Wednesday, August 8, 2012

BAGIAN KEEMPATPULUHTIGA DIBAWAH SINAR BULAN PURNAMA (2) (Habis)


1.       Salam persahabatan bermula kami ucapkan
Mari kita berdo’a untuk kesehatan bersama
Sekarang ini rangkaian pantun kita lanjutkan
Masih berjudul Dibawah sinar bulan purnama

2.       Senja indah tentulah pula senja dibatas kota
Mentari menuju kearah barat berjalan pelan
Pada pantun terdahulu kita sudah bercerita
Berbagai riwayat dan legenda tentang bulan

3.       Jangan tuan selalu duduk berpangku tangan
Giatlah bekerja menyongsong masa datang
Bulan amat menarik jadi bahan perbincangan
Bersama benda angkasa matahari dan bintang 

4.       Betapa bersukacita seluruh penduduk negeri
Jika kehidupan senantiasa aman dan makmur
Diseluruh antero jagad bulan menjadi misteri
Baik dibelahan barat maupun dibelahan timur

5.       Wahai pemimpin selalu saran dengarkan
Bila mengambil putusan jangan plin-plan
Dinegeri Timur berbagai legenda dikisahkan
Didaerah Belitung tentulah tidak ketinggalan

6.       Lihatlah penderitaan rakyat janganlah buta
Tanggung jawan dipundak jangan dihindari
Konon menurut penuturan si empunya cerita
Disebuah desa hiduplah sepasang suami istri

7.       Bersilat lidah melulu segeralah disudahi
Pembangunan negeri janganlah tertunda
Pasangan muda belia yang saling mengasihi
Sang istri tersayang pun sedang hamil muda

8.       Wahai pemimpin perhatikanlah realita
Disenua sudut kota banyak gelandangan
Kedua suami istri tentu sangat bersukacita
Terbayang bahagia akan dapat momongan

9.       Tidakkah wahai pemimpin dalam hati iba
Sesuatu kenyataan berada dipulupuk mata
Lazim waanita hamil masa mingidam tiba
Hasrat disampaikan kepada suami tercinta

10.   Tahan keritik haruslah pemimpin punya
Rakyat pasti menilai anda punya kinerja
Apakah keinginan adinda suami bertanya
Sang istri tersipu malu tapi amatlah manja

11.   Mersa diri berhasil janganlah terburu
Memuji diri sendiri setiap kali tampil
Bukankah kakanda ini seorang pemburu
Menangkap hewan buruan amat terampil

12.   Sebagai pemimpin tuan menghadapi ujian
Setiap saat harus selalu eling dan sadar diri
Sang suami merasa tersanjung dapat pujian
Gerangan apa ungkapan dimaksud sang istri

13.   Seberangi jembatan kunjungi Madura
Dapat berangkat santai dari Surabaya
Wahai adinda sayang utarakan segera
Apa hasrat akan kakanda penuhi niscaya

14.   Naik pesawat udara dilayani pramugari
Pasanglah sabuk pengaman ketika duduk
Dengan perasaan malu menjawab sang istri
Aku berkeinginan makan gangan pelanduk

15.   Jikalau oleh kalajengking tuan disengat
Rasa sekujur badan menjadi tidak karuan
Pelanduk bunting laki kuinginkan sangat
Kalaulah bisa kakanda dapat diperburuan

16.   Paling diminati di restoran kuliner gurami
Ikan gurami diternakkan didalam empang
Tanpa berpikir panjang menjawab sang suami
Kalau hanya itu dimaksud tentulah gampang

17.   Diatas pohon tinggi kalong bergelantungan
Kadang dengan perangkap orang menjerat
Rasa cinta kepada istri menjadikan dorongan
Hingga tak cermat mencerna ucapan tersirat

18.   Nelayan melaut bermacam ikan ditangkap
Pulang kedaratan diperebutkan tengkulak
Bukankah si belang anjing tangkas penangkap
Diarena perburuan lengking suara menyalak

19.   Manakala tuan bertugas didaerah terpencil
Menjaga diri sendiri haruslah selalu sigap
Jangankan pelanduk si kancil bertubuh kecil
Rusa dan kijang yang besar dapat dia sergap

20.   Menteri utama kerajaan dipanggil patih
Kepercayaan raja bijaksana bertutur kata
Si belang adalah anjing perburuan terlatih
Sejak kecil kehutan berburu selalu beserta

21.   Konon kota Tanjung Pandan dijaga naga
Sepanjang masa naga menjaga keamanan
Berucap keterampilan suami amatlah bangga
Akan aku penuhi engkau empunya keinginan

22.   Menumbuk padi memakai lesung dan alu
Penumbuk memakai sarung berikat angkin
Maksud istri menjelaskan terpotong selalu
Entah rasa sombong terselip dihati mungkin

23.   Umbut dari bambu muda dinamakan rebung
Enak sekali digangan sayur memakai santan
Mendapat pujian istri tersanjung melambung
Bagaikan pelaut sudah terlupa akan daratan      

24.   Memetik timun didalam ambong disimpan
Timun bongkok tak dihitung turut diangkat
Disiapkan segera segala macam perlengkapan
Dengan tangkas menuju hutan pergi berangkat

25.   Tanjung Pendam pantai terletak ditepi kota
Tempat pemandangan indah sulit dilupakan
Si belang berlari kecil tentulah turut menyerta
Sambil berlari menyalak melengking dilakukan

26.   Disenja hari laut dikaki langit bagaikan ditata
Burung sambar menyambar tak berkesudahan
Sang istri terlena tiadalah dapat mengucap kata
Hanya lambaian tangan mesra tanda perpisahan             

