BAGIAN KE LIMAPULUH SEMBILAN
TIKUS
1. Wahai sekalian sahabat selamat sejahtera
TIKUS judul pantun kita pada
sekarang ini
Perihal hewan satu ini kita akan
berceritera
Hewan pengganggu sejak dahulu hingga kini
2. Bagai kucing dan tikus ungkapan peribahasa
Dua hewan saling berseteru sejak
dulu kala
Didepan tikus hewan kucing sangat
perkasa
Kuku tajam menyengkeram seperti drakula
3. Mengapa kucing dan tikus jadi bermusuhan
Dendam kesumat kucing tak
berkesudahan
Konon zaman dahulu mereka hewan
pilihan
Bersahabat baik bersama mengemban
pesan
4. Sebuah legenda negeri China mengisahkan
Saat hitungan putaran tahun akan
diadakan
Duabelas bulan dalam setahun
ditetapkan
Oleh raja penguasa rencana
diperlombakan
5. Konon lomba diadakan di kalangan hewan
Semua hewan seisi nageri boleh
turut serta
Dulu kucing dan tikus dua sahabat
sekawan
Mari kita turut lomba sang kucing
berkata
6. Tikus ingin menolak tentu tak punya alasan
Tapi di hati tikus terpikir akan
dapat saingan
Kucing dikenal hidup suka
bermalas-malasan
Sepanjang hari selalu tiduran tanpa
halangan
7. Lomba menyeberangi sungai didepan istana
Barang siapa lebih dulu tiba jadi
pemenang
Semua peserta tentulah memasang
rencana
Dapat peluang berlomba disambut
senang
8. Manakala hari pelombaan sudahlah tiba
Kucing tertidur pulas badan
direbahkan
Tikus segera berangkat mengikuti
lomba
Olehnya kucing sengaja tak
dibangunkan
9. Di pundak kerbau sang tikus menumpang
Mereka berdua bersamaan
menyeberang
Bagi tikus menyeberang menjadi
gampang
Tetapi bagi kerbau dihati merasa
berang
10. Kerbau menjadi kontestan pertama tiba
Tapi tikus
mendahului cepat melompat
Jadi dia keluar sebagai pemenang lomba
Bak kata istilah
siapa dulu dia yang dapat
11. Kerbau jadi nomor dua apa hendak dikata
Tetapi kerbau
nan santun tidak sakit hati
Berang dipendam
walaupun menuai derita
Jadilah
kerbau hewan bijak dan dihormati
12.
Sepuluh
hewan lain menyusul tiba pula
Macan,
kelinci, naga, ular, kemudian kuda
Kambing,
kera, ayam, anjing tiba menyela
Paling
bontot babi konon hewan termuda
13.
Duabelas
jenis hewan semua dapat hitungan
Kemudian
menjadi simbol dalam zodiak China
Dinamakan
shio dalam ramalan perbintangan
Demikian
legenda diturunkan dari masa kuna
14.
Akan
halnya kucing sakit hati tidak kepalang
Terhadap
tikus sengaja tidak membangunkan
Kucing
menilai tikus saebagai binatang jalang
Sepanjang
masa perseteruan tidak terelakkan
15.
Kucing
dan tikus jadilah sahabat pecah kongsi
Mulut
mengatakan sahabat tapi mengkhianati
Murkanya
kucing bangsa tikus hendak dihabisi
Dendam
sepanjang hayat berlaku sampai mati
16.
Hewan
tikus berkembang biak tak terkendali
Hidup
dimana saja pandai menyesuaikan diri
Hebatnya
di gedung bertingkat tak terkecuali
Bikin
repot makhluk lain tentu tak terhindari
17.
Ada berbagai
jenis tikus hidup beradaptasi
Tikus
rumah, tikus got beserta tikus sawah
Ada
pula sejenis tikus sering memakai dasi
Dapat
fasilitas cukup berkehidupan mewah
18.
Tikus
rumah beroperasi mencuri makanan
Tikus
sawah tentulah keliaran mencuri padi
Tikus
got hidup kelana tidak punya peranan
Mecari
makan kesana kemari apa pun jadi
19.
Hewan
tikus amat terkenal sebagai pencuri
Semua
kalangan berniat hendak membasmi
Bermacam
cara dilakukan terus setiap hari
Agar
tikus bisa enyah dari permukaan bumi
20.
