1. Assamualaikum awal kami sampaikan
Maras Taun
sekarang judul pantun kita
Upacara adat
penutup panen dirayakan
Perihal budaya asli daerah kita becerita
2. Ibarat jari jemari sering orang misalkan
Gotong royong harus
selalu diterapkan
Manakala upacara adat
akan dilaksanakan
Sebait lagu
sebagai pembuka di nyanyikan
“Maras Taun adat
barik urang Belitong”
“Tande sukor
dapat padi baru diketam”
3. Ananda sayang ditimang dimanjakan
Oleh
bunda tercinta dikasihi dan dibelai
Begitulah
bait lagu sering didendangkan
Pada tiap acara maras taun akan dimulai
4. Buah kesumba berbulu warna merah
Untuk bahan pewarna jangan dimakan
Maras taun kini program wisata daerah
Disamping Muang Jong telah dikisahkan
5. Berkulit keras susah untuk dipecahkan
Itulah dia jenis buah bernama berangan
Dalam bahasa Belitong mari dijelaskan
Tentang Maras Taun apakah gerangan
6. Tau ke sidak ape gerangan batang cekor
Selain untuk bumbu kuang jadi ubatan
Muang Jong dan Maras Taun ucapan sukor
Hasil melimpah ruah dilautan dan daratan
7. Di ume sendekaan banyak urang semaikan
Ditanam bejijeran dekat kebun menggale
Dari mane asal mule Maras Taun diadekan
Yuk la kite ungkap dari mane
awal bemule
8. Mun meli barang mahal ayuk kite berehun
Jadi bepatong sikit surang keluar duitnye
Maras retinye mutong, taun retinye tahun
Jadi
Maras Taun memotong tahun retinye
9. Main halma di papan catur bersudut enam
Duduk
berhadapan tiga orang tidak diundi
Acara
diadakan kala penutup tahun tanam
Biasa
pada tengah tahun situasi ini terjadi
10.Belitong jadi Billiton penjaja ganti name
Kerjaan
Belande sing nak bekuase melulu
Maras
Taun ujong dari ngetam padi diume
Ume
adalah ladang padi urang dimase lalu
11.Kaum kolonial ingin tetap berkuasa abadi
Mula
datang disaat mencium bau rempah
Ngetam
berarti panen dikala menuai padi
Tentu
bersyukur saat dapat hasil berlimpah
12.Menghias sanggul remaja seroja di untai
Disembahkan
pemuda bagi putri idaman
Awal
bermula pendatang menghuni pantai
Lama
kelamaan bergeser kearah pedalaman
13.Bayi diayun dalam ayunan rotan anyaman
Adakalanya
disorong dalam kereta dorong
Membentuk
kawasan tempat permukiman
Tempat
mukim disebut kubok serta parong
14.Jarak
jauh terlihat dekat dengan teropong
Walau
terletak jauh nun diseberang lautan
Dari
kubok dan parong terbentuk kampong
Tempat
masyarakat melaksanakan kegiatan
15.Jangan diri tuan suka bermalas-malasan
Cepat
bergerak seluruh tubuh gerakkan
Membuka
ladang padi awal mula gagasan
Isitilah ume kemudian mereka sebutkan
16.Dilepas pantai Sijuk letak Pulau Siantu
Walau
bernama seram pulaunya indah
Marilah
sedikit diketahui apatah ume itu
Ladang
bertanam padi berpindah-pindah
17.Kalau berduit belanja selalulah kontan
Hindari
diri dari kebiasaan menghutang
Melaksanakan
gagasan tiadalah kesulitan
Karena
disana sini hutan luas terbentang
18.Peliharalah akan tuan empunya kesehatan
Biar
hidup tua namun jangan sampai pikun
Disepakati
pula tata cara merambah hutan
Tertib
adat dibawah kepemimpinan dukun
19.Waspada tuan masa ini banyak penipuan
Penipu
umbar janji sebagai daya penarik
Luas
hutan garapan seimbang kemampuan
