Wednesday, August 15, 2012

BAGIAN KELIMAPULUH LIMA MARAS TAUN (2)


1.       Assalamualaikum selamat bersua kembali
Selamat  dan bahagia marilah kita do’akan
Bertemu subat sanak sedare senang sekali
Pantun Maras Taun marilah kita lanjutkan

2.       Remaja cantik memakai kebaya marun
Menebarkan pesona tersenyum girang
Maras Taun adat Belitong turun temurun
Dari zaman barik sampai masa sekarang

3.       Masa silam negeri kita penjajah kuasai
Mula  berawal dari mengincar rempah
Manakala ngetam padi sudahlah selesai
Hasil panen didapat berlimpah-limpah

4.       Pantai Widuri berdekatan Tanjung Sari
Kesana orang berwisata di akhir pekan
Kehadapan Tuhan Yang Maha Pemberi
Ucapan terima kasih tentu disampaikan

5.       Terletak di Selat Malaka Pulau Rupat
Diseberang negeri jiran pada kejauhan
Petanda syukur atas hasil telah didapat
Segala jerih payah mendapat limpahan

6.       Marilah tuan bermain tebak-tebakan
Apa itu tetap panjang walau dipotong
Acara Maras Taun selalu dilaksanakan
Dari kampong kekampong di Belitong

7.       Kaki gunung berhias lembah dan lurah
Bersusun memencar bertingkat-tingkat
Semua unsur mengadakan musyawarah
Segala keputusan diambil atas mufakat

8.       Sampaikan salam sebagai kata pembuka
Hamba berpantun semoga tuan berkenan
Ingatkah tuan akan prinsip trias poliktika
Lurah, penghulu dan dukun ambil peranan

9.       Sampaikan salam mesra buat Halmahera
Bait-bait lagu kenangan orang nyanyikan
Disepakati hari, tanggal dan tempat acara
Beserta besar kecil perayaan dilaksanakan

10.   Sampaikan pula salam buat kota Langkat
Marilah bersenandung ria merangkai kata
Dana sepenuhnya sumbangan masyarakat
Azas kegotong royongan terlaksana nyata

11.   Senandung Melayu dari negeri Malaka
Mengapakah adinda dikau bersedih hati
Biasa diselenggarakan dilapangan terbuka
Baik dan buruk cuaca diperhitungkan teliti

12.   Taruh karangan bunga dalam jambangan
Bunga berwarna ungu mengandung pesan
Panggung dan bangsal memenuhi lapangan
Dipersolek dengan berwarna-warni hiasan

13.   Tersohor pelanduk binatang cerdik jenaka
Mengecoh kawan maupun lawan soal biasa
Pada saat telah disepakati perayaan dibuka
Dipimpin oleh tiga serangkai pengelola desa

14.   Inginkah macam pelanduk tuan di ibaratkan
Pandai silat lidah cerdik berbalas omongan
Do’a selamat khusyuk penghulu sampaikan
Kehadhirat Allah dimohonkan perlindungan

15.   Kantan anak durhaka bahteranya karam
Dikutuki dewata akibat dari kesombongan
Supaya rangkaian acara berjalan tenteram
Aman beserta damai lancar tanpa halangan

16.   Perhatikan Jayabaya enpunya ramalan
Ada seratus buah petunjuk disebutkan
Daun ati-ati serta neruse ramuan kesalan
Keseluruh penjuru oleh dukun ditaburkan

17.   Ingin bepergian ramalan cuaca indahkan
Perihal angin berarah dan hujan tercurah
Ketupat lepas beserta berete dihidangkan
Bersama berjenis macam makanan daerah

18.   Badai berhembus keras kapal terhempas
Terayun di laut bak sekerat kayu belaka
Ketupat lepas sekali tarik isi pun terlepas
Lambang terlepas dari segala malapetaka

19.   Bila  jalanan padat kendaraan tersendat
Serasa jauh walaupun  perjalanan dekat
Perpaduan  serasi agama dan adat istiadat
Tidak ada sesuatu pun  halangan penyekat

20.   Dikala telah tiba musim buah rambutan
Memerah terayun di pohon siap dipetik
Dimasa silam tidak banyak kata sambutan
Apalagi ditunggangi  kepentingan politik

21.   Dimuka penghulu calon mempelai pria
Mengikrarkan akad nikah jabat tangan
Seisi kampong turut serta bergembira ria
Dari kampong lainpun turut berdatangan

22.   Bila tuan jadi pejabat jangan lupa daratan
Nasib rakyat menderita tolong perhatikan
Para penjaja  turut pula ambil kesempatan
Beragam barang dan makanan disuguhkan

23.   Janganlah tutup mata berlagak pura-pura
Akan keluhan anak negeri punya keadaan
Berduyun kumpul memadati arena upacara
Semua golongan menyatu tanpa perbedaan

24.   Jangan bersikap tidak ingin  ambil pusing
Turun kebawah ketemu rakyat pun jarang
Hirau degau rio campo campur baur bising
Petanda perayaan sukses dikunjungi orang        

25.   Pesan hati nurani rakyat jangan diabaikan
Harus berani selesaikan segala persoalan
Segala jenis hiburan masyarakat tampilkan
Beripat arena permainan adu keterampilan

26.   Kalau persoalan buntu wajiblah ditembus
Keamanan dan kemajuan tuan penuntun
Beripat beregong serta betiong begambus
Besepen, besaer berikut berbalasa pantun

27.   Apabila tuan gagal akan luas berdampak
Situasi negeri tentu akan menjadi senjang
Tidak ketinggalan dulmulok serta campak
Menarik pula acara nutok lesong panjang

28.   Roda pemerintahan macet tak berjalan
Niscaya timbul kekacauan awut-awutan
Beripat kesenian mengadu keterampilan
Saling berpukulan dengan tongkat rotan

