Wednesday, August 15, 2012

BAGIAN KELIMAPULUH DUA MARAS TAUN (1)


1.    Assamualaikum  awal kami sampaikan
Maras Taun sekarang judul pantun kita
Upacara adat penutup panen dirayakan
Perihal budaya  asli daerah kita becerita

2.    Ibarat jari jemari sering orang misalkan
Gotong royong harus selalu diterapkan
Manakala upacara adat akan dilaksanakan
Sebait lagu sebagai pembuka di nyanyikan

“Maras Taun adat barik urang Belitong”
“Tande sukor dapat padi baru diketam”

3.    Ananda sayang ditimang dimanjakan
Oleh bunda tercinta dikasihi dan dibelai
Begitulah bait lagu sering didendangkan
Pada tiap acara maras taun akan dimulai

4.    Buah kesumba berbulu warna merah
Untuk bahan pewarna jangan dimakan
Maras taun kini program wisata daerah
Disamping Muang Jong telah dikisahkan

5.    Berkulit keras susah untuk dipecahkan
Itulah dia jenis buah bernama berangan
Dalam bahasa Belitong mari dijelaskan
Tentang Maras Taun apakah gerangan

6.    Tau ke sidak ape gerangan batang cekor
Selain untuk bumbu kuang jadi ubatan
Muang Jong dan Maras Taun ucapan sukor
Hasil melimpah ruah dilautan dan daratan

7.    Di ume sendekaan banyak urang semaikan
Ditanam bejijeran dekat kebun menggale
Dari mane asal mule Maras Taun diadekan
Yuk  la kite ungkap dari mane awal bemule

8.    Mun meli barang mahal ayuk kite berehun
Jadi bepatong sikit surang keluar duitnye
Maras retinye mutong, taun retinye tahun
Jadi Maras Taun memotong tahun retinye

9.    Main halma di papan catur bersudut enam
Duduk berhadapan tiga orang tidak diundi
Acara diadakan kala penutup tahun tanam
Biasa pada tengah tahun situasi ini terjadi

10.Belitong jadi Billiton penjaja ganti name
Kerjaan Belande sing nak bekuase melulu
Maras Taun ujong dari ngetam padi diume
Ume adalah ladang padi urang dimase lalu

11.Kaum kolonial ingin tetap berkuasa abadi
Mula datang disaat mencium bau rempah
Ngetam berarti panen  dikala menuai padi
Tentu bersyukur saat dapat hasil berlimpah

12.Menghias sanggul remaja seroja di untai
Disembahkan pemuda bagi putri idaman
Awal bermula pendatang menghuni pantai
Lama kelamaan bergeser kearah pedalaman

13.Bayi diayun dalam ayunan rotan anyaman
Adakalanya disorong dalam kereta dorong
Membentuk kawasan tempat permukiman
Tempat mukim disebut kubok serta parong

14.Jarak  jauh terlihat dekat dengan teropong
Walau terletak jauh nun diseberang lautan
Dari kubok dan parong terbentuk kampong
Tempat masyarakat melaksanakan kegiatan

15.Jangan diri tuan suka  bermalas-malasan
Cepat bergerak seluruh tubuh gerakkan
Membuka ladang padi awal mula gagasan
 Isitilah ume kemudian mereka sebutkan

16.Dilepas pantai Sijuk letak Pulau Siantu
Walau bernama seram pulaunya indah
Marilah sedikit diketahui apatah ume itu
Ladang bertanam padi berpindah-pindah

17.Kalau berduit belanja selalulah kontan
Hindari diri dari kebiasaan menghutang
Melaksanakan gagasan tiadalah kesulitan
Karena disana sini hutan luas terbentang

18.Peliharalah akan tuan empunya kesehatan
Biar hidup tua namun jangan sampai pikun
Disepakati pula tata cara merambah hutan
Tertib adat dibawah kepemimpinan dukun

