Tuesday, August 7, 2012

BAGIAN KETIGAPULUHDELAPAN MEMBARI’AN (6)


1.       Alhamdulillah pantun kita lanjutkan
Semoga rahmat Allah berserta kita
Tentang membari’an kita teruskan
Perihal Belitung masih kita bercerita

2.       Ke Pulau Seliu dari Tanjung Kiras
Secepatnya berangkat kita begegas
Cakraningrat lima depati yang keras
Segala jenis kesalahan ditindak tegas

3.       Kepalang mandi biarkanlah basah
Mandi dari dalam bak penuh berisi
Pejabat kalangan atas menjadi resah
Sang depati dirasakan bertangan besi

4.       Melayarkan perahu ke Pulau Bintan
Dari Pulau Bintan ke pulau Natuna
Dikalangan rakyat ada yang keberatan
Peraturan keras haruslah terlaksana

5.       Pelanduk nakal dikurung disekap
Masuk kurungan bagai dipasung
Ngabehi Belantu menentukan sikap
Ke Palembang berhubungan langsung

6.       Cinta kasih ditegakkan setulus hati
Walau menderita sepanjang hayat
Ki Agus Usman adinda lelaki depati
Amatlah terkenal dikalangan rakyat

7.       Air dari atap tercurah ke pelimbahan
Begitu bunyi pepatah kata bertautan
Tempat rakyat menyampaikan keluhan
Segala yang dirasakan sebagai keberatan

8.       Gedung perhelatan dihiasi pajangan
Pajangan berhias bermacam kembang
Antara kakak beradik terjadi ketegangan
Berita terdengar oleh Sultan Palembang

9.       Riuh rendah bunyi tetabuhan rebana
Diselingi bunyian tetabuhan gendang
Sultan Palembang menyikapi bijaksana
Ke Palembang sang depati diundang

10.   Siang dan malam datang berganti
Waktu berlalu membawa kenangan
Utusan datang menjemput depati
Depati patuh memenuhi undangan

11.   Semua orang berjaga takut kemalingan
Pintu dan jendela senantiasa dipalang
Berangkat depati bersama rombongan
Sampai disana tak diperkenankan pulang

12.   Bunga ditaman tumbuh berkembang
Bunga mawar mekar merah berwarna
Tinggallah depati menghuni Palembang
Sampai berakhir hayat menetap disana

13.   Berdiskusi serius ditengah majelis
Bertukar pikiran bukan berbantah
Tujuhbelas limalima catatan tertulis
Limabelas tahun beliau memerintah

14.   Pulang kekampung istirahat cuti
Setiap pagi bangun olahraga senam
Ki Agus Usman diangkat jadi depati
Depati bergelar Cakraningrat enam

15.   Pergi ke Manggar mampir di Buding
Perjalanan diteruskan bila tak ada aral
Mari lihat Batavia sebagai pembanding
Jacob Mossel menjadi gubernur jenderal

16.   Adu keterampilan diarena balapan
Balapan motor kelasnya bertingkat
Mossel pejabat keduapuluh delapan
Tahun tujuhbelas limapuluh diangkat

17.   Berlaga diarena pembalap kenamaan
Mengikuti perlombaan berbagai kelas
Berawal pada saat nyaris bersamaan
Pada pertengahan abad delapanbelas

18.   Kalau tuan ingin banyak kenalan
Lewat korespondensi cari perhatian
Satu setengah abad waktu berjalan
Depati terjadi enam kali pergantian

19.   Gangan ikan tenggiri wangi aroma
Mengundang selera untuk dinikmati
Di Batavia pada kurun waktu sama
Duapuluhdelapan kali pejabat diganti

20.   Pohon sahang petani perkebunkan
Tumbuh merambat subur memucuk
Pusat pemerintahan depati pindahkan
Dari Balok Baru ke kawasan Cerucuk

21.   Penari gemulai remaja keratonan
Sebelum menari diberi pengarahan
Depati giat melakukan pembangunan
Muara sungai dijadikan kota pelabuhan

22.   Pohon beringin berbatang rimbun
Mahluk menumpang banyak sekali
Tepian sungai dipagar serta ditimbun
Kayu dipagarkan dan tanahpun digali

23.   Pedagang keliling barang dijajakan
Menawarkan dari rumah kerumah
Tanah digali pasir aneh ditemukan
Oleh para pekerja pasir diduga timah   

24.   Meloncat seekor kucing keatas papan
Tikus berkeliaran menarik perhatian
Berita tersebar menjadi percakapan
Belanda turun melakukan penelitian

25.   Ayah dan bunda suami disebut mertua
Suami dan istri anak disebut menantu
Ingatan balik kezaman Cakraningrat dua
Konon Belanda pernah mencium sesuatu

26.   Apel dan mangga manis jenis manalagi
Pada saat musimnya tuan dapat membeli
Sekarang aroma wewangian tercium lagi
Rasa ingin mengetahui begelora kembali

27.   Singa berjambang binatang pemakan
Mengendap mengintai binatang rusa
Penelitian gagal timah tidak ditemukan
Akan tetapi mereka tidak berputus asa

28.   Wahai sahabat tatakrama perhatikan
Berlaku santun kehormatan didapat
Konon pasir timah sengaja dikopongkan
Oleh kekuatan gaib para dukun setempat

29.   Para sesepuh hendaknya dihormati
Segala petuah patutlah didengarkan
Adanya pasir timah kini sudahlah pasti
Kepada depati para dukun beritahukan

