Wednesday, August 15, 2012

BAGIAN KEEMPATPULUH SEMBILAN MALANG LEPAU (2) – Habis


1.       Wahai sahabat serta sanak saudara
Salam sejahtera tabik kami sampaikan
Tentang Beltim masih kita berceritera
Pantun Malang Lepau marilah teruskan

2.       Dimana bumi di pijak langit di junjung
Alam terbentang sekitar punya peranan
Ke daerah Kelapa Kampit mari berkunjung
Dari kota Manggar tidak lama perjalanan

3.       Didunia yang fana kita hidup sementara
Jauhkanlah diri dari perbuatan kesesatan
Ke arah Tanjung Pandan melalui jalur utara
Jalan umum pastilah bebas dari kemacetan

4.       Rakyat kecil jangan dilihat sebelah mata
Ada pepatah walaupun kecil cabai rawit
Asal nama Kelapa Kampit empunya cerita
Konon kelapa kampit sejenis  kelapa sawit

5.       Janganlah tuan suka bersikap emosional
Niscaya tuan tidaklah akan disukai orang
Namun dulu kelapa sawit belum terkenal          
Dibumi Pulau Belitung tumbuh pun jarang

6.       Berlayar dari Pulau Pongok ke Pulau Lepar
Tidaklah terlalu lama mendayung bahtera
Pada masa kini perkebunan luas terhampar
Didaerah Kelapa Kampit salah satu diantara

7.       Pulau Kerakatau terletak di Selat Sunda
Kala berlayar terkadang ombak menerpa
Versi lain juga mengisahkan cerita berbeda
Dipuncak gunung Kik Karak tumbuh kelapa        

8.       Ketam kelemango merayap bersenjata capit
Jikalau menyengkram amat sulit dilepaskan
Dua batang pohon kelapa tumbuh berhimpit
Oleh rakyat sekitar kelapa kampit disebutkan

9.       Orang Belitong begawai membuat bangsal
Bangsal didirikan tidak menghalangi sinar
Demikian versi nama Kelapa Kampit berasal
Wallahualam bissawab manakah yang benar

10.   Orang Jepang bersantap mamakai sumpit
Makanan ditaruh di mangkok tak berpiring
Kelapa Kampit dua buah sungai mengapit
Mengalir Sungai Buding dan Sungai Pering

11.   Belahan bambu tajam sembilu menyayat
Bila melukai darah bercucuran serta merta
Gunung Kik Karak banyak empunya riwayat
Baik sekadar legenda mapun ceritera nyata       

12.   Ada buah mempelam dan ada pula kuweni
Buah rambutan keriting bernama si nyonya
Alkisah Kik Karak sosok masyarakat segani
Pribadi santun tempat orang pergi bertanya      

13.   Kalau ke Sijuk buah durian tolong belikan
Singgah dahulu di  kampung Air Gelarak
Beliau wafat diatas bukit orang makamkan
Jadilah bukit dinamakan Gunung Kik Karak

14.   Kala buah durian telah masak sempurna
Lepas dari tangkai dan jatuh berserakan
Maskapai giat menambang timah disana
Tambang dalam zaman dulu dinamakan              

15.   Membari’an masa lampau mengingat
Sukar dicari catatan bulan dan tanggal
Kawasan Kelapa Kampit terkenal sangat
Belanda Maskapai banyak disana tinggal

16.   Manakala suatu kerajaan beganti tahta
Pengganti putra mahkota nan muda belia
Entah cuma legenda entah pula cerita nyata
Di Gunung Kik Karak tersimpan logam mulia

17.   Ramai-ramai merpati hinggap di atap garasi
Dikala elang lewat semua terbang berpencar
Perusahan Australia dulu pernah beroperasi
Cadangan logam timah gemuk mereka incar

18.   Dari kampung Sijuk ke kota Tanjung Pandan
Dahulu tuan Dekker naik kuda diakhir pekan
Dipuncak Gunung Kik Karak dibuat kepundan
Teknologi modern tentulah mereka terapkan

19.   Begitu kisah masa silam orang pantunkan
Turun temurun ke anak cucu cerita abadi
Perusahan dari Jerman konon melanjutkan
Dekade akhir abad dupuluh semua terjadi         

