1. Tuan dan puan selamat bertemu kembali
Tabik serta
salam sejahtera kami ucapkan
Melanjutkan
pantun tentu senang sekali
Cerita perihal muang jong kita lanjutkan
2. Terbang burung merpati diatas awang
Bergerak bebas
mengitari angkasa raya
Kita telah
bercerita perihal suku Sawang
Muang jong
padanya bagian dari budaya
3. Burung layang-layang terbang melayang
Hinggap
berkawan dipuncak perumahan
Mewarisi keyakinan
budaya nenek moyang
Muang jong
merupakan adat persembahan
4. Dari pohon kepohon berpindah berkeliaran
Diatas rumah
membuat sarang berhimpitan
Bagi penguasa
laut dipersembahkan hantaran
Tanda terima
kasih atas limpahan keberkatan
5. Kepulauan Nusantara kaya akan rempah
Kawasan jadi
incaran kolonialis Belanda
Waktu lalu
keberkatan datang berlimpah
Waktu mendatang
semoga berlipat ganda
6. Dengan tipuan menjalin persahabatan
Belomba kaum
kolonialis berdatangan
Terima kasih
pula atas segala keselamatan
Mencari rezeki
dilautan tiadalah rintangan
7. N egara merdeka semua rakyat bersatu
Sungguh besar
jasa para kaum pejuang
Muang jong
istilah apakah gerangan itu
Muang secara
harfiah berarti membuang
8. Kulit buah kelapa sabut dan tempurung
Bersama
isi serta air semua disatukan
Dalam upacara berarti
sebagai melarung
Melarung
kelaut bearti menghanyutkan
9. Benua Australia baru belakangan dikenal
Hewan
kanguru disana banyak ditemukan
Jong
semacam miniatur perahu tradisional
Didalam
jong sejumlah hantaran disiapkan
10. Makanan rakyat miskin tempe dan tahu
Dari
masa ke masa tiadalah perobahan
Muang
jong berarti melarungkan perahu
Untuk
menghantar berbagai persembahan
11. Banyak sekali mafaat dari tumbuhan zaitun
Dikawasan
Timur Tengah bagian dari flora
Selain
jong disiapkan ancak dan tiang jitun
Agar rangkaian ritual lengkap terselenggara
12. Di padang pasir hidup berkeliaran serigala
Kafilah lewat biasanya membawa senjata
Bagaimanakah rangkaian adat awal bermula
Marilah kita simak kisah yang empunya cerita
13. Serigala buas sering mengintai keledai
Mengejar kawanan domba dan kambing
Alkisah sekawan nelayan diterjang badai
Perahu karam mereka terombang-ambing
14. Hidup berkelana di gurun mencari makan
Dibawah terik matahari langkalah pohon
Terapung ditengah lautan bepekan-pekan
Kepada penguasa lautan mereka memohon
15. Burung bangau hidup menghuni telaga
Bersama disana hidup pula burung belibis
Mohon atas keselamatan jiwa maupun raga
Apalah daya badan lemah tenaga pun habis
16. Pemburu piawai berani memasuki rimba
Mencari buruan kesegala arah menjelajah
Dalam suasana berserah datanglah tiba-tiba
Sejenis ikan bertubuh besar bagaikan gajah
17. Ciater tempat bewisata telaga air panas
Sambil berlibur marilah datang bersantai
Bertaring berbelalai tetapi tiadalah ganas
Nelayan didorong sampai kesuatu pantai
18. Banyak tempat wisata di Bandung Utara
Kalau kesana bawalah keluarga beserta
Para nelayan terselamatkan tanpa cidera
Mereka mendarat dengan segala sukacita
19. Kalau tuan suka bolehlah menyewa kuda
Keliling perbukitan disela kedinginan suhu
Disuatu pulau kecil ternyata pantai berada
Terdapat sebuah rumah dan sebuah perahu
20. Kehijauan perkebunan luas terhampar
Indah memikat sejauh pandangan mata
Dua batang kayu juga hanyut terdampar
Masing
panjang sekitar tujuhbelas hasta
21. Janganlah puan sampai menangis terisak
Apatah
kegundahan dihati cobalah papar
