BAGIAN KE EMAN PULUH
AMAN DAN MAKMUR
1. Assalamualaikum pertama salam kami ucapkan
Alhamdulillah kita senantiasa
selamat sejahtera
AMAN DAN MAKMUR judul pantun disampaikan
Semoga keadaan seperti ini akan
tercapai segera
2. INDONESIA RAYA adalah lagu kebangsaan kita
Seluruh rakyat Indonesia tentulah
memuliakan
Wahai seklian sahabat mari kita
turut beserta
Disertai tabik hormat lagu kita
kumandangkan
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indobesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah
Indoneia Raya
3. Mari kita simak lirik lagu Rayuan Pulau
Kelapa
Dinyanyikan
dalam irama nan mendayu-dayu
Di pantai indah permai sang ombak
menerpa
Di bawah iringan hembusan sepoi
sang bayu
Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa
Tanah airku AMAN DAN MAKMUR
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala
Reff :
Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana
Menuju pulau
Nan indah permai
Tanah airku
Indonesia
4. Negeri pujaan bangsa aman dan makmur
Bagai untaian manikam indah tiada
tara
Berjajar rapih dari barat sampai
ke timur
Adalah negeri
tercinta disebut Nusantara
5. Negeri anugerah Khalik Yang Maha Kuasa
Terhadap makhluk yang sungguh
tercinta
Agar bemanfaat bagi kesejahteraan
bangsa
Di tengah ragam kehidupan alam semesta
6. Negeri bahari pulau-pulau berhamparan
Negeri kaya di daratan dan kaya di
lautan
Aman dan makmur dilimpahi
kesuburan
Gemah ripah loh
jinawi ungkap sebutan
7. Sejak negeri diciptakan pada awal bermula
Berlimpah sandang berlimpah pula pangan
Nenek moyang nikmati zaman dahulu
kala
Masa ini semua itu hanya sebuah
kenangan
8. Dikala itu suasana damai aman tenteram
Dipimpin pemimpin adil serta bijkaksana
Sriwijaya, Majapahit dilanjutkan
Mataram
Kehidupan nan sejahtera selalu
terlaksana
9. Semangat gotong royong amat diutamakan
Ekonnomi dikelola menjadi usaha
bersama
Turun temurun nenek moyang
laksanakan
Suasana kemakmuran tercipta menjelma
10. Sampai kaum kolonialis tiba menaklukkan
Tiga setengah abad negeri dalam
jajahan
Segala perlawanan terjadi tapi
dipatahkan
Terseling segala kesedihan dan
kepedihan
11. Tujuh belas Agustus tanggal berlimpah
rahmat
Sebilanbelas empat lima tahun
kemenangan
Proklamasi kemerdekan dinyatakan khidmat
Setelah kebebasan dicapai berkat
perjuangan
12. Dari kota Jakarta proklamsi di kumadangkan
Oleh dwitunggal proklamator
Sukarno-Hatta
Marilah bersama sebuah lagu kita
dengarkan
Gubahan dari seniman besar kata
demi kata
Tujuh belas Agustus tahun empat
lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung
badan
Kita tetap setia tetap setia
Mempetahankan Indonesia
KIita tetap setia tetap setia
Membela negara
kita
13. Undang-undang dasar negara dibentuk segera
Sembilanbelas
empatlima tahun dikaitkan pula
PANCASILA
disepakati sebagai dasar negara
Semangat rakyat
berkobar bagai api menyala
14. Bung Karno ditetapkan jadi presiden pertama
Bung Hatta jadi
wakil presiden ditetapkan pula
Terjadi pada
delapan belas Agustus empat lima
Sejarah
pemerintah Indonesia berawal mula
15. PANCASILA terlahir dari pemikiran nan
cerdas
Digali dari sejarah nenek moyang
masa silam
Kepada keperibadian bangsa tentu
berlandas
Azas gotong royong tertanam subur
didalam
16. PANCASILA falsafaf luhur pemersatu bangsa
