1. Salam sejahtera sahabat budiman
Pantun membari’an kita teruskan
Kita telusuri dari zaman kezaman
Perihal zaman dahulu kita kisahkan
2. Menjalin pukat perajin merajut
Ukuran mata pukat diseragamkan
Sebelum pantun ditulis berlanjut
Sebentar Belitung kita tinggalkan
3. Gelanggang olahraga disingkat gelora
Kini diberbagai kota banyak
tersebar
Bagaimana gerangan situasi Nusantara
Akhir abad delapanbelas kompeni
bubar
4. Kain celemek dinamakan pula barut
Dipakai juru masak sebagai
kebiasaan
Konon dalam berniaga mereka
bangkrut
Kerajaan
Belanda ambil alih kekuasaan
5. Celemek dipakai menjaga kebersihan
Menutupi tubuh pada bagian dada
Kerajaan kuasai penuh pemerintahan
Nusantara dinamakan Hindia Belanda
6. Didaerah terlarang tuan dicegat
Dilarang masuk kawasan bencana
Marilah melihat kenegeri sejagat
Tentang situasi diantero buana
7. Sungai Cerucuk terkenang selalu
Diwaktu perahu dayung berlomba
Abad ke delpanbelas pergi berlalu
Abad ke sembilanbelas sudah tiba
8. Tanjung Tinggi dipinggir lautan
Tempat wisata kawasan tujuan
Abad ke sembilanbelas abad kejutan
Perubahan drastis menuju kemajuan
9. Berlayar ke bagan menangguk bilis
Bilis diolah jadi berbagai makanan
Lampu merah bagi kaum kolonialis
Disegala pelosok terjadi
perlawanan
10. Bilis dikeringkan menjadi ikan teri
Dibuat rusip dibotol pengasinan
Di Eropah terjadi revolusi
industri
Penemuan baru didunia permesinan
11. Permainan beripat jenis kesenian
Gong dan kelinang ikut dibunyikan
Perobahan dalam sistem pertanian
Tanaman belum dikenal ditemukan
12. Memelihara ternak diberi pakan
Pakan diramu bahan bermacam
Dibidang politik timbul pergerakan
Kaum kolonialis menjadi terancam
13. Kota Malang tempat peristirahatan
Indah pemandangan Gunung Tengger
Revolusi Perancis suatu kebangkitan
Eropah ketakutan dunia pun geger
14. Membeli sayur menumpang bendi
Sayur bayam, kacang dan buncis
Seribu delapanratus tahun terjadi
Belanda dibawah kekuasaan Perancis
15. Acara muang jong upacara sakral
Mohon selamat dalam kehidupan
Daendels diangkat guberbur jenderal
Terjadi tahun delapanbelas nol
delapan
16. Dipagi hari berolahraga senam
Sesudah bersenam bermain kasti
Daendels pejabat ketigapuluh enam
Tahun delapanbelas sebelas
berhenti
17. Penampilan pelawak dapat tepukan
Penonton bertepuk sambil tertawa
Dibangun
jalan dari Anyer ke Panarukan
Melancarkan
pengendalian Pulau Jawa
18. Dipantai pohon bagaikan berbaris
Dari kapal
dilihat dengan teropong
Delapanbelas
sebelas dikuasai Inggris
Hindia
Belanda bagai bola pingpong
19. Baunya harum bunga kenanga
Tumbuh
banyak diatas tebing
Lagaknya
Belanda bagaikan singa
Didepan
saingan terombang ambing
20. Jagalah adat istiadat kesopanan
Berlaku
hormat dalam penampilan
Raffles
diangkat menjadi pimpinan
Pejabat
yang ketigapuluh sembilan
21. Tampilan hormat sangat berarti
Semua
sahabat menjadi puas
Istana
Bogor Raffles tempati
Disekeliling
hutan teramat luas
22. Ke Pulau Bali kunjungan lawatan
Menyeberang
dari kota Banyuwangi
Hutan luas
konon hutan buatan
Warisan
dari zaman Prabu Siliwangi
23. Berkembang kemajuan disegala lini
Berkelana
pula orang didunia maya
Oleh
Raffles dijadikan hutan botani
Terkenal
dengan nama Kebun Raya
24. Berdo’a amat khusyuk dimalam dini
Semoga
Tuhan melimpahkan karunia
Kebun Raya
bediri langgeng sampai kini
Dikenal
orang diseluruh pelosok dunia
25. Didahan bakau hinggap burung kedidi
Pohon bakau
sedang berdaun muda
Delapanbelas
enambelas tahun terjadi
Inggris
kembalikan kuasa kepada Belanda
26. Berbaris pelajar mengikuti upacara
Upacara
diadakan ditanah lapang
Belanda
berjaya menguasai Nusantara
Sampai saat
diusir balatentara Jepang
27. Bakiak digunakan kaki beralas
Melangkah
dahulukan kaki kanan
Sepanjang
abad kesembilan belas
Di bumi
Nusantara terjadi perlawanan
28. Di tepi jalan ditanam pohon kenari
Di halaman
ditanam pohon delima
Di
Minangkabau terjadi Perang Padri
Dipelopori
oleh para alim ulama
29. Ikan kerisi dimasak acar bercuka
Enak
digoreng garing ikan bawal
Imam Bonjol
pempimpin terkemuka
Delapanbelas
noltiga perang berawal
30. Burung merpati sukar dijinakkan
Jinak-jinak
merpati orang sebutkan
Delapanbelas
tiga delapan dipatahkan
Sang
pemimpin ditangkap dan diasingkan
31. Di ladang bertunbuhan pohon lamtoro
Di pohonnya
bersarang burung cucukrawa