20.   Kadang orang berpantun menyusun cerita
Kadang bermuatan nasehat disertai saran
Kelapa Kampit pun daerah tujuan wisata
Pantai Selindang beserta Pantai Sengaran

21.   Berasa manis serta masam si buah nanas
Tidaklah kalah  masam pula si buah pala
Didaerah Buding terdapat sumbar air panas
Sayang semuanya belumlah rapih terkelola

22.   Di pelaminan pengantin duduk bersanding
Orang memberi selamat datang bergantian
Ada legenda Tuk Menek melanggar Buding
Dua sahabat baik saling mengadu kesaktian

23.   Kedua mempelai berbusana dertatah intan
Pernak pernik warna-warni ikut dikenakan
Tuk Menek gagah perkasa menguasai lautan
Pasukan ribuan ikan tudak beiau kendalikan     

24.   Diiringi lagu kasidah muda-mudi nyanyikan
Musik gambus serta hadrah ikut menemani
Kekuatan tempur tentulah amat di andalkan
Di arena  tempur lawan sangatlah menyegani

25.   Kata pepatah sambil bediang menanak nasi
Lauk ikan panggang tersedia diatas dulang
Konon Buding dipimpin Panglima Pagar Besi
Piawai di medan tanding berakal cemerlang

26.   Burung tempua rendah membuat sarang
Tujuannya agar tidak jauh mencari bahan
Disepakati pada saat Tuk Menek menyerang
Panglima Pagar Besi haruslah siap bertahan

27.   Burung murai berkicau bagai keroncong
Burung gereja berkeliaran diatas pagar
Pasukan tudak kuat runcing bermoncong
Benteng lawan selalu hancur kena langgar

28.   Pohon buluh hidup tumbuh berumpun
Pohon para hidup menghasilkan getah
Namun Pagar Besi tak gentar sedikitpun
Kepada rakyat beliau keluarkan perintah

29.   Dari kampung Sijuk ke kampung Munsang
Dapat ditempuh sebentar kalaulah  berlari
Wahai rakyat kumpulkanlah batang pisang
Jadikanlah pagar benteng sekeliling negeri

30.   Beras ditampi di nyiru  menyisakan antah
Berasal dari padi ditumbuk empunya ciri
Walaupun aneh rakyat menuruti perintah
Benteng batang pisang pun tegak berdiri            

31.   Tangkai padi merunduk petanda bernas
Pohonnya bebaris teratur bagai tergugus
Segera kalian kumpulkan pula buah nanas
Nanas dari Air Madu tentulah paling bagus

32.   Padi hasil panen diangkut pakai pedati
Pedati ditarik seekor kuda berikat tali
Banyak diantara rakyat bertanya dihati
Pasukan ikan tudak terkenal kuat sekali

33.   Adapun pedati gerobak beroda sepasang
Hanya  mengangkut padi tak bercampur
Jangankan hanya benteng batang pisang
Benteng besi dan batu hancur digempur             

34.   Mengisap narkoba janganlah dicoba
Konsumsi terlarang badan bisa binasa
Hari penyerangan pun datanglah tiba
Ribuan tudak melanda gagah perkasa   

35.   Hidup merana badan pun jadi terlunta
Kesana kemari orang tiadalah percaya  
Akan tetapi lacur apalah hendak dikata
Tertancap di batang pisang tak berdaya               

36.   Buah nangka belanda buah alpukat
Untuk minuman segar dibuat bahan
Moncong runcing tertancap melekat
Semua pasukan tudak mati kelelahan

37.   Andaikan tuan pergi belanja ke pekan
Tentulah ramai pedagang di kaki lima
Perihal nanas untuk apa dipergunakan
Menggangan tudak santapan bersama 

38.   Kawasan  pasar bagaikan terekepung
Ada razzia satpol mereka itu ditindak
Berpestalah penduduk seisi kampung
Bersantap nasi berlauk gangan tudak

39.   Rakyat mengharap suatu perubahan
Jelang pemilu parpol menebar janji
Tuk Menek angkat bendera kekalahan
Akal cemerlang Pagar Besi beliau puji

