1. Wahai sahabat serta sanak saudara
Salam sejahtera tabik kami
sampaikan
Tentang Beltim masih kita
berceritera
Pantun Malang Lepau marilah
teruskan
2. Dimana bumi di pijak langit di junjung
Alam terbentang sekitar punya peranan
Ke daerah Kelapa Kampit mari
berkunjung
Dari kota Manggar tidak lama
perjalanan
3. Didunia yang fana kita hidup sementara
Jauhkanlah diri
dari perbuatan kesesatan
Ke arah Tanjung Pandan melalui
jalur utara
Jalan umum
pastilah bebas dari kemacetan
4. Rakyat kecil jangan dilihat sebelah mata
Ada pepatah
walaupun kecil cabai rawit
Asal nama Kelapa
Kampit empunya cerita
Konon kelapa
kampit sejenis kelapa sawit
5. Janganlah tuan suka bersikap emosional
Niscaya tuan
tidaklah akan disukai orang
Namun dulu
kelapa sawit belum terkenal
Dibumi Pulau
Belitung tumbuh pun jarang
6. Berlayar dari Pulau Pongok ke Pulau Lepar
Tidaklah terlalu
lama mendayung bahtera
Pada masa kini
perkebunan luas terhampar
Didaerah Kelapa
Kampit salah satu diantara
7. Pulau Kerakatau terletak di Selat Sunda
Kala berlayar terkadang
ombak menerpa
Versi lain juga
mengisahkan cerita berbeda
Dipuncak
gunung Kik Karak tumbuh kelapa
8. Ketam kelemango merayap bersenjata capit
Jikalau
menyengkram amat sulit dilepaskan
Dua batang
pohon kelapa tumbuh berhimpit
Oleh rakyat
sekitar kelapa kampit disebutkan
9. Orang Belitong begawai membuat bangsal
Bangsal
didirikan tidak menghalangi sinar
Demikian versi
nama Kelapa Kampit berasal
Wallahualam
bissawab manakah yang benar
10. Orang Jepang bersantap mamakai sumpit
Makanan ditaruh
di mangkok tak berpiring
Kelapa Kampit
dua buah sungai mengapit
Mengalir Sungai
Buding dan Sungai Pering
11. Belahan bambu tajam sembilu menyayat
Bila melukai
darah bercucuran serta merta
Gunung Kik
Karak banyak empunya riwayat
Baik sekadar
legenda mapun ceritera nyata
12. Ada buah mempelam dan ada pula kuweni
Buah rambutan
keriting bernama si nyonya
Alkisah Kik
Karak sosok masyarakat segani
Pribadi santun
tempat orang pergi bertanya
13. Kalau ke Sijuk buah durian tolong belikan
Singgah dahulu
di kampung Air Gelarak
Beliau wafat
diatas bukit orang makamkan
Jadilah bukit
dinamakan Gunung Kik Karak
14. Kala buah durian telah masak sempurna
Lepas dari
tangkai dan jatuh berserakan
Maskapai giat
menambang timah disana
Tambang
dalam zaman dulu dinamakan
15. Membari’an masa lampau mengingat
Sukar dicari
catatan bulan dan tanggal
Kawasan Kelapa
Kampit terkenal sangat
Belanda
Maskapai banyak disana tinggal
16. Manakala suatu kerajaan beganti tahta
Pengganti
putra mahkota nan muda belia
Entah cuma
legenda entah pula cerita nyata
Di Gunung Kik
Karak tersimpan logam mulia
17. Ramai-ramai merpati hinggap di atap garasi
Dikala elang
lewat semua terbang berpencar
Perusahan
Australia dulu pernah beroperasi
Cadangan logam
timah gemuk mereka incar
18. Dari kampung Sijuk ke kota Tanjung Pandan
Dahulu tuan
Dekker naik kuda diakhir pekan
Dipuncak Gunung
Kik Karak dibuat kepundan
Teknologi
modern tentulah mereka terapkan
19. Begitu kisah masa silam orang pantunkan
Turun temurun ke
anak cucu cerita abadi
Perusahan dari
Jerman konon melanjutkan
Dekade akhir
abad dupuluh semua terjadi
