Monday, September 12, 2011

BAGIAN KEDUAPULUHTIGA

TANJUNG PENDAM (1)

1. Salam serta tabik sahabat semua
Selamat bertemu lagi kami ucapkan

Pantai dihadapan Pulau Kalamoa
Tanjung Pendam penduduk namakan

2. Barisan unjuk rasa dipelopori pemuda
Dari segenap penjuru mereka datang

Dibarat Tanjung Pandan pantai berada
Utara keselatan pantai membentang

3. Tuntutan diajukan berbagai rupa
Aparat keamanan sigap menjaga

Terhampar memanjang beratus depa
Disebelah utara berbatas Air Saga

4. Wahai penjabat bukanlah bercanda
Merasa tak becus silahkan lengser

Dahulu dan sekarang tentu berbeda
Waktu berputar zamanpun bergeser

5. Segala peraturan wajib dihormati
Pancasila merupakan dasar negara

Zaman dahulu alam sekadar dinikmati
Bukanlah untuk datang berpesta pora

6. Perang Dunia Jepang menyerang
Pasifik menjadi medan peperangan

Tanjung Pendam dimasa sekarang
Ditata memikat demi pembangunan

7. Ingin mendarat pesawat merendah
Menara pengawas beri bimbingan

Wajah alami terhilangkan sudah
Tinggal tertanam dalam kenangan

8. Pohon kuweni pohon mempelam
Pohon mangga ditumbuhi benalu

Marilah kita menoleh kemasa silam
Wajah Tanjung Pendam tempo dulu

9. Kalaulah tuan pergi kekota Medan
Kue bika ambon tolong belikan

Sepanjang pantai ditumbuhi pandan
Tempat gajah mina mencari makan

10. Kamar istana pualam berlantai
Tempat raja istirahat beradu

Bertumbuhan pula cemara pantai
Diselang selingi pohon mengkudu

11. Lautan Hindia sebuah samudera
Tempat kapal berlayar melintas

Pepohonan bakau arah keutara
Dengan Air Saga tumbuh berbatas

12. Paduka raja rakyat berjumpa
Para pengawal baris menyertai

Paling banyak tentu pohon kelapa
Kadang berebahan kearah pantai

13. Galah panjang penjolok petai
Petai ditanam dipinggir ladang

Tempat nyaman duduk bersantai
Kearah laut lepas memandang

14. Rindu dendam jangan disimpan
Dalam sanubari asmara tumbuh

Pulau Kalamoa letak berhadapan
Disamping tempat kapal berlabuh

15. Hindarkan diri bersifat pongah
Cacian orang tentulah didapat

Melepas jangkar jauh ditengah
Kedermaga tidak dapat merapat

16. Berat tugas seorang patih
Mengatur kerja semua jalur

Pantai landai berpasir putih
Kadang tempat penyu bertelur

17. Bekerja sama bahu membahu
Dengan rakyat disegala antero

Para nelayan menambat perahu
Ada juga yang memasang sero

18. Dari pohon kelapa melompat tupai
Tupai kelaparan mencari makan

Sebagian tanah dikuasai maskapai
Perumahan mewah mereka dirikan

19. Ketam kelemango hidup dibatu
Bercapit besar merah berwarna

Untuk para petinggi sudahlah tentu
Pimpinan maskapai tinggal disana

20. Ada demonstrasi polisi amankan
Berjejer rapat membawa perisai

Tuan kuase pemimpin dinamakan
Seluruh maskapai Belitung dikuasai

21. Perisai untuk penahan serangan
Situasi diamankan sampai mereda

Maskapai itu mahluk apa gerangan
Penambangan timah milik Belanda

22. Duduk santai diwaktu sarapan
Menikmati kopi dan kue pastel

Disudut selatan berdiri penginapan
Dikelola maskapai disebut hotel

23. Dipulau Belitung satam ditemukan
Ingin mencarinya tidaklah gampang

Hotel Pantai maskapai menamakan
Dinaungi pohon gayam dan ketapang

24. Permaisuri raja muda berumur
Selalu tampil cantik berdandan

Kantor maskapai dibelah timur
Daerah produksi Tanjung Pandan

25. Dihujan lebat orang kedinginan
Bermantel tebal tubuh menggigil

Dikepalai oleh seorang pimpinan
Tuan kongsi pimpinan dipanggil

26. Kini elektronika menjadi sarana
Dahulu membaca buku bercetak

Sebuah dermaga didirikkan disana
Dimuara Sungai Cerucuk terletak