40.   Janji dan kenyataan tidaklah bertemu
Derita rakyat tetap berkepnajangan
Tetapi pertempuran sekadar adu ilmu
Bukan merupakan sesuatu peperangan

41.   Jadinya janganlah tuan berkecil hati
Cemoohkan janji hiduplah mandiri
Keduanya tetaplah jadi sahabat sejati
Berkerja sama memakmurkan negeri

42.   Buaya darat hidupnya menghuni rawa
Buaya politik menebar janji disana-sini
Otak melawan otot bermakna peristiwa
Patut jadi suri tauladan kita dimasa kini               

43.   Berlagak seakan-akan kaum terpandang
Incaran parlemen cari hidup masa depan
Mari kita bertandang ke kawasan Dendang
Teluk Balok dan Laut Jawa letak dihadapan

44.   Bau busuk korupsi menyebar di masa kini
Janji kala kampanye menjadi terlupakan
Kerajaan Balok dulu berlokasi didaerah ini
Pada pantun tersendiri telah kita ceritakan

45.   Penderitaan rakyat hapus dari ingatan
Kepentingan sendiri lebih di utamakan
Tanjung Kelumpang letak paling selatan
Dalam Laskar Pelangi banyak dikisahkan

46.   Lupa daratan kala pemilu jadi pemenang
Namun tetap anngap diri jadi pahlawan
Pantai dan Pulau Punai berlaut nan tenang
Cocok untuk dipakai berenang wisatawan

47.   Sungguhlah wahai tuan tiadalah bercanda
Itulah gambaran kini kita empunya negeri
Objek wisata Batu Buyong dan Batu Belida
Keduanya mengandung rangkaian misteri                          

48.   Berwarna merah kuning si bunga kana
Hidup di taman bersama si bunga melati
Situs-situs keramat tersebar dimana-mana
Kadang dikunjungi penziarah dan peneliti

49.   Taman nan indah permai menghiasi lahan
Akan lebih indah bila didukung udara cerah
Rencana Dendang dulu dijadikan pelabuhan
Pelabuhan bebas  ke tanah Jawa mengarah       

50.   Persembahan kasih untaian bunga seikat
Harapan pernyataan kasih akan berbalas
Tetapi konon masyarakat tiadalah sepakat
Mengapa gerangan alasan tidak pula jelas

51.   Membentang alam titian dewa-dewi sakti
Dari kayangan konon mereka diturunkan
Sebuah pabrik keramik rencana mengikuti
Akhirnya ke kota Tanjug Pandan dialihkan

52.   Titian berwarna-warni dinamakan pelangi
Sejenak saja terukir langit jangan terkejut
Manggar dan sekitarnya telah kita kunjungi
Kawasan Kelapa Kampit kunjungan berlanjut

53.   Berkunjung ke atas bumi pergi bertandang
Lingkaran pelangi dijadikan penyeimbang
Gantung serta Dendang datang berdendang
Belitung Timur masa kini pesat berkembang

54.   Pelaut mengarungi lautan berpekan-pekan
Terkdang sampailah pula berbulan-bulan
Program pariwisata sangatlah di utamakan
Program pembangunan lain tak ketinggalan

55.   Pulau Belitung pantainya amatlah permai
Banyak pelancong melakukan kunjungan
Segenap penduduk hidup aman dan damai
Tiada sekat dan perbedaan antar golongan        

56.   Di pantai nelayan melaut mencari nafkah
Mengarungi lautan lepas ke segala arah
Bergerak cepat dan memantabkan langkah
Demi menyonsong masa depan nan cerah          

57.   Pahlawan bahari tiada tercatat sejarah
Turun temurun hidup senantiasa mandiri
Gotong royong demi pembangunan daerah
Dengan motto SATU HATI BANGUN NEGERI

58.   Tabik tuan kami permisi segera undur diri
Marilah sesama teman saling menghormati
Pantun Malang Lepau sampai disini diakhiri
Pada pantun mendatang kita bertemu pasti

Yogyakarta,  05 September 2011

No comments:

Post a Comment