1. Selamat bertemu kerabat dan sahabat
Marilah pantun
Minerva kita teruskan
Unjukkan tangan
kita saling berjabat
Bila ada
kekeliruan mohon dimaafkan
2. Wahai sang bayu sampaikan berita
Salam mesra
dendang negeri balada
Mari lanjutkan
berjalan keliling kota
Di Jalan Depati
Endek kini kita berada
3. Dendangan balada sungguh menarik
Bisikan sanubari
nan gundah gulana
Jalan Depati
Endek serta Jalan Siburik
Tempo
doeloe disebut Kampoeng Tjina
4. Janganlah tuan takut akan bayangan
Kadang bayangan
hanyalah khayalan
Kampoeng Tjina
kawasan perdagangan
Ratusan toko
berderet sepanjang jalan
5. Sediakan barang sekilo ikan tenggiri
Coba sekarang
kita membuat siomai
Berbagai tempat
usaha disana berdiri
Sedari pagi hingga senja selalu ramai
6. Wahai pemimpin janganlah berleha
Berbuat amat
lamban tuan terkesan
Semua campur
baur berlomba usaha
Dari tukang bakiak sampai perhiasan
7. Jangan terbawa arus korupsi mania
Resiko hadapi jangan lepas tangan
Agen barang bermerek kelas dunia
Dengan warung kopi berdampingan
8. Ingatlah
dahulu apa tuan janjikan
Saat minta dukungan jadi penguasa
Tentu hiruk pikuk bisa dibayangkan
Tetapi semuanya itu dianggap biasa
9. Enak makan berlalap daun kemangi
Apalagi
bila dikawani sambal terasi
Toko
emas paling banyak dikunjungi
Jual
beli logam mulia menjadi tradisi
10. Dahulu atap rumah berbentuk limas
Menepis
air hujan tidak mudah rusak
Nyaris
setiap keluarga menyimpan emas
Konon
untuk cadangan dikala mendesak
11. Sekalian mancing ikan menyelam tiram
Terkadang
bertemu dengan ketam batu
Namun
emas tidak ditakar ukuran gram
Takaran ci dipergunakan pada masa itu
12. Jenis burung bangau panjang paruhnya
Didaerah
Belitung disebut burung cako
Ikam
perlu cincin berapa ci amoi bertanya
Begitulah
sapa ramah sang penjaga toko
13. Seram
aroma keretek dimalam dini
Apalagi
dibakar memakai kemenyan
Dua
buah hotel berdiri pada jalan ini
Hotel Fan Fa berserta hotel Hian Nyan
14. Kalau kebetulan didekat pohon beringin
Bisa jadi eyang penjaga menunggu disini
Tuan butuh radio, kulkas dan kipas angin
Toko
Naraindash agen elekronik melayani
15. Janganlah tuan banyak berbantah kata
Mari
musyawarah mufakat bertekad satu
Adapun
toko Djie Loeng agen sepatu bata
Merupakan
toko terbesar pada zaman itu
16. Pupuk terus semangat persatuan nasional
Demi
kejayaan abadi negeri yang permai
Arloji
dan pulpen berjenis merek terkenal
Semuanya
membuka agen beramai-ramai
17. Diatas pepohonan burung bersiul-siulan
Berloncatan
menyambut hari nan panjang
Tak
ketinggalan berjenis makanan cemilan
Kwaci,
hamlam dan hamoi disini terpajang
18. Nikmatilah pagi indah jangan kesiangan
Bangunlah
segera menghirup segar udara
Coklat
cap ayam beserta biskuit kalengan
Lip
Lip Hiong kacang garing merek tertera
19. Kalau ingin melihat indah pemandangan
Datanglah
ke pantai menjelang hari sore
Kalau
coba-coba mencari keberuntungan
Mampir saja
ditoko Liong Joe agen lotere
20. Pernahkah tuan menonton tarian kabaret
Tubuh
berputar begoyang tumit berjinjit
Tukang
jam dan tukang potret berderet
Tukang
cukur disebut orang tukang rujit
21. Nasib orang kalasan tentulah kasihan
Kepala