Pohonan
dipulau sedang berbuah masak
Makanlah mereka pengisi perut nan lapar
22. Bersiul burung menyambut terbit matahari
Diatas pohon cempaka asyik bercengkrama
Petanda terima kasih berdendang
dan menari
Diatas kedua
batang kayu terdampar bersama
23. Indah langit dikala senja datang menjelang
Beriringan mega
mengarak berwarna jingga
Dengan perahu
kekampung halaman pulang
Tentu disambut
gembira para sanak keluarga
24. Misteri simpor laki dipakai penolak bala
Dipasang dihulu
tongkat sebagai azimat
Konon sejak
saat itulah ritual berawal mula
Sebagai terima
kasih bagi sang penyelamat
25. Orang latah terkadang berbuat jenaka
Kendati tidak
melawak terkesan kocak
Jong nama
perahu dalam bahasa mereka
Sebuah rumah
disebutkan sebagai ancak
26. Angkat tinggi kelima jari tangan dikepal
Pekikkan
merdeka sebagai ucapan salam
Dua batang kayu
konon bekas tiang kapal
Kena musibah
badai kemudian tenggelam
27. Budaya rakyat Belitung berbalas pantun
Didalam segala
perhelatan menjadi acara
Kedua batang
kayu dinamakan tiang jitun
Ketiga
benda serangkai didalam upacara
28. Burung beo terlatih konon pandai bertutur
Badan
terkurung tiada menjadi halangan
Jong
dan ancak dibuat berbentuk miniatur
Dari jenis kayu
yang tidaklah sembarangan
29. Janganlah kesedihan tak berkesudahan
Musibah terjadi
harus sigap ditanggap
Tiang jitun
terbuat dari kayu jenis pilihan
Dijadikan
titian menigal haruslah tegap
30. Jauhkanlah tuan dari mengisap madat
Madat merawang
perasaan diawang
Memilih kayu
menjadi urusan tetua adat
Oleh mereka disebut
dukun atau pawang
31. Badan kurus kering bagaikan tak makan
Sengsara
berkepanjangan tentu didapat
Dalam suasana
ritual pawang menentukan
Sekali gus
memilih lokasi dan waktu tepat
32. Perang Dunia kedua Jepang lawan Sekutu
Akhir perang Jepang mengakui kekalahan
Umumnya ritual dilakukan
diwaktu tertentu
Menghadapi
musim barat merupakan pilihan
33. Bom atom senjata tercanggih dipakai
Malapetaka
kebinasaan tiba menjumpai
Di pantai atau
pulau tenang paling disukai
Oleh semua
orang haruslah mudah dicapai
34. Lain pula kisah peperangan dizaman kuna
Panah diregang
dicabut pedang dipinggang
Hewan
penyelamat dinamakan gajah mina
Dilantunkan
dalam lagu gajah menunggang
35. Tetapi apapun peperangan tetap ditakuti
Jiwa melayang
dan kematian dihadapkan
Manakala segala
sesuatu telah disepakati
Upacara muang
jong segera dilaksanakan
36. Marilah ke Pulan Belitung berakhir pekan
Jangan lupa
Tanjung Binga Bukit Berahu
Segala sarana
beserta hantaran disiapkan
Segenap
masyarakat kerja bahu membahu
37. Ke Tanjung Pandan mampir silahkan
Tempat berdiri
kota beserta pelabuhan
Segala sembahan
dalam jong ditempatkan
Berupa bahan
makanan serta buah-buahan
38. Berkunjung ke Manggar membawa kesan
Kunjungi bukit
Samak bila ada kesempatan
Lok asi
didandani rapih segala macam hiasan
Ancak serta
jong dihadapkan kearah lautan
39. Bukit
dan pantai terletak paling hadapan
Dari timur
matahari terbit jelas kelihatan
Ancak
ditempatkan dibagian paling depan
Menyusul
jong ikut pada baris berututan
40. Dikala
tiba musim durian di Kelekak Usang
Durian jenis
tembaga banyak diperebutkan
Disekitar jong
dan ancak tiang jitun dipasang
Untuk kemudian
tari tunjang langit dimainkan
41. Didaerah Belitung gangan diperkenalkan
Adapun kuliner
gangan gulai ikan berkuah
Dikala malam