19.Waspada tuan masa  ini banyak penipuan
Penipu umbar janji sebagai daya penarik
Luas hutan garapan seimbang kemampuan
Pembahagian tanah dipakai hitungan surik

20.Hallo bapak ibu apa kabar selamat pagi
Ucapan  penipu melalui telepon menyapa
Ukuran surik setara seratus meter persegi
Panjang lebar pada kala itu dihitung depa

21.Berucap manis bagai orang yang baik budi
Tutup saja telepon bicara segera disudahi
Tiada sedikitpun bentuk  perebutan terjadi
Petuah dan petunjuk dukun sangat dipatuhi

22.Bintang timur disebut pula bintang kejora
Biasa muncul di langit subuh nan permai
Musyawarah gotong royong baik dipelihara
Segalanya berjalan tenteram beserta damai

23.Bahagialah burung terbang di alam bebas
Menatap masa depan yang penuh harapan
Acara awal membuka ume dinamakan nebas
Nebas  itu menebang kayu dihutan garapan

24.Bila mengkhianati sahabat  tuan lakukan
Kata pepatah bak menohok kawan seiring
Diujung kemarau acara biasa dilaksanakan
Tebangan dibiarkan dahulu menjadi kering

25.Disaat kepepet menyalahkan siana sianu
Dalam dunia politik jadi kata-kata hiasan
Acara menyusul disebutkan sebagai nunu
Nunu membakar kayu kering hasil tebasan

26.Ucapan silat lidah politisi sukar ditebak
Perkataan bohong menjadi berurat akar
Kadang tebasan dibakar menyisakan rebak
Rebak rebahan batang tidak habis terbakar

27.Kadang berada dibawah kadang diatas
Kata  mulut dan kata hati selalu terbalik
Rebak  digunakan sebagai galang pembatas
Pembagian ukuran dari surik antar pemilik

28.Susunlah bunga seroja penghias sanggul
Bolehlah kita menari sambil berdendang
Tersisa pula pangkal pohon disebut tunggul
Menyebar bertabur biaran ditengah ladang

29.Ada gerakan tari daerah seraya bertepuk
Tepuk dekap dada tari saman dinamakan
Bekas bakaran kelak dapat menjadi pupuk
Idang  gemok orang Belitong  menyebutkan

30.Tari sepen sambut tamu selamat datang
Beramai berpasangan bergerak serentak
Bila tanah bakal ume sudah luas terbentang
Lahan surik sudah terpatok berpetak-petak

31.Di Belitung tarian beripat disebut nigal
Gerak tarian mencari lawan berimbang
Acara berlanjut disebutkan sebagai nugal
Dengan tugal ditanah ume dibuat lobang

32.Mari turun ke laut ikut serta memancing
Mancing ikan bebelus memakai jaoran
Tugal tongkat kayu bagian ujung diruncing
Lobang tersusun berbaris jarak beraturan

33.Ketimbang beperang lebih baik damai
Menyesal perang bila berakhir kekalahan
Didalam lubang tempat bibit padi disemai
Tentu disemai bibit padi dari jenis pilihan

34.Tahukah tuan tentang balapan setan
Berlomba kebutan motor ugal-ugalan
Ada bibit padi cerai dan ada pula ketan
Disemai merata dalam lubang tugalan

35.Jiwa terpukau mendengar alunan kecapi
Irama lembut dimalam sepi dinyanyikan
Lubang diabok kemudian tanah ditutupi
Acara menyemai bibit nanam disebutkan

36.Lautan biru menghampar di kaki bumi
Terbentang luas selepas mata meninjau
Tiba musim hujan air segar menyirami
Bertumbuhan pohon  subur menghijau

37.Cobalah tuan menjelajah hutan Lasar
Disana masih tersapa binatang kijang
Menjaga padi tumbuh menjadi besar
Tugas para petani berwaktu panjang

38.Remaja semampai cantik berkerudung
Kepada dewi rembulan hati mengingat
Membarongan buat tempat berlindung
Cahaya terik mentari pastilah menyengat