30.   Janganlah mencoba kemelut disulut
Jika kemelut berkembang sulit berhenti
Para pekerja bersepakat menutup mulut
Sesuatu yang diketahui tersimpan dihati

31.   Menjalankan pedati kuda dikendalikan
Susah dikendalikan jika kudanya binal
Secara rahasia penggalian timah dilakukan
Pekerjaan dilaksanakan secara tradisional

32.   Pemimpin bijaksana tentulah disanjung
Pemimpin zalim pastilah ramai diserang
Timah dikirimkan ke Tanah Semenanjung
Disana cara peleburan sudah dikenal orang

33.   Sampaikan nasehat sumbang saran
Perbaikan kebijakan tentu berdampak
Pengiriman dilakukan melalui pelayaran
Namun dilaut sering diganggu perompak

34.   Naik kereta api dari Karawang ke Bekasi
Kereta api berhenti di stasiun Cikarang
Depati turun berlayar memeriksa situasi
Namun dipelayaran perahunya diserang

35.   Belalah kayu bakar memakai kampak
Setelah dibelah susun dibawah dapur
Perahu diserang oleh pasukan perompak
Depati langsung  terlibat ikut bertermpur

36.   Mengirim parsel keranjang digunakan
Menganyam keranjang dari rotan diraut
Depati gugur jenazah tidak ditemukan
Disebutlah beliau Depati Hilang Dilaut

37.   Sangatlah kejam kehidupan di ibukota
Konon kejamnya ibu tiri bisa terkalahkan
Tigapuluh tahun lama depati memerintah
Ki Agus Hatam sang putra menggantikan

38.   Dikawasan Bogor hujan turun abadi
Hampir sepanjang tahun tercurah jujuh
Tujuhbelas delapanlima tahun terjadi
Depati diberi gelar Cakraningrat tujuh

39.   Nyaris setiap hari hujan terus menerus
Kekawasan kota Jakarta air dialirkan
Penggalian pasir timah dilakukan terus
Dari Semenanjung ahli didatangkan      

40.   Melancong beramai ke Pulau Bali
Mengajak keluarga berseta teman
Pekerja Tionghoa nenjadi tenaga ahli
Di Semenjung sudah berpengalaman    

41.   Permadani bermutu buatan Persia
Elok dihamparkan diruang beranda
Semula tetap dilakukan secara rahasia
Akhirnya diketahui kolonialis Belanda

42.   Menjual minyak memakai takaran
Takaran tetap tidak boleh dirobah
Kolonialis tamak menjadi penasaran
Dasar perangai kolonialis bedebah

43.   Diangon kelompok binatang domba
Berleher panjang binatang jerapah
Kelompok penjajah datang berlomba
Khususnya berasal dari benua Eropah

44.   Perampok kambuhan mati terbaring
Tertangkap merampok ditikam keris
Dua bangsa kolonialis saling bersaing
Keduanya adalah Belanda dan Inggris

45.   Nasehat sesepuh jangan dilangkahi
Manakala berjanji wajiblah ditepati
Tanah Semenanjung Inggris pengaruhi
Pengiriman timah dihentikan depati

46.   Di Pasar Senen ramai orang berjualan
Pergi ketanah Betawi belajar pencak
Abad sembilanbelas sudah berjalan
Persaingan kolonialis kian memuncak

47.   Di Air Rendudong menumpang mandi
Sebelum mandi cuci kaki dan tangan
Tahun delapanbelas duabelas terjadi
Kolonialis Belanda mendapat tantangan

48.   Merpati terbang hinggap di menara
Kumbang terbang menyari kembang
Kolonialis Inggris mengerahkan tentara
Dari Semenanjung ketanah Palembang

49.   Bersandar dikorsi duduk berpikir
Menulis seharian sudahlah jenuh
Kolonialis Belanda lari menyingkir
Banyak diantaranya mati terbunuh

50.   Kalaulah tuan penyakit menyerang
Datangah ke dokter pergi berobat
Pulau Belitung selanjutnya diserang
Tetapi melakukan perlawanan hebat

51.   Selesai jadi pejabat disebut mantan
Berakhirnya tugas habislah peranan
Pihak Belanda belum punya kekuatan
Kekuasaan depati masih amat dominan

52.   Sejenis ikan pesut dolphin dinamakan
Disebut juga sebagai ikan lumba-lumba
Pasukan negeri Siak mereka pergunakan
Dengan tanah Belitung mereka adu domba

53.   Bernyanyi biduan dipanggung hiburan
Berbagai lagu nostalgia dinyanyikan
Depati turun tangan dalam pertempuran
Beliau gugur dengan amat mengesankan

54.   Sepasukan polisi menangkap penjudi
Penjudi lari bersembunyi dikebun getah
Delapanbelas limabelas peristiwa terjadi
Seusai tigapuluh tahun depati memerintah

55.   Badan bungkukkan kepala anggukkan
Berikan hormat untuk raja yang mulia
Keluarga depati dapat diselamatkan
Termasuk Ki Agus Rahad putra belia

56.   Nikmatilah rendang bersama ketupat
Pada hari lebaran orang bersukaria
Putra belia diselamatkan kesuatu tempat
Oleh pengikut depati yang tetap setia

57.   Ribuan korban pemerintah ungsikan
Korban bencana alam gunung meletus
Para pengikut sengaja mengamankan
Demi menjaga gererasi tidak terputus

58.   Istirahatlah tuan malam sudah dini
Setelah berkerja pagi hingga petang
Pantun dicukupkan dulu sampai disini
Kita lanjutkan pada waktu mendatang


Bogor, 14  Juni  2011

No comments:

Post a Comment