BAGIAN KE LIMAPULUH DELAPAN
MARAS TAUN (3) - Habis
1. Assalamualaikum salam kami sampaikan
Alhamdulillah kita dapat bersua
kembali
Pantu n Maras Taun marilah kita
teruskan
Maafkan kalau kisah terasa panjang
sekali
2. Dari negeri ke negeri menunggang kuda
Zaman dahulu nenek moyang merantau
Masih di arena Maras Taun kini
kita berada
Satu persatu kesenian teruslah
kita pantau
3. Di desa aman pengelana singgah istirahat
Sambil ambil kesempatan menulis
hikayat
Ke arena nutok lesong panjang kita
melihat
Kesenian rakyat empunya panjang
riwayat
4. Manakala unjuk rasa sedang berlangsung
Petugas keamanan tentu amat
disibukkan
Nutok lesong bermakna menumbuk
lesung
Menumbuk padi sesudah panen
dilakukan
5. Segala protes pengunjuk rasa teriakkan
Berduyun maju bagai air mengalir
deras
Kedalam lesung butiran padi
dimasukkan
Padi ditumbuk untuk menghasilkan
beras
6. Tembang kasih merdu membelai perasaan
Oleh biduanita nan jelita
disenandungkan
Merupakan tugas ibu-ibu tani di pedesaan
Pada zaman dahulu penduduk
laksanakan
7. Hutan belantara dijadikan tempat hunian
Hewan buas disana tentu pegang
peranan
Masa berjalan berkembang jadi
kesenian
Disamping pekerjaan menjadi
permainan
8. Tersebutlah kebiasaan hewan kura-kura
Kemana rumah dibawa tidak
membebani
Seni menumbuk padi budaya
Nusantara
Tersebar luas dikalangan
masyarakat tani
9. Hewan gajah badan besar tidak percuma
Menjelajah rimba kaki tegap
menunjang
Sarana alat perlengkapan hampirlah
sama
Kate urang Belitong nutok lesong
panjang
10. Hewan kera melompat dahan ke dahan
Pindah kesana kemari sangatlah
mudah
Lesong dan alu terbuat dari kayu
pilihan
Manakala beradu irama mengalun indah
11. Hewan babi bagai tak mempunyai mata
Seradak seruduk tidak menentu
sasaran
Ukuran panjang lesunng sekira enam
hasta
Tak lebih dari satu hasta ukuran
kelebaran
12. Hewan singa dijuluki sang raja belantara
Dari semua isi rimba dia paling
berkuasa
Lebih dari satu depa panjangnya
alu sekira
Bulat sekitar segenggam keapalan
dewasa
13. Ada pula jenis hewan bernama cerpelai
Konon dengan musang punya hubungan
Lesong digelar permainan nutok
dimulai
Beberapa
orang sigap maju berpasangan
14. Hewan musang pada malam kelayapan
Gelapnya
malam tak menjadi rintangan
Berdiri
didepan lesung posisi berhadapan
Padi dalam
lesung alu terpegang ditangan
15. Musang luak ayam dan buahan dimakan
Buah kopi
masak sasaran paling berkenan
Kedalam
lesung alu gantian ditumbukkan
Dikala
bersamaan dimulai seni permainan
16. Hewan serigala bersuara amat menakutkan
Lebih-lebih
diwaktu purnama terang bulan
Kedinding
lesung alu sengaja disinggungkan
Masing
penumbuk peragakan keterampilan
17. Hewan kancil paling suka menyatroni huma
Mencuri
buah mentimun sungguhlah berani
Dentingan
alu beradu lesung indah berirama
Bagaikan
pertunjukan sebuah musik simfoni
18. Hewan kelinci berpenamilan paling santun
Bila duduk
seperti orang berpangku tangan
Kadang
diiringi dendang penyanyi melantun
Nyanyian merdu
seperti sinden pewayangan
19. Saat induk duduk semua anak ada disamping
Seperti anak
kelinci sering orang umpamakan
Acara maras taun
biasanya ditutup ngemping
Membuat sjenis
emping dari beras tumbukan
20. Hewan beruang bertubuh tegap serta kuat
Kuku tajam
dipakai buat merobek makanan
Dengan lesung
dan alu kecil emping dibuat
Dikala
pembuat terjadi pula seni permainan
21. Di kala cuaca cerah angin berhembus lembut
Di atas langit
awan berarak bagaikan kapas
Alu
dilempar kanan kiri sambut menyambut
Berputar kesana
kemari namun tak terlepas
22. Burung kutilang bersiul alam diramaikan
Sebagai petanda
hari siang telah dimulai
Cara menampi beras
di nyiru diperagakan
Oleh dara remaja
bergaya lemah gemulai
23. Segala mahluk niscaya gembira seharian
Bila di tengah
hari hujan tidaklah tercurah
Lenggang lenggok
tubuh membentuk tarian
Dimasa kini
menjadi tarian kesenian daerah
24. Orang tua tertata-titih perlahan berjalan
Kemana pergi
memakai tongkat sebatang
Di iringi
senandung lagu salam perkenalan
Tarian sambut
tamu daerah selamat datang
25. Bertemu tonggak kuat berpegang tangan
Keseimbangan
badan hendak dijagakan
Kadang menari
massal berpasang-pasangan
Muda mudi tampan
serta cantik menarikan
26. Kenangan masa silam sudah sulit dilacak
Ungkapan merayu
kasih tetap terngiang
Bujang pakai
teluk belanga peci berpuncak
Dipadu seluar
panjang kain setengah tiang
27. Bahasa Sunda papaya disebut juga gedang
Kadang dibuat
rujak bersama bangkoang
Dayang pakai
