Saturday, December 17, 2011

BAGIAN KEDUAPULUHENAM UPACARA ADAT PENGANTIN (4)



1.       Assalamualaikum wahai semua rekan
Sekarang pantun marilah dilanjutkan
Upacara adat pengantin  kita kisahkan
Penerus terdahulu telah disampaikan

2.       Marilah tuan kita darmawisata
Tujuan wisata ke Tanjung Pandan
Kembali kerumah mempelai wanita
Mempelai sudah cantik terdandan

3.       Berwisata dihari berudara cerah
Segera berangkat siap berkemas
Memakai baju kurung warna merah
Kain songket jingga berbenang emas

4.       Gajah hewan memiliki gading
Didepan gading keluar mencuat
Pada pinggang terlilit pending
Dari emas tentu pending terbuat

5.       Jangan tuan berpikiran gamang
Jangan pula emas dikira loyang
Kepala terhias seperangkat jamang
Dikelilingi sederet kembang goyang

6.       Bila cuaca cerah tiba menjelang
Ke Gunung Tajam mari mendaki
Tangan dan kaki memakai gelang
Dipakai pula kaos tangan dan kaki

7.       Bila olahraga berkuda tuan gemar
Bolehlah mencoba turut berlomba
Sementara berdiam didalam kamar
Sambil menunggu mempelai pria tiba

8.       Menuju kebandara memakai taksi
Kepada pengemudi minta dicepatkan
Pengulu gawai memberikan instruksi
Ngambelek penganten siap dilakukan

9.       Bila ada pertandingan sepakbola
Banyak wartawan datang meliput
Status mereka sekarang urang sebela
Mempelai pria  akan segera dijemput

10.   Dicahaya panas cucian dijemur
Jemuran digelar ditengah halaman
Dipimpin seorang wanita berumur
Untuk urusan ini dia berpengalaman

11.   Berangkat kehutan pergi berburu
Merayap menyusuri jalan setapak
Memakai buju kurung warna biru
Dengan selendang megembak tipak

12.   Dipantai banyak  siput terserak
Kesana kemari merayap berpindah
Barisan rebana segera bergerak
Diiringi bermacam lagu dan kasidah

13.   Berjenis hewan menghuni rimba
Terkadang muncul ditepi huma
Saat dirumah mempelai pria tiba
Pembawa tipak  maju pertama

14.   Masuk hutan berpekan-pekan
Tentu bersua banyak binatang
Ucapan salam awal disampaikan
Kamek urang sebela telah datang

15.   Sejarah menguak masa silam
Dialam selalu ada perkembangan
Wakil pihak pria menerima salam
Ditanya apa maksud kedatangan

16.   Lulus sarjana mahasiswa diwisuda
Wisuda diadakan disidang terbuka
Kami datang menjemput sri baginda
Permaisuri telah menunggu paduka

17.   Dikebun ditanam pohon nangka
Ditanam juga disana pohon delima
Tipak diserahkan penutup dibuka
Sirih diuntip tanda maksud diterima

18.   Sambil menandak penari melantun
Kembang cempaka terhias dirambut
Kata disampaikan dengan berpantun
Berpantun juga jawaban disambut

19.   Menari diatas pentas berpasangan
Sesekali tangan tinggi diangkat
Paduka raja sehat tiada berhalangan
Sekarang juga telah siap berangkat

20.   Dendang ria lantang dilantunkan
Pelantun cantik manis tertawa
Sekadar makanan kecil dihidangkan
Mereka pulang mempelai  dibawa

21.   Rencana dijalankan sesuai jadwal
Dijaga jangan sampai tertunda
Dua orang pria ikut serta mengawal
Seorang berumur dan seorang muda

22.   Dilangit ada bintang berjuta
Menghias indah alam sekitar
Ayah bunda tidaklah ikut serta
Kerabat lain turut mengantar

23.   Ada gempa bumi bagai dihempas
Orang berlarian mencari selamat
Diiringi rebana mempelai dilepas
Dibacakan salawat dengan khidmat

24.   Pengunjuk rasa ramai bersorak
Bupati rapat dikantor kabupaten
Sepanjang jalan mempelai diarak
Upacara disebut ngarak pengaten

25.   Sekawan burung terbang diawang
Turun kebumi hinggap diatas batu
Upacara selanjutnya berebut lawang
Adapun kata lawang artinya pintu

26.   Bayi menangis popok diganti
Supaya berhenti diajak bercanda
Tiga macam pintu musti dilewati
Masing lawang penyambut berbeda

27.   Cuaca menggelap udara berkabut
Kabut menghilang timbullah pelangi
Digerbang muka rombongan disambut
Rombongan masuk mempelai dihalangi

28.   Pergi kepasar membeli ikan
Sambil membeli daun kemangi
Seutas tali panjang direntangkan
Dua pengawal tetap mendampingi

29.   Pagi hari matahari menyinari
Sehat berolahraga ditanah lapang
Tukang tanak datang menghampiri
Memanggul centong bagai senapang

