Saturday, August 18, 2012

          
            BAGIAN KE LIMAPULUH SEMBILAN
                                    TIKUS


1.       Wahai sekalian sahabat selamat sejahtera
TIKUS judul pantun kita pada sekarang ini
Perihal hewan satu ini kita akan berceritera
Hewan pengganggu sejak  dahulu hingga kini

2.       Bagai kucing dan tikus ungkapan peribahasa
Dua hewan saling berseteru sejak dulu kala
Didepan tikus hewan kucing sangat perkasa
Kuku tajam menyengkeram  seperti drakula

3.       Mengapa kucing dan tikus jadi bermusuhan
Dendam kesumat kucing tak berkesudahan
Konon zaman dahulu mereka hewan pilihan
Bersahabat baik bersama mengemban pesan

4.       Sebuah legenda negeri China mengisahkan
Saat hitungan putaran tahun akan diadakan
Duabelas bulan dalam setahun ditetapkan
Oleh raja penguasa rencana diperlombakan

5.       Konon lomba diadakan di kalangan hewan
Semua hewan seisi nageri boleh turut serta
Dulu kucing dan tikus dua sahabat sekawan
Mari kita turut lomba sang kucing berkata

6.       Tikus ingin menolak tentu tak punya alasan
Tapi di hati tikus terpikir akan dapat saingan
Kucing dikenal hidup suka bermalas-malasan
Sepanjang hari selalu tiduran tanpa halangan

7.       Lomba menyeberangi sungai didepan istana
Barang siapa lebih dulu tiba jadi pemenang
Semua peserta tentulah memasang rencana
Dapat peluang berlomba disambut senang

8.       Manakala hari pelombaan sudahlah tiba
Kucing tertidur pulas badan direbahkan
Tikus segera berangkat mengikuti lomba
Olehnya kucing sengaja tak dibangunkan

9.       Di pundak kerbau sang tikus menumpang
Mereka berdua bersamaan menyeberang
Bagi tikus menyeberang menjadi gampang
Tetapi bagi kerbau dihati merasa berang

10.   Kerbau menjadi kontestan pertama tiba
Tapi tikus mendahului cepat melompat
Jadi  dia keluar sebagai pemenang lomba           
Bak kata istilah siapa dulu dia yang dapat

11.   Kerbau jadi nomor dua apa hendak dikata
Tetapi kerbau nan santun tidak sakit hati
Berang dipendam walaupun menuai derita
Jadilah kerbau hewan bijak dan dihormati

12.   Sepuluh hewan lain menyusul tiba pula
Macan, kelinci, naga, ular, kemudian kuda
Kambing, kera, ayam, anjing  tiba menyela
Paling bontot babi konon hewan termuda

13.   Duabelas jenis hewan semua dapat hitungan
Kemudian menjadi simbol dalam zodiak China
Dinamakan shio dalam ramalan perbintangan
Demikian legenda diturunkan dari masa kuna

14.   Akan halnya kucing sakit hati tidak kepalang
Terhadap tikus sengaja tidak membangunkan
Kucing menilai tikus saebagai binatang jalang
Sepanjang masa perseteruan tidak terelakkan

15.   Kucing dan tikus jadilah sahabat pecah kongsi
Mulut mengatakan sahabat tapi mengkhianati
Murkanya kucing bangsa tikus hendak dihabisi
Dendam sepanjang hayat berlaku sampai mati

16.   Hewan tikus berkembang biak tak terkendali
Hidup dimana saja pandai menyesuaikan diri
Hebatnya di gedung bertingkat tak terkecuali
Bikin repot makhluk lain tentu tak terhindari

17.   Ada berbagai jenis tikus hidup beradaptasi
Tikus rumah, tikus got beserta tikus sawah
Ada pula sejenis tikus sering memakai dasi
Dapat fasilitas cukup berkehidupan mewah

18.   Tikus rumah beroperasi mencuri makanan
Tikus sawah tentulah keliaran mencuri padi
Tikus got hidup kelana tidak punya peranan
Mecari makan kesana kemari apa pun jadi

19.   Hewan tikus amat terkenal sebagai pencuri
Semua kalangan berniat hendak membasmi
Bermacam cara dilakukan terus setiap hari
Agar tikus bisa enyah dari permukaan bumi