Kehadiran
tikus dirasa sungguh mengganggu
Apalagi
wabah penyakit yang sering bibawa
Komisi
pemberantasan tikus selalu ditunggu
Kepadanya
jangan diberi peluang istimewa
21.
Tikus
ada yang bertubuh kecil ada pula besar
Kepada
yang kecil kucing berani menyambar
Untuk
yang besar terkadang bisa salah sasar
Walaupun
niat menyambar sudah diumbar
22.
Jenis
tikus putih konon jadi bahan komoditi
Guna
makanan reptil orang perjual belikan
Reptil
jenis piaraan budidaya sudahlah pasti
Hanya
kaum berduit gendut bisa melakukan
23.
Di
sebahagian daerah tikus disebut mencit
Paling
banyak hidup di kawasan perkotaan
Tikus
sejenis ini terkadang perutnya buncit
Piawai
memutar balikkan segala perkataan
24.
Aneh
juga apabila tikus bisa berucap kata
Jenis
tikus necis memakai dasi itulah dia
Kadangkala
jenis tikus ini pakai kacamata
Kalau
diminta sampaikan pidato siap sedia
25.
Poligami
mengandung makna banyak istri
Politikus
dapat dipelesetkan banyak tikus
Tikus-tikus
ini selalu tampil percaya diri
Walau
kadang kali ketahuan hidup rakus
26.
Piawai
berpolitik dan memasang strategi
Kadang
berpenampilan bijak dan santun
Diikuti
oleh media kemana saja dia pergi
Tanya
jawab bagai orang berbalas pantun
27.
Namanya
politik adakalanya dua bermuka
Ke
kanan ke kiri hasrat ingin mencari muka
Sikap
politik macam begini mudah diterka
Ironisnya
dikala pemilu banyak orang suka
28.
Omongan
silat lidah alasannya mengkritisi
Walaupun
konon kontrak politik disepakati
Itu
merupakan kelihaian dari kaum politisi
Lain
ungkapan di mulut tapi lain pula di hati
29.
Tidak
jadi soal menggunting dalam lipatan
Tidak
jadi masalah menohok teman seiring
Dalam
situasi kesempitan cari kesempatan
Agar
perhatian orang banyak dapat dijaring
30.
Menikam
dari belakang cuma kata kiasan
Tapi
sungguh kiasan yang jauh bermakna
Dalam
kiasan ini terkandung suatu pesan
Di
dunia politik apapun dapat terlaksana
31.
Ada parpol
berkoalisi dan ada pula oposisi
Sama menjadikan politik sebagai panglima
Manakala selisih paham sulit dapat diatasi
Maka
jadilah kontrak politik kenangan lama
32.
Kisah
kucing dan tikus kita dijadikan ibarat
Persahabatan
pecah akibat tikus berkhianat
Ingin
berbaik kembali tentulah di hati berat
Bikin
kesepakatan baru sudah tak berminat
33.
MONAS
singkatan dari Monumen Nasional
Menjulang
nan megah di pusat kota Jakarta
Ke
seluruh manca negara sangatlah dikenal
Keindahan
bangunan sulit di ucapkan kata
34.
Sesekali
boleh tuan coba menikmati nanas
Nanas
air madu aromanya sungguh harum
Kalau
awak bersalah gantung saja di monas
Bila
mungkin ceburkan saja di Kali Citarum
35.
Maaf
tuan ungkapan itu olok-olok belaka
Hanyalah
selingan sesekali kita bercanda
Dalam
alam demokrasi semuanya terbuka
Semogalah
saja di negara adil kita berada
36.
Ungkap
politisi negara kita negara hukum
Nyatanya
politik mengatur di balik pintu
Kata
bersayap sehari-hari bisa dirangkum
Kala
politik berperan hukum jadilah buntu
37.
Era
orla para pemimpin pidato berapi-api
Era
orba omong kosong melulu sehari-hari
Era
reformasi omong bohong bertubi-tubi
Syukur kalau tak terbetik pikiran mencuri
38.
Marilah
kepada cerita tikus kembali kita
Dari
sawah turun ke got terus ke ibukota
Naik
gedung bertingkat dengan sukacita
Disana
sang tikus berguru berkata dusta
39.
Predikat
wakil rakyat konon disandang
Namun
wakil parpol menonjol kemuka
Di
gedung bertingkat mereka bersidang
Berhari
bermalam waktu tak berjangka
40.
Gedung
bertingkat parleman bernama
Oleh
parpol kursi empuk diperebutkan
Kepentingan
fulus tentu tujuan utama
Nasib
rakyat diwakili jadilah dilupakan
41.