39.Jikalau puan akan masak pindang kerisi
Pakailah  bumbu lengkuas beserta serai
Gembira menyambut batang penuh berisi
Disertai  pula buah padi tunduk mengurai

40.Permandian Gurok Beraye airnya bening
Di kaki Gunong  Tajam alam terbentang
Manakala padi terhampar rata menguning
Segala macam gangguan muncullah datang

41. Di kawasan dermaga kapal pergi datang
Adakalanya pula berlabuh kapal perang
Hama dan ulat kadang menempel dibatang
Dari dalam hutan gadok datang menyerang

42.Di padang ilalang  banyak terbang belalang
Bersarang pula kelabang di ilalang gersang
Keliling ume kadang dipagari kayu bersilang
Tak jarang pula berjenis perangkap dipasang

43.Hulubalang garang parasnya berjambang
Setiap waktu siap bertarung bila diserang
Burung pemakan bijian mengawan terbang
Beramai-ramai melayang keluar dari sarang

44.Terjadi pertempuran hulubalang berperan
Memakai segala senjata tentu dia cekatan
Padi menguning tentulah dijadikan incaran
Hingar bingar cicitan terdengar bersahutan

45.Putri raja di depan cermin duduk bersisir
Sambil berhias dendang kecil dinyanyikan
Berbagai akalan digunakan untuk pengusir
Biji padi makin masak harus diselamatkan

46.Kepada putri banyak pangeran jatuh hati
Akan tetapi segan mengajukan pinangan
Orang-orangan dipasang manakut-nakuti
Kadang direntang kaleng bereng-berengan

47.Gerangan apatah yang disebut dolphina
Hewan laut sebangsa ikan lumba-lumba
Manakala padi sudahlah masak sempurna
Berarti waktu acara ngetam segeralah tiba

48.Hewan cerdik pelanduk orang sebutkan
Tak lain tak bukan itulah binatang kancil
Segala alat perlengkapan ngetam disiapkan
Ambong bermacam  ukuran besar dan kecil

49.Pada bumi Belitung tertanam batu satam
Konon dari  pecahan planit akibat tabrakan
Beramai keluarga para petani turun ngetam
Diatas kepala terindak mengkuang dikenakan   

50.Tanjung Pendam terletak di pinggir kota
Mempesona alamnya dikala jelang senja
Tua muda, laki bini, semuanya turut serta
Tentulah tak ketinggalan pula para remaja

51.Indah nian alamnya menghias mayapada
Sulit diungkap dengan untaian kata-kata
Kadang diarena ngetam sempat bercanda
Bertukar sindir  gurauan saling jutuh cinta

52.Dari menyari bunga lebah menghasilkan
Sejenis cairan manis disebutkan air madu
Sebait pantun rakyat sering dilantunkan
Di arena ngetam berkisah asmara terpadu

Ramai-ramai punai sekawan
Hanya satu berbelang kaki
Ramai anak perawan
Hanya satu menarik hati

53.Konon didalam laut tertanam terbikar
Benda kuna dari bahtera karam berlayar
Dalam ukuran gantang cupak padi ditakar
Hasil berlimpah jerih payah pun terbayar

54.Jenis  daun kemangi serta daun selasih
Dua sekawan enak teman lalap makan
Kehadapan Tuhan Yang Maha Pengasih
Tentu ucapan syukur wajib disampaikan

55.Bila  tuan berkendaraan di kota Jakarta
Jalanan macet pasti pasti tuan temukan
Segenap penduduk tentulah bersukacita
Acara Maras Taun kelak niscaya diadakan

56.Kawasan ibukota ramai dan sibuk selalu
Baik siang malam maupun diwaktu pagi
Pantun Maras Tahun sampai disini dulu
Pada waktu mendatang kita bersua lagi

Surabaya,  03 Oktober 2011

No comments:

Post a Comment