1. Wahai sahabat selamat berjumpa
Salam dan hormat kami sampaikan
Semoga kita tidaklah menjadi lupa
Membari’an marilah kita lanjutkan
2. Manakala rembulan bersinar purna
Tentu alam benderang tanpa lentera
Pantun lalu kita melanglang buana
Kita juga melihat sistuasi
Nusantara
3. Cahaya
menerangi seisi alam semesta
Setiap mata memandang penuh pesona
Sekarang mari kembali ke pulau
tercinta
Bagaimanatah gerangan dampak
susana
4. Ananda tersayang buah hati ibunda
Jadilah semoga dikau manusia
berguna
Diabad sembilanbelas Nusantara
berada
Terjadi pergolakan segala macam
rona
5. Burung terbang tinggi sayap berkepak
Bersua ranting kedua kaki
dihinggapkan
Suasana Nusantara tentulah
berdampak
Seluruh Nusantara tentulah merasakan
6. Jadikanlah diri manusia dersifat sabar
Jadikanlah pula sabar sifat
kebiasaan
Akhir abad delapanbelas kompeni
bubar
Kerajaan Belannda kendalikan
kekuasaan
7. Benua Antartika terletak dibumi selatan
Kawasan salju tidak didiami
penduduk
Tahun seribu delpanratus dalam
catatan
Negeri Belanda kepada Perancis
tunduk
8. Orang membuat baju mengikuti pola
Seluruh bagian badan diukur jelas
Hindia Belanda didalamnya terikut
pula
Berakhir sampai delapanbelas
sebelas
9. Ukuran teratur lengkungan dan garis
Bentukan dirancang mode mutakhir
Hindia Belanda kemudian dikuasai
Inggris
Delapanbelas enambelas baru
berakhir
10. Apakah gerangan yang tuan renungkan
Duduk termenung berpikiran
nelangsa
Seluruh kekuasaan Inggris
kembalikan
Kerajaan Belanda kembalilah
berkuasa
11. Bertanaklah dulu bila hendak makan
Ambil periuk jerangkan diatas
dapur
Pada pantun berlalu telah
diceritakan
Cakraningrat tujuh gugur bertempur
12. Berkumpul bersama duduk berdiskusi
Memecahkan masalah para cendekia
Putra muda belia calon penerus
generasi
Diselamatkan jiwanya oleh pasukan setia
13. Janganlah sampai membuka huma
Didaerah dinyatakan hutan larangan
Ki Agus Rahad putra penerus
bernama
Tetap berada sehat dalam
perlindungan
14. Orang bijak menjadi pemimpin diusung
Jangan memilih pimpinan
sembarangan
Delapanbelas limabelas tahun
berlangsung
Jabatan depati berada dalam
kekosongan
15. Pemimpin bijak tentulah berbaik budi
Segala sesuatu dijanjikan ditepati
pasti
Delapanbelas duasatu peristiwa
terjadi
Ki Agus Rahad didaulat rakyat jadi
depati
16. Sopanlah bila menyatakan ucapan
Janganlah pula suka berucap usil
Depati bergelar Cakraningrat
delapan
Kolonialis mendongkel tidak
berhasil
17. Piawai nian pujangga menyusun bahasa
Sungguhlah dia seorang penulis
kawakan
Walau pemerintah Belanda sudah
berkuasa
Namun Belitung belum dapat
ditundukkan
18. Marilah kita jalan-jalan ke Pasar Minggu
Sambil membeli buahan serta
makanan
Beberapa kali kolonialis coba
mengganggu
Rakyat bersatu padu melakukan
perlawanan
19. Andaikan tuan mengunjungi pedesaan
Temuilah kepala desa langkah pertama
Disamping hasrat menegakkan
kekuasaan
Menyelidiki adanya timah incaran
utama
20. Setahun sekali bermusim buah durian
Durian jatuhan sangatlah
diharapkan
Depati muda usia sangat keras
pendirian
Rahasia pasir timah tidaklah
terbocorkan
