1. Salam persahabatan bermula kami ucapkan
Mari kita
berdo’a untuk kesehatan bersama
Sekarang
ini rangkaian pantun kita lanjutkan
Masih
berjudul Dibawah sinar bulan purnama
2. Senja indah tentulah pula senja dibatas
kota
Mentari
menuju kearah barat berjalan pelan
Pada
pantun terdahulu kita sudah bercerita
Berbagai
riwayat dan legenda tentang bulan
3. Jangan tuan selalu duduk berpangku tangan
Giatlah
bekerja menyongsong masa datang
Bulan
amat menarik jadi bahan perbincangan
Bersama
benda angkasa matahari dan bintang
4. Betapa bersukacita seluruh penduduk negeri
Jika
kehidupan senantiasa aman dan makmur
Diseluruh
antero jagad bulan menjadi misteri
Baik
dibelahan barat maupun dibelahan timur
5. Wahai pemimpin selalu saran dengarkan
Bila
mengambil putusan jangan plin-plan
Dinegeri
Timur berbagai legenda dikisahkan
Didaerah
Belitung tentulah tidak ketinggalan
6. Lihatlah penderitaan rakyat janganlah buta
Tanggung
jawan dipundak jangan dihindari
Konon
menurut penuturan si empunya cerita
Disebuah
desa hiduplah sepasang suami istri
7. Bersilat lidah melulu segeralah disudahi
Pembangunan
negeri janganlah tertunda
Pasangan
muda belia yang saling mengasihi
Sang
istri tersayang pun sedang hamil muda
8. Wahai pemimpin perhatikanlah realita
Disenua
sudut kota banyak gelandangan
Kedua
suami istri tentu sangat bersukacita
Terbayang
bahagia akan dapat momongan
9. Tidakkah wahai pemimpin dalam hati iba
Sesuatu
kenyataan berada dipulupuk mata
Lazim
waanita hamil masa mingidam tiba
Hasrat
disampaikan kepada suami tercinta
10. Tahan keritik haruslah pemimpin punya
Rakyat
pasti menilai anda punya kinerja
Apakah
keinginan adinda suami bertanya
Sang
istri tersipu malu tapi amatlah manja
11. Mersa diri berhasil janganlah terburu
Memuji
diri sendiri setiap kali tampil
Bukankah
kakanda ini seorang pemburu
Menangkap
hewan buruan amat terampil
12. Sebagai pemimpin tuan menghadapi ujian
Setiap
saat harus selalu eling dan sadar diri
Sang
suami merasa tersanjung dapat pujian
Gerangan
apa ungkapan dimaksud sang istri
13. Seberangi jembatan kunjungi Madura
Dapat
berangkat santai dari Surabaya
Wahai
adinda sayang utarakan segera
Apa
hasrat akan kakanda penuhi niscaya
14. Naik pesawat udara dilayani pramugari
Pasanglah
sabuk pengaman ketika duduk
Dengan
perasaan malu menjawab sang istri
Aku
berkeinginan makan gangan pelanduk
15. Jikalau oleh kalajengking tuan disengat
Rasa
sekujur badan menjadi tidak karuan
Pelanduk
bunting laki kuinginkan sangat
Kalaulah
bisa kakanda dapat diperburuan
16. Paling diminati di restoran kuliner gurami
Ikan
gurami diternakkan didalam empang
Tanpa
berpikir panjang menjawab sang suami
Kalau
hanya itu dimaksud tentulah gampang
17. Diatas pohon tinggi kalong bergelantungan
Kadang
dengan perangkap orang menjerat
Rasa
cinta kepada istri menjadikan dorongan
Hingga
tak cermat mencerna ucapan tersirat
18. Nelayan melaut bermacam ikan ditangkap
Pulang
kedaratan diperebutkan tengkulak
Bukankah
si belang anjing tangkas penangkap
Diarena
perburuan lengking suara menyalak
19. Manakala tuan bertugas didaerah terpencil
Menjaga
diri sendiri haruslah selalu sigap
Jangankan
pelanduk si kancil bertubuh kecil
Rusa
dan kijang yang besar dapat dia sergap
20. Menteri utama kerajaan dipanggil patih
Kepercayaan
raja bijaksana bertutur kata
Si belang
adalah anjing perburuan terlatih
Sejak
kecil kehutan berburu selalu beserta
21. Konon kota Tanjung Pandan dijaga naga
Sepanjang
masa naga menjaga keamanan
Berucap
keterampilan suami amatlah bangga
Akan
aku penuhi engkau empunya keinginan
22. Menumbuk padi memakai lesung dan alu
Penumbuk
memakai sarung berikat angkin
Maksud
istri menjelaskan terpotong selalu
Entah
rasa sombong terselip dihati mungkin
23. Umbut dari bambu muda dinamakan rebung
Enak
sekali digangan sayur memakai santan
Mendapat
pujian istri tersanjung melambung
Bagaikan
pelaut sudah terlupa akan daratan
24. Memetik timun didalam ambong disimpan
Timun
bongkok tak dihitung turut diangkat
Disiapkan
segera segala macam perlengkapan
Dengan
tangkas menuju hutan pergi berangkat
25. Tanjung Pendam pantai terletak ditepi kota
Tempat
pemandangan indah sulit dilupakan
Si
belang berlari kecil tentulah turut menyerta
Sambil
berlari menyalak melengking dilakukan
26. Disenja hari laut dikaki langit bagaikan
ditata
Burung
sambar menyambar tak berkesudahan
Sang
istri terlena tiadalah dapat mengucap kata
Hanya lambaian tangan mesra tanda perpisahan