Lima sila terkandung ajaran moral
dan etika
Falsafah agung pujaan abadi
sepanjang masa
Menjadi pedoman perjalanan negara
merdeka
17. Lima sila dasar bernegara tiadalah
terpisahkan
Dukung mendukung menjadi sebuah
kesatuan
Pendukung setia negara haruslah
mengamalkan
Mari simak ke lima dasar wahai
tuan dan puan
PANCASILA
SATU : Ketuhanan Yang Maha Esa
DUA : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
TIGA : Persatuan Indonesia
EMPAT: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat
Kabijaksanaan
dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
LIMA : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat
Indonesia
18. Disepakati burung garuda jadi lambang
negara
Raja sekalian burung
terkenal sangat bijaksana
Terbang
gagah perkasa melanglang dirgantara
Tubuh
dan sayap sangatlah indah mempesona
19. Dengarlah suara sorak sorai rakyat
bergembira
Setiap waktu PANCASILA harus
dipertahankan
Puji-puji dipersembahkan dengan
berbagai cara
Marilah simak
sebuah lagu sering dilantunkan
Garuda
PANCASILA
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar
negara
Rakyat adil
makmur sentosa
Pribadi
bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju
20. Keinginan merobah PANCASILA terpikir jangan
Serempak rakyat
niscaya akan maju membela
Berulang kali PANCASILA
mendapat rongrongan
Tetapi tetaplah
tegak abadi sebagai sediakala
21. Negeri kita negeri pusaka sangatlah kaya
Lazim pula
disebutkan sebagai Nusantara
Lagu kebangsaan disepakati
Indonesia Raya
Sang
merah putih adalah bendera negara
22. Sabang hingga Marauke wilayah Indonesia
Rakyat
Indonsia jadi satuan warga negera
Pemerintahan
terbentuk di wilayah Asia
Diakui banyak
negara dalam waktu segrera
23. Disepakati pula kota Jakarta menjadi ibukota
Tempat
poklamasi kemerdekaan diumumkan
Syarat sebuah
negara menjadi lengkap tertata
Ke
antero jagat negara muda dipermaklumkan
24. Mari kembali seuntai lagu kita dengarkan
Lagu nan
klasik Indonesia Tanah Air Beta
Pada
bangsa dan negara dipersembahkan
Tersusun
rapih dalam untaian kata-kata
Indonesia
tanah air beta
Pusaka
abadi nan jaya
Indonesia
sejak dulu kaka
Tetap di
puja-puja bangsa
Reff :
Di sana
tempat lahir beta
Dibuai
dibesarkan bunda
Tempat
berlindung di hari tua
Sampai
akhir menutup mata
Sungguh
indah tanah air beta
Tiada
bandingnya di dunia
Karya
indah Tuhan Maha Kuasa
Bagi
bangsa yang memujanya
Reff :
Indonsia
ibu pertiwi
Kau
kupuja kau kukasihi
Tenagaku
bahkan pun jiwaku
Kepadamu
rela kuberi
25. Empat pilar negara menjadi suar nan abadi
Supaya negara selalu tenteram dan damai
Tiada
tergoyangkan walau apapun terjadi
Dalam
mengawal keutuhan negeri permai
26. Undang-undang dasar negara yang pertama
Disepakati
tahun sembilan belas empatlima
Yang
mengatur kehidupan rakyat bersama
Kita
semua warga negara wajib menerima
27. Yang ke dua adalah azas negara PANCASILA
Falsafah
abadi cermin keperibadian bangsa
Digali
dari untaian sejarah sejak dahulu kala
Tak
lekang di panas mentari kata peribahasa
28. Ke tiga Negara Kesatuan Republik
Indonesia
Kepadanya
kita wajib selalu setia mengabdi
Semejak
dari kandungan bunda sampai lansia
Kendati
disana-sini diliputi berbagai tragedi
29. Ke empat menerima azas Bhineka Tunggal Ika
Walaupun
berbeda-beda tetapi tetaplah satu
Perbedaan
