Sunday, August 12, 2012

BAGIAN KEEMPATPULUHLIMA MINERVA (2)


1.       Tabik dan hormat kita  bersua kembali
Pantun Minerva sekarang kita lanjutkan
Berjumpa kembali menyenangkan sekali
Marilah  bersama kita saling mendo’akan

2.       Putri remaja pingitan  nan cantik jelita
Duduk didepan kaca asyik berdandan
Pada pantun terdahulu kita bercerita
Tentang Simpang Lima Tanjung Pandan

3.       Pergi kemana saja putri selalu dikawal
Terlalu bebas ayah bunda menghalang
Dari pusat kota Simpang Lima berawal
Tempat setiap hari orang berlalu lalang

4.       Terhadap  kedua orang tua patuh selalu
Kadang percikan asmara lintas melanda
Ini cerita Tanjung Pandan tempo dahulu
Pada  zaman sekarang tentulah berbeda

5.       Kepada seorang pemuda bertaut cinta
Gayung bersambut kasmaran berperan
Bioskop Minerva seakan jadi simbol kota
Tempat berduyun pergi mencari hiburan

6.       Dua sejoli berkasihan setara berpasang
Kepada orang tua dimohonkan resrtunya
Bioskop Minerva alias bioskop Kim Sang
Cantelan nama saudagar yang empunya

7.       Duduk di pelaminan kisah asmara diakhiri
Selamat bahagia iringan do’a dipanjatkan
Dipusat kota sebuah gedung megah berdiri
Bangunan beton Panggong Batu dinamakan

8.       Pulau Batu Dinding dan Pulau Mendulu
Jajaran nyiur melambai ditanam petani
Gedung bangunan konstruksi tempo dulu
Masih kokoh berdiri hingga sekarang ini

9.       Gunung Kik Karak mengawal Kelapa Kampit
Gunung batu konon logam mulia tersimpan
Jalan Masjid dan Jalan Sijuk letak mengapit
Kawasan segitiga Simpang Lima dihadapan

10.   Air Batu dan Air Begantung desa berdekatan
Gunung Tajam menjulang terletak diantara
Panggong Batu gedung  tempat pertunjukan
Bermacam kesenian, tonil beserta sandiwara

11.   Ungkapan pelaris manis Tanjung Kimpul
Konon jampi berdagang ucapan mantera
Kadang dipakai tempat rakyat berkumpul
Tempat bagus bagi perayaan dan upacara

12.   Adalah kiasan pepatah umpama tertuang
Jangan cermin dibelah karena buruk wajah
Disana pula pernah berkumpul para pejuang
Menyatukan  tekad mengusir kaum penjajah

13.   Dari pohon bulin ramuan rumah dijadikan
Didaerah Kalimantan disebut kayu bulian
Entah sejak kapan Panggong Batu didirikan
Para sejarawan mohon bantuan penelitian        

14.   Di selatan benua Afrika Tanjung Harapan
Dulu disana penjajah melabuhkan bahtera
Sebuah pompa bensin terletak dihadapan
Bataafsche Petroleum Maatshappij tertera

15.   Penjajah disebutkan pula kaum kolonialis
Mencari jajahan dibumi belahan selatan
BE-PE-EM dengan huruf singkatan ditulis
Balai Pertemuan Malam gurau pelesetan

16.   Bila berlayar kepantai Belitung mendekat
Terlihat nyiur melambai bagaikan hiasan
Sebuah sumur tak dalam terletak didekat
Mengeluarkan air tidaklah berkehabisan

17.   Masih ingatkah tuan peristiwa September
Saat kota New York mendapat serangan
Konon mata air didalam sumur bersumber
Dimusim kemarau tak pernah kekeringan

18.   Asap mengepul keudara bagaikan jamur
Ledakan berdentuman turut menyertai
Tembok beton dibangun sekeliling sumur
Disana tempat penduduk duduk bersantai         