licin berkilat rambut pun jarang
Toko
Kian Tek menjual aneka kebutuhan
Semacam
toserba pada zaman sekarang
22. Menara suar Lengkuas menjulang tinggi
Kapal
lewat cahaya suar jadi pengingat
Restoran
serta warung kopi menyelingi
Aroma
bawang putih terasa menyengat
23. Dewasa ini menjadi penguasa berebutan
Segala
macam masalah berlatar politik
Toko
Nam Thai penjual berbagai obatan
Penduduk
menyebutkan sebagai apotik
24. Bila ke negeri Tiongkok tuan berekreasi
Janganlah
lupa kunjungi kota Shanghai
Dua
pabrik alas kaki disana berproduksi
Disebutka
n pabril seaptu sirat dan cuhai
25. Kebiasaan air yang dalam tiadalah beriak
Peribahasa
bagi orang berilmu diandaikan
Pabrik
sepatu cuhai membuat juga bakiak
Tentu
secara tradisional semua dikerjakan
26. Kebiasaan dikampung orang bertolak bala
Supaya
musibah tidak datang berulang kali
Sebuah
pabrik roti didaerah ini berdiri pula
Konon
dari Bogor didatangkan tenaga akhli
27. Menari massal ramai berpasang-pasang
Semua
penari indah bersolek berdandan
Dikenal
luas sebagai pabrik roti Kim Sang
Roti
melayani kaum elite Tanjung Pandan
28. Di daerah Belitung terasi disebut belacan
Diperbuat
dari udang kecil sebagai bahan
Menyimpang
kebarat Jalan Bengkel Acan
Bengkel
besi melayani aneka kebutuhan
29. Aduhai menarik paras putri nan cantik
Dagu
diumpamakan lebah bergantung
Berdiri
arah diseberang depot logistik
Gudang
beras rakyat seluruh Belitung
30. Bagaikan keris apik didalam warongko
Keris
pusaka tersimpan amat sempurna
Aksara
kanji dipasang didepan setiap toko
Bahasa
Mandarin terdengar dimana-mana
31. Kalaulah makan berlalap kacang botor
Amatlah enak
ditambah ketumbar ulam
Organisasi
Chung Hua disana berkantor
Gedung
kokoh berarsitektur masa silam
32. Pada saat bulan terbit bulat sempurna
Maka
dinamakanlah dia bulan purnama
Itu
situasi tempo doeloe Kampoeng Tjina
Sekarang
ini Jalan Depati Endek bernama
33. Bertubuh kuat tegap hewan banteng
Jarang ada
ada yang berbulu belang
Berbelok
arah kebarat Jalan Kelenteng
Dengan
Jalan Siburik kawasan bersilang
34. Sawah terhampar bersusun berpetak
Amat
indah dipandang di cerah udara
Sebuah
kelenteng tua disana terletak
Kala
hari Imlek menjadi pusat upacara
35. Pemetik teh cantik memakai caping
Bekerja
tekun tiada sempat bercanda
Dahulu
sekolah Tionghoa ada disamping
Pada
Perang Dunia Kedua porak peranda
36. Bekendara pedati kedesa memunpang
Tentu
lebih enak daripada berjalan kaki
Konon
jadi sasaran bom tentera Jepang
Dikala
itu pulau Belitung mereka diduki
37. Burung penguin hidup di Kutub Selatan
Berjalan
beramai bagai bergandengan
Banyak
warung kopi letak berderetan
Tempat
kelakar damai antar golongan
38. Burung pipit terbang di persawahan
Tempat
paling mudah mencari makan
Terletak
berjajar dua buah pelabuhan
Dengan
nama bum penduduk namakan
39. Bunung bangau tinggi semampai
Berdiri
di pematang gunung berlatar
Bum
kompeni beserta bum maskapai
Kegiatan ekonomi disana ikut berputar
40. Burung perling berkawan mengelana
Musim bertukar kelompok berkisar
Berbagai agen pelayaran letak disana
Agen kapal KA-PE-EM dahulu terbesar
41. Kisah dibawah sinar bulan purnama
