ragam kehidupan  alam semesta

6.       Negeri bahari pulau-pulau  berhamparan
Negeri kaya di daratan dan kaya di lautan
Aman dan makmur dilimpahi kesuburan
Gemah ripah loh jinawi ungkap sebutan

7.       Sejak negeri diciptakan pada awal bermula
Berlimpah sandang berlimpah  pula pangan
Nenek moyang nikmati zaman dahulu kala
Masa ini semua itu hanya sebuah kenangan

8.       Dikala itu suasana damai aman tenteram
Dipimpin pemimpin adil serta  bijkaksana
Sriwijaya, Majapahit dilanjutkan Mataram
Kehidupan nan sejahtera selalu terlaksana

9.       Semangat gotong royong amat diutamakan
Ekonnomi dikelola menjadi usaha bersama
Turun temurun nenek moyang laksanakan
 Suasana kemakmuran tercipta menjelma

10.   Sampai kaum kolonialis tiba menaklukkan
Tiga setengah abad negeri dalam jajahan
Segala perlawanan terjadi tapi dipatahkan
Terseling segala kesedihan dan kepedihan

11.   Tujuh belas Agustus tanggal berlimpah rahmat
Sebilanbelas empat lima tahun kemenangan
 Proklamasi kemerdekan dinyatakan khidmat
Setelah kebebasan dicapai berkat perjuangan

12.   Dari kota Jakarta proklamsi di kumadangkan
Oleh dwitunggal proklamator Sukarno-Hatta
Marilah bersama sebuah lagu kita dengarkan
Gubahan dari seniman besar kata demi kata

Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempetahankan Indonesia
KIita tetap setia tetap setia
Membela negara kita

13.   Undang-undang dasar negara dibentuk segera
Sembilanbelas empatlima tahun dikaitkan pula
PANCASILA disepakati sebagai dasar negara
Semangat rakyat berkobar bagai api menyala

14.   Bung Karno ditetapkan jadi presiden pertama
Bung Hatta jadi wakil presiden ditetapkan pula
Terjadi pada delapan belas Agustus empat lima
Sejarah pemerintah Indonesia berawal mula

15.   PANCASILA terlahir dari pemikiran nan cerdas
Digali dari sejarah nenek moyang masa silam
Kepada keperibadian bangsa tentu berlandas
Azas gotong royong tertanam subur didalam

16.   PANCASILA falsafaf luhur pemersatu bangsa
Lima sila terkandung ajaran moral dan etika
Falsafah agung pujaan abadi sepanjang masa
Menjadi pedoman perjalanan negara merdeka

17.   Lima sila dasar bernegara tiadalah terpisahkan
Dukung mendukung menjadi sebuah kesatuan
Pendukung setia negara haruslah mengamalkan
Mari simak ke lima dasar wahai tuan dan puan

PANCASILA

SATU   : Ketuhanan Yang Maha Esa
DUA     : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
TIGA     : Persatuan Indonesia
EMPAT:  Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kabijaksanaan
                dalam Permusyawaratan/Perwakilan
LIMA     : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia



18.   Disepakati burung garuda jadi lambang negara
Raja sekalian burung terkenal sangat bijaksana
Terbang gagah perkasa melanglang dirgantara
Tubuh dan sayap sangatlah indah mempesona

19.   Dengarlah suara sorak sorai rakyat bergembira
Setiap waktu PANCASILA harus dipertahankan
Puji-puji dipersembahkan dengan berbagai cara
Marilah simak sebuah lagu sering dilantunkan

Garuda PANCASILA
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia  berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju

20.   Keinginan merobah PANCASILA terpikir jangan
Serempak rakyat niscaya akan maju membela
Berulang kali PANCASILA mendapat rongrongan
Tetapi tetaplah tegak abadi sebagai sediakala

21.   Negeri kita negeri pusaka sangatlah kaya
Lazim pula disebutkan sebagai Nusantara
Lagu kebangsaan disepakati Indonesia Raya
Sang merah putih adalah bendera negara

22.   Sabang hingga Marauke wilayah Indonesia
Rakyat Indonsia jadi satuan warga negera
Pemerintahan terbentuk di wilayah Asia
Diakui banyak negara dalam waktu segrera

23.   Disepakati pula  kota Jakarta menjadi ibukota
Tempat poklamasi kemerdekaan diumumkan
Syarat sebuah negara menjadi lengkap tertata
Ke antero jagat negara muda dipermaklumkan