20. Kadang orang berpantun menyusun cerita
Kadang
bermuatan nasehat disertai saran
Kelapa Kampit
pun daerah tujuan wisata
Pantai
Selindang beserta Pantai Sengaran
21. Berasa manis serta masam si buah nanas
Tidaklah kalah masam pula si buah pala
Didaerah Buding
terdapat sumbar air panas
Sayang semuanya
belumlah rapih terkelola
22. Di pelaminan pengantin duduk bersanding
Orang memberi
selamat datang bergantian
Ada legenda Tuk
Menek melanggar Buding
Dua sahabat
baik saling mengadu kesaktian
23. Kedua mempelai berbusana dertatah intan
Pernak pernik
warna-warni ikut dikenakan
Tuk Menek gagah
perkasa menguasai lautan
Pasukan ribuan ikan
tudak beiau kendalikan
24. Diiringi lagu kasidah muda-mudi nyanyikan
Musik gambus
serta hadrah ikut menemani
Kekuatan tempur
tentulah amat di andalkan
Di arena tempur lawan sangatlah menyegani
25. Kata pepatah sambil bediang menanak nasi
Lauk ikan
panggang tersedia diatas dulang
Konon Buding
dipimpin Panglima Pagar Besi
Piawai di medan
tanding berakal cemerlang
26. Burung tempua rendah membuat sarang
Tujuannya agar
tidak jauh mencari bahan
Disepakati pada
saat Tuk Menek menyerang
Panglima Pagar
Besi haruslah siap bertahan
27. Burung murai berkicau bagai keroncong
Burung gereja berkeliaran
diatas pagar
Pasukan tudak
kuat runcing bermoncong
Benteng lawan
selalu hancur kena langgar
28. Pohon buluh hidup tumbuh berumpun
Pohon para
hidup menghasilkan getah
Namun Pagar Besi
tak gentar sedikitpun
Kepada rakyat beliau
keluarkan perintah
29. Dari kampung Sijuk ke kampung Munsang
Dapat ditempuh
sebentar kalaulah berlari
Wahai rakyat
kumpulkanlah batang pisang
Jadikanlah
pagar benteng sekeliling negeri
30. Beras ditampi di nyiru menyisakan antah
Berasal dari
padi ditumbuk empunya ciri
Walaupun aneh
rakyat menuruti perintah
Benteng
batang pisang pun tegak berdiri
31. Tangkai padi merunduk petanda bernas
Pohonnya
bebaris teratur bagai tergugus
Segera kalian
kumpulkan pula buah nanas
Nanas dari Air
Madu tentulah paling bagus
32. Padi hasil panen diangkut pakai pedati
Pedati ditarik
seekor kuda berikat tali
Banyak diantara
rakyat bertanya dihati
Pasukan ikan
tudak terkenal kuat sekali
33. Adapun pedati gerobak beroda sepasang
Hanya mengangkut padi tak bercampur
Jangankan hanya
benteng batang pisang
Benteng
besi dan batu hancur digempur
34. Mengisap narkoba janganlah dicoba
Konsumsi
terlarang badan bisa binasa
Hari penyerangan
pun datanglah tiba
Ribuan
tudak melanda gagah perkasa
35. Hidup merana badan pun jadi terlunta
Kesana
kemari orang tiadalah percaya
Akan tetapi
lacur apalah hendak dikata
Tertancap
di batang pisang tak berdaya
36. Buah nangka belanda buah alpukat
Untuk
minuman segar dibuat bahan
Moncong
runcing tertancap melekat
Semua pasukan
tudak mati kelelahan
37. Andaikan tuan pergi belanja ke pekan
Tentulah ramai
pedagang di kaki lima
Perihal nanas
untuk apa dipergunakan
Menggangan
tudak santapan bersama
38. Kawasan
pasar bagaikan terekepung
Ada razzia
satpol mereka itu ditindak
Berpestalah
penduduk seisi kampung
Bersantap nasi
berlauk gangan tudak
39. Rakyat mengharap suatu perubahan
Jelang pemilu
parpol menebar janji
Tuk Menek
angkat bendera kekalahan
Akal cemerlang
Pagar Besi beliau puji