21. Berikan kepada hamba tali berserta takal
Keperluan mandi air akan hamba
timbakan
Kolonialis Belanda tidaklah
kehabisan akal
Segala tipu muslihat coba mereka
lakukan
22. Dengan handuk air dibadan keringkan
Hendaklah teratur menjaga
kesehatan
Taktik mengganggu sementara dihentikan
Mereka coba melakukan taktik
pendekatan
23. Pemimpin haruslah tampil penuh wibawa
Setiap kali berpidato dihadapan
majelis
Delapanbelas tigadelapan tahun peristiwa
Tepatnya tanggal satu Juli catatan
menulis
24. Setiap saat bersiap pasukan kapal armada
Berangkat bertempur tunggu
ditugaskan
Adanya pemerintahan depati diakui
Belanda
Dengan alasan persahabatan dialog
dilakukan
25. Janganlah sampai keonaran tuan lakukan
Oleh masyarakat tuan niscaya akan
dibenci
Taktik dialog pun ternyata gagal
diupayakan
Mulut depati serta rakyat
bagagikan tekunci
26. Berbahaya tuan kalau bertelinga tuli
Lebih parah lagi ditambah bermata
buta
Belanda membentuk team peneliti
akhli
Ditunjuklah Den Dekker menjadi
anggota
27. Kembang cempaka kembang kemboja
Ditengah taman kembang melati berada
Masuk keluar kampung mereka bekerja
Alkisah rombongan berkendaraan
kuda
28. Ikan linggang beserta ikan cempedik
Berenang bersama bitengah waduk
Konon Den Dekker Belanda
penyelidik
Sangatlah piawai mendekati
penduduk
29. Didalam undang-undang hukum tertera
Kitabnya sangatlah tebal berpasal-pasal
Dari penduduk Dekker mendengar ceritera
Perihal seorang dari Pulau Singkep berasal
30. Konon dizaman dahulu ada seorang raja
Menghadapi rakyatnya sangatlah
ramah
Pada zaman Cakraningrat tujuh dia
bekerja
Sebagai tenaga pekerja penggali
bijih timah
31. Sifat dan sikap sang raja menjadi panutan
Para menteri dan punggawa ikut
melakukan
Den Dekker tidaklah membuang
kesempatan
Sang mantan pekerja secepatnya
didatangkan
32. Tak disangka cempedak berbuah nangka
Tidaklah mungkin seroja berbunga
melati
Dari mantan pekerja rahasia timah
terbuka
Kandungan bijih timah mulai
Belanda teliti
33. Janganlah tuan sering bekerja menunda
Semua pekerjaan secepatnya selesaikan
Sungguhlah rezeki nomplok bagi
Belanda
Kandungan timah tertanam tak
terkirakan
34. Segala saran baiknya tuan pertimbangkan
Berpikir mantap sebelum ambil
keputusan
Penambangan tradisional mulai
dilakukan
Oleh Belanda dengan semangat
kerakusan
35. Bekerjalah dengan giat sampai selesai
Selesaikanlah pekerjaan dengan
sabar
Pemerintahan di Belitung mereka
kuasai
Ambisi tamak
didalam sanubari berkobar
36. Tertawa terkekeh pemirsa acara parodi
Dimainkan sangat
lucu oleh para artis
Delapanbelas
limadua peristiwa terjadi
Belanda mengambil keputusan drastis
37. Tarian menumbuk padi ditarikan penari
Padi ditumbuk bersama didalam
lesung
Dari Keresidenan Bangka memisahkan
diri
Kepada Batavia tanggung jawab
langsung
38. Dewa-dewi berdiam diatas kayangan
Sesekali kepermukaan bumi
diturunkan
Pemerintahan depati dibawah
bayangan
Segala peraturan penjajah
menentukan
39. Sungguh pandai sekali filsuf berfilsafat
Perbaikan budi dilakukan bermacam
cara
Tahun delapanbelas limaempat
depati wafat
Beliau tiadalah meninggalkan
seorang putra
