Monday, July 18, 2011

BAGIAN KESEMBILANBELAS

UPACARA ADAT PENGANTIN (2)

1. Assalamualaikum mula kami ucapkan
Mohon keselamatan lahir dan batin

Sekarang pantun mari kita lanjutkan
Menyangkut upacara adat pengantin

2. Rambutan masak tidak merata
Menjolok mangga memakai galah

Sebelum kita meneruskan cerita
Marilah mengenal beberapa istilah

3. Sumpah pemuda pernyataan setia
Bersatulah bangsa seluruh Nusantara

Pengulu gawai adalah ketua panitia
Penanggung jawab seluruh upacara

4. Karyawan bekerja pekerjaan rutin
Perbuatan mangkir tentulah dilarang

Mak inang adalah perias pengantin
Kadang tukang cuntok disebut orang

5. Banyak pantangan jangan dimakan
Kalaulah tuan penderita pegal linu

Panggong adalah pengatur masakan
Penanggung jawab atas segala menu

6. Jakarta Belitung mudah transportasi
Mudah sekali melakukan perjalanan

Tukang tanak adalah penanak nasi
Jenis tanakan berdasarkan pesanan

7. Diperigi pantai pelayar menimba
Menimba air tawar bekal perjalanan

Tukang bebasoan pencuci peraba
Peraba adalah peralatan makanan

8. Memburu emas orang berebutan
Dipinggir sungai ramai mendulang

Berebut lawang acara penyambutan
Saat pengantin pria tiba menjelang

9. Penari gambus dari daerah Belantu
Selain menari pandai melantun

Acara berebut lawang ditiga pintu
Disetiap pintu berbalasan pantun

10. Kedokter mata kacamata resepkan
Kacamata dibeli di Jalan Melawai

Banyak istilah lain akan ditemukan
Dalam rangkaian kenduri begawai

11. Dari tanah liat dibuat batu bata
Batu bata untuk bahan bangunan

Kembali kita melanjutkan cerita
Perihal upacara adat perkawinan

12. Kik Cuan berjalan dari Pelulusan
Bersenjata urak melawan limpai

Pertemuan telah mengambll putusan
Persetujuan mufakat telah tercapai

13. Pantai Manggar indah panorama
Matahari terbit silaukan pandangan

Pinangan pihak pria telah diterima
Calon mempelai telah bertunangan

14. Kalau sang raja sudahlah mangkat
Putra mahkota diangkat pengganti

Kedua belah pihak menjadi terikat
Waktu begawai telah disepakati

15. Masjid dibangun madrasah didepan
Tempat ummat melakukan ibadat

Masing pihak melakukan persiapan
Upacara dilaksanakan secara adat

16. Tampillah tuan berwajah ceria
Bertutur dengan adab kesopanan

Marilah kita melihat ketempat pria
Tentulah orang tua pegang peranan

17. Jepang datang Belanda ditawan
Serdadu katai membawa pedang

Apakah saudagar atau hartawan
Apakah ningrat atau terpandang

18. Dikala sudah tiba malam likuran
Pelita dinyalakan diiringi petasan

Gengsi dan martabat jadi ukuran
Dimuka umum dan calon besan

19. Rumah beserta halaman dikemasi
Bersiap menyambut hari lebaran

Calon pengantin pria amat diawasi
Melirik gadis lain dapat tegoran

20. Gunung meletus keluarkan lahar
Ramai pengungsi lelaki perempuan

Ditetapkan besarnya uang mahar
Uang antaran sesuai kemampuan

21. Ke Burung Mandi pergi berwisata
Menjauhi bisingnya keramaian kota

Barang antaran sebagai penyerta
Berbagai rupa keperluan wanita

22. Begalor mengenang cerita lama
Mencari hubungan kaum kerabat

Panitia gawai disepakati bersama
Oleh semua keluarga dan sahabat

23. Sepanjang jalan orang berpawai
Terdengar nyanyian sorak gembira

Lazimnya dipimpin seorang piawai
Terampil berkerja dan pandai bicara

24. Perayaan proklamasi setahun sekali
Acara dilaksanakan secara beruntun

Melakukan komunikasi tentulah ahli
Yang pasti tentulah pandai berpantun

25. Diedarkan seruan serta selebaran
Agar rakyat mengibarkan bendera

Ditetapkan pula pembawa antaran
Beberapa pasang pemuda dan dara

26. Upacara lapangan penuh perserta
Segala lapisan datang berkenan

Marilah melihat ketempat wanita
Peranan orang tua paling dominan

27. Semua peserta hadir berdatangan
Pejabat pakai seragam kebesaran

Calon besan bukan sembarangan
Harus diambut penuh kehormatan

28. Bersarang rendah burung tempua
Burung kutilang bersiul pandai

Sanak famili dikumpulkan semua
Tidak ketinggalan sahabat handai

29. Burung murai berkicau bersuka ria
Meyambut mentari dipinggir dusun