diterima legawa suasana terbuka
Dengan
hati yang tulus ikhlas sudahlah tentu
30. Suburnya tanah dan bukit untuk pertanian
Berlimpahya
ragam ikan menghuni bahari
Berkembangnya
kebudayaan dan kesenian
Itulah
ciri kemakuran kita empunya negeri
31. Sawah ladang dan bahari andalan kedidupan
Hasil
melimpah ruah petanda kemakmuran
Aman
tenteram makmur masyarakat mapan
Aneka
kesenian asli daerah menjadi hiburan
32. Nenek moyang mengelola amatlah bijaksana
Mengeruk
isi perut bumi tak mereka lakukan
Mereka
berfikir sunggulah sangat sederhana
Kepada
anak cucu kemudian hari diwariskan
33. Sayang di kemudian penjajah tiba menjarah
Isi
perut bumi berupa mineral habis dikuras
Semua
peristiwa tercatat jelas dalam sejarah
Rakyat
hidup menderita lahir batin terperas
34. Berabad-abad mereka kuras penuh serakah
Sehingga
bahan mineral mendekati musnah
Dalam
adu domba mereka deras melangkah
Tidak
jarang pula disertai hasutan dan fitnah
35. Akibat penggalian mineral timbullah
kerusakan
Diatas
bumi semula subur terjadi pencemaran
Penjajah
hengkang kondisi macam ini disisakan
Untuk
memperbaiki tentulah dapat kesukaran
36. Mari melihat undang-undang dasar empatlima
Pada
pasal tigpulah tiga disebut dengan nyata
Perekonomian
disusun sebagai usaha bersama
Mari
pasal ini kita cermati teliti kata demi kata
Satu :
Perekonomian disusun sebagi usaha bersama
berdasar
atas usaha kekeluargaan.
Dua : Cabang-cabang produksi yang penting bagi
negara
dan yang menguasai hajat hidup orang
banyak
dikuasai negara.
Tiga : Bumi
dan air dan kekayaan alam yang terkandung
di dalamnya dikusai oleh negara dan
dipergunakan
untuk sebesar-besar kemakmuran
rakyat.
37. Pasal ini disusun oleh para pemimpin yang
bijak
Digali
dari kebiasaan nenek moyang dahulu kala
Kepada
landasan gotong royong tentu berpijak
Sangat
sejalan dengan dasar negara PANCASILA
38. Bung Hatta mewujudkan dalam bentuk koperasi
Sistem
ekonomi sesuai keperibadian bangsa kita
Diterapkan
di tengah masyaralat tentulah serasi
Keadilan
sosial bagi masyarakat ditata merata
39. Bung Karno dan Bung Hatta pelopor bangsa
Kepada
tanah air mereka tak bosan mengabdi
Bersikap
pantang menyerah apalagi putus asa
Jauh
sekali dari niat demi kepentingan peribadi
40. Oleh rakyat keduanya disebutkan dwitunggal
Sayang kekuatan
politik datang memisahkan
Kini hanyalah
kenangan masa lalu tertinggal
Semangat seperti
dulu telah sukar diwujudkan
41. Dwitunggal lambang dari cendekiawan sejati
Bung
Karno pengobar semangat perjuangan
Bung
Hatta pemikir ekonomi nan rendah hati
Dengan
kaum kapitalis pikiran berseberangan
42. Banyak sistem ekonomi di dunia bermunculan
Ada yang
disebut liberalis dan ada pula sosialis
Bagi
negeri kita kedua sistem tentu tak sejalan
Demikianlah
berbagai pendapat sering ditulis
43. Paling parah bila sosialis berpraktek
liberalis
Bagaikan
musang berbulu ayam kata pepatah
Mungkin
saja dibelakangnya sembunyi kapitalis
Tak
mungkin udang di balik batu berlaku latah
44. Ekonomi koperasi sungguh sangat dianjurkan
Di dalam
undang-undang dasar sudah tertera
Bangsa
Indonesia seyogyanya menjalankan
Demi
kehidupan yang merata serta sejahtera
45. Masa kini sistem lain malah tiba mengganggu
Di tengah
arus buana tengah mabuk globalisasi
Namun di
baliknya menyelinap hantu ambigu