40. Pemikiran buruk jangan dikembangkan
Manusia kebingungan harus
dinasehati
Dua tahun kemudian barulah
digantikan
Ki Agus Muhammad Saleh adinda
depati
41. Kepada tanah air marilah mengabdi
Wahai kawan handai beserta taulan
Delapanbelas limaenam tahun
terjadi
Depati begelar Cakraningrat
sembilan
42. Belilah selembar cita pembuat bahan
Hati-hati jangan terbeli warna
luntur
Penjajah kini memegang
pemerintahan
Segala masalah daerah mereka
mengatur
43. Jagalah pemimipin martabat bangsa
Perbuatan tak terpuji jangan
lakukan
Belanda sepenuhnya memegang kuasa
Penambangan timah mereka
kendalikan
44. Melanglang angkasa pesawat diterbangkan
Pada zaman dahulu tiadalah
terbayangkan
Delapanbelas enampuluh maskapai
didirikan
Ribuan pekerja dari negeri China
didatangkan
45. Siang dan malam tiba saling berganti
Sang waktupun beredar hari demi
hari
Setelah tujuhbelas tahun menjadi
depati
Cakraningrat sembilan mengudurkan
diri
46. Kehidupan didunia ini tiadalah abadi
Camkanlah ini wahai anak manusia
Delapanbelas tujuhtiga tahun
terjadi
Tiga tahun
kemudian beliau tutup usia
47. Aduhai nasib kasihan anak yatim piatu
Tiada
tempat berpaut hidup pun merana
Akan halnya
Hindia Belanda pada saat itu
Di kota Batavia mendirikan sebuah
istana
48. Harum semerbak bunga wijaya kusuma
Dimasa kini bunga ini sudahlah
langka
Istana Gambir pada awalnya bernama
Sekarang ini dinamakan Istana
Merdeka
49. Dikala mendengar lagu selendang sutera
Perjuangan dimasa lampau kita
diingatkan
Cakraningrat sembilan tak memiliki
putra
Jabatan depati oleh penjajah
dihapuskan
50. Aduhai gelapnya malam tanpa bintang
Tentu lebih gelap kalau tanpa
rembulan
Duaratus limapuluhlima tahun
terbentang
Cakraningrat
satu sampai dengan sembilan
51. Gunung Payung gersang lereng berbatu
Disana sini
bertumbuhan liar pohon jelai
Enambelas
delapanbelas Cakraningrat satu
Kiai Gegedeh Yakup depati awal memulai
52. Mak Inang tentu berbalas pantun mahir
Dalam ucapan sarat makna kata
ibarat
Cakraningat sembilan jadi depati terakhir
Delapanbelas tujuhtiga kalender
tersurat
53. Berbalas pantun bermain kata dan lidah
Bagai peluru melesat dari mulut
tercurah
Pemerintahan Cakraningrat ditutup
sudah
Tertinggal dalam catatan mengukir
sejarah
54. Masa
menugal dihuma bibit padi disemai
Diatur teratur berbarisan memenuhi
lahan
Rakyat hidup aman tenteram serta
damai
Sampai penjajah menguasai
pemerintahan
55. Beramai mengetam padi di Simpang Rusa
Berukuran gantang hasil ketaman
dihitung
Selanjutnya pemerintah Belanda
berkuasa
Memegang otoritas pemerinthan
Belitung
56. Kasihan ejekan bagi orang bertubuh kurus
Walaupun sehat dikatakan kurang
makan
Penggalian pasir timah ditingkatkan
terus
Secara moderen penambangan
dilakukan
57. Dasar mulut usil suka melemparkan ejekan
Orang badan gemuk dikatakan seperti gajah
Ke Negeri Belanda tentunya hasil
dikirimkan
Untuk membangun mahligai negeri
penjajah
58. Dengarlah suara gendang bertalu-talu
Mari bededang ria kita turut bergabung
Pantun membari’an cukuplah sekian
dulu
Pada pantun mendatang kelak
disambung
Bogor,
06 Agustus 2011
No comments:
Post a Comment