Delapanbelas
dualima Perang Diponegoro
Peretempuran
besar terjadi ditanah Jawa
32. Membaca perhatikan titik dan koma
Menyimak
teliti menerima pelajaran
Pangeran
Diponegoro pemimpin utama
Maju ke medan
memimpin pertempuran
33. Kurang memahami mohon dijelaskan
Supaya
seluruhnya menjadi terang
Perlawanan
juga dapat dipatahakan
Delapanbelas
tigapuluh berakhir perang
34. Dari pesawat udara kita bisa melihat
Hutan serta
laut bagai dihamparkan
Belanda
pakai siasat tipu muslihat
Pangeran
ditangkap dan disingkirkan
35. Piawai biduan menyanyi lagu keroncong
Pelawak
jempolan pun piawai mengoceh
Perlawanan
gigih terjadi ditanah rencong
Delapanbelas
tujuhtiga pecah Perang Aceh
36. Tebak menebak jadi permainan kata
Pertanyaan
menjebak sulit diterka
Seluruh
rakyat bangkit angkat senjata
Melawan si kafir
menjadi istilah mereka
37. Anak kecil berjalan masih dipimpin
Berjalan
sendiri tentu belumlah tahu
Para pemuka
tampil kemuka memimpin
Bersatu
padu beserta bahu membahu
38. Mencari kerja datang melamar
Lowongan
kerja banyak dibuka
Panglima
Polim dan Teuku Umar
Adalah
diantara pemimpin mereka
39. Menonton televisi mengikuti saluran
Bermacam bentuk
siaran ditayangkan
Teuku Umar
gugur dalam pertempuran
Istri nan
tercinta tampil menggantikan
40. Ramai unjuk rasa dihadapan istana
Mohon
ketegasan sikap penguasa
Cut Nyak
Dhien sang singa betina
Memimpin
perjuangan gagah perkasa
41. Ke negeri seberang orang bertualang
Merobah
nasib hidup ingin diusahakan
Hingga awal
abad keduapuluh menjelang
Perlawanan
tidaklah dapat dipatahkan
42. Sewaktu musibah datang melanda
Barisan
penolong memegang peranan
Jenderal
Kohler panglima Belanda
Mati dibunuh pasukan perlawanan
43. Menyampaikan pesan kode bersandi
Sandi
disampaikan rahasia terdiri
Sembilanbelas
nol empat tahun terjadi
Belanda
menyatakan menang sendiri
44. Didesa padi ditumbuk dalam lesung
Disekitar
lesung butiran padi terserak
Namun
perlawanan terus berlangsung
Secara
gerilya masyarakat bergerak
45. Menunggang kuda para hulubalang
Telapak
kaki kuda memakai ladam
Hingga
kemerdekaan tiba menjelang
Perlawanan
tidaklah kunjung padam
46. Berdiri megah candi Prambanan
Penelitian
sejarah batu bertulis
Dimana-mana
terjadi perlawanan
Rakyat
bergerak melawan kolonialis
47. Pekikan merdeka disambut spontan
Tatkala pemimpin
sampaikan ceramah
Kolonialis
Belanda menjadi kerepotan
Menyadari
kenyataan dirinya lemah
48. Ke kota Surabaya mengambil cuti
Sekalian
mampir ke Pulau Madura
Diserang
Mataram pimpinan mati
Dikatakan
Coen mati sakit kolera
49. Segeralah bangun dihari pagi
Setelah
tidur semalam penuh
Melawan
Aceh lebih parah lagi
Jenderal
Kohler mati terbunuh
50. Ramai terdengar sumpah serapah
Jalanan
macet diberbagai arah
Ketika terjadi
kekalutan di Eropah
Kepada
Perancis mereka menyerah
51. Semangat juang hangat membara
Tertanam
dihati setiap perajurit
Dikejar
Inggris dikawasan Nusantara
Belanda
melarikan diri terbirit-birit
52. Burung terbang sekawan berdua
Lelah
terbang hinggap ke atas ranting
Dikejar
Jepang di perang dunia kedua
Mereka
berlarian pontang-panting
53. Suka bermain didahan burung kerucik
Dari pohon
ke pohon mencari makan
Belanda
piawai mengatur taktik licik
Segala muslihat
selalu mereka lakukan
54. Hewan singa hidup dihutan belantara
Karena
ditakuti dijuluki raja rimba
Belanda
dapat mengusasai Nusantara
Dengan
menerapkan politik adu domba
55. Di arena tempur musuh disongsong
Tembakan
dijawab dengan tembakan
Akibat
sering perang kas negara kosong
Program
tanam paksa Belanda terapkan
56. Musim kemarau orang kepanasan
Kering
kerontang pula air di telaga
Van den
Bosch yang punya gagasan
Sebagai
pejabat keempatpuluh tiga
57. Pergi jauh dari kampung halaman
Tentulah
jauh dari sanak saudara
Rakyat
dipaksa menanam tanaman
Kopi, tebu,
teh, tembakau dan nira
58. Kalau tak bulat lonjong pun jadi
Begitulah
pepatah kata bercanda
Yang tidak
menanam bekerja rodi
Hasilnya
untuk kas negeri Belanda
59. Pepatah tentu mengandung makna
Bukanlah
saja hanya sekadar bicara
Demikian
sekilas situasi jagad buana
Demikianlah
pula situasi Nusantara
60. Merdu nian senandung dinyanyikan
Diwaktu
malam hari bertabur bintang
Hingga
disini dulu pantun kita cukupkan
Kita
bertemu lagi pada pantun mendatang
Bogor,
20 Juli 2011
No comments:
Post a Comment