Sunday, May 29, 2011

BAGIAN KELIMABELAS

UPACARA ADAT PENGANTIN (1)

1. Assalamualaikum salam kami ucapkan
Dengan nama Allah Tuhan Maha Kaya
Sekelumit kisah akan kami ceritakan
Berkaitan masyarakat dan sosial budaya

2. Dikeramba orang memelihara ikan
Paling banyak dipelihara ikan patin
Sekarang pantun akan mengisahkan
Mengenai upacara adat pengantin

3. Beraroma harum kayu cendana
Berdaun harum pohon bidara
Upacara adat berlaku dimana-mana
Disegenap daerah wilayah Nusantara

4. Berbuat kebaikan ajaran agama
Berbuat kejahatan tuan celaka
Berbeda upacara bermakna sama
Sesuai adat istiadat leluhur mereka

5. Ambillah segelas air yang bersih
Dijadikan obat dicampur selasih
Sebagai rasa ucapan terima kasih
Kepada Tuhan Yang Maha Pengasih

6. Berlibur pekerja sekali sepekan
Badan lelah perlu diistirahatkan
Segala doa dan puji dipanjatkan
Atas anugerah yang Dia limpahkan

7. Melaut nelayan menangkap ikan
Dari laut pulang kepangkalan
Rasa gembira maksud disampaikan
Kepada sahabat handai dan taulan

8. Kelapa sawit ramai diperkebunkan
Para pengusaha sibuk mencari lahan
Tiga kodrat manusia Tuhan menentukan
Kematian dan rezeki serta perjodohan

9. Nasehat leluhur jangalah dilangkahi
Butir-butir nasehat agar diindahkan
Menemukan jodoh adalah kodrat Illahi
Bermula sejak Adam dan Hawa diciptakan

10. Mohonkan Tuhan memberi karunia
Supaya hidup selamat sejahtera
Perjodohan dialami insan sedunia
Tidak terkecuali insan di Nusantara

11. Belitung sekarang banyak perobahan
Berkunjung kesana penuh kemudahan
Perjodohan pastilah diikuti pernikahan
Pernikahan itu mutlak diwajibkan Tuhan

12. Program ekonomi niaga dikembamgkan
Program pariwisata terus digalakkan
Apabila kewajiban mutlak telah dilakukan
Parayaan perhelatan boleh dilangsungkan

13. Penceramah datang maju kedepan
Berpidato tentang perlunya persatuan
Perayaan dilaksakan sesuai kesanggupan
Besar maupun kecil tiada ketentuan

14. Hari kemerdekaan kibarkan bendera
Pejuang berjuang negara bersatu
Uapcara dilakukan petanda gembira
Anak dinikahkan mendapat menantu

15. Komandan mengomando belok kanan
Latihan baris berbaris dilakukan rutin
Dinamakan upacara adat perkawinan
Sebutan lain upacara adat pengantin

16. Dicandi Borobudur banyaklah patung
Warisan sejarah jelas diperlihatkan
Perihal upacara adat pengantin Belitung
Pada pantun ini kami coba ceritakan

17. Pedagang kakilima dibubarkan aparat
Dikawasan trotoar dilarang berjualan
Perjodohan tetaplah merupakan kodrat
Bagaimana menemukan ada beragam jalan

18. Waspada melewati jalan menyeberang
Berluncuran kendaraan hingar bergema
Zaman dahulu berbeda dengan sekarang
Tujuan membina kelurga tetaplah sama

19. Bersolek nyonya menghias dandanan
Kebaya diperiksa apakah kebesaran
Zaman dahulu orang tua punya peranan
Zaman sekarang banyak lewat pacaran

20. Bangunan permanen beton bertulang
Kuat dan tegap bangunan didirikan
Jangan memakai jasa mak comblang
Didaerah Belitung berua orang sebutkan

21. Dipersawahan belibis mencari makan
Dipohon keremunting pentis bersarang
Kesan negatif mak comblang timbulkan
Memakai jasanya ditertawakan orang

22. Balita kegerahan menangis melulu
Antri berobat memang melelahkan
Upacara adat dilakukan zaman dahulu
Zaman kini telah banyak ditinggalkan

23. Masjid dipenuhi jamaah penuh padat
Khatib memulai khotbah ucapkan salam
Kami menceritakan perihal adat istiadat
Uapacara pengantin Belitung masa silam

24. Menjadi pemimpin haruslah piawai
Manajemen bagus wajib dilaksanakan
Perhelatan pengantin disebut begawai
Dari segala lapisan bisa melaksanakan

25. Pertambangan minyak dikota Tarakan
Keseluruh dunia minyak didagangkan
Kocek yang empunya gawai menentukan
Besar kecilnya begawai diselenggarakan

26. Kokok ayam sekarang diperlombakan
Alangkah merdu kokok ayam bekisar
Bangsawan maupun orang berkedudukan
Biasanya menyelenggarakan upacara besar

27. Perkembangan teknologi mencapai bulan
Berlomba manusia mencari ketenaran
Hartawan dan saudagar tidak ketinggalan
Martabat beserta gengsi menjadi ukuran

28. Dengan roket para peniliti diterbangkan
Melihat wajah bumi indah pemandangan
Begawai gede masyarakat menyebutkan
Dari semua kalangamendapat undangan