kebaya bertudung selendang
Kadang kepala
ditutupi terindak mengkuang
28. Masakan enak pakai pewangi daun salam
Kebiasaan meramu
makanan sehari-hari
Maras taun
dimeriahkan berhari bermalam
Dengan diiringi
do’a selamat acara diakhiri
29. Menyeberangi sungai sampan dikayuhkan
Kadang terhalang
oleh kiambang disana-sini
Kehadhirat Allah
ucapan syukur disampaikan
Atas hasil
berlimpah dianugerahkan tahun ini
30. Pada sebelah timur Jawa terletak Pulau Bali
Mari darmawisata
bersama kesana kita pergi
Tahun depan mohon dianugerahkan
kembali
Kiranya hasil
panen akan berlimpah ruah lagi
31. Di tanah lapang anak bermain baling-baling
Berlari,
berkejaran, bercanda beserta tertawa
Pasca ngetam ume
ditanami tanaman seling
Sebagai palawija
orang tanam di Pulau Jawa
32. Sudah hinggap diatas pohon berkicau pula
Itulah pekerjaan
setiap hari si burung murai
Menggale,
belungkak, kembilik , ubi dan tila
Cabik, lengkuas, kunyit, jaek, cekor dan serai
33. Zaman reformasi menghendaki perubahan
Berkata jujur
janganlah tuan jadi bimbang
Keremunting dan
keletaan liar bertumbuhan
Ketik dan
belembang kesana kemari terbang
34. Kadang unjuk rasa setiap waktu mewarnai
Petanda demokrasi
mengalami kebangkitan
Berebak, pentis,
puyo, serindit beserta punai
Burung-burung huma
bernyanyi berloncatan
35. Ambilkan sedikit singkong tolong rebuskan
Bolehlah kita
bersama membuat kueh getuk
Adakala berjenis
tanaman baka disemaikan
Tunbuh berkembang
biak kebun terbentuk
36. Bagaimanakah pula membuat kueh serabai
Dari tepung beras
santan kelapa menyertai
Durian, rambutan,
kuini, kemang dan rambai
Nangka, cempedak,
manggis, duku dan petai
37. Semua bahan ke dalam wadah dicampurkan
Kemudian di aduk
hingga berbentuk adonan
Kebun buahan
kelekak di Belitong disebutkan
Kelekak warisan
nenek moyang berketurunan
38. Tidak kalah enak pula kueh penganan talam
Kepada tamu datang
semuanya dihidangkan
Demikian perayaan
Maras Taun di masa silam
Seusai ngetam padi
di ume upacara dilakukan
39. Percayakah tuan kepada sebuah ramalan
Suatu perkiraan
orang tidak pernah tuntas
Zaman dahulu hasil
padi ume jadi andalan
Karena jumlah
penduduk amatlah terbatas
40. Beramai nelayan ke laut menangkap ikan
Semalaman
bergadang hingga tiba pagi
Zaman kini cara
berune mulai ditinggalkan
Tradisi membakar
hutan tak dilakukan lagi
41. Suatu musibah sangatlah di khawatirkan
Bila sedang di
tengah laut diserang badai
Kepada cara
bersawah pertanian dialihkan
Tetapi tidak
menadapatkan hasil memadai
42. Ke pinggir pulau perahu berlayar menepi
Kala tanda-tanda
badai tiba menakutkan
Namun kebutuhan
rakyat harus dicukupi
Tentu dari luar
daerah beras didatangkan
43. Jika diatas laut elang terbang merendah
Pastilah ke
kawanan ikan patuk menjurus
Walau cara berune
padi berkurang sudah
Tradisi
Maras Taun tetap bertahan terus
44. Layang-layang terbang di Tanjung Kelayang
Hinggap di
pohon kelapa tumbuh melintang
Budaya
Belitong sejak zaman nenek moyang
Hingga zaman kini
sampai zaman mendatang
45. Membeli lontong ketupat dipotong-potong
Enak di santap
bersama sambal cabai merah
Sebagai ciri khas
adat istiadat urang Belitong
Kini menjadi
andalan program wisata daerah
46. Saat menunggu kekasih lama di penantian
Kendala apa
gerangan menjadi rintangan
Bersama Muang Jong
dirayakan bergantian
Menarik minat para
wisatawan berdatangan
47. Gelisah akan kekasih empunya keselamatan
Segala ucapan do’a
senantiasa di panjatkan
Dewasa ini pulau
tercinta dapat kehormatan
Sail Wakatobi
Belitong program dilaksanakan
48. Untuk mecegah bahaya banjir dibuat kanal
Agar air bisa
dikendalikan melewati aliran
Tentulah Pulau
Belitong akan semakin dikenal
Turis
manca negara ramai-ramai berseliweran
49. Gadis kecil manis pakai pita berwarna merah
Rambut
tersisir rapih berkuncir dua di kepang
Pulau
Belitong akan tercatat didalam sejarah
Di arena media
berita dan gambar dipampang
50. Melihat kemana saja senyuman ditampilkan
Semua pandangan
mata kepada gadis tertuju
Selamat kepada
Belitong mari kita sampaikan
Semoga pulau
tercinta terus melangkah maju
51. Kepada semua orang melambaikan tangan
Senandung kecil
terkadang gadis nyanyikan
Pulau Belitong
tetap selalu dalam kenangan
Selalu
tetap terjaga aman damai mari do’akan
52. Wahai tuan beserta puan tabik kami haturkan
Bila
bertemu di jalan mari kita saling menyapa
Pantun
Maras Taun sampai sini kami selesaikan
Dalam
pantun lain pastilah kelak kita berjumpa
Bogor, 30 Maret 2012
No comments:
Post a Comment