Friday, August 3, 2012

BAGIAN KETIGAPULUHSEMBILAN MUANG JONG (2) – Habis


1.       Tuan dan puan selamat bertemu kembali
Tabik serta salam sejahtera kami ucapkan
Melanjutkan pantun tentu senang sekali
Cerita  perihal muang jong kita lanjutkan

2.       Terbang burung merpati diatas awang
Bergerak bebas mengitari angkasa raya
Kita telah bercerita perihal suku Sawang
Muang jong padanya bagian dari budaya

3.       Burung layang-layang terbang melayang
Hinggap berkawan dipuncak perumahan
Mewarisi keyakinan budaya nenek moyang
Muang jong merupakan adat persembahan

4.       Dari pohon kepohon berpindah berkeliaran
Diatas rumah membuat sarang berhimpitan
Bagi penguasa laut dipersembahkan hantaran
Tanda terima kasih atas limpahan keberkatan

5.       Kepulauan Nusantara kaya akan rempah
Kawasan jadi incaran kolonialis Belanda
Waktu lalu keberkatan datang berlimpah
Waktu mendatang semoga berlipat ganda

6.       Dengan tipuan menjalin persahabatan
Belomba kaum kolonialis berdatangan
Terima kasih pula atas segala keselamatan
Mencari rezeki dilautan tiadalah rintangan

7.       N egara merdeka semua rakyat bersatu
Sungguh besar jasa para kaum pejuang
Muang jong istilah apakah gerangan itu
Muang secara harfiah berarti membuang

8.       Kulit buah kelapa sabut dan tempurung
Bersama isi serta air semua disatukan
Dalam upacara berarti sebagai melarung
Melarung kelaut bearti menghanyutkan

9.       Benua Australia baru belakangan dikenal
Hewan kanguru disana banyak ditemukan
Jong semacam miniatur perahu tradisional
Didalam jong sejumlah hantaran disiapkan

10.   Makanan rakyat miskin tempe dan tahu
Dari masa ke masa tiadalah perobahan
Muang jong  berarti melarungkan perahu
Untuk menghantar berbagai persembahan

11.   Banyak sekali mafaat dari tumbuhan zaitun
Dikawasan Timur Tengah bagian dari flora
Selain  jong disiapkan ancak dan tiang jitun
Agar rangkaian ritual lengkap terselenggara

12.   Di padang pasir hidup berkeliaran serigala
Kafilah lewat biasanya membawa senjata
Bagaimanakah rangkaian adat awal bermula
Marilah kita simak kisah yang empunya cerita

13.   Serigala buas sering mengintai keledai
Mengejar kawanan domba dan kambing
Alkisah sekawan nelayan diterjang badai
Perahu karam mereka terombang-ambing

14.   Hidup berkelana di gurun mencari makan
Dibawah terik matahari langkalah pohon
Terapung ditengah lautan bepekan-pekan
Kepada penguasa lautan mereka memohon

15.   Burung bangau hidup menghuni telaga
Bersama disana hidup pula burung belibis
Mohon atas keselamatan jiwa maupun raga
Apalah daya badan lemah tenaga pun habis

16.   Pemburu piawai berani memasuki rimba
Mencari buruan kesegala arah menjelajah
Dalam suasana berserah datanglah tiba-tiba
Sejenis ikan bertubuh besar bagaikan gajah

17.   Ciater tempat bewisata telaga air panas
Sambil berlibur marilah datang bersantai
Bertaring berbelalai tetapi tiadalah ganas
Nelayan didorong sampai kesuatu pantai

18.   Banyak tempat wisata di Bandung Utara
Kalau kesana bawalah keluarga beserta
Para nelayan terselamatkan tanpa cidera
Mereka mendarat dengan segala sukacita

19.   Kalau tuan suka bolehlah menyewa kuda
Keliling perbukitan disela kedinginan suhu
Disuatu pulau kecil ternyata pantai berada
Terdapat sebuah rumah dan sebuah perahu

20.   Kehijauan perkebunan luas terhampar
Indah memikat sejauh pandangan mata
Dua batang kayu juga hanyut terdampar
Masing panjang sekitar tujuhbelas hasta