24.   Mari kembali seuntai lagu kita dengarkan
Lagu nan klasik Indonesia Tanah Air Beta
Pada bangsa dan negara dipersembahkan
Tersusun rapih dalam untaian kata-kata

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kaka
Tetap di puja-puja bangsa

Reff :
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata

Sungguh indah tanah air beta
Tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi bangsa yang memujanya

Reff :
Indonsia ibu pertiwi
Kau kupuja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

25.   Empat pilar negara menjadi suar nan abadi
Supaya  negara selalu tenteram dan damai
Tiada tergoyangkan walau apapun terjadi
Dalam mengawal keutuhan negeri permai

26.   Undang-undang dasar negara yang pertama
Disepakati tahun sembilan belas empatlima
Yang mengatur kehidupan rakyat bersama
Kita semua warga negara wajib menerima

27.   Yang ke dua adalah azas negara PANCASILA
Falsafah abadi cermin keperibadian bangsa
Digali dari untaian sejarah sejak dahulu kala
Tak lekang di panas mentari kata peribahasa

28.   Ke tiga Negara Kesatuan Republik Indonesia 
Kepadanya kita wajib selalu setia mengabdi
Semejak dari kandungan bunda sampai lansia
Kendati disana-sini diliputi berbagai tragedi

29.   Ke empat menerima azas Bhineka Tunggal Ika
Walaupun berbeda-beda tetapi tetaplah satu
Perbedaan diterima legawa suasana terbuka
Dengan hati yang tulus ikhlas sudahlah tentu

30.   Suburnya tanah dan bukit untuk pertanian
Berlimpahya ragam ikan  menghuni bahari
Berkembangnya kebudayaan dan kesenian
Itulah ciri kemakuran kita empunya negeri

31.   Sawah ladang dan bahari andalan kedidupan
Hasil melimpah ruah petanda kemakmuran
Aman tenteram makmur masyarakat mapan
Aneka kesenian asli daerah menjadi hiburan

32.   Nenek moyang mengelola amatlah bijaksana
Mengeruk isi perut bumi tak mereka lakukan
Mereka berfikir sunggulah sangat sederhana
Kepada anak cucu kemudian hari diwariskan

33.   Sayang di kemudian penjajah tiba menjarah
Isi perut bumi berupa mineral habis dikuras
Semua peristiwa tercatat jelas dalam sejarah
Rakyat hidup menderita lahir batin terperas

34.   Berabad-abad mereka kuras penuh serakah
Sehingga bahan mineral mendekati musnah
Dalam adu domba mereka deras melangkah
Tidak jarang pula disertai hasutan dan fitnah

35.   Akibat penggalian mineral timbullah kerusakan
Diatas bumi semula subur terjadi pencemaran
Penjajah hengkang kondisi macam ini disisakan
Untuk memperbaiki tentulah dapat kesukaran

36.   Mari melihat undang-undang dasar empatlima
Pada pasal tigpulah tiga disebut dengan nyata
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
Mari pasal ini kita cermati teliti kata demi kata

Satu : Perekonomian disusun sebagi usaha bersama
            berdasar atas usaha kekeluargaan.
Dua  : Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara
            dan yang menguasai hajat hidup orang banyak
            dikuasai negara.
Tiga : Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung
           di dalamnya dikusai oleh negara dan dipergunakan
           untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

37.   Pasal ini disusun oleh para pemimpin yang bijak
Digali dari kebiasaan nenek moyang dahulu kala
Kepada landasan gotong royong tentu berpijak
Sangat sejalan dengan dasar negara PANCASILA

38.   Bung Hatta mewujudkan dalam bentuk koperasi
Sistem ekonomi sesuai keperibadian bangsa kita
Diterapkan di tengah masyaralat tentulah serasi
Keadilan sosial bagi masyarakat ditata merata

39.   Bung Karno dan Bung Hatta pelopor bangsa
Kepada tanah air mereka tak bosan mengabdi
Bersikap pantang menyerah apalagi putus asa
Jauh sekali dari niat demi kepentingan peribadi

40.   Oleh rakyat keduanya disebutkan dwitunggal
Sayang kekuatan politik datang memisahkan
Kini hanyalah kenangan masa lalu tertinggal
Semangat seperti dulu telah sukar diwujudkan

41.   Dwitunggal lambang dari cendekiawan sejati
Bung Karno pengobar semangat perjuangan
Bung Hatta pemikir ekonomi nan rendah hati
Dengan kaum kapitalis pikiran berseberangan

