TANJUNG PENDAM (1)
1. Salam serta tabik sahabat semua
Selamat bertemu lagi kami ucapkan
Pantai dihadapan Pulau Kalamoa
Tanjung Pendam penduduk namakan
2. Barisan unjuk rasa dipelopori pemuda
Dari segenap penjuru mereka datang
Dibarat Tanjung Pandan pantai berada
Utara keselatan pantai membentang
3. Tuntutan diajukan berbagai rupa
Aparat keamanan sigap menjaga
Terhampar memanjang beratus depa
Disebelah utara berbatas Air Saga
4. Wahai penjabat bukanlah bercanda
Merasa tak becus silahkan lengser
Dahulu dan sekarang tentu berbeda
Waktu berputar zamanpun bergeser
5. Segala peraturan wajib dihormati
Pancasila merupakan dasar negara
Zaman dahulu alam sekadar dinikmati
Bukanlah untuk datang berpesta pora
6. Perang Dunia Jepang menyerang
Pasifik menjadi medan peperangan
Tanjung Pendam dimasa sekarang
Ditata memikat demi pembangunan
7. Ingin mendarat pesawat merendah
Menara pengawas beri bimbingan
Wajah alami terhilangkan sudah
Tinggal tertanam dalam kenangan
8. Pohon kuweni pohon mempelam
Pohon mangga ditumbuhi benalu
Marilah kita menoleh kemasa silam
Wajah Tanjung Pendam tempo dulu
9. Kalaulah tuan pergi kekota Medan
Kue bika ambon tolong belikan
Sepanjang pantai ditumbuhi pandan
Tempat gajah mina mencari makan
10. Kamar istana pualam berlantai
Tempat raja istirahat beradu
Bertumbuhan pula cemara pantai
Diselang selingi pohon mengkudu
11. Lautan Hindia sebuah samudera
Tempat kapal berlayar melintas
Pepohonan bakau arah keutara
Dengan Air Saga tumbuh berbatas
12. Paduka raja rakyat berjumpa
Para pengawal baris menyertai
Paling banyak tentu pohon kelapa
Kadang berebahan kearah pantai
13. Galah panjang penjolok petai
Petai ditanam dipinggir ladang
Tempat nyaman duduk bersantai
Kearah laut lepas memandang
14. Rindu dendam jangan disimpan
Dalam sanubari asmara tumbuh
Pulau Kalamoa letak berhadapan
Disamping tempat kapal berlabuh
15. Hindarkan diri bersifat pongah
Cacian orang tentulah didapat
Melepas jangkar jauh ditengah
Kedermaga tidak dapat merapat
16. Berat tugas seorang patih
Mengatur kerja semua jalur
Pantai landai berpasir putih
Kadang tempat penyu bertelur
17. Bekerja sama bahu membahu
Dengan rakyat disegala antero
Para nelayan menambat perahu
Ada juga yang memasang sero
18. Dari pohon kelapa melompat tupai
Tupai kelaparan mencari makan
Sebagian tanah dikuasai maskapai
Perumahan mewah mereka dirikan
19. Ketam kelemango hidup dibatu
Bercapit besar merah berwarna
Untuk para petinggi sudahlah tentu
Pimpinan maskapai tinggal disana
20. Ada demonstrasi polisi amankan
Berjejer rapat membawa perisai
Tuan kuase pemimpin dinamakan
Seluruh maskapai Belitung dikuasai
21. Perisai untuk penahan serangan
Situasi diamankan sampai mereda
Maskapai itu mahluk apa gerangan
Penambangan timah milik Belanda
22. Duduk santai diwaktu sarapan
Menikmati kopi dan kue pastel
Disudut selatan berdiri penginapan
Dikelola maskapai disebut hotel
23. Dipulau Belitung satam ditemukan
Ingin mencarinya tidaklah gampang
Hotel Pantai maskapai menamakan
Dinaungi pohon gayam dan ketapang
24. Permaisuri raja muda berumur
Selalu tampil cantik berdandan
Kantor maskapai dibelah timur
Daerah produksi Tanjung Pandan
25. Dihujan lebat orang kedinginan
Bermantel tebal tubuh menggigil
Dikepalai oleh seorang pimpinan
Tuan kongsi pimpinan dipanggil
26. Kini elektronika menjadi sarana
Dahulu membaca buku bercetak
Sebuah dermaga didirikkan disana
Dimuara Sungai Cerucuk terletak
27. Buah kelapa kulitnya bersabut