21.   Janganlah puan sampai menangis terisak
Apatah kegundahan dihati cobalah papar
Pohonan dipulau  sedang berbuah masak
Makanlah mereka pengisi perut nan lapar

22.   Bersiul burung menyambut terbit matahari
Diatas pohon cempaka asyik bercengkrama
Petanda terima kasih berdendang  dan menari
Diatas kedua batang kayu terdampar bersama

23.   Indah langit dikala senja datang menjelang
Beriringan mega mengarak berwarna jingga
Dengan perahu kekampung halaman pulang
Tentu disambut gembira para sanak keluarga

24.   Misteri simpor laki dipakai penolak bala
Dipasang dihulu tongkat sebagai azimat
Konon sejak saat itulah ritual berawal mula
Sebagai terima kasih bagi sang penyelamat

25.   Orang latah terkadang berbuat jenaka
Kendati tidak melawak terkesan kocak
Jong nama perahu dalam bahasa mereka
Sebuah rumah disebutkan  sebagai ancak

26.   Angkat tinggi kelima jari tangan dikepal
Pekikkan merdeka sebagai ucapan salam
Dua batang kayu konon bekas tiang kapal
Kena musibah badai kemudian tenggelam

27.   Budaya rakyat Belitung berbalas pantun
Didalam segala perhelatan menjadi acara
Kedua batang kayu dinamakan tiang jitun
Ketiga benda serangkai didalam upacara

28.   Burung beo terlatih  konon pandai bertutur
Badan terkurung tiada menjadi halangan
Jong dan ancak dibuat berbentuk miniatur
Dari jenis kayu yang tidaklah sembarangan

29.   Janganlah kesedihan tak berkesudahan
Musibah terjadi harus sigap ditanggap
Tiang jitun terbuat dari kayu jenis pilihan
Dijadikan titian menigal haruslah tegap

30.   Jauhkanlah tuan dari mengisap madat
Madat merawang perasaan diawang
Memilih kayu menjadi urusan tetua adat
Oleh mereka disebut dukun atau pawang

31.   Badan kurus kering bagaikan tak makan
Sengsara berkepanjangan tentu didapat
Dalam suasana ritual pawang menentukan
Sekali gus memilih lokasi dan waktu tepat

32.   Perang Dunia kedua Jepang lawan Sekutu
Akhir perang  Jepang mengakui kekalahan
Umumnya ritual dilakukan diwaktu tertentu
Menghadapi musim barat merupakan pilihan

33.   Bom atom senjata tercanggih dipakai
Malapetaka kebinasaan tiba menjumpai
Di pantai atau pulau tenang paling disukai
Oleh semua orang haruslah mudah dicapai

34.   Lain pula kisah peperangan dizaman kuna
Panah diregang dicabut pedang dipinggang
Hewan penyelamat dinamakan gajah mina
Dilantunkan dalam lagu gajah menunggang

35.   Tetapi apapun peperangan tetap ditakuti
Jiwa melayang dan kematian dihadapkan
Manakala segala sesuatu telah disepakati
Upacara muang jong segera dilaksanakan

36.   Marilah ke Pulan Belitung berakhir pekan
Jangan lupa Tanjung Binga Bukit Berahu
Segala sarana beserta hantaran disiapkan
Segenap masyarakat kerja bahu membahu

37.   Ke Tanjung Pandan mampir silahkan
Tempat berdiri kota beserta pelabuhan
Segala sembahan dalam jong ditempatkan
Berupa bahan makanan serta buah-buahan

38.   Berkunjung ke Manggar membawa kesan
Kunjungi bukit Samak bila ada kesempatan
Lok asi didandani rapih segala macam hiasan
Ancak serta jong dihadapkan kearah lautan

39.   Bukit  dan pantai terletak paling hadapan
Dari timur matahari terbit jelas kelihatan
Ancak ditempatkan dibagian paling depan
Menyusul jong  ikut pada baris berututan

40.   Dikala  tiba musim durian di Kelekak Usang
Durian jenis tembaga banyak  diperebutkan
Disekitar jong dan ancak tiang jitun dipasang
Untuk kemudian tari tunjang langit dimainkan