42.    Banyak sistem ekonomi di dunia bermunculan
Ada yang disebut liberalis dan ada pula sosialis
Bagi negeri kita kedua sistem tentu tak sejalan
Demikianlah berbagai pendapat sering ditulis

43.   Paling parah bila sosialis berpraktek liberalis
Bagaikan musang berbulu ayam kata pepatah
Mungkin saja dibelakangnya sembunyi kapitalis
Tak mungkin udang di balik batu berlaku latah

44.   Ekonomi koperasi sungguh sangat dianjurkan
Di dalam undang-undang dasar sudah tertera
Bangsa Indonesia seyogyanya menjalankan
Demi kehidupan yang merata serta sejahtera

45.   Masa kini sistem lain malah tiba mengganggu
Di tengah arus buana tengah mabuk globalisasi
Namun di baliknya menyelinap hantu ambigu
Titisan sistem ekonomi liberalis tampil beraksi

46.   Ekonomi liberalis sistem klasik pemikiran barat
Pasaran dan persaingan bebas menjadi ukuran
Walau didalamnya rakyat akan hidup melarat
Pengusaha  gendut tetap enak tidur-tiduran

47.   Nah neolib nama hewan apa pula itu gerangan
Neo liberalis cucu cicit turunan sistem liberalis
Tipuan kaum kapitalis bak hantu gentayangan
Mengobrak abrik suatu negara bagaikan iblis

48.   Neolib bukanlah sistem ekonomi anutan kita
Ungkap seorang menteri serius menegaskan
Namun angin kesana terasa berembus nyata
Peran ekonomi koperasi hendak ditinggalkan

49.   Di negara kita bejibun ekonom jadi pengikut
Utama tuan dan puan didikan negeri kapitalis
Sistem ekonomi koperasi dengan tega disikut
Mereka ini bangga disebut ekonom spesialis

50.   Dihadapan para pejabat sistem dipaparkan
Didambut kagum pidato hingar di tepuki
Mulut ternganga isi paparan diperhatikan
Hingga tiada  sadar lalat terbang memasuki

51.   Sistem ekonomi neolib ingin dilaksanakan
Bagaikan seorang bermimpi di siang bolong
Sistem ekononomi koperasi nyaris dilupakan
Dikira sistem neolib akan jadi dewa penolong

52.   Tetapi teori dan praktek sangatlah berbeda
Sistem ini melahirkan korupsi dimana-mana
Pada persaingan bebas negosiasi menggoda
Kasus sogok menyogok meramaikan suasana

53.   Masa kini perusahaan asing pegang peranan
Dulu oleh Bung Karno ditendang hengkang
Tak diberi kesempatan melirik kiri dan kanan
Mereka ambil langkah seribu lintang pukang

54.   Akan tetapi sayang Bung Karno disingkirkan
Sekarang mereka kembali di undang datang
Melalui karpet merah tergelar dihamparkan
Konon di kawal misi neolib tanpa perintang

55.   Berbagai usaha kepada mereka dipercayakan
Termasuk pengelolaan segala isi perut bumi
Cobalah kiranya barang sejenak  tuan camkan
Bagaimana cara kita awam dapat memahami

56.   Bila kiranya boleh kami menyampaikan saran
Saran dari awam tertuju kepada pemerintah
Dengan rendah hati didalam alam kesadaran
Apakah mungkin kita kembali kepada khittah

57.   Khittah sembilanbelas empatlima acuan kita
Ekonomi koperasi senantiasa menjadi anutan
Sejalan amanat ditinggalkan oleh  Bung Hatta
Di iringi do’a semoga dilimpahi keselamatan

58.   Manakala kepada khittah kita telah kembali
Undang-undang dasar asli dilaksanakan pasti
Terhadap nasib rakyat tentulah sangat peduli
Sistem ekonomi leluhur kita jalankan berarti

59.   Selagi empunya peluang belumlah terlambat
Amanat leluhur laksanakan sebagai penuntun
Mungkin kualat sebagai menimbulkan akibat
Berbagai bencana menimpa kita beruntun

60.   Jumlah partai politik harus dapat dibatasi
Pada suatu ketika pernah hanya ada tiga
Apakah telah terjadi kekeliruan reformasi
Berkembang subur banyaknya tak terduga

61.   Semua parpol punya azas tunggal PANCASILA
Hingga terdapat pandangan hidup yang sama
Musyawarah dan mufakat tentu tiada kendala
Tidak pula menaruh prasangka dan paradigma

