1. Wahai para sahabat handai berserta taulan
Gembira sekali
kita kembali dipertemukan
Setelah tiada
bersua selama berbulan-bulan
Sekarang pantun
Minerva mari kita lanjutkan
2. Bagaimanakah gerangan kabar berita
Semoga kesehatan
tetap dipeliharakan
Perihal Tanjung
Pandan kita masih cerita
Setiap
satu Juli hari jadi meriah dirayakan
3. Dekat dalam hati jauh dipandang mata
Apakah
semua arti ini dapatlah diterka
Marilah
kita melanjutkan berkeliling kota
Dari
Jalan Penghulu kearah Jalan Merdeka
4. Tentu tak lupa tuan perihal mentimun suri
Menjadi
minuman penyegar setelah diolah
Menuju
arah ketimur mari kita menelusuri
Berbelok
kiri menuju keutara Jalan Sekolah
5. Andaikta tuan jadi seorang pengelana
Pasti
keliling jagat raya kesana kemari
Sekolah
Belanda dahulu berdiri disana
Kini
Sekolah Menengah Pertama Negeri
6. Sambil berkelana menimba segala ilmu
Maka
hasil berkelana tidaklah percuma
Dengan
Masjid Jamik kota kita bertemu
Masjid
Agung Al Mabrur kini diberi nama
7. Ilmu tertanam dihati tidak akan hilang
Menjadikan
diri tuan piawai berkreasi
Jalan
Sekolah dan Jalan Masjid bersilang
Dua lembaga
pendidikan disana berlokasi
8. Bila berilmu jangan membusungkan dada
Nasehat
nenek perilaku itu pantang sekali
Sekolah
Rakyat dibangun dizaman Belanda
Tempat
pendidikan di Belitung pertama kali
9. Bila dikau santun akan dihormati orang
Dari
masa dahulu hingga pada masa kini
Madrasah
Nurul Islam terletak di seberang
Banyak
pemuka masyarakat digodok disini
10. Budaya santun tak akan dimakan zaman
Ciri
khas dari bangsa kita yang tercinta
Jalan
Masjid kini bernama Jalan Sudirman
Menuju kearah Air Berutak dibatas kota
11. Binatang kuda termasyhur deras berlari
Tetapi
waspada kalau dia bersifat binal
Sebuah
pabrik es dan limun dahulu berdiri
Pabrik
es Kim Soe ketika itu amat dikenal
12. Neng geulis pasti dia pujaan si kakang
Demikian
bait lagu masyarakat Sunda
Sebuah
rumah jagal sapi letak di belakang
Mendaki
keatas bukit perkuburan Belanda
13. Kelenteng terkadang disebut juga vihara
Dilengkapi
patung-patung penuh hiasan
Dari Air
Berutak kita menuju kearah utara
Gang
Depati masa silam bernama kawasan
14. Negeri kita berbagai budaya dihormati
Negeri
majemuk penuh beragam pesona
Jalan
Depati Rahad sekarang nama diganti
Depati
Ki Agus Rahad dulu berdiam disana
15. Belitung dulu Billiton Belanda namakan
Masa
kini terus menerus berbenah diri
Rumah
panggung kokoh pernah didirikan
Dua
meriam kuno mengawal di kanan kiri
16. Berperahu ke bagan menangguk selar
Di
malam nan gelap bercahaya bintang
Cakraningrat
delapan depati diberi gelar
Pada kolonial
Belanda beliau menentang
17. Lebih tenang bila cuaca tidak berkabut
Tidak terasa
malam kian bertambah dini
Kampong
Raje kawasan ini biasa disebut
Kerabat
depati umumnya berdiam disini
18. Konon langit berlapis-lapis tujuh petala
Tujuh
petala pula bumi ini mengimbangi
Sebuah
rumah besar disini didirikan pula
Berhalaman
luas pohon karet menyelingi
19. Mantera niaga sering orang ucapkan
Jampi
