1. Selamat bersua kembali kami ucapkan
Semoga kita semua selalu sehat
sejahtera
Sekarang membari’an mari kita
lanjutkan
Dalam suasana berpantun kalam
tertera
2. Disegala pelosok Proklamasi dirayakan
Masyarakat berkunjung
beramai-ramai
Perihal Pulau
Belitung telah kita kisahkan
Pulau
permai makmur aman serta damai
3. Tersandera sang raja haruslah dihindari
Begitulah
taktik dan siasat bermain catur
Pemerintahan
Cakraningrat telah diakhiri
Pemerintah
Belanda sepenuhnya mengatur
4. Bidak pembendung maju satu demi satu
Penguasaan
lini dan petak harus tertanam
James Loudon
gubernur jenderal dikala itu
Dia merupakan
pejabat kelimapuluh enam
5. Riawayat masa lampau dinamakan babad
Dari
zaman kezaman pada segala tingkat
Rooseboom
gubernur jenderal diakhir abad
Delapanbelas
sembilansembilan dia diangkat
6. Mendaki gunung haruslah berhati-hati
Kadang
ada jurang menganga tak terduga
Sembilanbelas
nolempat Rooseboom diganti
Oleh
van Heutsz pejabat keenampuluhtiga
7. Bukit Barisan berpenampilan indah
Berderet
gunung tinggi menjulang
Abad kesembilanbelas
berakir sudah
Abad keduapuluh datang menjelang
8. Pada kaki gunung berhiaskan hutan
Sungai mengalir berlikuk kelihatan
Abad kesembilanbelas abad kejutan
Abad
keduapuluh abad kebangkitan
9. Gumpalan awan menjelajah mayapada
Berkejaran
bagai berlomba tertampak
Sebentar
mari kita melihat Hindia Belanda
Peristiwa
antero jagad bagaimana dampak
10. Manakala budi baik selalu tuan lakukan
Akan dikenang
orang sepanjang hayat
Awal abad
duapuluh politik etis diterapkan
Konon untuk mengambil
perhatian rakyat
11. Perbuatan tercela haruslah tuan hindari
Niscaya hidup
tenang akan tuan alami
Sembilan
noldelapan BOEDI OETMO berdiri
Dipelopori oleh
kaum intelektual pribumi
12. Wahai sekalian anak cucu para pemuda
Tanamkan selalu
disanubari budi pekerti
Hasrat akan
kemerdekaan berkobar didada
Semangat
nasionalisme ditanamkan dihati
13. Nusantara terletak sepanjang khatulistiwa
Tanah dan
bahari luas hasil alam melimpah
Sembilanbelas
empatbelas terjadi peristiwa
Berawal perang
dunia kesatu dibenua Eropah
14. Jangan tuan sering terjebak berpatah arang
Jangan pula
sering terlarut dalam kesedihan
Sembilanbelas
delapanbelas berakhir perang
Perang besar
banyak sekali korban berjatuhan
15. Berbuatlah tuan sebagai seorang bijaksana
Jangan sampai
memancing ikan diair keruh
Karena perang
berkecamuk nun jauh disana
Bagi Hindia
Belanda kuranglah berpengaruh
16. Kalau bertamu ucapkan salam pintu diketuk
Adakalanya
orang mengucapkan kata spada
Sembilanbelas
enambelas volksraad dibentuk
Semacam
parlemen bayangan ciptaan Belanda
17. Remaja putri pemalu tidaklah mudah digoda
Bilamana
disapa dia hanya tersenyum simpul
Sembilanbelas
duadelapan KONGRES PEMOEDA
Mewakili segala
suku para pemuda berkumpul
18. Ksatria dimedan juang mundur berpantang
Kebenaran serta
keadilan harus ditegakkan
Semangat persatuan
dikumandangkan lantang
SOEMPAH PEMOEDA
bersama mereka ikrarkan
Kami poetra dan
poetri Indonesia mengakoe
BERTOEMPAH
DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA
MENDJOENDJOENG
BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
19. Dalam untaian cerita perwayangan dikisahkan
Para ksatria
berjuang dengan penuh kesungguhan
Pada kongres
lagu INDONESIA RAYA dikumandangkan
