1.
Tabik dan
hormat kita bersua kembali
Pantun Minerva
sekarang kita lanjutkan
Berjumpa kembali
menyenangkan sekali
Marilah bersama kita saling mendo’akan
2. Putri remaja pingitan nan cantik jelita
Duduk didepan
kaca asyik berdandan
Pada pantun
terdahulu kita bercerita
Tentang Simpang
Lima Tanjung Pandan
3. Pergi kemana saja putri selalu dikawal
Terlalu bebas
ayah bunda menghalang
Dari pusat kota
Simpang Lima berawal
Tempat setiap
hari orang berlalu lalang
4. Terhadap
kedua orang tua patuh selalu
Kadang percikan
asmara lintas melanda
Ini cerita
Tanjung Pandan tempo dahulu
Pada zaman sekarang tentulah berbeda
5. Kepada seorang pemuda bertaut cinta
Gayung bersambut
kasmaran berperan
Bioskop Minerva
seakan jadi simbol kota
Tempat
berduyun pergi mencari hiburan
6. Dua sejoli berkasihan setara berpasang
Kepada
orang tua dimohonkan resrtunya
Bioskop
Minerva alias bioskop Kim Sang
Cantelan
nama saudagar yang empunya
7. Duduk di pelaminan kisah asmara diakhiri
Selamat bahagia
iringan do’a dipanjatkan
Dipusat kota
sebuah gedung megah berdiri
Bangunan beton
Panggong Batu dinamakan
8. Pulau Batu Dinding dan Pulau Mendulu
Jajaran nyiur
melambai ditanam petani
Gedung bangunan
konstruksi tempo dulu
Masih kokoh
berdiri hingga sekarang ini
9. Gunung Kik Karak mengawal Kelapa Kampit
Gunung batu
konon logam mulia tersimpan
Jalan Masjid dan
Jalan Sijuk letak mengapit
Kawasan
segitiga Simpang Lima dihadapan
10. Air Batu dan Air Begantung desa berdekatan
Gunung
Tajam menjulang terletak diantara
Panggong
Batu gedung tempat pertunjukan
Bermacam
kesenian, tonil beserta sandiwara
11. Ungkapan pelaris manis Tanjung Kimpul
Konon
jampi berdagang ucapan mantera
Kadang
dipakai tempat rakyat berkumpul
Tempat
bagus bagi perayaan dan upacara
12. Adalah kiasan pepatah umpama tertuang
Jangan
cermin dibelah karena buruk wajah
Disana
pula pernah berkumpul para pejuang
Menyatukan tekad mengusir kaum penjajah
13. Dari pohon bulin ramuan rumah dijadikan
Didaerah
Kalimantan disebut kayu bulian
Entah
sejak kapan Panggong Batu didirikan
Para
sejarawan mohon bantuan penelitian
14. Di selatan benua Afrika Tanjung Harapan
Dulu
disana penjajah melabuhkan bahtera
Sebuah
pompa bensin terletak dihadapan
Bataafsche
Petroleum Maatshappij tertera
15. Penjajah disebutkan pula kaum kolonialis
Mencari
jajahan dibumi belahan selatan
BE-PE-EM
dengan huruf singkatan ditulis
Balai
Pertemuan Malam gurau pelesetan
16. Bila berlayar kepantai Belitung mendekat
Terlihat
nyiur melambai bagaikan hiasan
Sebuah
sumur tak dalam terletak didekat
Mengeluarkan
air tidaklah berkehabisan
17. Masih ingatkah tuan peristiwa September
Saat
kota New York mendapat serangan
Konon
mata air didalam sumur bersumber
Dimusim
kemarau tak pernah kekeringan
18. Asap mengepul keudara bagaikan jamur
Ledakan
berdentuman turut menyertai
Tembok
beton dibangun sekeliling sumur
Disana
tempat penduduk duduk bersantai
19. Menara kembar megah ludes terbakar
Wajah
Amerika Serikat dapat tamparan
Dimalam
hari berkumpul dan berkelakar