berjudul pelaris tanjung kimpul
Rumah
Gede masyarakat menyebutkan
Kadang
disana orang ramai berkumpul
20. Jenis ikan bandeng dan ikan belanak
Konon
paling laris dijual di pasaran
Halaman
tempat bermain anak-anak
Lapang
bermain dan berkejar-kejaran
21. Jenis ikan ketarap menghuni karang
Jenis
ikan tongkol nyaman dipindang
Kampong
Ume nama lain disebut orang
Ume
dalam base Belitong berarti ladang
22. Ikan ketarap biasanya dimasak gangan
Dicampur
dengan nanas lebih nyaman
Mungkin
kawasan bermula perladangan
Kemudian
dijadikan tenpat permukiman
23. Tahukah tuan kebutuhan fisik minimum
Pedoman
apabila gaji karyawan dihitung
Berlokasi
disini pula Rumah Sakit Umum
Rumah
sakit umum pertama di Belitung
24. Bila buruh tuntut tinjau penguppahan
Malahan
kadang dia peroleh tekanan
Kantor
boswezen berdiri bersebelahan
Belakangan
disebut Jawatan Kehutanan
25. Jangan tuan bercinta dalam kenangan
Jadinya
bagai pungguk rindukan bulan
Gang
Depati dan Jalan Sijuk bersimpangan
Gardu
jaga derdiri disudut pertemuan jalan
26. Konon burung beo dapat diajar berkata
Tidak
jelas apakah jantan atau betina
Kota
Tanjung Pandan dahulu rapih tertata
Pembangunan
kota beraturan terencana
27. Tentang
rajawali sang burung penjaga
Lebih
banyak terkisah dalam dunia maya
Disetiap
persimpangan berdiri gardu jaga
Lengkap
dengan lonceng petanda bahaya
28. Masa lalu orang menulis memakai dawat
Menulis
surat buat kerabat serta kenalan
Parit
bererta gorong-gorong baik terawat
Sistem
drainase amat ketat pengontrolan
29. Remaja tentu menulis buat sang pacar
Tanda
hubungan cinta kasih dua sejoli
Ke laut
serta ke sungai air mengalir lancar
Bahaya
air meluap dan banjir jauh sekali
30. Berjenis bunga tasbih berwarna jingga
Jenis
bunga kana berwarna rada serupa
Pos
pemadam kebakaran setiap saat siaga
Oleh
penduduk disebukan rumah pompa
31. Bunga bokor berwarna biru bergumpal
Kadang
dipakai untuk acara pemujaan
Jalan
raya kota terawat mulus beraspal
Walau
kala itu belum banyak kendaraan
32. Simak kata kala menerima pelajaran
Saat
guru didepan kelas lagi berujar
Perumahan
ditata terletak beraturan
Jarak
dengan jalan raya diatur sejajar
33. Amtenar tua senang mengisap cerutu
Duduk
di korsi goyang bermalas-malas
Rumah
kontrakan berpetak disebut Pintu
Ada Pintu
Sepuluh dan Pintu Empatbelas
34. Asap mengepul ke udara perasaan damai
Sambil
mengenang kejayaan masa muda
Pintu
Empatpuluh paling tua serta ramai
Belakang
bioskop Minerva Pintu berada
35. Jago silat tentu piawai mengatur jurus
Silahkan
menandingi bila tuan berani
Kontrakan
berlanjutan terus menerus
Warga
Tionghoa umumnya menghuni
36. Berputar kanan kiri pasang kuda-kuda
Sandi
pun ditata dengan kerlingan mata
Sepanjang
Jalan Sijuk kita masih berada
Pemakaman
Islam terletak dibatas kota
37. Aduhai kasihan hidup putri dalam puri
Walau
serba mewah perasaan merana
Lima
jalur Simpang Lima telah ditelusuri
Keseputar
kota kita sudahlah berkelana
38. Didalam sungai hewan buaya menyelam
Muncul
ke permukaan menganga seram
Itulah