20.   Kehadiran tikus dirasa sungguh mengganggu
Apalagi wabah penyakit yang sering bibawa
Komisi pemberantasan tikus selalu ditunggu
Kepadanya jangan diberi peluang istimewa

21.   Tikus ada yang bertubuh kecil ada pula besar
Kepada yang kecil kucing berani menyambar
Untuk yang besar terkadang bisa salah sasar
Walaupun niat menyambar sudah diumbar

22.   Jenis tikus putih konon jadi bahan komoditi
Guna makanan reptil orang perjual belikan
Reptil jenis piaraan budidaya sudahlah pasti
Hanya kaum berduit gendut bisa melakukan

23.   Di sebahagian daerah tikus disebut mencit
Paling banyak hidup di kawasan perkotaan
Tikus sejenis ini terkadang perutnya buncit
Piawai memutar balikkan segala perkataan

24.   Aneh juga apabila tikus bisa berucap kata
Jenis tikus necis memakai dasi itulah dia
Kadangkala jenis tikus ini pakai kacamata
Kalau diminta sampaikan pidato siap sedia

25.   Poligami mengandung makna banyak istri
Politikus dapat dipelesetkan banyak tikus
Tikus-tikus ini selalu tampil percaya diri
Walau kadang kali ketahuan hidup rakus

26.   Piawai berpolitik dan memasang strategi
Kadang berpenampilan bijak dan santun
Diikuti oleh media kemana saja dia pergi
Tanya jawab bagai orang berbalas pantun

27.   Namanya politik adakalanya dua bermuka
Ke kanan ke kiri hasrat ingin mencari muka
Sikap politik macam begini mudah diterka
Ironisnya dikala pemilu banyak orang suka

28.   Omongan silat lidah alasannya  mengkritisi
Walaupun konon kontrak politik disepakati
Itu merupakan kelihaian dari kaum politisi
Lain ungkapan di mulut tapi lain pula di hati

29.   Tidak jadi soal  menggunting dalam lipatan
Tidak jadi masalah menohok teman seiring
Dalam situasi kesempitan cari kesempatan
Agar perhatian orang banyak dapat dijaring

30.   Menikam dari belakang cuma kata kiasan
Tapi sungguh kiasan yang jauh bermakna
Dalam kiasan ini terkandung suatu pesan
Di dunia politik apapun dapat terlaksana

31.   Ada parpol berkoalisi dan ada pula oposisi
Sama menjadikan politik sebagai panglima        
Manakala selisih paham sulit dapat diatasi
Maka jadilah kontrak politik kenangan lama

32.   Kisah kucing dan tikus kita dijadikan ibarat
Persahabatan pecah akibat tikus berkhianat
Ingin berbaik kembali tentulah di hati berat
Bikin kesepakatan baru sudah tak berminat

33.   MONAS singkatan dari Monumen Nasional
Menjulang nan megah di pusat kota Jakarta
Ke seluruh manca negara sangatlah dikenal
Keindahan bangunan sulit di ucapkan kata

34.   Sesekali boleh tuan coba menikmati nanas
Nanas air madu aromanya sungguh harum
Kalau awak bersalah gantung saja di monas
Bila mungkin ceburkan saja di Kali Citarum

35.   Maaf tuan ungkapan itu olok-olok belaka
Hanyalah selingan sesekali kita bercanda
Dalam alam demokrasi semuanya terbuka
Semogalah saja di negara adil kita berada

36.   Ungkap politisi negara kita negara hukum
Nyatanya politik mengatur di balik pintu
Kata bersayap sehari-hari bisa dirangkum
Kala politik berperan hukum jadilah buntu

37.   Era orla para pemimpin pidato berapi-api
Era orba omong kosong melulu sehari-hari
Era reformasi omong bohong bertubi-tubi
Syukur kalau tak terbetik pikiran mencuri           

38.   Marilah kepada cerita tikus kembali kita
Dari sawah turun ke got terus ke ibukota
Naik gedung bertingkat dengan sukacita
Disana sang tikus berguru berkata dusta

39.   Predikat wakil rakyat konon disandang
Namun wakil parpol menonjol kemuka
Di gedung bertingkat mereka bersidang
Berhari bermalam waktu tak berjangka

40.   Gedung bertingkat parleman bernama
Oleh parpol kursi empuk diperebutkan
Kepentingan fulus tentu tujuan utama
Nasib rakyat diwakili jadilah dilupakan