Pembahagian
tanah dipakai hitungan surik
20.Hallo bapak ibu apa kabar selamat pagi
Ucapan
penipu melalui telepon menyapa
Ukuran
surik setara seratus meter persegi
Panjang
lebar pada kala itu dihitung depa
21.Berucap manis bagai orang yang baik budi
Tutup
saja telepon bicara segera disudahi
Tiada
sedikitpun bentuk perebutan terjadi
Petuah
dan petunjuk dukun sangat dipatuhi
22.Bintang timur disebut pula bintang kejora
Biasa
muncul di langit subuh nan permai
Musyawarah
gotong royong baik dipelihara
Segalanya
berjalan tenteram beserta damai
23.Bahagialah burung terbang di alam bebas
Menatap
masa depan yang penuh harapan
Acara
awal membuka ume dinamakan nebas
Nebas itu menebang kayu dihutan garapan
24.Bila mengkhianati sahabat tuan lakukan
Kata
pepatah bak menohok kawan seiring
Diujung
kemarau acara biasa dilaksanakan
Tebangan
dibiarkan dahulu menjadi kering
25.Disaat kepepet menyalahkan siana sianu
Dalam
dunia politik jadi kata-kata hiasan
Acara
menyusul disebutkan sebagai nunu
Nunu
membakar kayu kering hasil tebasan
26.Ucapan silat lidah politisi sukar ditebak
Perkataan
bohong menjadi berurat akar
Kadang
tebasan dibakar menyisakan rebak
Rebak
rebahan batang tidak habis terbakar
27.Kadang berada dibawah kadang diatas
Kata mulut dan kata hati selalu terbalik
Rebak
digunakan sebagai galang pembatas
Pembagian
ukuran dari surik antar pemilik
28.Susunlah bunga seroja penghias sanggul
Bolehlah
kita menari sambil berdendang
Tersisa
pula pangkal pohon disebut tunggul
Menyebar
bertabur biaran ditengah ladang
29.Ada gerakan tari daerah seraya bertepuk
Tepuk
dekap dada tari saman dinamakan
Bekas
bakaran kelak dapat menjadi pupuk
Idang gemok orang Belitong menyebutkan
30.Tari sepen sambut tamu selamat datang
Beramai
berpasangan bergerak serentak
Bila
tanah bakal ume sudah luas terbentang
Lahan
surik sudah terpatok berpetak-petak
31.Di Belitung tarian beripat disebut nigal
Gerak
tarian mencari lawan berimbang
Acara
berlanjut disebutkan sebagai nugal
Dengan
tugal ditanah ume dibuat lobang
32.Mari turun ke laut ikut serta memancing
Mancing
ikan bebelus memakai jaoran
Tugal
tongkat kayu bagian ujung diruncing
Lobang
tersusun berbaris jarak beraturan
33.Ketimbang beperang lebih baik damai
Menyesal
perang bila berakhir kekalahan
Didalam
lubang tempat bibit padi disemai
Tentu
disemai bibit padi dari jenis pilihan
34.Tahukah tuan tentang balapan setan
Berlomba
kebutan motor ugal-ugalan
Ada
bibit padi cerai dan ada pula ketan
Disemai
merata dalam lubang tugalan
35.Jiwa terpukau mendengar alunan kecapi
Irama
lembut dimalam sepi dinyanyikan
Lubang
diabok kemudian tanah ditutupi
Acara
menyemai bibit nanam disebutkan
36.Lautan biru menghampar di kaki bumi
Terbentang
luas selepas mata meninjau
Tiba
musim hujan air segar menyirami
Bertumbuhan pohon
subur menghijau
37.Cobalah tuan menjelajah hutan Lasar
Disana masih
tersapa binatang kijang
Menjaga padi
tumbuh menjadi besar
Tugas
para petani berwaktu panjang
38.Remaja semampai cantik berkerudung
Kepada
dewi rembulan hati mengingat
Membarongan
buat tempat berlindung
Cahaya
terik mentari pastilah menyengat