Balai
Pertemuan Malam menjadi sindiran
20. Sesama remaja saling sampaikan curhat
Segala
isi hati tersimpan dalam kenangan
Kembali
ke Simpang Lima marilah melihat
Dua
bungunan hoofd letak berseberangan
21. Boneka pandai bermain mata dari India
Mata bundar jeli melirik kemana-mana
Hoofdwacht
dan hoofd kantoor itulah dia
Terminal
dan Kafe Senang juga ada disana
22. Durian terkenal di Belitung durian tembaga
Ditanam
di kelekak bersama pohon langsat
Hoofdwacht
bagunan tempat polisi berjaga
Hoofd
kantoor tempat maskapai berpusat
23. Kapal tenggelam tentu bantuan ditunggu
Penumpang terapung tangan menggapai
Didepan
hoofd kantoor berdiri sebuah tugu
Bertuliskan
nama Belanda perintis maskapai
24. Ibarat tangan mencencang bahu memikul
Perbuatan
diri sendiri janganlah disesali
Berlambangkan
tangan memegang cangkul
Petanda
penggalian timah Belitung diawali
25. Bagaikan setitik air bergulir didaun keladi
Bergerak
kesana kemari tanpa rintangan
Pertengahan
abad sembilabelas itu terjadi
Oleh
maskapai dicatat sebagai kemenangan
26. Kopi luwak dahulu disebut pula kopi musang
Amat
nikmat diminum bersama sarapan pagi
Dipuncak
hoofd kantoor jam besar terpasang
Seperti
halnya jam gadang dikota Bukittinggi
27. Kalimantan Timur beribukota Samarinda
Lebih
ke selatan terletak Kota Balikpapan
Di
kawasan Simpang Lima pasar sayur berada
Dengan
hoofdwacht letak tepat berhadapan
28. Amat enak menikmati sate bersama lontong
Tak
kalah enaknya empek-empek kapal selam
Pada
deretan sama berdiri pasar kelontong
Oleh penduduk dikenal sebagai Pasar Dalam
29. Mangga udang tinggi buahnya jarang
Paling enak dirujak buah mangga muda
Terminal dan kafe senang ada diseberang
Standplaats kawasan disebutkan Belanda
30. Burung bermain bebas dipasang jangan
Begitulah nasehat datuk nenek pesankan
Dikawasan ini tercatat sejarah perjuangan
Jenazah para pejuang Belanda geletakkan
31. Bila dari barat ketimur dalam perjalanan
Berbelok kiri tentulah menuju arah utara
Konon menakuti jangan terjadi perlawanan
Tetapi
semangat rakyat semakin membara
32. Sukat dan gantang dahulu dipakai ukuran
Manakala
kita belanja jauh masuk kedesa
Dimana-mana
terjadi berbagai pertempuran
Berguguran pejuang sebagai kusuma bangsa
33. Diwaktu malam berkilauan cahaya terlihat
Saat berterbangan sekawan kunang-kunang
Kini di Taman Makam Pahlawan beristirahat
Dalam benak bangsa mereka selalu dikenang
34. Hinggap diranting tinggi burung pergam
Berloncatan kesana kemari mencari makan
Riwayat Simpang Lima sangatlah beragam
Berbagai
peristiwa tentu dapat dikisahkan
35. Janganlah sangka sembarang sangka
Kalau
tidak memegang bukti ditangan
Cerita
mengandung suka maupun duka
Terkumpul menyatu didalam kenangan
36. Saling mengunjungi merupakan tradisi
Sambil bermaaf-maafan dihari lebaran
Depot pejualan daging disana berlokasi
Warung kopi dan kedai nasi bertebaran
37. Bagai itik pulang petang jalan perlahan
Sindiran pemimpin penuh kebimbangan
Warung kopi Ake dan Abok bersebelahan
Tetapi diantara kedunya tidak bersaingan