hari upacara mulai dilakukan
Penduduk
hadir berduyun melimpah ruah
42. Jangan tuan ambil kesempatan mumpung
Kalaulah
terlibat korupsi tak elok didengar
Pantai
luas seakan tidak dapat menampung
Rio campo
hirau degau berisik hingar bingar
43. Buah keremunting nyanan dibuat selai
Tumbuhan
subur dihutan serta diladang
Mantera
sang pawang tanda ritual dimulai
Diiringi
dendang beserta tabuhan gendang
44. Hari Minggu berwisata ke Taman Safari
Beriringan
mobil mengantri ramai sekali
Serombongan
orang memikul ancak menari
Memutari jong
berlari keliling berkali-kali
45. Segala jenis hewan disana dipertontonkan
Suasana
kehidupan seperti didalam hutan
Untaian lagu
gajah menunggang dilantunkan
Ungkapan terima
kasih keselamatan dilautan
46. Orang kurus tinggi dikatakan penjolok petai
Bermacam
cemoohan manusia suka digelari
Ketimang burong
tarian adat ikut menyertai
Laki perempuan
tua muda bersama menari
47. Sepasang rusa berkeliaran kesana kemari
Apakah keduanya
sedang dilanda asmara
Lirik nyanyian
andeka andeki bora bora bori
Ajakan semua
pengunjung bersama gembira
48. Sudah bertunangan sang gadis dipingit
Bagai dalam
sangkar madu duduk berdiri
Amatlah
menakjubkan tarian tunjang langit
Ditiang jitun
seorang pria terampil menari
49. Tempo dulu mendatangi Kampung Pilang
Melalui jambatan
panjang kayu terunjam
Akan halnya tiang
jitun tertancap bersilang
Sang penari
menari dengan mata terpejam
50. Tempo sekarang menghampar dihadapan
Jambatan besi
melintas dapat tuan lakukan
Adapun sang
penari dalam kondisi kesurupan
Pesan
para leluhur konon sang penari ucapkan
51. Mari kita menyeberang sampan kayuhkan
Menuju
batu indah bersusun Pulan Burung
Tiga malam
tiga hari upacara dilaksanakan
Pada
hari penutup jong beserta isi dilarung
52. Kapal berlayar dilalutan memakai kompas
Buat petunjuk mata angin kemana arahan
Diarak
beramai dilayarkan ke lautan lepas
Diserahkan
kealam sebagai persembahan
53. Orang nomaden hidup berpindah-pindah
Kemana
hendak dituju tak peduli rintangan
Rangkaian
upacara ritual diselsesaikan sudah
Tersisa
Suku Sawang mengemban pantangan
54. Dipokok pohon burung membuat sarang
Tempat
berteduh dari pagi sampai petang
Tujuh
hari lamanya pergi melaut terlarang
Mara
bahaya janganlah sampai ditantang
55. Menara suar Lengkuas tinggi menjulang
Dibawahnya
lautan berhampar karang
Masa
berikutnya musim barat menjelang
Kegiatan
nelayan melaut jadi berkurang
56. Wahai pemimpin ambil putusan bila yakin
Kalau
ragu-ragu jadi pepesan kosong belaka
Sebahagian
dari kearifan lokal itulah mungkin
Menjaga
keselamatan dan menghindari celaka
57. Berjalan dimalam gelap pakailah lentera
Jika
tidak tentulah bergagap terbata-bata
Upacara
ritual muang jong telah terceritera
Di daerah
Belitung kini jadi obyek pariwisata
58. Bertanding gerak jalan diatur baris beregu
Bermacam
ragam ketentuan nilai dihitung
Rangkaian
acara budaya sangatlah ditunggu
Mari
beramai berkunjung ke Pulau Belitung
59. Menggoreng ikan bebulus didalam wajan
Ikan bebulus dibeli dipantai
Pegantungan
Tak
lekang dipanas tak lapuk disiram hujan
Adat kebudayaan
jalan berkesinambungan
60. Apabila tuan merantau ke pelbagai negeri
Kepada
kampung halaman janganlah lupa
Sampai
disini pantun muang jong kita akhiri
Pada
waktu mendatang kelak kita berjumpa
Bogor, 16 Juni 2011
No comments:
Post a Comment