Sunday, August 12, 2012

BAGIAN KEEMPATPULUH DELAPAN MINERVA (3)


1.       Selamat bertemu kerabat dan sahabat
Marilah pantun Minerva kita teruskan
Unjukkan tangan kita saling berjabat
Bila ada kekeliruan mohon dimaafkan

2.       Wahai sang bayu sampaikan berita
Salam mesra dendang negeri balada
Mari lanjutkan berjalan keliling kota
Di Jalan Depati Endek kini kita  berada

3.       Dendangan balada sungguh menarik
Bisikan sanubari nan gundah gulana
Jalan Depati Endek serta Jalan Siburik
Tempo doeloe disebut Kampoeng Tjina

4.       Janganlah tuan takut akan bayangan
Kadang bayangan hanyalah khayalan
Kampoeng Tjina kawasan perdagangan
Ratusan toko berderet sepanjang jalan

5.       Sediakan barang sekilo ikan tenggiri
Coba sekarang kita membuat siomai
Berbagai tempat usaha disana berdiri
Sedari pagi hingga senja selalu ramai

6.       Wahai pemimpin janganlah berleha
Berbuat amat lamban tuan terkesan
Semua campur baur berlomba usaha
Dari tukang bakiak sampai perhiasan

7.       Jangan terbawa arus korupsi mania
Resiko hadapi jangan lepas tangan
Agen barang bermerek kelas dunia
Dengan warung kopi berdampingan

8.       Ingatlah  dahulu apa tuan janjikan
Saat minta dukungan jadi penguasa
Tentu hiruk pikuk bisa dibayangkan
Tetapi semuanya itu dianggap biasa

9.       Enak makan berlalap daun kemangi
Apalagi bila dikawani sambal terasi
Toko emas paling banyak dikunjungi
Jual beli logam mulia menjadi tradisi    

10.   Dahulu atap rumah berbentuk limas
Menepis air hujan tidak mudah rusak
Nyaris setiap keluarga menyimpan emas
Konon untuk cadangan dikala mendesak

11.   Sekalian mancing ikan menyelam tiram
Terkadang bertemu dengan ketam batu
Namun emas tidak ditakar ukuran gram
Takaran ci dipergunakan pada masa itu

12.   Jenis burung bangau panjang paruhnya
Didaerah Belitung disebut burung cako
Ikam perlu cincin berapa ci amoi bertanya
Begitulah sapa ramah sang penjaga toko

13.   Seram  aroma keretek dimalam dini
Apalagi dibakar memakai kemenyan
Dua buah hotel berdiri pada jalan ini
Hotel Fan Fa berserta hotel Hian Nyan

14.   Kalau kebetulan didekat pohon beringin
Bisa jadi eyang penjaga menunggu disini
Tuan butuh radio, kulkas dan kipas angin
Toko Naraindash agen elekronik melayani

15.   Janganlah tuan banyak berbantah kata
Mari musyawarah mufakat bertekad satu
Adapun toko Djie Loeng agen sepatu bata
Merupakan toko terbesar pada zaman itu

16.   Pupuk terus semangat persatuan nasional
Demi kejayaan abadi negeri yang permai
Arloji dan pulpen berjenis merek terkenal
Semuanya membuka agen beramai-ramai

17.   Diatas pepohonan burung bersiul-siulan
Berloncatan menyambut hari nan panjang
Tak ketinggalan berjenis makanan cemilan
Kwaci, hamlam dan hamoi disini terpajang

18.   Nikmatilah pagi indah jangan kesiangan
Bangunlah segera menghirup segar udara
Coklat cap ayam beserta biskuit kalengan
Lip Lip Hiong kacang garing merek tertera

19.   Kalau ingin melihat indah pemandangan
Datanglah ke pantai menjelang hari sore
Kalau coba-coba mencari keberuntungan
Mampir  saja  ditoko Liong Joe agen lotere

20.   Pernahkah tuan menonton tarian kabaret
Tubuh berputar begoyang tumit berjinjit
Tukang jam dan tukang potret berderet
Tukang cukur disebut orang tukang rujit