29.   Wahai para pemimpin dengarlah pesan
Perhatikanlah pula akan akan kecaman
Tangan kanan pegang rotan kiri tangkisan
Di bahagian kepala ditutup kain pengaman

30.   Luangkan kesempatan bagi perbaikan diri
Sadarkah pemimpin bila tiap saat dituding
Memasuki kelapangan tanding nigal menari
Mengundang lawan masuk kearena tanding

31.   Bila tuan selalu tutup telinga membarengi
Pada suatu saat tuan pasti akan ditendang
Dari panggong tinggi  tetabuhan mengiringi
Gong, kelinang, tawak-tawak serta gendang

32.   Gajah hewan dapat diajak kerja bersama
Bekerjanya kuat dengan memakai belalai
Di ikuti tiupan serunai mengalun berirama
Lawan memasuhki arena permainan dimulai

33.   Putus asmara  jangan rindu selalu dipikul
Bukankah dunia tidak selebar daun kelor
Ngeripat, ngembat, melasa pukul memukul
Sampai badan bagian belakang balor-balor

34.   Kala nasib baik telah tiba menghampiri
Niscaya kemudian tuan merasa tenang
Banyak balor dijadikan ukuran para juri
Jumlah balor sedikit menjadi pemenang

35.   Sejauh jauhnya tuan pergi mengembara
Kelak ke kampung halaman pulang pasti
Seusai bertanding pemain salaman mesra
Tiada dendam kesumat terpendam dihati

36.   Di kalbu kenangan masa lalu pasti merayu
Rasa rindu pun tentulah datang menuntun
Betiong begambus perminan klasik Melayu
Musik mengiringi nyanyian syair berpantun

37.   Air mata berlinang jatuh bertumpahan
Dikala terbayang suasana di kampung
Alat musik biola, gitar, gong dan tabuhan
Diramaikan serunai, rebab dan ketipung

38.   Pulang kampung masa tua beristirahat
Ikut membina kampung menuju kejayaan
Pantun memuat sindiran petuah nasehat
Terkadamg membari’an atau percintaan

39.   Mohonlah do’a terperiharalah kesehatan
Mengabdi masyarakat janganlah lelah
Berbalas pantun saling bersahut-sahutan
Yang tak dapat menyahut mengaku kalah

40.   Gunung Tajam lerengnya berbatu-batu
Terkumpullah disana berbagai riwayat
Dulmulok atau dul muluk apakah pula itu
Seni panggung  bercerita tentang hikayat

41.   Dari mana gunung awal mula bernama
Banyaklah riwayat terkandung misteri
Sumber kisah dengan saer hampir sama
Hikayat Siti Zubaidah amatlah digemari

42.   Sambil memetik gitar menyanyi bersantai
Di kawasan Burung Mandi  bukit berbatu
Seni budaya asli penduduk Melayu Pantai
Amat terkekenal Dulmulok daerah Belantu

43.   Batu tersusun indah seakan dirapihkan
Sesekali dipakai untuk berlatih mendaki
Teater dalam bahasa Belitong dimainkan
Seluruh pemain pendukung adalah lelaki

44.   Di puncak bukit sebuah vihara didirikan
Tempat nan indah tenang bersih dan asri
Gerak bahasa lelucon sangat ditonjolkan
Mengundang gelak tawa sampai dinihari

45.   Menjadi pengantin digelari raja sehari
Mengenakan busana berhiaskan sulam
Kesenian besepen bernyanyi dan menari
Gerakan pencak silat terkandung didalam

46.   Seharian di pelaminan duduk bersanding
Para  pemberi selamat ganti berdatangan
Tetapi bukan mencari lawan bertanding
Sekadar seni kelincahan kaki dan tangan

47.   Nenek moyang mencatat batu dipahat
Catatan berisi nasehat dan peringatan
Unsur budaya Melayu masih jelas terlihat
Khususnya Semenanjung dan Kalimantan

48.   Di istana Bogor dipelihara hewan kijang
Tempat masyarakat datang berekreasi
Bersama kesenian nutok lesong panjang
Kelak dikemudian hari seni dimodefikasi

49.   Bagai bulan dipagari bintang semisal
Gadis cantik tak puas mata memandang
Campak konon dari Pulau Lingga berasal
Perempuan berjoget sambil berdendang

50.   Di  langit berjuta bintang berkelap kelip
Sungguh amat syahdu mata memandang
Dalam dendang untaian pantun terselip
Diiringi gesekan biola, gong dan gendang

51.   Takut hantu berlari tunggang langgang
Walaupun menerpa onak dan rintangan
Pantun bersindir lelaki masuk gelanggang
Mengajak beserta  berjoget berpasangan

52.   Duhulu terkenal tontonan tonil komedi
Pentas para pelawak memegang posisi
Bila lelaki masuk berbalas pantun terjadi
Didalam bait pantun senda gurau berisi

53.   Kalau suratan nasib sudahlah begini
Tiadalah rintihan kalbu dapat disesali
Tari dendang berlangsung sampai dini
Diikuti tepuk sorakan sorai ramai sekali

54.   Dikala musim kemarau panjang sekali
Tentu keringlah semua kali dan telaga
Walau asyik keadaan selalu terkendali
Batas kesopanan tetaplah wajib dijaga

55.   Wahai sekalian kerabat berserta teman
Dalam berjuang selalulah di garis depan
Situasi permainan berjalan lancar aman
Tertib tenteram sampai saat penutupan

56.   Ada pohon mempelam ada pula kuweni
Pohon mangga tumbuhnya  tinggi sekali
Pantun Maras Taun sementara sampai sini
Pada kesempatan lain disambung kembali

Bogor,  31 Desember 2011

No comments:

Post a Comment