27. Buah kelapa kulitnya bersabut
Dari sabut kaisan kaki dibuat

Bum maskapai dermaga disebut
Tempat logistik dibongkar muat

28. Dekat dihati tetapi jauh dimata
Tidak berjumpa sudahlah lama

Berdiri dijalan menuju arah kota
Juliana Park kawasan diberi nama

29. Pulang kampung bertemu rekan
Amatlah senang bertatap muka

Lapangan tennis maskapai dirikan
Didaerah sebidang tanah terbuka

30. Akibat negeri tertimpa bencana
Ribuan keluarga tercerai berai

Kadang layar tancap diputar disana
Penduduk menyebut bioskop perai

31. Didalam kolam tumbuh teratai
Angsa berenang dengan damai

Mari kembali kekawasan pantai
Tanjung Pendam pantai permai

32. Jangan suka bermuram durja
Hindarkan diri dari kerinduan

Paling syahdu menjelang senja
Saat mentari kembali keperaduan

33. Rindu jangan disimpan dihati
Biarkan cinta tumbuh bersemi

Bergerak perlahan tetapi pasti
Pergi menyelinap dibalik bumi

34. Berkelana bebas bisikan nurani
Jiwa serta raga saling bergerak

Merah jingga berwarna-warni
Cahaya berarak mega mengarak

35. Jadilah tuan manusia penyabar
Dengarkan selalu nasehat dan saran

Elang dan camar sambar menyambar
Ikan-ikan kecil menjadi sasaran

36. Pohon beringin berbatang rindang
Seluruh pohon bercabang berdahan

Sungguh takjub mata memandang
Alangkah indah alam ciptaan Tuhan

37. Memulai pidato berucap salam
Jangan berulang kata berkali-kali

Peristiwa alam mentari tenggelam
Besok pagi ditimur bersua kembali

38. Kalau dari Surabaya tuan pulang
Mampir di Kudus membeli jenang

Dikala malam datang menjelang
Cuaca bersahabat keadaan tenang

39. Buatlah pepes dari jamur merang
Pepes dibungkus dengan daun pisang

Kalau bulan tidak bermusim terang
Kalau keadaan laut tidaklah pasang

40. Syair zaman dahulu ditulis kalam
Dibaca dimajelis duduk dilantai

Dikala malam dalam gelap kelam
Ribuan penduduk turun kepantai

41. Pohon bulian tumbuh dihutan
Pembuat sirap orang gunakan

Beramai nyulo binatang lautan
Kepiting, udang, cumi dan ikan

42. Sebelum mekar bunga berkuncup
Sesudah mekar bunga terpampang

Kadang mereka membawa cerucup
Ada pula yang membawa serampang

43. Kehidupan layak tuan dambakan
Dengan kenyataan tuan berhadapan

Sulo sejenis obor mereka pergunakan
Berserakan dipantai ditengah kegelapan

44. Enak ikan pari digangan bersantan
Enak pula tongkol dimasak pindang

Bagaikan lentera menghiasi lautan
Sungguhlah indah mata memandang

45. Sangat terhormat bersikap toleran
Dalam kehidupan tuan dan puan

Nyulo bersama merupakan hiburan
Tua muda lelaki beserta perempuan

46. Jangan segan tegakkan kebenaran
Hidup bersama didalam kerukunan

Para remaja terkadang berpacaran
Tetapi tetap dalam norma kesopanan

47. Janganlah pula tuan suka mengekor
Pendapat benar berani kemukakan

Adapula yang sengaja pergi nyungkor
Menangguk udang untuk didagangkan

48. Pulau Belitung indah panorama
Bagai mutiara dilautan terapung

Bercampur baur mereka bersama
Tanjung Pendam siap menampung

49. Keliling pantai ombak berdeburan
Berpasir putih kemana melangkah

Tanjung Pendam kawasan hiburan
Sekaliguas tempat mencari nafkah

50. Dengarkanlah selalu kabar berita
Bebas mengikuti tiada terlarang

Pantai nan permai penunjang kota
Dari zaman dahulu sampai sekarang

51. Banjir datang Jakarta terendam
Jalan tergenang sulit dihindari

Demikian situasi di Tanjung Pendam
Diwaktu pagi, siang dan malam hari

52. Matahari terbenam siang berlalu
Sampai berjumpa diesok pagi

Cerita Tanjung Pendam sekian dulu
Dimasa mendatang dilanjutkan lagi

Bogor, 20 Januari 2011

No comments:

Post a Comment