41.   Sidang paripurna selalu berlarut-larut
Waktu molor menjadi suatu kebiasaan
Kadang sidang berlangsung carut-marut
Bejibun intrupsi lampiaskan perasaan

42.   Tidak ada kawan maupun lawan abadi
Itu lagu pepatah gombal kaum politisi
Politik dagang sapi kadangkala terjadi
Dalam bahasa keren disebut negosiasi

43.   Dalam istilah politik disebut juga lobi-lobi
Juga nama buah masam tidak ketolongan
Lobi di dunia perhotelan berarti serambi
Lobi-lobi padat muslihat dan kebohongan

44.   Tikus pohon di pokok bakau berdomisili
Tak jarang pula berkeliaran di pelabuhan
Teman satu profesi disini banyak sekali
Operasi bersama dalam mengatur lahan

45.   Tikus pasar jenis apakah pula gerangan
Di kegelapan malam mengincar barang
Berekor panjang badan sebesar lengan
Cepat melarikan diri jika lampu terang

46.   Beragam jenis tikus telah kita ceritakan
Jenis tikus berdasi tentulah paling pintar
Berbagai hal selalu  mereka perdebatkan
Mengatur muslihat politik otak berputar

47.   Membuat undang-undang kuasa mereka
Juga mengatur anggaran belanja negara
Kontrol kinerja penerintah apabila suka
Leluasa berbicara untuk mengubar citra

48.   Hewan tikus paling suka jalan keluyuran
Padahal setiap waktu bahaya mengintai
Tikus sawah biasa dilahap ular kelaparan
Tikus rumah dilahap kucing saat bersantai

49.   Tikus berdasi suka keluar negeri pelesiran
Pergi studi banding selalu menjadi alasan
Tak jarang tempat belanja menjadi sasaran
Hasil studi banding jadi hilang kebablasan

50.   Kepada orang ingin meraih sesuatu jabatan
Fit and proper test konon mereka lakukan
Uji kepantasan, kelayakan serta kepatutan
Hasilnya belakang hari dapat dirundingkan

51.   Tersiar khabar akan dibangun gedung baru
Mewahnya aduhai sangatlah menggiurkan
Apakah pendengaran kuping ini tak keliru
Konon kursi meja dari Jerman didatangkan

52.   Banggar makhluk jenis apakah gerangan
Apakah dia jenis tikus pandai berhitung
Tugas dipikulnya pasti tiada pula ringan
Kepada dia nasib duit negara bergantung

53.   Ada zaman silam disebutkan sebagai orla
Ada zaman menamakan diri sebagai orba
Berlanjut zaman reformasi menyusul pula
Hanya zaman aman makmur belumlah tiba

54.   Pada zaman reformasi bebas buka suara
Parpol tumbuh subur bagai pohon cabai
Berebutan ingin mengurus uang negara
Tetapi nasib rakyat kecil tetaplah terabai

55.   Jelang pemilu pasang janji semanis madu
Setelah terpilih bagai kacang terlupa kulit
Duduk di kursi empuk kadang lelap beradu
Apalagi ditopang perlengkapan serba elit

56.   Pulau Tikus tergolek di Kepulauan Seribu
Marilah tuan kesana kita bersama wisata
Manakala bersidang keputusan abu-abu
Akibat lobi-lobi banyaklah waktu tersita

57.   Tersebutlah Parit Tikus di Pulau Belitung
Disana pada masa silam timah ditambang
Kadang persoalan tak tuntas menggantung
Keputusan diambil bimbang mengambang

58.    Film kartun Tom and Yerry serial animasi
Tentang kucing dan tikus lucu diceritakan
Kadang dikisahkan dalam bermacam versi
Tontonan klasik tidak pula membosankan

59.   Film kartun Mickey Mouse digemari pula
Masih tentang si tikus lucu film bercerita
Bagi anak-anak tentu jadi tontonan idola
Gembira nian melihat sang tikus berpesta                         

60.   Maaf tak sadar pantun TIKUS kepanjangan
Cukup sampai disini dahulu pantun diakhiri
Untuk para sahabat kami lambaikan tangan
Semoga jumpa lagi kami mohon undur diri

Bogor, 07 April 2012

No comments:

Post a Comment