62.   Mari kita menengok ke dekade limapuluhan
Bagaikan bintang di langit partai bertaburan
Bertikai dan berbantahan tidak berkesudahan
Sehingga tugas di konstituante jadi kececeran

63.   Akibat menyusun konsitusi meraih kegagalan
Pada ujung-ujungnya konsituante dibubarkan
Dengan dekrit lima Juli lima puluh sembilan
Presiden Sukarno tegas mengambil tindakan

64.   Jumlah parpol di negeri ini disederhanakan
Sejarah berjalan terus pemerintah berganti
Hanyalah tiga kekuatan politik ditetapkan
Azas tunggal PANCASILA disepakati pasti

65.   Masa kini disebut sebagai zaman reformasi
Seperti dekade limapuluhan situasi terjadi
Bejibun partai politik tampil rebutan posisi
Gedung palemen jadi bak panggung komedi

66.   Undang-undang dasar mereka amandemen
Diatur pasal-pasal parlemen amat berkuasa
Segala urusan hatur tabik kepada parlemen
Hak prerogatif presiden nyaris tiada  tersisa

67.   Calon presiden harus parpol mengusulkan
Rakyat non parpol tidak punya kesempatan
Usul calon perorangan selalu dimentahkan
Kayaknya parpol seperti orang lupa daratan

68.   Didalam undang-undang dasar dicantumkan
Kedudukan warga negara dalam hukum sama
Entah bagaimnna pasal ini seakan di abaikan
Calon perorangan maju terhalang percuma


69.   Walaupun ada cendekia ingin tampil kedepan
Tetapi begabung dengan parpol dia sungkan
Maksud dapat pimpinan bijak hanya harapan
Karena cuma parpol yang berhak menyalonkan

70.   Mari memilih pemimpin putra terbaik bangsa
Jangan terkesima parpol empunya propaganda
Banyak cendekiawan nan bijak sepanjang masa
Walaupun berdiri di luar parpol mereka berada

71.   Parpol terus menerus  bagai kuda adu balapan
Akibatnya kesejahteraan rakyat jadi terabaikan
Pada dewasa ini rakyat menjadi hilang harapan
Pada waktu silam Bung Karno ambil tindakan

72.   Salus populi suprema lex esto apakah gerangan
Tolong tuan artikan hamba yang bodoh tak tahu
Wahai pemimpin jangan tuan berpangku tangan
Bagai kata pepatah bak kura-kura dalam perahu

73.   Para cerdik cendekia zaman dulu punya slogan
Kesejahteraan rakyrat menjadi hukum tertinggi
Bertindak tegas wahai pemimipin jangan segan
Kalau tak secepatnya gerangan kapankah lagi

74.   Di padang rumput banyak hidup hewan belalang
Kesana kemari tak jemu hilir mudik beterbangan
Di lapang balapan banyak berkumpul petualang
Ramai kesanan kemari mencari kuda tunggangan

75.   Marilah tuan kita ramai-ramai pergi berwisata
Menuju ke pantai Tanjung Binga Bukit Berahu
Wahai tuan tak usahlah memarah kepada beta
Beta empunya maksud pastilah tuan telah tahu

76.   Kiranya maafkan kalau kami panjang bercerita
Apalagi bila bagi tuan sangatlah membosankan
Kami sekadar berpapar perihal negeri  tercinta
Ke dalam Belitung dalam pantun kami selipkan

77.   Bung Karno dan Bung Hatta pemimpin sejati
Dengan rasa tulus ikhlas mereka kita hormati
Dalam kenangan senantiasa tertanam di hati
Mari bersama lagu Padamu Negeri kita ikuti

Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Padamu negeri jiwa raga kami

78.   Bagi pemeritah berjuta maaf kami haturkan
Sebagai awam memberanikan diri buka suara
Andaikan berkenan mohon dipertimbangkan
Andaikan tidak berkenan abaikanlah segera

79.   Kehadhirat ALLAH KHALIK  MAHA  PENCIPTA
Keselamatan negeri tercinta marilah do’akan
Agar selalu AMAN DAN MAKMUR adil merata
Kepadamu negeri bakti kami persembahkan

80.   Rangkaian pantun kami tutup sampai disini
Andai  terjadi kekeliruan mohon dimaafkan
Walaupun tiadalah pengiring musik simfoni
Akhir penutup marilah simak lagu SYUKUR

Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karunia-MU
Tanah air pusaka
INDONESIA MERDEKA
SYUKUR aku sembahkan
Kepada-MU TUHAN

Bogor,  20 April 2012