Wednesday, August 8, 2012

BAGIAN KEEMPATPULUH DIBAWAH SINAR BULAN PURNAMA (1)


1.       Selamat serta sejahtera  kami ucapkan
MarI berdo’a bagi kesehatan bersama
Agak istimewa pantun kami sampaikan
Berjudul Dibawah sinar bulan purnama
                                                                                                                                                   
2.       Membeli buah mangga di Pasar Minggu
Paling banyak dijual mangga Indramayu
Dibawah sinar bulan purnama nama lagu
Sya’ir lirik mangetuk hati mendayu-dayu

3.       Membuka prakata mengucapkan salam
Tersusun beruntaian rapih mutiara kata
Tuhan telah menciptakan semesta alam
Berikut segala macam isinya turut serta

4.       Tidak terlarang kita menyimak ramalan
Akan tetapi boleh pula kita tak percaya
Tersebutlah matahari, bumi serta bulan
Bersama planet lain mengitari jagad raya

5.       Pemimpin bijak diatas pendapat berbeda
Jangan seperti makan buah simalakama
Pada tempat tersendiri semuanya berada
Adapun matahari menempati posisi utama

6.       Mengambil keputusan tegas percaya diri
Diertawakan orang banyak bila keteteran
Berkeliling matahari planet lain memutari
Termasuk bumi tersusun baris beraturan

7.       Ketika tuan menjadi pemimpin resmi
Berebut orang berminat mendampingi
Adapun bulan merupakan satelit bumi
Sehari semalam berputar mengelilingi

8.       Bocah pengembala pintar meniup suling
Suling bambu mengalun merdu berirama
Tigapuluh kali terus menerus berkeliling
Genap satu bulan sang waktu diberi nama

9.       Mendendam rindu kepada diri berdampak
Diluar tegar didalam hati tersimpan luluh
Dari bulan sabit senja dihari pertama tampak
Sampai bulan sabit subuh dihari ketigapuluh

10.   Hati remaja selalu gelisah adalah ciri
Petanda cinta asmara mulailah bersemi
Dalam ilmu falak semua dapat dipelajari
Disebutkan juga sebagai ilmu astronomi

11.   Ingatkah tuan akan ceritera Ramayana
Ramayana bermakna perjalanan Rama
Di hari kelimabelas bulan bulat sempurna
Disebutkan dengan istilah bulan purnama

12.   Dahulu orang perang menabuh genderang
Perang tanding perkasa berpukul-pukulan
Bulan purnama bersinar terang benderang
Walau sebenarnya  hanya cahaya pantulan

13.   Berusahalah selalu tuan hidup berdikari
Karena keadaan negeri belumlah makmur
Tentang bulan purnama empunya misteri
Beredar luas di negeri Barat mupun Timur

14.   Di tempat pemujaan ditempatkan berhala
Para pemuja disana setiap waktu berada
Berasal dari nenek moyang sejak dahulu kala
Terwaris bermacam riwayat beserta legenda

15.   Nama Pulau Belitung dari manakah berasal
Dari nama siput laut di pantai bertebaran
Di negeri Barat kisah makhluk drakula semisal
Vampire pada saat bulan purnama berkeliaran

16.   Sudah kepalang mandi biarkanlah basah
Kalau dingin pergi bediang badan panasi
Perihal bulan berjibun bahan telah terkisah
Bertumpuk ilmu pengetahuan dan inspirasi

17.   Menonton karapan  di daerah Bangkalan
Pembalap berlomba saling kejar mengejar
Beredarlah matahari, bumi beserta bulan
Suatu ketika berada digaris lurus sejajar

18.   Berlayar dilaut dalam memancing tuna
Terkadang juga tetangkap ikan tenggiri
Terjadilah peristiwa alam disebut gerhana
Gehana bulan ataupun gerhana matahari

19.   Janganlah seperti kerbau dicucuk hidung
Jadi pimpinan tanggung jawab disandang
Sesama planet mengorbit saling terlindung
Dari muka bumi tentulah  kita memandang

20.   Mari kita ke Belitung Timur wisata bersama
Tamasya ke Gunong Betarak Malang Lepau
Kedua peristiwa alam amat indah panorama
Terselip bermacam legenda dimasa lampau