38. Dipantai berlikuk-likuk teluk dan tanjung
Dipotong sungai terbentang menyilang
Setiap waktu selalu dipadati pengunjung
Terlebih dikala malam datang menjelang
39. Gunung Kepayang Kampung Tungkusan
Desa Air Begantung kampung terlewati
Kopi O maupun kopi susu silahkan pesan
Tuan dilayani dengan ramah sudah pasti
40. Kembang tanglong kembang sepatu
Bunga
bergelantungan disaat mekar
Didepan warung
berderetan meja batu
Tempat semua tamu menebar kelakar
41. Kata pepatah rusak santan sebelanga
Hanya karena tercemar oleh setitik nila
Kopi O mungkin aneh terdengar telinga
Itulah kopi pahit kental tak diberi gula
42. Mangga manalagi rasanya manis
Lebih manis lagi dari buah kuweni
Merupakan sesuatu hal cukup ironis
Warung Ake tetap eksis sampai kini
43. Penari remaja berselendang pelangi
Disanggul bunga melati jadi hiasan
Kala pagi nasi Bujang paling disenangi
Kalau kesiangan pasti akan kehabisan
44. Pasukan pramuka teratur berbaris
Pada setiap barisan bersusun
empat
Nasi gemok pun tidak pula kalah laris
Makanan khas asli penduduk setempat
45. Lompat berlompatan si katak lompat
Di pematang sawah banyak ditemukan
Mie Belitong tentu disana bisa didapat
Bersama gado-gado selade disebutkan
46. Dikerami induk telur ayam menetas
Bersahutan terdengar suara cicitan
Masa itu kendaraan amatlah terbatas
Tentulah
bebas dari segala kemacetan
47. Berselimutlah tuan bila malam dingin
Semoga tidur tenang sampai pagi esok
Kenderaan sepeda disebut kereta angin
Mendominasi jalanan seantero
pelosok
48. Janganlah koruptor sampai diampuni
Secepatnya adili ke penjara masukkan
Dua bengkel sepeda selalu siap melayani
Di
Simpang Lima pula keduanya didirikan
49. Wahai pejabat janganlah tuan korupsi
Elinglah
sebelum diarak bendera kuning
Adakalanya
dilakukan razzia oleh polisi
Untuk sepeda beroperasi tanpa pening
50. Berlakulah baik sifat jujur tunjukkan
Percayalah do’a rakyat selalu menyerta
Simpang Lima sementara kita tinggalkan
Mari bersama kita pergi berkeliling kota
51. Menjauhi korupsi tuan harus berupaya
Karena jelas hal itu perbuatan terlarang
Menyusuri Juliana Park arah barat daya
Jalan Depati Kegedek bernama sekarang
52. Kini badai korupsi disana-sini menerpa
Mengintip tumpukan fulus mata melirik
Dua persimpangan kita akan berjumpa
Jalan Depati Endek dan dua Jalan Siburik
53. Musim hujan cendawan tumbuh menjamur
Berwarna-warni bagaikan kembang anyelir
Jalan Siburik barat dan Jalan Siburik timur
Diantara keduanya Sungai Siburik mengalir
54. Menanam batang para getah diparah
Dimasa lalu menjadi ekspor primadona
Sungai Siburik menoreh catatan sejarah
Konon aktivitas maskapai diawali disana
55. Kemerdekaan akan diraih jika kita bersatu
Demikian dahulu pejuang selalu berujar
Dengan Sungai Cerucuk dimuara menyatu
Tempat dua pelabuhan terletak berjajar
56. Hati-hati bermain muda wahai cucunda
Begitulah pesan datuk nenek amanatkan
Maaf pantun Minerva sementara ditunda
Diwaktu mendatang kelak kita lanjutkan
Bogor, 12 Agustus
2011
No comments:
Post a Comment