30.   Menjulang tinggi pohon kelapa
Tidak berdahan hanya berbatang
Dengan berpantun dia menyapa
Siapakah gerang tuan yang datang          

31.   Matahari terbit pagi berawal
Kemudian terbenam dikala senja
Pantun dijawab kedua pengawal
Bahwa yang datang seorang raja

32.   Wanita muda merah bergincu
Rambut rapih konde bertusuk
Berbalas  pantun berlanjut lucu
Barulah mempelai boleh masuk

33.   Ditepi hutan pramuka berhenti
Disana mereka dirikan kemah
Pintu pertama selesai dilewati
Pintu kedua didepan pintu rumah

34.   Ditarik lembu gerobak pedati
Mengangkut barang diikat tali
Disini pengulu gawai siap menanti
Berbalas pantun berulang kembali

35.   Bila dikampung ada telaga
Dapatlah mencuci serta mandi
Yang paling seru dipintu ketiga
 Didepan kamar pengantin terjadi

36.   Hujan besar kawasan tergenang
Bahaya banjir datang beruntun
Dipintu ini menunggu mak inang
Paling piawai berbalas pantun

37.   Pergi kestadion datang beramai
Adu sepakbola banyak penggemar
Perang pantun akhirnya berdamai
Mempelai pria boleh masuk kamar

38.   Dikedai makanan berderet nampan
Nampan penuh berisi penganan
Dikamar kedua mempelai disimpan
Mak inang kembali mematut dandanan

39.   Kedai makanan terletak dipekan
Makanan minuman kedai menyatu
Didepan undangan antaran diletakkan
Untuk dapat diperiksa satu persatu

40.   Kasihan berjalan orang lumpuh
Alat penyangga dipakai bantuan
Bersama diperiksa para sepuh
Baik lelaki maupun perempuan

41.   Pergi berburu membawa senapan
Awasi buruan janganlah lengah
Yang lelaki duduk diruangan depan
Yang perempuan diruangan tengah

42.   Diarena balapan kuda dipacu
Alat pemacu lengkap dibawa
Membuka antaran amatlah lucu
Diselingi gurau canda serta tawa

43.   Berpacu kuda menurut putaran
Diawasi ketat juri pengamat
Diawali membuka uang antaran
Dihitung tertib dengan cermat

44.   Jaga malam janganlah tiduran
Rajinlah keliling jalan meronda
Disusul membuka barang antaran
Pada saat ini muncul segala canda

45.   Menjadi pejabat tuan disumpah
Berlakulah lurus jujurlah berkata
Sandal disebut sebagai terompah
Kutang disebut sebagai kacamata

46.   Dengarkan saran maupun usul
Jadikan diri pejabat berwibawa
Barang yang lain susul menyusul
Beragam istilah memancing tawa

47.   Gajah Sumatera panjang bergading
Dipergunakan menarik kuat sekali
Upacara berikut mempelai bersanding
Mak  inang tetap memegang kendali

48.   Kalau penduduk semua bersatu
Tercipta kedamaian seluruh negeri
Para undangan memberikan restu
Antri berpasangan suami isteri

49.   Jambu kelutuk banyak berbiji
Ditanam subur ditengah huma
Disusul acara menghidangkan saji
Untuk undangan santap bersama

50.   Kepulauan Seribu banyak bergugus
Tempat pelayaran berlalu lalang
Nasi dimasak dari beras terbagus
Disertai lauk tujuh macam sedulang

51.   Binatang gurita berlengan delapan
Hidup dilautan ditengah karang
Undangan beratur duduk berhdapan
Bersantap sedulang empat orang

52.   Dikala negeri perlu perubahan
Tugas pimpinan tidaklah ringan
Dulang diletakkan orang pilihan
Sopan hormat didepan undangan

53.   Membangun kota perlu kajian
Para desainer pegang peranan
Resep panggong mendapat ujian
Kalau baik nanti banyak pesanan

54.   Para petualang pergi menyebar
Penemu tanah baru jadi pelopor
Daging ayam dibuat masak ketumbar
Adakalanya dijadikan masak opor

55.   Bermain layangan enak dipadang
Layangan putus dikejar berlari
Daging sapi dibuat semur dan rendang
Dibuat pula sate dari ikan tenggiri

56.   Maras taun beripat beregong
Kesenian daerah turis disuguhi
Masakan lain kelihaian panggong
Bagaimana tujuh jenis terpenuhi

57.   Binatang buas dapat dijinakkan
Dapat dijadikan permain sirkus
Dua macam kue ikut pula disajikan
Umumnya dodol dan bolu kukus

58.   Bertiga duduk bermain halma
Memainkan bidak mata mendelik
Sehabis makan tamu cengkerama
Sebagian sudah mulai betare balik

59.   Dikala matahari tiba menjelang
Petanda malam sudahlah usai
Betare balik artinya pamitan pulang
 Tetapi acara begawai belum selesai

60.   Waktu malam sudahlah berlalu
Waktu siang tiba menenggntikan
Maaf pantun sampai disini dulu
Saat mendatang kita lanjutkan


Bogor,  30 Januari 2011





No comments:

Post a Comment