19.   Menara kembar megah ludes terbakar
Wajah Amerika Serikat dapat tamparan
Dimalam hari berkumpul dan berkelakar
Balai Pertemuan Malam menjadi sindiran

20.   Sesama remaja saling sampaikan curhat
Segala isi hati tersimpan dalam kenangan
Kembali ke Simpang Lima marilah melihat
Dua bungunan hoofd letak berseberangan

21.   Boneka pandai bermain mata dari India
Mata bundar jeli melirik kemana-mana               
Hoofdwacht dan hoofd kantoor itulah dia
Terminal dan Kafe Senang juga ada disana

22.   Durian terkenal di Belitung durian tembaga
Ditanam di kelekak bersama pohon langsat
Hoofdwacht bagunan tempat polisi berjaga
Hoofd kantoor tempat maskapai berpusat

23.   Kapal tenggelam tentu bantuan ditunggu
Penumpang  terapung tangan menggapai
Didepan hoofd kantoor berdiri sebuah tugu
Bertuliskan nama Belanda perintis maskapai

24.   Ibarat tangan mencencang bahu memikul
Perbuatan diri  sendiri janganlah disesali
Berlambangkan tangan memegang cangkul
Petanda penggalian timah Belitung diawali       

25.   Bagaikan setitik air bergulir didaun keladi
Bergerak kesana kemari tanpa rintangan
Pertengahan abad sembilabelas itu terjadi
Oleh maskapai dicatat sebagai kemenangan

26.   Kopi luwak dahulu disebut pula kopi musang
Amat nikmat diminum bersama sarapan pagi
Dipuncak hoofd kantoor jam besar terpasang
Seperti halnya jam gadang dikota Bukittinggi

27.   Kalimantan Timur beribukota Samarinda
Lebih ke selatan terletak Kota Balikpapan
Di kawasan Simpang Lima pasar sayur berada
Dengan hoofdwacht letak tepat berhadapan

28.   Amat enak menikmati sate bersama lontong
Tak kalah enaknya empek-empek kapal selam
Pada deretan sama berdiri pasar kelontong
Oleh penduduk dikenal sebagai Pasar Dalam

29.   Mangga udang tinggi  buahnya jarang
Paling enak dirujak buah mangga muda
Terminal dan kafe senang ada diseberang
Standplaats kawasan disebutkan Belanda

30.   Burung bermain bebas dipasang jangan
Begitulah nasehat datuk nenek pesankan
Dikawasan ini tercatat sejarah perjuangan
Jenazah para pejuang Belanda geletakkan

31.   Bila dari barat ketimur dalam perjalanan
Berbelok kiri tentulah menuju arah utara
Konon menakuti jangan terjadi perlawanan
Tetapi semangat rakyat semakin membara        

32.   Sukat dan gantang dahulu dipakai ukuran
Manakala kita belanja jauh masuk kedesa
Dimana-mana terjadi berbagai pertempuran
Berguguran pejuang sebagai kusuma bangsa

33.   Diwaktu malam berkilauan cahaya terlihat
Saat berterbangan sekawan kunang-kunang
Kini di Taman Makam Pahlawan beristirahat
Dalam benak bangsa mereka selalu dikenang

34.   Hinggap diranting tinggi burung pergam
Berloncatan kesana kemari mencari makan
Riwayat Simpang Lima sangatlah beragam
Berbagai peristiwa  tentu dapat dikisahkan        

35.   Janganlah sangka sembarang sangka
Kalau tidak memegang bukti ditangan
Cerita mengandung suka maupun duka
Terkumpul menyatu didalam kenangan

36.   Saling mengunjungi merupakan tradisi
Sambil bermaaf-maafan dihari lebaran
Depot pejualan daging disana berlokasi
Warung kopi dan kedai nasi bertebaran

37.   Bagai itik pulang petang jalan perlahan
Sindiran pemimpin penuh kebimbangan
Warung kopi Ake dan Abok bersebelahan
Tetapi diantara kedunya tidak bersaingan