21.   Lepau bahasa daerah disebut sebagai kedai
Tempat bermacam makanan dijual disana
Banyaklah pula pepatah beserta andai-andai
Memang bulan punya daya tarik dan pesona

22.   Dipantai Padang Kandis kampung Tembelan
Bersepeda dari Membalong sebentar sampai
Bagaikan burung pungguk rindukan rembulan
Mengharap sesuatu yang tak mungkin dicapai

23.   Menuju Pulau Seliu tempat penyeberangan
Setiap liburan ramai orang pergi berwisata
Entah dari mana andai-andai berasal gerangan
Sejak nenek moyang sebuah legenda tercerita

24.   Tempat masyarakat hidup rukun dan damai
Tenteram dan tenang keadaan sehari-hari
Konon di bulan terhampar taman nan permai
Berjalanlah seorang remaja jelita disebut Putri

25.   Sudahkah anda berkunjung ke Pekan Raya
Setiap ulang tahun Jakarta diatur berjadwal
Diiringi dayang-dayang berserta hamba sahaya
Burung-burung besar berterbangan mengawal

26.    Bagai di musin hujan bertumbuhan cendawan
Di zaman reformasi parpol bermunculan semisal
Di taman berjalan pula seorang pemuda rupawan
Dari kalangan rakyat jelata sang pemuda berasal

27.   Manakala berhuma jangan tinggalkan lama
Kalau lama tidak dijaga takut diganngu kera
Sang pemuda jelata konon Pungguk bernama
Hidupnya yatim piatu tunggal sebatang kara

28.   Berlayar dari Pulau Bengkalis ke Pulau Padang
Di kawasan Selat Malaka kedua pulau berada
Mata bertemu mata keduanya saling terpandang
Dari mata kehati rasa asmara datang menggoda

29.   Pulau Kalamoa tiadalah manusia menghuni
Tempat ketam kelemango mencari makan
Burung besar pengawal mafhum akan hal ini
Kepada sang Putri pengawal mengingatkan

30.   Barat daya Semenanjung Kerajaan Kedah
Pulau Pinang dipantai barat ikut menyerta
Berdiri sama tinggi duduk pun sama rendah
Dikau Putri Bulan turunan kerajaan dewata

31.   Hindari wahai pemimpin dari suka berdusta
Nasib rakyat seyogyanya segera tuan ayomi
Tak pantas bercintaan dengan pemuda jelata
Kerajaan akan mengusir dia turun keatas bumi

32.   Menjadi pemimpin seharusnya tuan cerdik
Jangan sibuk mencari hutang kesana kemari
Kepada Pungguk pengawal  tegas menghardik
Wahai anak jelata hendaklah engkau sadar diri

33.   Ritual muang jong perahu hantaran dilarung
Upacra khidmat dilakukan didaerah pesisir
Engkau dapat hukuman menjadi seekor burung
Dari kerajaan bulan nan indah engkau terusir

34.   Terbentang langit sore hari berwarna-warni
Jelang matahari  tebenam di Tanjung Pendam
Terbanglah burung pungguk kebumi menghuni
Dengan perasaan rindu dalam hati mendendam

35.   Petanda akan hujan langit semakin mendung
Disusul awan pekat hitam menutupi angkasa
Dikala bulan purnama pungguk bersenandung
Bagai pungguk rindukan bulan kata peribahasa

36.   Permaisuri nan cantik pastilah berdandan ayu
Tertib takzim duduk mendampingi sang raja
Peribahasa bulan banyak dalam pantun Melayu
Andai-andai orang Belitung padanya tentu saja

37.   Dari pada berperang tantang menantang
Akan lebih elok berdamai duduk berunding
Bagaikan rembulan besinar dipagari bintang
Kecantikan seorang wanita tiada berbanding

38.   Konon kahyangan bertingkat tujuh petala
Tempat para dewa dan dewi bercengkerama
Perihal kecantikan wanita diumpamakan pula
Wajahnya bersinar bagaikan bulan purnama

39.   Hari kedua dalam sepekan dinamai Senin
Menyusul hari ketiga dinanamakan Selasa
Bulan memang dibayangkan seakan feminin
Dewi bulan konon disana menjadi penguasa