27. Sepanjang pantai bertumbuhan pohon cemara
Terkadang diselingi pula oleh pohon cendana
Namun dihati suami timbul keraguan mendera
Apakah
gerangan sesuatu terasa tidak mengena
28. Kampung Pangkal Lalang bersimpang empat
Banyak
sekali pohon durian tedapat disana
Dihutan
pelanduk bunting tiada sulit didapat
Tentulah
semuanya pelanduk kelamin betina
29. Binatang kalong di Belitung disebut keluang
Saat
musim durian dipohonnya bergelayutan
Satu
demi satu tertangkap kemudian dibuang
Tak
seekor pun pelanduk hamil kelamin jantan
30. Pergi memarang mengkuang parang ditakin
Untuk
dibuat terindak mengkuang berguna
Sampai
kapanpun dicari tentu tiada mungkin
Semua
pelanduk bunting berkelamin betina
31. Masuk permainan beripat nigal bergantian
Sambil
bernyanyi berpantun tiada terlarang
Disinilah
konon telah terjadi salah pengertian
Miskomunikasi
kata orang dizaman sekarang
32. Jajanan camilan dimakan untuk mengemil
Seraya
duduk santai dikursi bergoyang kaki
Maksud
istri pelanduk betina sedang hamil
Hamilnya
berjabang anak berkelamin lelaki
33. Sejauh memandang terbentang lautan biru
Duduk
di pantai mata tuan coba diarahkan
Agar
kelak bayi kita dilahirkan dapat tertiru
Karena
anak lelaki sangat mereka dambakan
34. Mampirlah minum kopi di Lipat Kajang
Dapat
dinikmati bersama lepat ketan
Suami
menyerap tanpa berpikir panjang
Merasa
diri piawai seakan hilang ingatan
35. Siang dan malam tiba saling berganti
Hari demi
hari terasa sangatlah cepat
Pelanduk laki hamil terbetik dalam hati
Mencari
sesuatu tidak mungkin didapat
36. Buah durian buah berkulit penuh duri
Berduri
pula buah sirsak dan nangka
Lembah
beserta jurang terus ditelusuri
Tetapi
pencarian tentulah sia-sia belaka
37. Sering dapat musibah desa selamatan
Supaya
segala kejadian jangan terulang
Sepanjang
masa berkelana didalam hutan
Istri
menanti suami tidak kunjung pulang
38. Jari paling kecil namanya jari kelingking
Memakai
jari jemari dapat menjadi sandi
Si belang
tiada henti menyalak melengking
Konon di bulan
purnama salak menjadi-jadi
39. Menjelang pemilu parpol janji berjuta kata
Sayang
terbukti kosong diwaktu kemudian
Tertutur
kisah menurut si empunya cerita
Akhirnya
berobah menjadi makhluk jadian
40. Kalau ditanah lapang permainan diadakan
Tentu akan
sangat berisik dan hingar bingar
Antu
berasuk orang Belitung menyebutkan
Pada rayak
limabelas konon suara terdengar
41. Membangun kampung beramai kerja bakti
Semangat
gotong royong harus diutamakan
Suara
lengking anjing menyalak tiada henti
Bagi para
pemburu tentu amat menakutkan
42. Adalah sebuah peribahasa layak dituruti
Berat sama
dipikul ringan sama dijinjing
Antu
adalah hantu bahasa Belitung berarti
Berasuk
dimaksud berburu memakai anjing
43. Tolong menolong dalam hidup bersama
Niscaya
dapat dicegah segala rintangan
Rayak
limabelas suasana bulan purnama
Turun
kehutan berburu adalah pantangan
44. Membuat jajan dimasak dalam kukusan
Dipanggang
dikuali membuat kue serabai
Pamali
kata datuk nenek sampaikan pesan
Pesan
nasehat janganlah kita menjadi abai
45. Pada musim barat dipantai timur terlindung
Dari
terjangan angin badai besar hembusan
Dalam
nasehat tentulah hikmah terkandung
Jangan
gegabah dalam mengambil keputusan
46. Hindarkan perahu dari bermuatan sarat
Kalaulah
menghendaki jangan tenggelam
Kaji dengan
cermat sesuatu pesan tersirat
Apakah
kiranya makna terkandung didalam
47. Selamatan laut menghantar berjenis sajian
Sekali gus
berkumpul menikmati hidangan
Janganlah
dikau lupa daratan karena pujian
Jangan
pula dikau tebuai didalam sanjungan
48. Naik kereta api berhenti distasiun Bojong
Situasi
hiruk pikuk meramaikan suasana
Kata urang
Belitong jangan makan anjong
Orang makan
anjong mudah pikiran terlena
49. Terminal bis ibukota Kampung Rambutan
Waspadalah
turun naik kalau tidak biasa
Sesal
diawal merupakan sebuah peringatan
Sesal kemudian
hari tentulah badan binasa
50. Pantai Ancol kawasan wisata kenamaan
Tiada
kalah populer dengan Pantai Bikini
Legenda
antu berasuk nasehat umpamaan
Pelajaran
bermanfaat bagi kita dimasa kini
51. TanjungPandan pelabuhan Pegantungan
Tempat
ramai mencari pilihan transportasi
Salah
kaprah menuai resiko berkepanjangan
Teliti
dulu sebelum dibeli kata iklan televisi
52. Mari tidur sahabat waktu telah jelang
dinihari
Selamat sejahtera
sampai tiba matahari pagi
Pantun
dibawah sinar bulan purnama kita akhiri
Pada
pantun mendatang niscaya kita jumpa lagi
Bogor,
01 Agustus 2011
No comments:
Post a Comment