Saturday, August 11, 2012

BAGIAN KEEMPATPULUHSATU MEMBARI’AN (7)


1.       Salam sejahtera sahabat budiman
Pantun membari’an kita teruskan
Kita telusuri dari zaman kezaman
Perihal zaman dahulu kita kisahkan

2.       Menjalin pukat perajin merajut
Ukuran mata pukat diseragamkan
Sebelum pantun ditulis berlanjut
Sebentar Belitung kita tinggalkan

3.       Gelanggang olahraga disingkat gelora
Kini diberbagai kota banyak tersebar
Bagaimana gerangan situasi Nusantara
Akhir abad delapanbelas kompeni bubar

4.       Kain celemek dinamakan pula barut
Dipakai juru masak sebagai kebiasaan
Konon dalam berniaga mereka bangkrut
Kerajaan Belanda ambil alih kekuasaan

5.       Celemek dipakai menjaga kebersihan
Menutupi tubuh pada bagian dada
Kerajaan kuasai penuh pemerintahan
Nusantara dinamakan Hindia Belanda

6.       Didaerah terlarang tuan dicegat
Dilarang masuk kawasan bencana
Marilah melihat kenegeri sejagat
Tentang situasi diantero buana

7.       Sungai Cerucuk terkenang selalu
Diwaktu perahu dayung berlomba
Abad ke delpanbelas pergi berlalu
Abad ke sembilanbelas sudah tiba

8.       Tanjung Tinggi dipinggir lautan
Tempat wisata kawasan tujuan
Abad ke sembilanbelas abad kejutan
Perubahan drastis menuju kemajuan

9.       Berlayar ke bagan menangguk bilis
Bilis diolah jadi berbagai makanan
Lampu merah bagi kaum kolonialis
Disegala pelosok terjadi perlawanan

10.   Bilis dikeringkan menjadi ikan teri
Dibuat rusip dibotol  pengasinan
Di Eropah terjadi revolusi industri
Penemuan baru didunia permesinan

11.   Permainan beripat jenis kesenian
Gong dan kelinang ikut dibunyikan
Perobahan dalam sistem pertanian
Tanaman belum dikenal ditemukan

12.   Memelihara ternak diberi pakan
Pakan diramu bahan bermacam
Dibidang politik timbul pergerakan
Kaum kolonialis menjadi terancam

13.   Kota Malang tempat peristirahatan
Indah pemandangan Gunung Tengger
Revolusi Perancis suatu kebangkitan
Eropah ketakutan dunia pun geger

14.   Membeli sayur menumpang bendi
Sayur bayam, kacang dan buncis
Seribu delapanratus tahun terjadi
Belanda dibawah kekuasaan Perancis

15.   Acara muang jong upacara sakral
Mohon selamat dalam kehidupan
Daendels diangkat  guberbur jenderal
Terjadi tahun delapanbelas nol delapan

16.   Dipagi hari berolahraga senam
Sesudah bersenam bermain kasti
Daendels pejabat ketigapuluh enam
Tahun delapanbelas sebelas berhenti

17.   Penampilan pelawak dapat tepukan
Penonton bertepuk sambil tertawa
Dibangun jalan dari Anyer ke Panarukan
Melancarkan pengendalian Pulau Jawa

18.   Dipantai pohon bagaikan berbaris
Dari kapal dilihat dengan teropong
Delapanbelas sebelas dikuasai Inggris
Hindia Belanda  bagai bola pingpong

19.   Baunya harum bunga kenanga
Tumbuh banyak diatas tebing
Lagaknya Belanda bagaikan singa
Didepan saingan terombang ambing

20.   Jagalah adat istiadat kesopanan
Berlaku hormat dalam penampilan
Raffles diangkat menjadi pimpinan
Pejabat yang ketigapuluh sembilan

21.   Tampilan hormat sangat berarti
Semua sahabat menjadi puas
Istana Bogor Raffles tempati
Disekeliling hutan teramat luas

22.   Ke Pulau Bali kunjungan lawatan
Menyeberang dari kota Banyuwangi
Hutan luas konon hutan buatan
Warisan dari zaman Prabu Siliwangi

23.   Berkembang kemajuan disegala lini
Berkelana pula orang didunia maya
Oleh Raffles dijadikan hutan botani
Terkenal dengan nama Kebun Raya

24.   Berdo’a amat khusyuk dimalam dini
Semoga Tuhan melimpahkan karunia
Kebun Raya bediri langgeng sampai kini
Dikenal orang diseluruh pelosok dunia

25.   Didahan bakau hinggap burung kedidi
Pohon bakau sedang berdaun muda
Delapanbelas enambelas tahun terjadi
Inggris kembalikan kuasa kepada Belanda

26.   Berbaris pelajar mengikuti upacara
Upacara diadakan ditanah lapang
Belanda berjaya menguasai Nusantara
Sampai saat diusir balatentara Jepang

27.   Bakiak digunakan kaki beralas
Melangkah dahulukan kaki kanan
Sepanjang abad kesembilan belas
Di bumi Nusantara terjadi perlawanan

28.   Di tepi jalan ditanam pohon kenari
Di halaman ditanam pohon delima
Di Minangkabau terjadi Perang Padri
Dipelopori oleh para alim ulama

29.   Ikan kerisi dimasak acar bercuka
Enak digoreng garing ikan bawal
Imam Bonjol pempimpin terkemuka
Delapanbelas noltiga perang berawal

30.    Burung merpati sukar dijinakkan
Jinak-jinak merpati orang sebutkan
Delapanbelas tiga delapan dipatahkan
Sang pemimpin ditangkap dan diasingkan

