Wednesday, August 8, 2012

BAGIAN KELIMAPULUH MEMBARI’AN (10) – Habis


1.       Assamualaikum wahai sekalian teman
Mari pantun membari’an kita lanjutkan
Semoga kita semua sejahtera dan aman
Kehadhirat Allah kita saling mendo’akan

2.       Ucapkan salam kala mula bertutur kata
Akan lebih baik bila merendahkan suara
Bagaimanakah keadaan Belitung tercinta
Bagian tidak terpisahkan dari Nusantara

3.       Perhatikan tuan leluhur empunya fatwa
Supaya hidup selalu selamat sejahtera
Seonggok tanah letak dekat khatulistiwa
Bagai terapung-apung ditengah samudra

4.       Hiduplah berkerukunan susana damai
Berbuat kebajikan jangan sampai abai
Pulau berpantai indah molek nan permai
Disana sini tumbuh ramai nyiur melambai

5.       Laksanakanlah ibadah selagi ada umur
Kita hidup didunia ini hanyalah sebentar
Jikalau diukur dari barat sampai ketimur
Delapanpuluh kilometer ukuran sekitar

6.       Pagarilah diri akan segala keselamatan
Pada saat takdir Illahi belumlah sampai
Dari ujung utara keujung bagian selatan
Enampuluh kilometer ukuran mencapai

7.       Pepatah bilang hidup dulu bersakit
Pada kemudian hari menuai hikmah
Aduhai luas tanahnya sangatlah sedikit
Tapi perutnya kaya akan mineral timah

8.       Hidup didunia fana godaannya keras
Mengendalikan hendaknya kita bisa
Penjajah Belanda amat ganas menguras
Di zaman merdeka hanya mewarisi sisa

9.       Berbagai cobaan datang berlapis-lapis
Bagi yang beriman pantang menyerah
Kini cadangan timah sudahlah menipis
Tertinggal kenangan menggores sejarah

10.   Dimana-mana kini terjadi pergolakan
Rakyat melawan pemerintahan tirani
Riwayat kilas balik marilah kita lakukan
Semula pulau sunyi senyap tidak dihuni

11.   Bentuk kediktatoran kian terus mencair
Revolusi dan reformasi tuntut perobahan
Kadang para pelaut singgah menimba air
Berlanjut mereka datang mematok lahan

12.   Bertumbangan kekuasaan bagai komedi
Naytatalah kekuasaan tidak tak terbatas
Kemudian bentuk perkampungan terjadi
Lama kelamaan berobah jadi komunitas

13.   Wahai wakil rakyat ngomonglah teratur
Jangan suka tertidur walau mengantuk
Diangkatlah pimimpin sebagai pemgatur
Waktu berjalan kerajaan kecil terbentuk

14.   Jangan pula asal ngomong menggema
Bagaikan alun nyanyian buluh perindu
Diderah Badau derdiri kerajaan pertama
Penduduk di kala itu beragama Hindu

15.   Ikan sembilang konon piawai berkelahi
Mempergunakan misai sebagai perisai
Kerajaan Sriwijaya pernah membawahi
Kerajaan Majapahit beganti menguasai

16.   Paling jago berkelahi konon ikan sura
Menghadapi buaya saling menyambar
Agama Islam kemudian masuk Nusantara
Sampai ke Pulau Belitung agama tersebar

17.   Bagaimanakah cerita ikan lumba-lumba
Dilaut berjaya sebagai penyelamat jiwa
Datuk Mayang Gresik seorang ulama tiba
Ke Pulau Belitung pesan Illahi beliau bawa

18.   Tersebutlah  Hang Tuah empunya hikayat
Laksamana pemberani lanun ditaklukkan
Islam menjadi anutan kerajaan dan rakyat
Ke daerah Balok pusat kerajaan dialihkan

19.   Para pengganas tidaklah berani bersua
Terhadap rakyat laksamana membantu
Kerajaan Balok di Belitung kerajaan kedua
Kerjaan Belantu dan Buding turut menyatu

20.   Penurun panas anak-anak diraupi jaram
Sedari nenek moyang warisan kebiasaan
Kerajaan Balok bertunduk kepada Mataram
Depati Cakraningrat pengendali kekuasaan