Sebagaimana terjadi ditempat pria
Panitia begawai cermat tersusun

30. Senar kecapi dipertalikan dawai
Tembang diiringi dipetik perlahan

Dipimpin seorang pengulu gawai
Tenaga pengalaman orang pilihan

31. Menari Melayu datuk bersenang
Memakai baju koko berbahan satin

Dietapkan pula seorang mak inang
Perawat dan perias sang pengantin

32. Dipekan orang menjual ikan belanak
Dijual pula ikan ketarap dan kerisi

Pentinglah peranan situkang tanak
Tenaga pengalaman menanak nasi

33. Pakai sarung tenunan Kalimantan
Sarung ditenun dikota Singkawang

Tukang tanak merangkap jabatan
Pemimpin terdepan berebut lawang

34. Pencuri lenyap dalam kegelapan
Orang ramai memukul kentungan

Dipintu pertama dia berhadapan
Dengan urang sebela berombongan

35. Aturan tanding menjadi ketetapan
Menjadi wasit dilarang memihak

Urang sebela merupakan ungkapan
Sebutan istilah kedua belah pihak

36. Jadi juru kunci nomor kudian
Turut berlomba harus piawai

Pintu kedua meyusul kemudian
Tanggung jawab penghulu gawai

37. Tanah ditugal bibit disemai
Disemai dengan tangan kanan

Pintu ketiga yang paling ramai
Disini mak inang pegang peranan

38. Anak kecil berjalan dituntun
Kadang merengek disuapi makan

Disetiap pintu berbalas pantun
Mereka harus lihai membawakan

39. Perempuan tua memakai giwang
Turut menandak acara kesenian

Itu merupakan acara berebut lawang
Rangkaian acara upacara pegawaian

40. Pulau Lengkuas ditengah lautan
Disana tempat mercusuar didirikan

Pelaksanaan acara berdasar urutan
Satu demi satu tertib dijalankan

41. Tinggi besar bertubuh tambun
Dileher kalung jimat tegantung

Susunan panitia ramai berjibun
Sekawan langkui istilah Belitung

42. Bermain pedang tentulah piawai
Perompak lanun menjadi jagoan

Dimulai dari sang pengulu gawai
Sampai dengan tukang bebasoan

43. Dari Gantung berlayar ke Pontianak
Dipulau Karimata singgah berhenti

Cerita panitia ditinggalkan sejenak
Calon pengantin wanita mari amati

44. Ayam bangkok dipakai pejantan
Dijual dipasar pembeli berebut

Sang dara berada dalam pingitan
Calon pengantin sudah disebut

45. Berbentuk pipih tubuh ikan bawal
Ikan bawal putih paling disenangi

Kemanapun pergi wajib dikawal
Orang terpecaya selalu dampingi

46. Membuat petasan buluh dikerat
Setiap keratan diukur beruas tiga

Tidak diperkenankan bekerja berat
Kesehatan badan wajiblah dijaga

47. Kalau negeri dilanda huru-hara
Siapkanlah diri langkah berlari

Kehalusan kulit harus dipelihara
Luluran dilaksanakan setiap hari

48. Musim kemarau meggali perigi
Puluhan meter lubang kedalaman

Wajah yang cantik dipercantik lagi
Dirawat perias punya pengalaman

49. Membuat belacan didaerah Sijuk
Musim barat tiba harganya naik

Mak inang selalu berikan petunjuk
Bagaimana perawatan paling baik

50. Dari tepung terigu dibuat roti
Dodol ketan dibungkus upih

Hari begawai gede telah disepakati
Urutan acara telah tetrsusun rapih

51. Menggali sumur ditepi huma
Tanahnya liat bebentuk lempung

Selamatan gawai acara pertama
Dipimpin oleh dukun kampung

52. Membaca kitab berganti pasal
Pasal penting diberikan catatan

Acara diikuti mendirikan bangsal
Untuk menampung segala kegiatan

53. Belanja dipasar menbayar tunai
Pasar terletak ditengah kota

Acara yang kedua berpacar berinai
Betangas acara mengikuti serta

54. Kebun ditanami kacang panjang
Disekitarnya tumbuh pohon jelai

Selanjutnya ketiga acara majang
Menghias ruang tempat mempelai

55. Seragam kebaya pakaian pilihan
Pergi hajatan menghias konde

Keempat acara malam pernikahan
Acara kelima hari begawai gede

56. Pergi ke Cimande belajar pencak
Pengajar pencak seorang jawara

Begawai gede adalah acara puncak
Didalamnnya terdiri banyak upacara

57. Kelihaian kaki tangan diutamakan
Gerak tubuh berdasarkan kecepatan

Pelaksanaan acara akan diceritakan
Satu persatu menurut tertib urutan

58. Segala macam jurus tentu diajarkan
Kesantunan bermain pemain dibekali

Sementara pantun mari kita cukupkan
Diwaktu mendatang bertemu kembali


Depok, 26 Desember 2010

No comments:

Post a Comment