potret Tanjung Pandan masa silam
Sebuah
kota aman damai serta tenteram
39. Mangga manalagi bagaimana gerangan
Buahnya
manis walaupun belum matang
Semua
hanya terpatri didalam kenangan
Catatan
bagi anak cucu masa mendatang
40. Batang mangga udang buahnya jarang
Pohonnya
tinggi jarang pula tumbang
Bagaimanakah
keadaan dimasa sekarang
Banyaklah
perubahan terus berkembang
41. Nomaden adalah hidup berpindah-pindah
Komunitas
ini lambat sekali menjadi maju
Cadangan
timah Belitung menciutlah sudah
Namun
geliat ekonomi tetap terus melaju
42. Biarlah bulan dan bintang menjadi saksi
Kata nan
kelasik dari perayu gombalan
Industri
dan pertanian tampil ambil posisi
Tapi
program pariwisata menjadi andalan
43. Bila
pelepah kelapa landai memanjang
Tentulah
sangat disukai binatang tupai
Sarana
dan prasarana sangat menunjang
Dari
Ibukota Negara amat mudah dicapai
44. Kebisaan binatang tupai tahukah tuan
Mencari
kelapa muda untuk dimakan
Program
wisata murah dijadikan tujuan
Keramah
tamahan amatlah diutamakan
45. Matahari terbenam menyanyi jangkrik
Itulah
suasana malam di ujung tanjung
Pulau
tercinta nan permai selalu menarik
Dari
manca negara pelancong berkunjung
46. Dalam kolam angsa berenang mengapung
Riak air
beregerak menerpa bunga teratai
Hotel
dan pondok wisata siap menampung
Segala
macam fasilitas tentulah menyertai
47. Kolam teratai terhampar didekat istana
Tempat
istirahat bersantai paduka raja
Mal dan swalayan tersebar dimana-mana
Tentu
memudahkan untuk wisata belanja
48. Paduka raja duduk bersantai di sore hari
Dikawal
pengawal berdiri bergandengan
Tentulah
paling menonjol wisata bahari
Kepulauan
Pasifik menadapat tandingan
49. Langit memerah diatas alam terbentang
Mengiringi
terbitnya cahaya sang fajar
Utara
ke selatan pantai barat merentang
Dikawal
puluhan pulau berbaris berjajar
50. Suara kicauan burung menjadi penyerta
Amatlah
merdu suara burung cucakrawa
Semuanya
penghias alam pulau tercinta
Tuan
datang berkunjug pasti tak kecewa
51. Suasana syahdu mengetuk hati insani
Rasa
bahagia pastilah pula di ucapkan
Objek
wisata bahari berada disana sini
Didalam
pantun lain banyak diceritakan
52. Gerangan apakah para buruh harapkan
Tentulah
cepat-cepat berakhirnya bulan
Wisata
budaya sanagatlah menjanjikan
Wisata
kuliner tidaklah pula ketinggalan
53. Di saat bulan besinar terang benderang
Konon
ke muka bumi turun dewi asmara
Lain
tempo doeloe lainlah pula sekarang
Kedamaian
tetap lestari dan terpelihara
54. Manakala bulan puasa datang menjelang
Pastilah
ummat Islam menanti keberkahan
Sejarah
kemakmuran silam akan terulang
Asal
aparat selalu serius memberi arahan
55. Duabelas bulan satu tahun disebutkan
Bila
telaten segala hal masukkan catatan
Permohonan
do’a marilah kita panjatkan
Semoga Tuhan
melimpahkan keselamatan
56. Dimulai bulan Januari tahun di awalkan
Kelak bulan Desember tahun di akhirkan
Pantun
Mineva hingga disini kita selesaikan
Bila
terdapat kekeliruan mohon dimaafkan
Malang,
20 Septembar 2011
No comments:
Post a Comment