Saturday, August 18, 2012


          
                BAGIAN KE LIMAPULUH DELAPAN 
                         MARAS TAUN  (3)  -  Habis

1.       Assalamualaikum salam kami sampaikan
Alhamdulillah kita dapat bersua kembali
Pantu n Maras Taun marilah kita teruskan
Maafkan kalau kisah terasa panjang sekali

2.       Dari negeri ke negeri menunggang kuda
Zaman dahulu nenek moyang merantau
Masih di arena Maras Taun kini kita berada
Satu persatu kesenian teruslah kita pantau

3.       Di desa aman pengelana singgah istirahat
Sambil ambil kesempatan menulis hikayat
Ke arena nutok lesong panjang kita melihat
Kesenian rakyat empunya panjang riwayat

4.       Manakala unjuk rasa sedang berlangsung
Petugas keamanan tentu amat disibukkan
Nutok lesong bermakna menumbuk lesung
Menumbuk padi sesudah panen dilakukan

5.       Segala protes pengunjuk rasa teriakkan
Berduyun maju bagai air mengalir deras
Kedalam lesung butiran padi dimasukkan
Padi ditumbuk untuk menghasilkan beras

6.       Tembang kasih merdu membelai perasaan
Oleh biduanita nan jelita disenandungkan
Merupakan tugas ibu-ibu tani di pedesaan
Pada zaman dahulu penduduk laksanakan

7.       Hutan belantara dijadikan tempat hunian
Hewan buas disana tentu pegang peranan
Masa berjalan berkembang jadi kesenian
Disamping pekerjaan menjadi permainan

8.       Tersebutlah kebiasaan hewan kura-kura
Kemana rumah dibawa tidak membebani
Seni menumbuk padi budaya Nusantara
Tersebar luas dikalangan masyarakat tani

9.       Hewan gajah badan besar tidak percuma
Menjelajah rimba kaki tegap menunjang
Sarana alat perlengkapan hampirlah sama
Kate urang Belitong nutok lesong panjang

10.   Hewan kera melompat dahan ke dahan
Pindah kesana kemari sangatlah mudah
Lesong dan alu terbuat dari kayu pilihan
Manakala beradu irama mengalun  indah

11.   Hewan babi bagai tak mempunyai mata
Seradak seruduk tidak menentu sasaran
Ukuran panjang lesunng sekira enam hasta
Tak lebih dari satu hasta ukuran kelebaran

12.   Hewan singa dijuluki sang raja belantara
Dari semua isi rimba dia paling berkuasa
Lebih dari satu depa panjangnya alu sekira
Bulat sekitar segenggam keapalan dewasa

13.   Ada pula jenis hewan bernama cerpelai
Konon dengan musang punya hubungan
Lesong digelar permainan nutok dimulai
Beberapa orang sigap maju berpasangan

14.   Hewan musang pada malam kelayapan
Gelapnya malam tak menjadi rintangan
Berdiri didepan lesung posisi berhadapan
Padi dalam lesung alu terpegang ditangan

15.   Musang luak ayam dan buahan dimakan
Buah kopi masak sasaran paling berkenan
Kedalam lesung alu gantian ditumbukkan
Dikala bersamaan dimulai seni permainan

16.   Hewan serigala bersuara amat menakutkan
Lebih-lebih diwaktu purnama terang bulan
Kedinding lesung alu sengaja disinggungkan
Masing penumbuk peragakan keterampilan

17.   Hewan kancil paling suka menyatroni huma
Mencuri buah mentimun sungguhlah berani
Dentingan alu beradu lesung indah berirama
Bagaikan pertunjukan sebuah musik simfoni

18.   Hewan kelinci berpenamilan paling santun
Bila duduk seperti orang berpangku tangan
Kadang diiringi dendang penyanyi melantun
Nyanyian merdu seperti sinden pewayangan

19.   Saat induk duduk semua anak ada disamping
Seperti anak kelinci sering orang umpamakan
Acara maras taun biasanya ditutup ngemping
Membuat sjenis emping dari beras tumbukan

20.   Hewan beruang bertubuh tegap serta kuat
Kuku tajam dipakai buat merobek makanan
Dengan lesung dan alu kecil emping dibuat
Dikala pembuat terjadi pula seni permainan

21.   Di kala cuaca cerah angin berhembus lembut
Di atas langit awan berarak bagaikan kapas
Alu dilempar kanan kiri sambut menyambut
Berputar kesana kemari namun tak terlepas

22.   Burung kutilang bersiul alam diramaikan
Sebagai petanda hari siang telah dimulai
Cara menampi beras di nyiru diperagakan
Oleh dara remaja bergaya lemah gemulai

23.   Segala mahluk niscaya gembira seharian
Bila di tengah hari hujan tidaklah tercurah
Lenggang lenggok tubuh membentuk tarian
Dimasa kini menjadi tarian kesenian daerah

24.   Orang tua tertata-titih perlahan berjalan
Kemana pergi memakai tongkat sebatang
Di iringi senandung lagu salam perkenalan
Tarian sambut tamu daerah selamat datang

25.   Bertemu tonggak kuat berpegang tangan
Keseimbangan badan hendak dijagakan
Kadang menari massal berpasang-pasangan
Muda mudi tampan serta cantik menarikan

26.   Kenangan masa silam sudah sulit dilacak
Ungkapan merayu kasih tetap terngiang
Bujang pakai teluk belanga peci berpuncak
Dipadu seluar panjang kain setengah tiang

27.   Bahasa Sunda papaya disebut juga gedang
Kadang dibuat rujak bersama bangkoang
Dayang pakai kebaya bertudung selendang
Kadang kepala ditutupi terindak mengkuang