31.   Di ladang bertunbuhan pohon lamtoro
Di pohonnya bersarang burung cucukrawa
Delapanbelas dualima Perang Diponegoro
Peretempuran besar terjadi ditanah Jawa

32.   Membaca perhatikan titik dan koma
Menyimak teliti menerima pelajaran
Pangeran Diponegoro pemimpin utama
Maju ke medan memimpin pertempuran

33.   Kurang memahami mohon dijelaskan
Supaya seluruhnya menjadi terang
Perlawanan juga dapat dipatahakan
Delapanbelas tigapuluh berakhir perang

34.   Dari pesawat udara kita bisa melihat
Hutan serta laut bagai dihamparkan
Belanda pakai siasat tipu muslihat
Pangeran ditangkap dan disingkirkan

35.   Piawai biduan menyanyi lagu keroncong
Pelawak jempolan pun piawai mengoceh
Perlawanan gigih terjadi ditanah rencong
Delapanbelas tujuhtiga pecah Perang Aceh

36.   Tebak menebak jadi permainan kata
Pertanyaan menjebak sulit diterka
Seluruh rakyat bangkit angkat senjata
Melawan si kafir menjadi istilah mereka

37.   Anak kecil berjalan masih dipimpin
Berjalan sendiri tentu belumlah tahu
Para pemuka tampil kemuka memimpin
Bersatu padu beserta bahu membahu

38.   Mencari kerja datang melamar
Lowongan kerja banyak dibuka
Panglima Polim dan Teuku Umar
Adalah diantara pemimpin mereka

39.   Menonton televisi mengikuti saluran
Bermacam bentuk siaran ditayangkan
Teuku Umar gugur dalam pertempuran
Istri nan tercinta tampil menggantikan

40.   Ramai unjuk rasa dihadapan istana
Mohon ketegasan sikap penguasa
Cut Nyak Dhien sang singa betina
Memimpin perjuangan gagah perkasa

41.   Ke negeri seberang orang bertualang
Merobah nasib hidup ingin diusahakan
Hingga awal abad keduapuluh menjelang
Perlawanan tidaklah dapat dipatahkan

42.   Sewaktu musibah datang melanda
Barisan penolong memegang peranan
Jenderal Kohler panglima Belanda
Mati  dibunuh pasukan perlawanan

43.   Menyampaikan pesan kode bersandi
Sandi disampaikan rahasia terdiri
Sembilanbelas nol empat tahun terjadi
Belanda menyatakan menang sendiri

44.   Didesa padi ditumbuk dalam lesung
Disekitar lesung butiran padi terserak
Namun perlawanan terus berlangsung
Secara gerilya masyarakat bergerak

45.   Menunggang kuda para hulubalang
Telapak kaki kuda memakai ladam
Hingga kemerdekaan tiba menjelang
Perlawanan tidaklah kunjung padam

46.   Berdiri megah candi Prambanan
Penelitian sejarah batu bertulis
Dimana-mana terjadi perlawanan
Rakyat bergerak melawan kolonialis

47.   Pekikan merdeka disambut spontan
Tatkala pemimpin sampaikan ceramah
Kolonialis Belanda menjadi kerepotan
Menyadari kenyataan dirinya lemah

48.   Ke kota Surabaya mengambil cuti
Sekalian mampir ke Pulau Madura
Diserang Mataram pimpinan mati
Dikatakan Coen mati sakit kolera

49.   Segeralah bangun dihari pagi
Setelah tidur semalam penuh
Melawan Aceh lebih parah lagi
Jenderal Kohler mati terbunuh

50.   Ramai terdengar sumpah serapah
Jalanan macet diberbagai arah
Ketika terjadi kekalutan di Eropah
Kepada Perancis mereka menyerah

51.   Semangat juang hangat membara
Tertanam dihati setiap perajurit
Dikejar Inggris dikawasan Nusantara
Belanda melarikan diri terbirit-birit

52.   Burung terbang sekawan berdua
Lelah terbang hinggap ke atas ranting
Dikejar Jepang di perang dunia kedua
Mereka berlarian pontang-panting

53.   Suka bermain didahan burung kerucik
Dari pohon ke pohon mencari makan
Belanda piawai mengatur taktik licik
Segala muslihat selalu mereka lakukan

54.   Hewan singa hidup dihutan belantara
Karena ditakuti dijuluki raja rimba
Belanda dapat mengusasai Nusantara
Dengan menerapkan politik adu domba

55.   Di arena tempur musuh disongsong
Tembakan dijawab dengan tembakan
Akibat sering perang kas negara kosong
Program tanam paksa Belanda terapkan

56.   Musim kemarau orang kepanasan
Kering kerontang pula air di telaga
Van den Bosch yang punya gagasan
Sebagai pejabat keempatpuluh tiga

57.   Pergi jauh dari kampung halaman
Tentulah jauh dari sanak saudara
Rakyat dipaksa menanam tanaman
Kopi, tebu, teh, tembakau dan nira

58.   Kalau tak bulat lonjong pun jadi
Begitulah pepatah kata bercanda
Yang tidak menanam bekerja rodi
Hasilnya untuk kas negeri Belanda

59.   Pepatah tentu mengandung makna
Bukanlah saja hanya sekadar bicara
Demikian sekilas situasi jagad buana
Demikianlah pula situasi Nusantara

60.   Merdu nian senandung dinyanyikan
Diwaktu malam hari bertabur bintang
Hingga disini dulu pantun kita cukupkan
Kita bertemu lagi pada pantun mendatang

Bogor,  20 Juli 2011

No comments:

Post a Comment