21.   Panjang barisan kafilah melewati gurun
Diiringi pasukan unta perlahan berjalan
Memerintah berkelanjutan turun temurun
Dari Cakraningrat kesatu hingga sembilan

22.   Dikala sebuah negeri dianda huru-hara
Rakyat mengungsi mencari daeah aman
Kolonial Belanda tiba menguasai Nusantara
Termasuk pula Belitung dalam cengkeraman

23.   Jikalau encik akan membuat kueh lumpang
Bolehlah sekalian membuat kueh kelepon
Belanda lari terbirit diusir balatentara Jepang
Seluruh bumi Nusantara dikuasai Dai Nippon

24.   Semua pesanan kueh tolong bungkuskan
Akan dibawa oleh-oleh buat para kenalan
Perihal Belitung banyak sudah diceritakan
Dengan Nusantara suasana tentu sejalan

25.   Ayam masak ketumbar taruh dirantang
Bila telah dingin tolong kembali dijerang
Belanda hengkang berganti Jepang datang
Dibelakang hari Jepang pun kalah perang

26.   Induk ayam mengais mencari makan
Anak-anaknya mencicit riang gembira
Apakah kegiatan pemimipin pergerakan
Cita-cita kemerdekaan tambah bergelora

27.   Kalau tuan pergi ke Tanjung Pandan
Bolehlah bertandang ke Kelekak Datuk
Singkat cerita terbentuklah sebuah badan
Semasa Jepang berkuasa badan terbentuk

28.   Warisan nenek moyang tidak percuma
Konon Kelekak Datuk empunya riwayat
Dokuritsu zyunbi tyoosakai diberi nama
 Jepang berusaha memgambil hati rakyat

29.   Kini kelekak jadi tempat tujuan wisata
Sayang tak dilengkapi fasilitas sarana
Para tokoh pergerakan menjadi anngota
Sukarno dan Hatta tentu berada disana

30.   Andaikata  tuan memiliki banyak uang
Nafsu serakah hendaknya dikendalikan
Dalam sidang badan mereka ambil peluang
Kemerdekaan Indonesia mereka persiapkan

31.   Kata sya’ir seribu tahun itu tiadalah lama
Hanya sebentar  saja sekadar sekejap mata
Membentuk negara merdeka tujuan utama
Semua tokoh pergerakan tentu seia sekata

32.   Sya’ir digubah jadi lagu merdu berirama
Bermuatan  banyak nasehat beserta motto
Tanggal satu Juni sembilanbelas empatlima
Didepan sidang Sukarno ungkapkan pidato

33.   Ibukota Propinsi Papua adalah Jayapura
Hollandia di masa silam kota ini bernama
PANCA SILA digagaskan sebagai dasar negara
Dalam suasana musyawarah gagasan diterima

34.   Tahukah gerangan tuan perihal tari saman
Sejenis tari ritmatik banyak dipertunjukkan
Di medan perang Jepang mendapat hantaman
Dengan bom atom negeri Jepang dilumpuhkan

35.   Wawasan budaya tentulah berkurun lama
Adakalanya tertulis dalam catatan sejarah
Empatbelas Agustus senbilanbelas empatlima
Negara Jepang menyatakan dirinya menyerah

36.   Jembatan Suramadu antara Jawa dan Madura
Bangunan masa kini amatlah megah terkesan
Pergolakan diseluruh Indonsia jadi membara
Di kota Jakarta para pemuda mengatur barisan

37.   Ingatkah tuan tentang dongeng ikan sura
Melawan buaya kekuasaan diperebutkan
Bung Karno dan Bung Hatta didesak segera
Agar kemerdekaan Indonesia diproklamirkan
38.   Berhari-hari berkelahi menyabung nyawa
Sampai kedua hewan mendekati sekarat
Ke desa Rengasdengklok keduanya dibawa
Sebuah desa tenang dikawasan Jawa Barat

39.   Kalaulah seandainya tuan empunya bakat
Seuntai kisah ataupun sya’ir tolong tuliskan
Dalam suasana tegang berselimut mufakat
Proklamasi Kemerdekaan segera diumumkan