Titisan
sistem ekonomi liberalis tampil beraksi
46. Ekonomi liberalis sistem klasik pemikiran
barat
Pasaran
dan persaingan bebas menjadi ukuran
Walau
didalamnya rakyat akan hidup melarat
Pengusaha
gendut tetap enak tidur-tiduran
47. Nah neolib nama hewan apa pula itu gerangan
Neo
liberalis cucu cicit turunan sistem liberalis
Tipuan
kaum kapitalis bak hantu gentayangan
Mengobrak
abrik suatu negara bagaikan iblis
48. Neolib bukanlah sistem ekonomi anutan kita
Ungkap
seorang menteri serius menegaskan
Namun
angin kesana terasa berembus nyata
Peran ekonomi
koperasi hendak ditinggalkan
49. Di negara kita bejibun ekonom jadi pengikut
Utama
tuan dan puan didikan negeri kapitalis
Sistem
ekonomi koperasi dengan tega disikut
Mereka
ini bangga disebut ekonom spesialis
50. Dihadapan para pejabat sistem dipaparkan
Didambut
kagum pidato hingar di tepuki
Mulut
ternganga isi paparan diperhatikan
Hingga
tiada sadar lalat terbang memasuki
51. Sistem ekonomi neolib ingin dilaksanakan
Bagaikan
seorang bermimpi di siang bolong
Sistem
ekononomi koperasi nyaris dilupakan
Dikira
sistem neolib akan jadi dewa penolong
52. Tetapi teori dan praktek sangatlah berbeda
Sistem
ini melahirkan korupsi dimana-mana
Pada
persaingan bebas negosiasi menggoda
Kasus
sogok menyogok meramaikan suasana
53. Masa kini perusahaan asing pegang peranan
Dulu oleh
Bung Karno ditendang hengkang
Tak
diberi kesempatan melirik kiri dan kanan
Mereka
ambil langkah seribu lintang pukang
54. Akan tetapi sayang Bung Karno disingkirkan
Sekarang
mereka kembali di undang datang
Melalui
karpet merah tergelar dihamparkan
Konon di
kawal misi neolib tanpa perintang
55. Berbagai usaha kepada mereka dipercayakan
Termasuk
pengelolaan segala isi perut bumi
Cobalah
kiranya barang sejenak tuan camkan
Bagaimana
cara kita awam dapat memahami
56. Bila kiranya boleh kami menyampaikan saran
Saran
dari awam tertuju kepada pemerintah
Dengan
rendah hati didalam alam kesadaran
Apakah
mungkin kita kembali kepada khittah
57. Khittah sembilanbelas empatlima acuan kita
Ekonomi
koperasi senantiasa menjadi anutan
Sejalan
amanat ditinggalkan oleh Bung Hatta
Di
iringi do’a semoga dilimpahi keselamatan
58. Manakala kepada khittah kita telah kembali
Undang-undang
dasar asli dilaksanakan pasti
Terhadap
nasib rakyat tentulah sangat peduli
Sistem
ekonomi leluhur kita jalankan berarti
59. Selagi empunya peluang belumlah terlambat
Amanat
leluhur laksanakan sebagai penuntun
Mungkin
kualat sebagai menimbulkan akibat
Berbagai
bencana menimpa kita beruntun
60. Jumlah partai politik harus dapat dibatasi
Pada
suatu ketika pernah hanya ada tiga
Apakah telah
terjadi kekeliruan reformasi
Berkembang
subur banyaknya tak terduga
61. Semua parpol punya azas tunggal PANCASILA
Hingga
terdapat pandangan hidup yang sama
Musyawarah
dan mufakat tentu tiada kendala
Tidak
pula menaruh prasangka dan paradigma
62. Mari kita menengok ke dekade limapuluhan
Bagaikan
bintang di langit partai bertaburan
Bertikai
dan berbantahan tidak berkesudahan
Sehingga
tugas di konstituante jadi kececeran
63. Akibat menyusun konsitusi meraih kegagalan
Pada
ujung-ujungnya konsituante dibubarkan
Dengan
dekrit lima Juli lima puluh sembilan
Presiden
Sukarno tegas mengambil tindakan
64. Jumlah parpol di negeri ini disederhanakan