41.   Didaerah Belitung gangan diperkenalkan
Adapun kuliner gangan gulai ikan berkuah
Dikala malam hari upacara mulai dilakukan
Penduduk  hadir berduyun melimpah ruah

42.   Jangan tuan ambil kesempatan mumpung
Kalaulah terlibat korupsi tak elok didengar
Pantai luas seakan tidak dapat menampung
Rio campo hirau degau berisik hingar bingar     

43.   Buah keremunting  nyanan dibuat selai
Tumbuhan subur dihutan serta diladang
Mantera sang pawang tanda ritual dimulai
Diiringi dendang beserta tabuhan gendang

44.   Hari Minggu berwisata ke Taman Safari
Beriringan mobil mengantri ramai sekali
Serombongan orang memikul ancak menari
Memutari jong berlari keliling berkali-kali

45.   Segala jenis hewan disana dipertontonkan
Suasana kehidupan seperti didalam hutan
Untaian lagu gajah menunggang dilantunkan
Ungkapan terima kasih keselamatan dilautan

46.   Orang kurus tinggi dikatakan penjolok petai
Bermacam cemoohan manusia suka digelari
Ketimang burong tarian adat ikut menyertai
Laki perempuan tua muda bersama menari

47.   Sepasang rusa berkeliaran kesana kemari
Apakah keduanya sedang dilanda asmara
Lirik nyanyian andeka andeki bora bora bori
Ajakan semua pengunjung bersama gembira

48.   Sudah bertunangan sang gadis dipingit
Bagai dalam sangkar madu duduk berdiri
Amatlah menakjubkan tarian tunjang langit
Ditiang jitun seorang pria terampil menari

49.   Tempo dulu mendatangi Kampung Pilang
Melalui jambatan panjang kayu terunjam
Akan halnya tiang jitun tertancap bersilang
Sang penari menari dengan mata terpejam

50.   Tempo sekarang menghampar dihadapan
Jambatan besi melintas dapat tuan lakukan
Adapun sang penari dalam kondisi kesurupan
Pesan para leluhur konon sang penari ucapkan

51.   Mari kita menyeberang sampan kayuhkan
Menuju batu indah bersusun Pulan Burung
Tiga malam tiga hari upacara dilaksanakan
Pada hari penutup jong beserta isi dilarung

52.   Kapal berlayar dilalutan memakai kompas
Buat  petunjuk mata angin kemana arahan
Diarak beramai dilayarkan ke lautan lepas
Diserahkan kealam sebagai persembahan

53.   Orang nomaden hidup berpindah-pindah
Kemana hendak dituju tak peduli rintangan
Rangkaian upacara ritual diselsesaikan sudah
Tersisa Suku Sawang mengemban pantangan

54.    Dipokok pohon burung membuat sarang
Tempat berteduh dari pagi sampai petang
Tujuh hari lamanya pergi melaut terlarang
Mara bahaya janganlah sampai ditantang

55.   Menara suar Lengkuas tinggi menjulang
Dibawahnya lautan berhampar karang
Masa berikutnya musim barat menjelang
Kegiatan nelayan melaut jadi berkurang

56.   Wahai pemimpin ambil putusan bila yakin
Kalau ragu-ragu jadi pepesan kosong belaka
Sebahagian dari kearifan lokal itulah mungkin
Menjaga keselamatan dan menghindari celaka

57.   Berjalan dimalam gelap pakailah lentera
Jika tidak tentulah bergagap terbata-bata
Upacara ritual muang jong telah terceritera
Di daerah Belitung kini jadi obyek pariwisata

58.   Bertanding gerak jalan diatur baris beregu
Bermacam ragam ketentuan nilai dihitung
Rangkaian acara budaya sangatlah ditunggu
Mari beramai berkunjung ke Pulau Belitung

59.   Menggoreng ikan bebulus didalam wajan
Ikan bebulus dibeli dipantai Pegantungan
Tak lekang dipanas tak lapuk disiram hujan
Adat kebudayaan jalan berkesinambungan

60.   Apabila tuan merantau ke pelbagai negeri
Kepada kampung halaman janganlah lupa
Sampai disini pantun muang jong kita akhiri
Pada waktu mendatang kelak kita berjumpa


Bogor,  16 Juni  2011


No comments:

Post a Comment