40.   Sebait sya’ir tentulah akan bertutur kata
Bagai  air hujan turun memenuhi telaga
Jalan Pegangsaan Timur limaenam Jakarta
Dirumah tempat Bung Karno dan keluarga

41.   Hewan panda lucu masuk jenis beruang
Ditonton banyak orang pandai beraksi
Dihadiri Bung Hatta beserta para pejuang
Bung Karno membacakan PROKLAMASI

PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan
Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan
d.l.l,  diselenggarakan  dengan tjara seksama dan dalam
tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta

42.   Bagaimanakah  pula cerita hewan unta
Hewan tegap  penjelajah Gurun Sahara
Gaung kemerdekaan menggegap gempita
Tersebar luas kesegala pelosok Nusantara

43.   Remaja sebutan anak muda diistilahkan
Dikala  sudah tua disebut manusia lansia
Sang saka merah putih segera dikibarkan
Bendera pusaka seluruh bangsa Indonesia

44.   Istilah semacam pameo tua-tua keladi
Pada usia tua orang menjadi serba bisa
Pasca Proklamasi berbagai gejolak terjadi
Kolonialis Belanda mencoba balik berkuasa

45.   Bersikap arif bijaksana selalu dituntut
Perilaku buruk hendaklah dihindarkan
Dibelakang tentara Sekutu membuntut
Kekuatan militer Nica mereka kerahkan

46.   Nasehat leluhur kepada pemuda pemudi
Bila berrsuka ria janganlah  lepas kendali
Di seluruh bumi pertiwi perlawanan terjadi
Di bumi Belitung tentu tiadalah terkecuali

47.   Olahraga sehat ke gunung orang mendaki
Manyusuri lereng dan tebing berkali-kali
Bergaya sombong militer Nica injakkan kaki
Pulau tecinta maksud hati dikuasai kembali

48.   Kata pepatah bukan salah ibu mengandung
Sungguh di dunia tiada  ini yang sempurna
Perlawanan rakyat tidak dapat terbendung
Barisan perjuangan dibentuk dimana-mana

49.   Tiadalah  indah bila malam tak berbintang
Namun kegelapan tidak berarti kesusahan
Dari Sijuk pasukan perlawanan menantang
Kekuatan militer Nica bertahan kewalahan

50.   Zaman sekarang disebut zaman transparan
Saling mengeritik menjadi soal yang biasa
Kampung Air Seruk jadi arena pertempuran
Banynak yang gugur sebagai kusuma bangsa

51.   Berucap lantang tidak usahlah takut
Segala yang benar silahkan sampaikan
Ke pusat kota jenazah pejuang diangkut
Ditengah pasar jenazah Nica pamerkan

52.   Sudah banyak ditulis didalam riwayat
Orang dizalimi bila berani buka suara
Makasud Belanda untuk menakuti rakyat
Sebaliknya perlawanan makin membara

53.   Membela negara janganlah berhitung
Menegakkan kebenaran harus disadari
Pulau Mendanau sebelah barat Belitung
Terjadi pertempuran hebat berhari-hari

54.   Carilah daerah dingin tempat wisata
Di barat kota Malang ada Gunung Kawi
Lelaki perempuan serta angkat senjata
Gugurlah  pula mereka membela pertiwi

55.   Berjalan di pagi hari itu olahraga sehat
Menghirup udara segar tubuh pun prima
Kini di Ksatria Tumbang Ganti beristirahat
Taman Makam Pahlawan empunya nama

56.   Penyakit menyerang pun dapat dihindari
Sesungguhnya nikmat Illahi tiada sia-sia
Belitung bagian tidaklah terpisahkan dari
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

57.   Berbuat kebaikanlah selalu di masa dini
Kelak didepan Sang Khalik kita bersaksi
Pantun Mebari’an kita akhiri sampai disini
Bila ada kekeliruan mohon saran dan koreksi

58.   Mari kepada Sang Khalik do’a kita panjatkan
Semoga kita selalu berada dalam keimanan
Dengan hati yang ikhlas kami persembahkan
Mohon dimaafkan manakala tiada berkenan     

 Malang,  12 Septembar 2011

No comments:

Post a Comment