27.   Sepanjang pantai bertumbuhan pohon cemara
Terkadang diselingi pula oleh pohon cendana
Namun dihati suami timbul keraguan mendera
Apakah gerangan sesuatu terasa tidak mengena

28.   Kampung Pangkal Lalang bersimpang empat
Banyak sekali pohon durian tedapat disana
Dihutan pelanduk bunting tiada sulit didapat
Tentulah semuanya pelanduk kelamin betina

29.   Binatang kalong di Belitung disebut keluang
Saat musim durian dipohonnya bergelayutan
Satu demi satu tertangkap kemudian dibuang
Tak seekor pun pelanduk hamil kelamin jantan

30.   Pergi memarang mengkuang parang ditakin
Untuk dibuat terindak mengkuang berguna
Sampai kapanpun dicari tentu tiada mungkin
Semua pelanduk bunting berkelamin betina

31.   Masuk permainan beripat nigal bergantian
Sambil bernyanyi berpantun tiada terlarang
Disinilah konon telah terjadi salah pengertian
Miskomunikasi kata orang dizaman sekarang

32.   Jajanan camilan dimakan untuk mengemil
Seraya duduk santai dikursi bergoyang kaki
Maksud istri pelanduk betina sedang hamil
Hamilnya berjabang anak berkelamin lelaki

33.   Sejauh memandang terbentang lautan biru
Duduk di pantai mata tuan coba diarahkan
Agar kelak bayi kita dilahirkan dapat tertiru
Karena anak lelaki sangat mereka dambakan    

34.   Mampirlah minum kopi di Lipat Kajang
Dapat dinikmati bersama lepat ketan
Suami menyerap tanpa berpikir panjang
Merasa diri piawai seakan hilang ingatan

35.   Siang dan malam tiba saling berganti
Hari demi hari terasa sangatlah cepat
Pelanduk  laki hamil terbetik dalam hati
Mencari sesuatu tidak mungkin didapat

36.   Buah durian buah berkulit penuh duri
Berduri pula buah sirsak dan nangka
Lembah beserta jurang terus ditelusuri
Tetapi pencarian tentulah sia-sia belaka

37.   Sering dapat musibah desa selamatan
Supaya segala kejadian jangan terulang
Sepanjang masa berkelana didalam hutan
Istri menanti suami tidak kunjung pulang

38.   Jari paling kecil namanya jari kelingking
Memakai jari jemari dapat menjadi sandi
Si belang tiada henti menyalak melengking
Konon di bulan purnama salak menjadi-jadi

39.   Menjelang pemilu parpol janji berjuta kata
Sayang terbukti kosong diwaktu kemudian
Tertutur kisah menurut si empunya cerita
Akhirnya berobah menjadi makhluk jadian

40.   Kalau ditanah lapang permainan diadakan
Tentu akan sangat berisik dan hingar bingar
Antu berasuk orang Belitung menyebutkan
Pada rayak limabelas konon suara terdengar

41.   Membangun kampung beramai kerja bakti
Semangat gotong royong harus diutamakan
Suara lengking anjing menyalak tiada henti
Bagi para pemburu tentu amat menakutkan

42.   Adalah sebuah peribahasa layak dituruti
Berat sama dipikul ringan sama dijinjing
Antu adalah hantu bahasa Belitung berarti
Berasuk dimaksud berburu memakai anjing

43.   Tolong menolong dalam hidup bersama
Niscaya dapat dicegah segala rintangan
Rayak limabelas suasana bulan purnama
Turun kehutan berburu adalah pantangan

44.   Membuat jajan dimasak dalam kukusan
Dipanggang dikuali membuat kue serabai
Pamali kata datuk nenek sampaikan pesan
Pesan nasehat janganlah kita menjadi abai

45.   Pada musim barat dipantai timur terlindung
Dari terjangan angin badai besar hembusan
Dalam nasehat tentulah hikmah terkandung
Jangan gegabah dalam mengambil keputusan

46.   Hindarkan perahu dari bermuatan sarat
Kalaulah menghendaki jangan tenggelam
Kaji dengan cermat sesuatu pesan tersirat
Apakah kiranya makna terkandung didalam

47.   Selamatan laut menghantar berjenis sajian
Sekali gus berkumpul menikmati hidangan
Janganlah dikau lupa daratan karena pujian
Jangan pula dikau tebuai didalam sanjungan

48.   Naik kereta api berhenti distasiun Bojong
Situasi hiruk pikuk meramaikan suasana
Kata urang Belitong jangan makan anjong
Orang makan anjong mudah pikiran terlena

49.   Terminal bis ibukota Kampung Rambutan
Waspadalah turun naik kalau tidak biasa
Sesal diawal merupakan sebuah peringatan
Sesal kemudian hari tentulah badan binasa

50.   Pantai Ancol kawasan wisata kenamaan
Tiada kalah populer dengan Pantai Bikini
Legenda antu berasuk nasehat umpamaan
Pelajaran bermanfaat bagi kita dimasa kini

51.   TanjungPandan pelabuhan Pegantungan
Tempat ramai mencari pilihan transportasi
Salah kaprah menuai resiko berkepanjangan
Teliti dulu sebelum dibeli kata iklan televisi

52.   Mari tidur sahabat waktu telah jelang dinihari
Selamat sejahtera sampai tiba matahari pagi
Pantun dibawah sinar bulan purnama kita akhiri
Pada pantun mendatang niscaya kita jumpa lagi


Bogor,  01 Agustus 2011

No comments:

Post a Comment