Sejarah
berjalan terus pemerintah berganti
Hanyalah
tiga kekuatan politik ditetapkan
Azas
tunggal PANCASILA disepakati pasti
65. Masa kini disebut sebagai zaman reformasi
Seperti
dekade limapuluhan situasi terjadi
Bejibun
partai politik tampil rebutan posisi
Gedung
palemen jadi bak panggung komedi
66. Undang-undang dasar mereka amandemen
Diatur
pasal-pasal parlemen amat berkuasa
Segala
urusan hatur tabik kepada parlemen
Hak
prerogatif presiden nyaris tiada tersisa
67. Calon presiden harus parpol mengusulkan
Rakyat
non parpol tidak punya kesempatan
Usul
calon perorangan selalu dimentahkan
Kayaknya
parpol seperti orang lupa daratan
68. Didalam undang-undang dasar dicantumkan
Kedudukan
warga negara dalam hukum sama
Entah
bagaimnna pasal ini seakan di abaikan
Calon
perorangan maju terhalang percuma
69. Walaupun ada cendekia ingin tampil kedepan
Tetapi
begabung dengan parpol dia sungkan
Maksud
dapat pimpinan bijak hanya harapan
Karena
cuma parpol yang berhak menyalonkan
70. Mari memilih pemimpin putra terbaik bangsa
Jangan
terkesima parpol empunya propaganda
Banyak
cendekiawan nan bijak sepanjang masa
Walaupun
berdiri di luar parpol mereka berada
71. Parpol terus menerus bagai kuda adu balapan
Akibatnya
kesejahteraan rakyat jadi terabaikan
Pada
dewasa ini rakyat menjadi hilang harapan
Pada
waktu silam Bung Karno ambil tindakan
72. Salus populi suprema lex esto apakah
gerangan
Tolong
tuan artikan hamba yang bodoh tak tahu
Wahai
pemimpin jangan tuan berpangku tangan
Bagai
kata pepatah bak kura-kura dalam perahu
73. Para cerdik cendekia zaman dulu punya
slogan
Kesejahteraan
rakyrat menjadi hukum tertinggi
Bertindak
tegas wahai pemimipin jangan segan
Kalau
tak secepatnya gerangan kapankah lagi
74. Di padang rumput banyak hidup hewan belalang
Kesana
kemari tak jemu hilir mudik beterbangan
Di
lapang balapan banyak berkumpul petualang
Ramai
kesanan kemari mencari kuda tunggangan
75. Marilah tuan kita ramai-ramai pergi
berwisata
Menuju
ke pantai Tanjung Binga Bukit Berahu
Wahai
tuan tak usahlah memarah kepada beta
Beta
empunya maksud pastilah tuan telah tahu
76. Kiranya maafkan kalau kami panjang
bercerita
Apalagi
bila bagi tuan sangatlah membosankan
Kami
sekadar berpapar perihal negeri tercinta
Ke dalam
Belitung dalam pantun kami selipkan
77. Bung Karno dan Bung Hatta pemimpin sejati
Dengan
rasa tulus ikhlas mereka kita hormati
Dalam
kenangan senantiasa tertanam di hati
Mari
bersama lagu Padamu Negeri kita ikuti
Padamu
negeri kami berjanji
Padamu
negeri kami berbakti
Padamu
negeri kami mengabdi
Padamu
negeri jiwa raga kami
78. Bagi pemeritah berjuta maaf kami haturkan
Sebagai
awam memberanikan diri buka suara
Andaikan
berkenan mohon dipertimbangkan
Andaikan
tidak berkenan abaikanlah segera
79. Kehadhirat ALLAH KHALIK MAHA
PENCIPTA
Keselamatan
negeri tercinta marilah do’akan
Agar selalu
AMAN DAN MAKMUR adil merata
Kepadamu
negeri bakti kami persembahkan
80. Rangkaian pantun kami tutup sampai disini
Andai terjadi kekeliruan mohon dimaafkan
Walaupun
tiadalah pengiring musik simfoni
Akhir penutup
marilah simak lagu SYUKUR
Dari
yakinku teguh
Hati
ikhlasku penuh
Akan
karunia-MU
Tanah
air pusaka
INDONESIA
MERDEKA
SYUKUR
aku sembahkan
Kepada-MU
TUHAN
Bogor, 20 April 2012