Adalah Wage
Rudolf Soepratman empunya gubahan
20. Pergi berburu kehutan penembak mahir
Membidikan
bedil tentu tidaklah bimbang
Cikal bakal
kemerdekaan Indenesia terlahir
Kemudian
hari semangat terus berkembang
21. Segala kegiatan akan terhambat berjalan
Dikala
diri tuan dilanda mabuk kepayang
Zaman
malaise sembilanbelas duasembilan
Kawasan
Hindia Belanda tututlah tergoyang
22. Setingginya burung bangau mengudara
Akhirnya
hinggap dibelakang kerbau jua
Namun
Belanda tetap menjajah Nusantara
Sampai dengan
pecah perang dunia kedua
23. Wanita Jepang cantik berbusana kimono
Sangatlah lemah
lembut didalam berujar
Alkisah seorang
pemuda bernama Sukarno
Pada Sekolah
Teknik Tinggi Bandung belajar
24. Putus asmara terkenang sepanjang hayat
Apakah
hendak dikata kasih tiada sampai
Kesana kemari membakar
semangat rakyat
Bahwa kemerdekaan
Indonesia harus dicapai
25. Tiada lagi rangkaian kata dapat diungkap
Kegundahan
dihati sungguh sulit tertuang
Berkali-kali
oleh pemerintah Belanda ditangkap
Bahkan
dipenjara serta kedaerah jauh dibuang
26. Suara merdu dipagi cerah kenari nyanyikan
Sambil
berloncatan dipucuk pohon cemara
Tetapi tiada
jera semangat juang dikobarkan
Hingga saatnya
tercapai Indonesia Merdeka
27. Sudah lama wahai kawan kita tak bertemu
Ingin rasanya
kita kembali bersuka bersama
Seorang pemuda
di Belanda menuntut ilmu
Mohammad Hatta
sang pemuda bernama
28. Surat lamaran dikirim rapih bersampul
Mohon dijadikan
pegawai jika berkenan
Dirantau orang para
pemuda berkumpul
Pelajar
Indonesia membuat perhimpunan
29. Daerah Condet Betawi perkubunan salak
Masuk wilayah
Kecamatan Keramat Jati
Bekerja sama
dengan Belanda mereka tolak
Politik
kebangsaan ditanamkan dilubuk hati
30. Dipantai burung camar mencari makan
Terkadang
terbang hinggap diatas batu
Keinginan
kemerdekaan mereka serukan
Pulang ketanah
air semua aktivis menyatu
31. Awas terhadap bujuk rayu jangan tergoda
Adakalanya
penipu memakai siasat kancil
Hatta juga jadi
incaran pemerintah Belanda
Beberapa
kali dibuang kedaerah terpencil
32. Bambu muda muda dinamakan rebung
Dapat
diolah menjadi bahan makanan
Bersama
Sukarno semuanya bergabung
Sukarno dan
Hatta dijadikan pimpinan
33. Tentu dengan pengagum banyak berjumpa
Andai tuan
terkenal sebagai seorang aktor
Bung Karno dan
Bung Hatta mereka disapa
Kemudian hari
jadi dwitunggal proklamator
34. Para leluhur menetapkan hutan terlarang
Demi
kelestarian lingkungtan alam abadi
Sembilanbelas
tigasembilan meletus perang
Konflik global
antar negara dibuana terjadi
35. Jikalau hutan dirambah terus dibiarkan
Bisa
mengakibatkan banjir serta luapan
Perang dunia
kedua kemudian disebutkan
Dua blok
kekuatan besar saling berhadapan
36. Di pekan dijual mangga dan semangka
Banyak pula
pisang, jeruk dan papaya
Terjadi dibenua
Eropa, Asia dan Afrika
Dibenua Eropa
negara Jerman Berjaya
37. Kembang terompet kembang kecubung
Kembang sepatu
dipakai anak bermain
Pasukan Poros
bersama Jerman bergabung
Melawan
pasukan Sekutu pada pihak lain
38. Apakah gerangan tugas para sejarawan
Menyelidiki
sesuatu tentang masa silam
Pasukan
Sekutu Amerika dan kawan-kawan
Kerajaan
Belanda turut begabung didalam
39. Pulau Jawa batas barat ditimur Sulawesi
Demikian posisi
Kepulauan Nusatenggara
Di belahan