Burung pungguk meratap tiada bosan
Billiton Veer sang agen empunya nama
Naik kapal ke
Betawi disana berurusan
42. Gerangan burung apa indah berkesan
Bila tak salah
tentulah burung kasuari
Jalan Pontianak
dan Bawean berterusan
Sekolah
Tionghoa Kin Sin disana berdiri
43. Bahagia kodrat burung dapat terbang
Terbang
diangkasa menjelajah awang
Berbelok
ke timur Jalan Batu Palembang
Kawasan
tempat bermukim Suku Sawang
44. Ramai-ramai kelaut memancing ikan
Naik
perahu angin sepoi mendampingi
Tempat
acara Mung Jong sering dilakukan
Acara adat
setiap tahun ramai dikunjungi
45. Dikala tuan berpiknik diakhir pekan
Ke Tanjung
Kelayang tentu mengarah
Jalan
Pantai belakang hari dinamakan
Dengan
Jalan Merdeka terletak searah
46. Saputangan fantasi berpucuk empat
Buat
penghapus genangan air mata
Di ujung
jalan sebuah dok kapal terdapat
Di bawah
Bukit Tangsi dulu bengteng kota
47. Dara hitam manis dipandang tak jemu
Mata
bersinar bagaikan bintang kejora
Lurus
ke utara Sungai Cerucuk bertemu
Kawasan
Pasar Ikan dimuara terletak
48. Manakala asmara tumbuh mengakar
Dua
hati anak manusia saling bertaut
Tangkapan
ikan segar ramai dibongkar
Dari
perahu nelayan sepulang melaut
49. Bagaikan sampan ditambat bertali
Kalau
cinta tertambat kemana lari
Transaksi
tawar menawar ramai sekali
Terlebih
sibuk lagi pada saat sore hari
50. Bila cinta ditolak janganlah merana
Cinta
buta adalah peribahasa lama
Agen
minyak Belitung terletak disana
Kim
Tjoan Goan agen empunya nama
51. Kembang kenanga kembang cempaka
Kembang
seroja pada sanggul dihiaskan
Dari
Jalan Pantai kearah Jalan Merdeka
Jalan
Penghulu lintang menghubungkan
52. Wahai pemimpin jangan suka tebar aksi
Tentu
sangat tidak elok dipandang mata
Sebuah
pangkalan oto bis disana berlokasi
Armada
bis Tjan A Tjoe melayani antar kota
53. Tampillah tuan dengan rasa percaya diri
Jangan
sampai tuan diombang-ambingkan
Daerah
padat perumahan kontrakan berdiri
Wilayah
Pintu Sepuluh penduduk sebutkan
54. Jadilah pemimpin pejabat profesional
Perbuatan
nepotisme agar dihindarkan
Kedai
Pak A Po dijalan ini paling terkenal
Berbagai
kebutuhan disana didagangkan
55. Simpanlah tuan air didalam gentong
Karena
sungai sudah kering kerontang
Mulai
dari sarapan pagi sampai kelontong
Tidak
membawa uang boleh menghutang
56. Musim kemarau tiba berpekan-pekan
Tiba
hujan sehari kekeringan terhapusi
Dengan
tulisan kanji hutang dibukukan
Setiap
habis bulan hutang harus dilunasi
57. Tatkala nakhoda mengganti pakaian
Petanda
sebuah kapal akan berlayar
Tidak
pernah terjadi suatu pertikaian
Apalagi
hasrat hati untuk tak membayar
58. Pelaut jaya mengarungi samudra raya
Badai
dan gelombang menjadi mainan
Hutang
piutang dilakukan saling percaya
Sikap
dan hati jujur tentulah jadi jaminan
59. Mengarungi lautan siang serta malam
Pulang
kampung pun tentulah jarang
Demikian
perangai manusia dimasa silam
Entahlah
perangai manusia masa sekarang
60. Kala mendengar suara gendang bertalu
Marilah
tuan datang menari bergabung
Maaf
pantun Minerva hingga disini dulu
Diwaktu
mendatang pastilah bersambung
Bogor, 01 September 2011
No comments:
Post a Comment