39.Jikalau puan akan masak pindang kerisi
Pakailah bumbu lengkuas beserta serai
Gembira
menyambut batang penuh berisi
Disertai pula buah padi tunduk mengurai
40.Permandian Gurok Beraye airnya bening
Di
kaki Gunong Tajam alam terbentang
Manakala
padi terhampar rata menguning
Segala
macam gangguan muncullah datang
41. Di kawasan dermaga kapal pergi datang
Adakalanya
pula berlabuh kapal perang
Hama
dan ulat kadang menempel dibatang
Dari
dalam hutan gadok datang menyerang
42.Di padang ilalang banyak terbang belalang
Bersarang
pula kelabang di ilalang gersang
Keliling
ume kadang dipagari kayu bersilang
Tak
jarang pula berjenis perangkap dipasang
43.Hulubalang garang parasnya berjambang
Setiap
waktu siap bertarung bila diserang
Burung
pemakan bijian mengawan terbang
Beramai-ramai
melayang keluar dari sarang
44.Terjadi pertempuran hulubalang berperan
Memakai
segala senjata tentu dia cekatan
Padi
menguning tentulah dijadikan incaran
Hingar
bingar cicitan terdengar bersahutan
45.Putri raja di depan cermin duduk bersisir
Sambil
berhias dendang kecil dinyanyikan
Berbagai
akalan digunakan untuk pengusir
Biji
padi makin masak harus diselamatkan
46.Kepada putri banyak pangeran jatuh hati
Akan
tetapi segan mengajukan pinangan
Orang-orangan
dipasang manakut-nakuti
Kadang
direntang kaleng bereng-berengan
47.Gerangan apatah yang disebut dolphina
Hewan
laut sebangsa ikan lumba-lumba
Manakala
padi sudahlah masak sempurna
Berarti
waktu acara ngetam segeralah tiba
48.Hewan cerdik pelanduk orang sebutkan
Tak
lain tak bukan itulah binatang kancil
Segala
alat perlengkapan ngetam disiapkan
Ambong
bermacam ukuran besar dan kecil
49.Pada bumi Belitung tertanam batu satam
Konon
dari pecahan planit akibat tabrakan
Beramai
keluarga para petani turun ngetam
Diatas
kepala terindak mengkuang dikenakan
50.Tanjung Pendam terletak di pinggir kota
Mempesona
alamnya dikala jelang senja
Tua
muda, laki bini, semuanya turut serta
Tentulah
tak ketinggalan pula para remaja
51.Indah nian alamnya menghias mayapada
Sulit
diungkap dengan untaian kata-kata
Kadang
diarena ngetam sempat bercanda
Bertukar
sindir gurauan saling jutuh cinta
52.Dari menyari bunga lebah menghasilkan
Sejenis
cairan manis disebutkan air madu
Sebait pantun
rakyat sering dilantunkan
Di arena
ngetam berkisah asmara terpadu
Ramai-ramai
punai sekawan
Hanya
satu berbelang kaki
Ramai
anak perawan
Hanya
satu menarik hati
53.Konon didalam laut tertanam terbikar
Benda
kuna dari bahtera karam berlayar
Dalam
ukuran gantang cupak padi ditakar
Hasil
berlimpah jerih payah pun terbayar
54.Jenis
daun kemangi serta daun selasih
Dua
sekawan enak teman lalap makan
Kehadapan
Tuhan Yang Maha Pengasih
Tentu
ucapan syukur wajib disampaikan
55.Bila
tuan berkendaraan di kota Jakarta
Jalanan
macet pasti pasti tuan temukan
Segenap
penduduk tentulah bersukacita
Acara
Maras Taun kelak niscaya diadakan
56.Kawasan ibukota ramai dan sibuk selalu
Baik
siang malam maupun diwaktu pagi
Pantun
Maras Tahun sampai disini dulu
Pada
waktu mendatang kita bersua lagi
Surabaya, 03 Oktober 2011
No comments:
Post a Comment