timur pasukan Jepang termotivasi
Di kawasan
Pasifik mengerahkan balatentara
40. Binatang teripang kini telah dibudidayakan
Komoditi ekspor
diperjual belikan dipasar
Melawan negara
Amerika musuh bebuyutan
Bala tentara
Jepang meraih kemajuan besar
41. Sangat merugikan hidup berangan-angan
Lebih baik
bergiat lengan baju sinsingkan
Sembilanbelas
empatsatu terjadi serangan
Pangkalan laut
Amerika mereka hancurkan
42. Kata pepatah tiada gading yang tak retak
Insan tak luput
dari kekhilafan seumpama
Pada Samudra
Pasifik pangkalan terletak
Pearl Harbor
pangkalan terbesar bernama
43. Bertemu kawan lama salam berpelukan
Sudah lama jua
awak ini tidaklah bersua
Perang Pasifik
kemudian judul diberikan
Bahagian
daripada Perang Dunia Kedua
44. Pengantin baru siap melayarkan bahtera
Alam kehidupan
baru segera dimasuki
Berlanjut
Jepang menyerbu Asia Tenggara
Termasuk Hindia
Belanda mereka duduki
45. Tamu agung datang disambut karpet merah
Kepala Negara
ditangga istana telah berada
Sembilanbelas
empatdua Belanda menyerah
Balatentara
Jepang menguasai Hindia Belanda
46. Masa dahulu kala terkenal zaman batu
Masa
sekarang disebut zaman mutakhir
Tjarda gubernur
jenderal Belanda saat itu
Pejabat
keenampuluh enam dan terakhir
47. Burung kutilang unggas yang cekatan
Dipuncak pohon
tinggi membuat sarang
Sembilanbelas
empatlima terjadi kejutan
Pasukan Sekutu
kini berbalik menyerang
48. Janganlah tuan sampai hidup penasaran
Akal dan
fikiran sehat selalu digunakan
Negeri Jepang
langsung dijadikan sasaran
Senjata canggih
mutakhir mereka gunakan
49. Berwarna putih bagaikan kapas seakan
Awan berbaris
cuaca cerah menunjukkan
Bom atom dibumi
negeri Jepang dijatuhkan
Hiroshima
dan Nagasaki hancur berantakan
50. Dikala angin bertiup dari berbagai arah
Cuaca
tak menentu tentu dikhawatirkan
Negeri
Sakura bertekuk lutut menyerah
Daerah
pernah diduki mereka tinggalkan
51. Jangan keburu percaya air tenang dikali
Mungkin
sembunyi buaya mangsa dicari
Marilah
ke Belitung kita jenguk kembali
Sejak
delapanbelas limadua berdiri sendiri
52. Pakailah wahai puan cela penghitam alis
Niscaya
bagai bulan sabit menghias muka
Sembilanbelas
tigapuluhtiga catatan menulis
Status
kembali dibawah keresidenan Bangka
53. Dipagi sunyi bermekaran bunga melati
Bolehlah
puan memetik andai berkenan
Walau
penguasa Nusantara silih berganti
Penduduk
tetap hidup dalam kerukunan
54. Ditengah taman bunga sang putri berjalan
Diiring
oleh para dayang rambut berkepang
Dengan
situasi Nusantara nasib nyaris sejalan
Dizaman
penjajahan Belanda maupun Jepang
55. Mengungkap sya’ir tentu mengurai kata
Di awali
mengucap salam kata pembuka
Di bawah
penjajahan tentulah menderita
Hidup
lebih banyak duka ketimbang suka
56. Manakala sebuah kota banjir melanda
Tentulah
kesemua penjuru air merata
Perubahan
dan pembangunan tentulah ada
Tetapi ditebus
dengan darah dan air mata
57. Mahkota raja bertatahkan intan mutiara
Bersinar
berkilauan tertampak indah ditata
Hidup rukun dan
damai tetaplah terpelihara
Merupakan ciri khas penduduk pulau tercinta
58. Majulah dikau kedepan wahai pemuda
Tanah air tercinta
selalu harus terjaga
Sementara
pantun membari’an kita tunda
Di pantun
mendatang kita bertemu semoga
Semarang, 25 Agustus 2011
No comments:
Post a Comment