Dari sabut kaisan kaki dibuat
Bum maskapai dermaga disebut
Tempat logistik dibongkar muat
28. Dekat dihati tetapi jauh dimata
Tidak berjumpa sudahlah lama
Berdiri dijalan menuju arah kota
Juliana Park kawasan diberi nama
29. Pulang kampung bertemu rekan
Amatlah senang bertatap muka
Lapangan tennis maskapai dirikan
Didaerah sebidang tanah terbuka
30. Akibat negeri tertimpa bencana
Ribuan keluarga tercerai berai
Kadang layar tancap diputar disana
Penduduk menyebut bioskop perai
31. Didalam kolam tumbuh teratai
Angsa berenang dengan damai
Mari kembali kekawasan pantai
Tanjung Pendam pantai permai
32. Jangan suka bermuram durja
Hindarkan diri dari kerinduan
Paling syahdu menjelang senja
Saat mentari kembali keperaduan
33. Rindu jangan disimpan dihati
Biarkan cinta tumbuh bersemi
Bergerak perlahan tetapi pasti
Pergi menyelinap dibalik bumi
34. Berkelana bebas bisikan nurani
Jiwa serta raga saling bergerak
Merah jingga berwarna-warni
Cahaya berarak mega mengarak
35. Jadilah tuan manusia penyabar
Dengarkan selalu nasehat dan saran
Elang dan camar sambar menyambar
Ikan-ikan kecil menjadi sasaran
36. Pohon beringin berbatang rindang
Seluruh pohon bercabang berdahan
Sungguh takjub mata memandang
Alangkah indah alam ciptaan Tuhan
37. Memulai pidato berucap salam
Jangan berulang kata berkali-kali
Peristiwa alam mentari tenggelam
Besok pagi ditimur bersua kembali
38. Kalau dari Surabaya tuan pulang
Mampir di Kudus membeli jenang
Dikala malam datang menjelang
Cuaca bersahabat keadaan tenang
39. Buatlah pepes dari jamur merang
Pepes dibungkus dengan daun pisang
Kalau bulan tidak bermusim terang
Kalau keadaan laut tidaklah pasang
40. Syair zaman dahulu ditulis kalam
Dibaca dimajelis duduk dilantai
Dikala malam dalam gelap kelam
Ribuan penduduk turun kepantai
41. Pohon bulian tumbuh dihutan
Pembuat sirap orang gunakan
Beramai nyulo binatang lautan
Kepiting, udang, cumi dan ikan
42. Sebelum mekar bunga berkuncup
Sesudah mekar bunga terpampang
Kadang mereka membawa cerucup
Ada pula yang membawa serampang
43. Kehidupan layak tuan dambakan
Dengan kenyataan tuan berhadapan
Sulo sejenis obor mereka pergunakan
Berserakan dipantai ditengah kegelapan
44. Enak ikan pari digangan bersantan
Enak pula tongkol dimasak pindang
Bagaikan lentera menghiasi lautan
Sungguhlah indah mata memandang
45. Sangat terhormat bersikap toleran
Dalam kehidupan tuan dan puan
Nyulo bersama merupakan hiburan
Tua muda lelaki beserta perempuan
46. Jangan segan tegakkan kebenaran
Hidup bersama didalam kerukunan
Para remaja terkadang berpacaran
Tetapi tetap dalam norma kesopanan
47. Janganlah pula tuan suka mengekor
Pendapat benar berani kemukakan
Adapula yang sengaja pergi nyungkor
Menangguk udang untuk didagangkan
48. Pulau Belitung indah panorama
Bagai mutiara dilautan terapung
Bercampur baur mereka bersama
Tanjung Pendam siap menampung
49. Keliling pantai ombak berdeburan
Berpasir putih kemana melangkah
Tanjung Pendam kawasan hiburan
Sekaliguas tempat mencari nafkah
50. Dengarkanlah selalu kabar berita
Bebas mengikuti tiada terlarang
Pantai nan permai penunjang kota
Dari zaman dahulu sampai sekarang
51. Banjir datang Jakarta terendam
Jalan tergenang sulit dihindari
Demikian situasi di Tanjung Pendam
Diwaktu pagi, siang dan malam hari
52. Matahari terbenam siang berlalu
Sampai berjumpa diesok pagi
Cerita Tanjung Pendam sekian dulu
Dimasa mendatang dilanjutkan lagi
Bogor, 20 Januari 2011
No comments:
Post a Comment