40.   Riwayat pada masa lampau sebuah cerita
Tertanam didalam benak sebagai kenangan
Dibawah sinar bulan purnama memadu cinta
Masa depan nan cemerlang menjadi bayangan

41.   Beristirahat baginda raja dalam peraduan
Mungkinlah bermimpi indah dialam maya
Akan tetapi jagalah jarak bila berdua-duaan
Pesan datuk nenek  itu sangatlah berbahaya

42.   Dari zaman ke zaman terus ganti berganti
Setiap pertukaran zaman terjadi perubahan
Diwajahmu kulihat bulan wahai kekasih hati
Suatu pujian mabuk asmara amat berlebihan

43.   Tekad kuat berkobar melanglang bahari
Gagah perkasa pelaut melayarkan kapal
Bagaikan bulan didampingi oleh matahari
Perumpamaan suatu perjodohan setimpal

44.   Memburu burung tinggi kucing meloncat
Tapi burung didahan semua bertebangan
Sungguh kasihan wajah wanita yang pucat
Diumpamakan bagaikan bulan kesiangan

45.   Pergi ke Bogor lewat jalan tol Jagorawi
Kendaraan ramai menyetir berhati-hati
Terang bulan dulu nyanyian orang Betawi
Buaya timbul  dikali jangan disangka mati

46.   Berdo’alah tuan dimalam yang syahdu
Semoga hidup dapat anugerah berkah
Apatah pula gerangan istilah bulan madu
Pengantin baru tamasya seusai menikah

47.   Berjuang berhari-hari mencari sesuap nasi
Sungguhlah sengsara nasib orang miskin
Kue bulan negeri Tiongkok empunya tradisi
Pada festival musim gugur penganan dibikin

48.   Di Kota Semarang kita mampir berhenti
Sudah itu perjalanan lanjut ke Purwodadi
Kejatuhan bulan pepatah apakah pula arti
Mendapatkan rezeki nomplok telah terjadi

49.   Dulu Bangka Belitung sebuah keresidenan
Menjadi sebuah propinsi diwaktu sekarang
Paling sial jika tuan menjadi bulan-bulanan
Diperolok , diejek dan dihina banyak orang

50.   Mineral timah kedua pulau menghasilkan
Hasil hutan, laut dan tani kebun megikuti
Lambang bulan oleh parpol dimanfaatkan
Untuk penarik masyarakat menjadi simpati

51.   Apabila kita mendapatkan suatu pertanyaan
Tentulah pula kita memberi sesuatu jawaban
Bulan sabit merah lambang misi kemanusiaan
Bersama palang merah pertolongan diemban   

52.    Berbahan tanah liat dibuat industri gerabah
Aneka peralatan, cendera mata dan pajangan
Memberi bantuan korban perang dan musibah
Tanpa membedakan bangsa maupun golongan

53.   Menjadi pemimpin janganlah bersikap ragu
Kalau anda tegas tentulah mendapat pujian
Habis bulan oleh karyawan paling ditunggu
Penantian dimaksud tentulah uang gajian

54.   Mekarnya kembang mengundang kumbang
Beserta berjenis serangga datang bersama
Zaman mutakhir astronot ke bulan terbang
Adalah Neil Amstrong penjejak kaki pertama

55.   Adapun sifat kaum penjajah penuh muslihat
Di bumi Nusantara tentu kolonialis Belanda
Marilah ke bumi Belitung kita datang melihat
Perihal bulan tersirat dongeng dan legenda

56.   Di sore hari ramai dipantai orang berjalan
Kala yang asyik bagi remaja muda-mudi
Tentang sang raksasa jahat bulan ditelan
Perihal kelapa puan dikala gerhana terjadi

57.   Caca marica anak kambing saya dimana
Anak kambing tuan tadi berlari ke pekan
Manakala bulan purnama bulat sempurna
Legenda antu berasuk kelak kita ceritakan

58.   Janganlah takut tuan badai pasti berlalu
Menanti lama tak usah tuan merasa jemu
Tabik tuan dan puan kami permisi dahulu
Pada pantun mendatang kita akan bertemu

Bogor,  17 Juli 2011

No comments:

Post a Comment