29. Penyebaran berita disampaikan jurnalis
Baik nasional maupun internasional
Zaman dahulu undangan tidak tertulis
Bentuk surat undangan belum dikenal

30. Pemimpin haruslah ambil keputusan
Keputusan diambil penuh pertimbangan
Tatacara mengundang mengirim utusan
Pengemban utusan tidaklah sembanrangan

31. Jalan dipegunungan banyak patahan
Waspada menyetir kalau tak biasa
Galibnya dilakukan pengemban pilihan
Sopan penampilan santun budi bahasa

32. Tambahan gaji kenaikan berkala
Kenaikan massal kenaikan bersama
Bagaimana upacara berawal bermula
Baiklah ditelusuri kembali cerita lama

33. Angin bertiup berderai pohon cemara
Turut berebahan pula pohon ilalang
Melakukan perjodohan bermacam cara
Rahasia perusahaan kini orang bilang

34. Pergi ke Manggar dijalan kehujanan
Singgah berteduh didesa Penirokan
Peranan orang tua sangatlah dominan
Tetapi semuanya Tuhan menentukan

35. Membuat masakan memakai santan
Masakan dihidangkan untuk sarapan
Apabila perjodohan didapat kesepakatan
Kedua belah pihak melakukan persiapan

36. Masakan panas mengundang selera
Ramuan bumbunya ditumis dikuali
Disepakati seorang menjadi perantara
Orang berpengalaman dibidangnya ahli

37. Langit menggelap terdengar guntur
Hujanpun turun bagai dicurahkan
Jadwal berlanjut perantara mengatur
Tanggung jawab kepadanya dibebankan

38. Pergi ke Sijuk melalui Kampung Ujung
Diperjalanan membeli kelapa puan
Rombongan pihak lelaki datang berkujung
Ketempat kediaman pihak perempuan

39. Belajar aljabar persamaan tersamar
Diterangkan sekali belum mengerti
Resminya rombongan datang melamar
Walaupun perjodohan telah disepakati

40. Menulis cerita pengarang dikagumi
Bergadang bermalaman mencari ilham
Kedua pihak melakukan silaturrahmi
Sekaligus bersama memutuskan faham

41. Saudagar membuat rumah bertingkat
Didiami sekeluarga tentulah senang
Minang upacara dinamakan masyarakat
Rombongan membawa sirih dan pinang

42. Sudah berputihan rambut dikepala
Pastilah bijaksana menentukan sikap
Kapur berikut gambir disertakan pula
Perlengkapan makan sirih secara lengkap

43. Tersentuh sanubari tidak tertampak
Mendengar ratapan bersuara lirih
Perlengkapan ditaruh didalam tipak
Tipak lambang kebesaran makan sirih

44. Pohon ditebangi binatang diburu
Membuka ladang untuk bertani
Terbuat dari kayu berlapis beludru
Bersulam benang emas warna warni

45. Dibelukar hidup binatang melata
Binatang buas menghuni belantara
Kedua orang tua pihak lelaki ikut serta
Masing pihak menyertakan juru bicara

46. Anak-anak menyukai filem kartun
Berbagai ragam televisi menyiarkan
Sang juru bicara pandailah berpantun
Maksud pertemuan mereka sampaikan

47. Menjadi wasit janganlah memihak
Wasit memihak penonton murka
Berbalasan pantun kedua belah pihak
Pantun disampaikan terkadang jenaka

48. Memempuh jarak dekat berjalan kaki
Berpergian jauh berkendaraan mobil
Tipak dipersembahkan pihak lelaki
Dibuka dan dipersilahkan sirih diambil

49. Dibarak para pengungsi dikumpulkan
Ditampung serta diberikan bantuan
Sirih dan pinang diambil dan dimakan
Oleh wakil rombongan pihak perempuan

50. Banyak mahasiswa menempati asrama
Dengan kampus mudah berhubungan
Dimakan sirih lambang lamaran diterima
Maka resmilah terjadinya pertunangan

51. Sejumlah harta dermawan sumbangkan
Guna menyantuni masyarakat kesulitan
Ngantar tipak upacara ini dinamakan
Kedua belah pihak berada dalam ikatan

52. Lama terpisah bertemu berpelukan
Selama berpisah menanggung lara
Hari bulan baik kemudian ditentukan
Waktu terbaik penyelenggaraan upacara

53. Diwaktu pancaroba musim beralih
Awan bertumpuk saling berhimpitan
Bulan maulud atau haji biasanya dipilih
Kedua bulan tersebut penuh keberkatan

54. Kalaulah tuan berkunjung kedusun
Menjumpai rakyat amatlah mudah
Apabila urutan jadwal telah tersusun
Urusan perantara selesailah sudah

55. Dikawasan industri pabrik berdiri
Bermunculan pula banyak perusahaan
Masing-masing pihak mengatur sendiri
Tinggal menunggu waktu pelaksanaan

56. Mengayuh sampan mengarah kehulu
Sampan penuh bermuatan lokan
Pantun sementara sampai disini dulu
Sambungannya segera kita lanjutkan


Jakarta, 07 Nopember 2010

No comments:

Post a Comment