38.   Dipantai berlikuk-likuk teluk dan tanjung
Dipotong sungai terbentang menyilang
Setiap waktu selalu dipadati pengunjung
Terlebih dikala malam datang menjelang

39.   Gunung Kepayang Kampung Tungkusan
Desa Air Begantung kampung terlewati
Kopi O maupun kopi susu silahkan pesan
Tuan dilayani dengan ramah sudah pasti             

40.   Kembang tanglong kembang sepatu
Bunga bergelantungan  disaat mekar
Didepan warung berderetan meja batu
Tempat semua tamu menebar kelakar

41.   Kata pepatah rusak santan sebelanga
Hanya karena tercemar oleh setitik nila
Kopi O mungkin aneh terdengar telinga
Itulah kopi pahit kental tak diberi gula

42.   Mangga manalagi rasanya manis
Lebih manis lagi dari buah kuweni
Merupakan sesuatu hal cukup ironis
Warung Ake tetap eksis sampai kini

43.   Penari remaja berselendang pelangi
Disanggul bunga melati jadi hiasan
Kala pagi nasi Bujang paling disenangi
Kalau kesiangan pasti akan kehabisan  

44.   Pasukan pramuka teratur berbaris
Pada  setiap barisan bersusun empat
Nasi gemok pun tidak pula kalah laris
Makanan khas asli penduduk setempat               

45.   Lompat berlompatan si katak lompat
Di pematang sawah banyak ditemukan
Mie Belitong tentu disana bisa didapat
Bersama gado-gado selade disebutkan

46.   Dikerami induk telur ayam menetas
Bersahutan terdengar suara cicitan
Masa itu kendaraan amatlah terbatas
Tentulah bebas dari segala kemacetan

47.   Berselimutlah tuan bila malam dingin
Semoga tidur tenang sampai pagi esok
Kenderaan sepeda disebut kereta angin
Mendominasi jalanan  seantero pelosok

48.   Janganlah koruptor sampai diampuni
Secepatnya adili ke penjara masukkan
Dua bengkel sepeda selalu siap melayani
Di Simpang Lima pula keduanya didirikan           

49.   Wahai pejabat janganlah tuan korupsi
Elinglah sebelum diarak bendera kuning
Adakalanya dilakukan razzia oleh polisi
Untuk sepeda beroperasi tanpa pening

50.   Berlakulah baik sifat jujur tunjukkan
Percayalah do’a rakyat selalu menyerta
Simpang Lima sementara kita tinggalkan
Mari bersama kita pergi berkeliling kota

51.   Menjauhi korupsi tuan harus berupaya
Karena jelas hal itu perbuatan terlarang
Menyusuri Juliana Park arah barat daya
Jalan Depati Kegedek bernama sekarang

52.   Kini badai korupsi disana-sini menerpa
Mengintip tumpukan fulus mata melirik
Dua persimpangan kita akan berjumpa
Jalan Depati Endek dan dua Jalan Siburik      

53.   Musim hujan cendawan tumbuh menjamur
Berwarna-warni bagaikan kembang anyelir
Jalan Siburik barat dan Jalan Siburik timur
Diantara keduanya Sungai Siburik mengalir

54.   Menanam batang para getah diparah
Dimasa lalu menjadi ekspor primadona
Sungai Siburik menoreh catatan sejarah
Konon aktivitas maskapai diawali disana             

55.   Kemerdekaan akan diraih jika kita bersatu
Demikian dahulu pejuang selalu berujar
Dengan Sungai Cerucuk dimuara menyatu
Tempat dua pelabuhan terletak berjajar

56.   Hati-hati bermain muda wahai cucunda
Begitulah pesan datuk nenek amanatkan
Maaf pantun Minerva sementara ditunda
Diwaktu mendatang kelak kita lanjutkan



Bogor,  12 Agustus  2011

No comments:

Post a Comment