21.   Nasib orang kalasan tentulah kasihan
Kepala licin berkilat rambut pun jarang
Toko Kian Tek menjual aneka kebutuhan
Semacam toserba pada zaman sekarang

22.   Menara suar Lengkuas menjulang tinggi
Kapal lewat cahaya suar jadi pengingat
Restoran serta warung kopi menyelingi
Aroma bawang putih terasa menyengat

23.   Dewasa ini menjadi penguasa berebutan
Segala macam masalah berlatar politik
Toko Nam Thai penjual berbagai obatan
Penduduk  menyebutkan sebagai apotik

24.   Bila ke negeri Tiongkok tuan berekreasi
Janganlah lupa kunjungi kota Shanghai
Dua pabrik alas kaki disana berproduksi
Disebutka n pabril seaptu sirat dan cuhai

25.   Kebiasaan air yang  dalam tiadalah beriak
Peribahasa bagi orang berilmu diandaikan
Pabrik sepatu cuhai membuat juga bakiak
Tentu secara tradisional semua dikerjakan

26.   Kebiasaan dikampung orang bertolak bala
Supaya musibah tidak datang berulang kali
Sebuah pabrik roti didaerah ini berdiri pula
Konon dari Bogor didatangkan tenaga akhli

27.   Menari massal ramai berpasang-pasang
Semua penari indah bersolek berdandan
Dikenal luas sebagai pabrik roti Kim Sang
Roti melayani kaum elite Tanjung Pandan

28.   Di daerah Belitung terasi disebut belacan
Diperbuat dari udang kecil sebagai bahan
Menyimpang kebarat Jalan Bengkel Acan
Bengkel besi melayani aneka kebutuhan            

29.   Aduhai menarik paras putri nan cantik
Dagu diumpamakan lebah bergantung
Berdiri arah diseberang depot logistik
Gudang beras rakyat seluruh Belitung  

30.   Bagaikan keris apik didalam warongko
Keris pusaka tersimpan amat sempurna
Aksara kanji dipasang didepan setiap toko
Bahasa Mandarin terdengar dimana-mana         

31.   Kalaulah makan berlalap kacang botor
Amatlah enak ditambah ketumbar ulam
Organisasi Chung Hua disana berkantor
Gedung kokoh berarsitektur masa silam

32.   Pada saat bulan terbit bulat sempurna
Maka dinamakanlah dia bulan purnama
Itu situasi tempo doeloe Kampoeng Tjina
Sekarang ini Jalan Depati Endek bernama

33.   Bertubuh kuat tegap hewan banteng
Jarang ada ada yang berbulu belang
Berbelok arah kebarat Jalan Kelenteng
Dengan Jalan Siburik kawasan bersilang

34.   Sawah terhampar bersusun berpetak
Amat indah dipandang di cerah udara
Sebuah kelenteng tua disana terletak
Kala hari Imlek menjadi pusat upacara

35.   Pemetik teh cantik memakai caping
Bekerja tekun tiada sempat bercanda
Dahulu sekolah Tionghoa ada disamping
Pada Perang Dunia Kedua porak peranda

36.   Bekendara pedati kedesa memunpang
Tentu lebih enak daripada berjalan kaki
Konon jadi sasaran bom tentera Jepang
Dikala itu pulau Belitung mereka diduki

37.   Burung penguin hidup di Kutub Selatan
Berjalan beramai bagai bergandengan
Banyak warung kopi letak berderetan
Tempat kelakar damai antar golongan

38.   Burung pipit terbang di persawahan
Tempat paling mudah mencari makan
Terletak berjajar dua buah pelabuhan
Dengan nama bum penduduk namakan

39.   Bunung bangau tinggi semampai
Berdiri di pematang gunung berlatar
Bum kompeni  beserta bum maskapai
Kegiatan ekonomi disana ikut berputar

40.   Burung perling berkawan mengelana
Musim bertukar kelompok berkisar
Berbagai agen pelayaran letak disana
Agen kapal KA-PE-EM dahulu terbesar