Sidang
paripurna selalu berlarut-larut
Waktu
molor menjadi suatu kebiasaan
Kadang
sidang berlangsung carut-marut
Bejibun
intrupsi lampiaskan perasaan
42.
Tidak
ada kawan maupun lawan abadi
Itu
lagu pepatah gombal kaum politisi
Politik
dagang sapi kadangkala terjadi
Dalam
bahasa keren disebut negosiasi
43.
Dalam
istilah politik disebut juga lobi-lobi
Juga
nama buah masam tidak ketolongan
Lobi
di dunia perhotelan berarti serambi
Lobi-lobi
padat muslihat dan kebohongan
44.
Tikus
pohon di pokok bakau berdomisili
Tak
jarang pula berkeliaran di pelabuhan
Teman
satu profesi disini banyak sekali
Operasi
bersama dalam mengatur lahan
45.
Tikus
pasar jenis apakah pula gerangan
Di
kegelapan malam mengincar barang
Berekor
panjang badan sebesar lengan
Cepat
melarikan diri jika lampu terang
46.
Beragam
jenis tikus telah kita ceritakan
Jenis
tikus berdasi tentulah paling pintar
Berbagai
hal selalu mereka perdebatkan
Mengatur
muslihat politik otak berputar
47.
Membuat
undang-undang kuasa mereka
Juga
mengatur anggaran belanja negara
Kontrol
kinerja penerintah apabila suka
Leluasa
berbicara untuk mengubar citra
48.
Hewan
tikus paling suka jalan keluyuran
Padahal
setiap waktu bahaya mengintai
Tikus
sawah biasa dilahap ular kelaparan
Tikus
rumah dilahap kucing saat bersantai
49.
Tikus
berdasi suka keluar negeri pelesiran
Pergi
studi banding selalu menjadi alasan
Tak
jarang tempat belanja menjadi sasaran
Hasil
studi banding jadi hilang kebablasan
50.
Kepada
orang ingin meraih sesuatu jabatan
Fit
and proper test konon mereka lakukan
Uji
kepantasan, kelayakan serta kepatutan
Hasilnya
belakang hari dapat dirundingkan
51.
Tersiar
khabar akan dibangun gedung baru
Mewahnya
aduhai sangatlah menggiurkan
Apakah
pendengaran kuping ini tak keliru
Konon
kursi meja dari Jerman didatangkan
52.
Banggar
makhluk jenis apakah gerangan
Apakah
dia jenis tikus pandai berhitung
Tugas
dipikulnya pasti tiada pula ringan
Kepada
dia nasib duit negara bergantung
53.
Ada
zaman silam disebutkan sebagai orla
Ada
zaman menamakan diri sebagai orba
Berlanjut
zaman reformasi menyusul pula
Hanya
zaman aman makmur belumlah tiba
54.
Pada
zaman reformasi bebas buka suara
Parpol
tumbuh subur bagai pohon cabai
Berebutan
ingin mengurus uang negara
Tetapi
nasib rakyat kecil tetaplah terabai
55.
Jelang
pemilu pasang janji semanis madu
Setelah
terpilih bagai kacang terlupa kulit
Duduk
di kursi empuk kadang lelap beradu
Apalagi
ditopang perlengkapan serba elit
56.
Pulau
Tikus tergolek di Kepulauan Seribu
Marilah
tuan kesana kita bersama wisata
Manakala
bersidang keputusan abu-abu
Akibat
lobi-lobi banyaklah waktu tersita
57.
Tersebutlah
Parit Tikus di Pulau Belitung
Disana
pada masa silam timah ditambang
Kadang
persoalan tak tuntas menggantung
Keputusan
diambil bimbang mengambang
58.
Film kartun Tom and Yerry serial animasi
Tentang
kucing dan tikus lucu diceritakan
Kadang
dikisahkan dalam bermacam versi
Tontonan
klasik tidak pula membosankan
59.
Film kartun
Mickey Mouse digemari pula
Masih
tentang si tikus lucu film bercerita
Bagi
anak-anak tentu jadi tontonan idola
Gembira nian melihat sang tikus berpesta
60.
Maaf tak
sadar pantun TIKUS kepanjangan
Cukup
sampai disini dahulu pantun diakhiri
Untuk
para sahabat kami lambaikan tangan
Semoga
jumpa lagi kami mohon undur diri
Bogor,
07 April 2012
No comments:
Post a Comment