28.   Masakan enak pakai pewangi daun salam
Kebiasaan meramu makanan sehari-hari
Maras taun dimeriahkan berhari bermalam
Dengan diiringi do’a selamat acara diakhiri

29.   Menyeberangi sungai sampan dikayuhkan
Kadang terhalang oleh kiambang disana-sini
Kehadhirat Allah ucapan syukur disampaikan
Atas hasil berlimpah dianugerahkan tahun ini  

30.   Pada sebelah timur Jawa terletak Pulau Bali
Mari darmawisata bersama kesana kita pergi
Tahun depan mohon dianugerahkan kembali
Kiranya hasil panen akan berlimpah ruah lagi

31.   Di tanah lapang anak bermain baling-baling
Berlari, berkejaran, bercanda beserta tertawa
Pasca ngetam ume ditanami tanaman seling
Sebagai palawija orang tanam di Pulau Jawa

32.   Sudah hinggap diatas pohon berkicau pula
Itulah pekerjaan setiap hari si burung murai
Menggale, belungkak, kembilik , ubi dan tila
Cabik,  lengkuas, kunyit, jaek, cekor dan serai

33.   Zaman reformasi menghendaki perubahan
Berkata jujur janganlah tuan jadi bimbang
Keremunting dan keletaan liar bertumbuhan
Ketik dan belembang kesana kemari terbang

34.   Kadang unjuk rasa setiap waktu mewarnai
Petanda demokrasi mengalami kebangkitan
Berebak, pentis, puyo, serindit beserta punai
Burung-burung huma bernyanyi berloncatan

35.   Ambilkan sedikit singkong tolong rebuskan
Bolehlah kita bersama membuat kueh getuk
Adakala berjenis tanaman baka disemaikan
Tunbuh berkembang biak kebun terbentuk

36.   Bagaimanakah pula membuat kueh serabai
Dari tepung beras santan kelapa menyertai
Durian, rambutan, kuini, kemang dan rambai
Nangka, cempedak, manggis, duku dan petai

37.   Semua bahan ke dalam wadah dicampurkan
Kemudian di aduk hingga berbentuk adonan
Kebun buahan kelekak di Belitong disebutkan
Kelekak warisan nenek moyang berketurunan

38.   Tidak kalah enak pula  kueh penganan talam
Kepada tamu datang semuanya dihidangkan
Demikian perayaan Maras Taun di masa silam
Seusai ngetam padi di ume upacara dilakukan

39.   Percayakah tuan kepada sebuah ramalan
Suatu perkiraan orang tidak pernah tuntas
Zaman dahulu hasil padi ume jadi andalan
Karena jumlah penduduk amatlah terbatas

40.   Beramai nelayan ke laut menangkap ikan
Semalaman bergadang hingga tiba pagi
Zaman kini cara berune mulai ditinggalkan
Tradisi membakar hutan tak dilakukan lagi

41.   Suatu musibah sangatlah di khawatirkan
Bila sedang di tengah laut diserang badai
Kepada cara bersawah pertanian dialihkan
Tetapi tidak menadapatkan hasil memadai

42.   Ke pinggir pulau perahu berlayar menepi
Kala tanda-tanda badai tiba menakutkan
Namun kebutuhan rakyat harus dicukupi
Tentu dari luar daerah beras didatangkan

43.   Jika diatas laut elang terbang merendah
Pastilah ke kawanan ikan patuk menjurus
Walau cara berune padi berkurang sudah
Tradisi Maras Taun tetap bertahan terus

44.   Layang-layang terbang di Tanjung Kelayang
Hinggap di pohon kelapa tumbuh melintang
Budaya Belitong sejak zaman nenek moyang
Hingga zaman kini sampai zaman mendatang

45.   Membeli lontong ketupat dipotong-potong
Enak di santap bersama sambal cabai merah
Sebagai ciri khas adat istiadat urang Belitong
Kini menjadi andalan program wisata daerah

46.   Saat menunggu kekasih lama di penantian
Kendala apa gerangan menjadi rintangan
Bersama Muang Jong dirayakan bergantian
Menarik minat para wisatawan berdatangan

47.   Gelisah akan kekasih empunya keselamatan
Segala ucapan do’a senantiasa di panjatkan
Dewasa ini pulau tercinta dapat kehormatan
Sail Wakatobi Belitong program dilaksanakan

48.   Untuk mecegah bahaya banjir dibuat kanal
Agar air bisa dikendalikan melewati aliran
Tentulah Pulau Belitong akan semakin dikenal
Turis manca negara ramai-ramai berseliweran

49.   Gadis kecil manis pakai pita berwarna merah
Rambut tersisir rapih berkuncir dua di kepang
Pulau Belitong akan tercatat didalam sejarah
Di arena media berita dan gambar dipampang

50.   Melihat kemana saja senyuman ditampilkan
Semua pandangan mata kepada gadis tertuju
Selamat kepada Belitong mari kita sampaikan
Semoga pulau tercinta terus melangkah maju

51.   Kepada semua orang melambaikan tangan
Senandung kecil terkadang gadis nyanyikan
Pulau Belitong tetap selalu dalam kenangan
Selalu tetap terjaga aman damai mari do’akan

52.   Wahai tuan beserta puan tabik kami haturkan
Bila bertemu di jalan mari kita saling menyapa
Pantun Maras Taun sampai sini kami selesaikan
Dalam pantun lain pastilah kelak kita berjumpa

Bogor,  30 Maret 2012

No comments:

Post a Comment