41.   Kisah dibawah sinar bulan purnama
Burung pungguk meratap tiada bosan
Billiton Veer sang agen empunya nama
Naik kapal ke Betawi disana berurusan

42.   Gerangan burung apa indah berkesan
Bila tak salah tentulah burung kasuari
Jalan Pontianak dan Bawean berterusan
Sekolah Tionghoa Kin Sin disana berdiri

43.   Bahagia kodrat burung dapat terbang
Terbang diangkasa menjelajah awang
Berbelok ke timur Jalan Batu Palembang
Kawasan tempat bermukim Suku Sawang

44.   Ramai-ramai kelaut memancing ikan
Naik perahu angin sepoi mendampingi
Tempat acara Mung Jong sering dilakukan
Acara adat setiap tahun ramai dikunjungi

45.   Dikala tuan berpiknik diakhir pekan
Ke Tanjung Kelayang tentu mengarah
Jalan Pantai belakang hari dinamakan
Dengan Jalan Merdeka terletak searah

46.   Saputangan fantasi berpucuk empat
Buat penghapus genangan air mata
Di ujung jalan sebuah dok kapal terdapat
Di bawah Bukit Tangsi dulu bengteng kota

47.   Dara hitam manis dipandang tak jemu
Mata bersinar bagaikan bintang kejora
Lurus ke utara Sungai Cerucuk bertemu
Kawasan Pasar Ikan dimuara terletak

48.   Manakala asmara tumbuh mengakar
Dua hati anak manusia saling bertaut
Tangkapan ikan segar ramai dibongkar
Dari perahu nelayan sepulang melaut

49.   Bagaikan sampan ditambat bertali
Kalau cinta tertambat kemana lari
Transaksi tawar menawar ramai sekali
Terlebih sibuk lagi pada saat sore hari

50.   Bila cinta ditolak janganlah merana
Cinta buta adalah peribahasa lama
Agen minyak Belitung terletak disana
Kim Tjoan Goan agen empunya nama

51.   Kembang kenanga kembang cempaka
Kembang seroja pada sanggul dihiaskan
Dari Jalan Pantai kearah Jalan Merdeka
Jalan Penghulu lintang menghubungkan

52.   Wahai pemimpin jangan suka tebar aksi
Tentu sangat tidak elok dipandang mata
Sebuah pangkalan oto bis disana berlokasi
Armada bis Tjan A Tjoe melayani antar kota

53.   Tampillah tuan dengan rasa percaya diri
Jangan sampai tuan diombang-ambingkan
Daerah padat perumahan kontrakan berdiri
Wilayah Pintu Sepuluh penduduk sebutkan

54.   Jadilah pemimpin pejabat profesional
Perbuatan nepotisme agar dihindarkan
Kedai Pak A Po dijalan ini paling terkenal
Berbagai  kebutuhan  disana didagangkan

55.   Simpanlah tuan air didalam gentong
Karena sungai sudah kering kerontang
Mulai dari sarapan pagi sampai kelontong
Tidak membawa uang boleh menghutang

56.   Musim kemarau tiba berpekan-pekan
Tiba hujan sehari kekeringan terhapusi
Dengan tulisan kanji hutang dibukukan
Setiap habis bulan hutang harus dilunasi

57.   Tatkala nakhoda mengganti pakaian
Petanda sebuah kapal akan berlayar
Tidak pernah terjadi suatu pertikaian
Apalagi hasrat hati untuk tak membayar

58.   Pelaut jaya mengarungi samudra raya
Badai dan gelombang menjadi mainan
Hutang piutang dilakukan saling percaya
Sikap dan hati jujur tentulah jadi jaminan

59.   Mengarungi lautan siang serta malam
Pulang kampung pun tentulah jarang
Demikian perangai manusia dimasa silam
Entahlah perangai manusia masa sekarang

60.   Kala mendengar suara gendang bertalu
Marilah tuan datang menari bergabung
Maaf pantun Minerva hingga disini dulu
Diwaktu mendatang pastilah bersambung


Bogor, 01 September  2011

No comments:

Post a Comment