40. Janji dan kenyataan tidaklah bertemu
Derita rakyat
tetap berkepnajangan
Tetapi
pertempuran sekadar adu ilmu
Bukan merupakan
sesuatu peperangan
41. Jadinya janganlah tuan berkecil hati
Cemoohkan janji
hiduplah mandiri
Keduanya
tetaplah jadi sahabat sejati
Berkerja sama
memakmurkan negeri
42. Buaya darat hidupnya menghuni rawa
Buaya politik
menebar janji disana-sini
Otak melawan
otot bermakna peristiwa
Patut jadi
suri tauladan kita dimasa kini
43. Berlagak seakan-akan kaum terpandang
Incaran
parlemen cari hidup masa depan
Mari kita
bertandang ke kawasan Dendang
Teluk
Balok dan Laut Jawa letak dihadapan
44. Bau busuk korupsi menyebar di masa kini
Janji
kala kampanye menjadi terlupakan
Kerajaan
Balok dulu berlokasi didaerah ini
Pada
pantun tersendiri telah kita ceritakan
45. Penderitaan rakyat hapus dari ingatan
Kepentingan
sendiri lebih di utamakan
Tanjung
Kelumpang letak paling selatan
Dalam Laskar Pelangi banyak dikisahkan
46.
Lupa
daratan kala pemilu jadi pemenang
Namun tetap anngap diri jadi pahlawan
Pantai dan Pulau Punai berlaut nan tenang
Cocok untuk
dipakai berenang wisatawan
47. Sungguhlah wahai tuan tiadalah bercanda
Itulah gambaran
kini kita empunya negeri
Objek wisata Batu
Buyong dan Batu Belida
Keduanya
mengandung rangkaian misteri
48. Berwarna merah kuning si bunga kana
Hidup di
taman bersama si bunga melati
Situs-situs
keramat tersebar dimana-mana
Kadang dikunjungi
penziarah dan peneliti
49. Taman nan indah permai menghiasi lahan
Akan
lebih indah bila didukung udara cerah
Rencana
Dendang dulu dijadikan pelabuhan
Pelabuhan
bebas ke tanah Jawa mengarah
50. Persembahan kasih untaian bunga seikat
Harapan
pernyataan kasih akan berbalas
Tetapi
konon masyarakat tiadalah sepakat
Mengapa
gerangan alasan tidak pula jelas
51. Membentang alam titian dewa-dewi sakti
Dari kayangan konon
mereka diturunkan
Sebuah pabrik
keramik rencana mengikuti
Akhirnya
ke kota Tanjug Pandan dialihkan
52. Titian berwarna-warni dinamakan pelangi
Sejenak saja terukir langit jangan
terkejut
Manggar
dan sekitarnya telah kita kunjungi
Kawasan
Kelapa Kampit kunjungan berlanjut
53. Berkunjung ke atas bumi pergi bertandang
Lingkaran
pelangi dijadikan penyeimbang
Gantung
serta Dendang datang berdendang
Belitung
Timur masa kini pesat berkembang
54. Pelaut mengarungi lautan berpekan-pekan
Terkdang
sampailah pula berbulan-bulan
Program pariwisata
sangatlah di utamakan
Program
pembangunan lain tak ketinggalan
55. Pulau Belitung pantainya amatlah permai
Banyak
pelancong melakukan kunjungan
Segenap
penduduk hidup aman dan damai
Tiada
sekat dan perbedaan antar golongan
56. Di pantai nelayan melaut mencari nafkah
Mengarungi
lautan lepas ke segala arah
Bergerak
cepat dan memantabkan langkah
Demi
menyonsong masa depan nan cerah
57. Pahlawan bahari tiada tercatat sejarah
Turun
temurun hidup senantiasa mandiri
Gotong
royong demi pembangunan daerah
Dengan
motto SATU HATI BANGUN NEGERI
58. Tabik tuan kami permisi segera undur diri
Marilah
sesama teman saling menghormati
Pantun
Malang Lepau sampai disini diakhiri
Pada
pantun mendatang kita bertemu pasti
Yogyakarta,
05 September 2011
No comments:
Post a Comment