1. Assamualaikum wahai sekalian teman
Mari pantun membari’an kita
lanjutkan
Semoga kita semua sejahtera dan
aman
Kehadhirat
Allah kita saling mendo’akan
2. Ucapkan salam kala mula bertutur kata
Akan
lebih baik bila merendahkan suara
Bagaimanakah
keadaan Belitung tercinta
Bagian tidak terpisahkan dari
Nusantara
3. Perhatikan tuan leluhur empunya fatwa
Supaya hidup selalu selamat
sejahtera
Seonggok tanah letak dekat
khatulistiwa
Bagai terapung-apung
ditengah samudra
4. Hiduplah berkerukunan susana damai
Berbuat
kebajikan jangan sampai abai
Pulau berpantai
indah molek nan permai
Disana sini tumbuh ramai nyiur
melambai
5. Laksanakanlah ibadah selagi ada umur
Kita hidup didunia ini hanyalah
sebentar
Jikalau diukur dari barat sampai
ketimur
Delapanpuluh kilometer ukuran
sekitar
6. Pagarilah diri akan segala keselamatan
Pada saat takdir Illahi belumlah
sampai
Dari ujung utara keujung bagian
selatan
Enampuluh kilometer ukuran
mencapai
7. Pepatah bilang hidup dulu bersakit
Pada kemudian hari menuai hikmah
Aduhai luas tanahnya sangatlah
sedikit
Tapi perutnya kaya akan mineral
timah
8. Hidup didunia fana godaannya keras
Mengendalikan hendaknya kita bisa
Penjajah Belanda amat ganas
menguras
Di zaman merdeka hanya mewarisi
sisa
9. Berbagai cobaan datang berlapis-lapis
Bagi yang beriman pantang menyerah
Kini cadangan timah sudahlah
menipis
Tertinggal
kenangan menggores sejarah
10. Dimana-mana kini terjadi pergolakan
Rakyat
melawan pemerintahan tirani
Riwayat
kilas balik marilah kita lakukan
Semula pulau sunyi senyap tidak
dihuni
11. Bentuk kediktatoran kian terus mencair
Revolusi dan reformasi tuntut
perobahan
Kadang para pelaut singgah menimba
air
Berlanjut mereka datang mematok
lahan
12. Bertumbangan kekuasaan bagai komedi
Naytatalah kekuasaan tidak tak
terbatas
Kemudian bentuk perkampungan
terjadi
Lama kelamaan berobah jadi
komunitas
13. Wahai wakil rakyat ngomonglah teratur
Jangan suka tertidur walau
mengantuk
Diangkatlah pimimpin sebagai
pemgatur
Waktu
berjalan kerajaan kecil terbentuk
14. Jangan pula asal ngomong menggema
Bagaikan
alun nyanyian buluh perindu
Diderah
Badau derdiri kerajaan pertama
Penduduk di
kala itu beragama Hindu
15. Ikan sembilang konon piawai berkelahi
Mempergunakan
misai sebagai perisai
Kerajaan
Sriwijaya pernah membawahi
Kerajaan Majapahit beganti
menguasai
16. Paling jago berkelahi konon ikan sura
Menghadapi buaya saling menyambar
Agama Islam kemudian masuk
Nusantara
Sampai ke Pulau Belitung agama
tersebar
17. Bagaimanakah cerita ikan lumba-lumba
Dilaut berjaya sebagai penyelamat
jiwa
Datuk Mayang Gresik seorang ulama
tiba
Ke Pulau Belitung pesan Illahi
beliau bawa
18. Tersebutlah
Hang Tuah empunya hikayat
Laksamana pemberani lanun
ditaklukkan
Islam menjadi anutan kerajaan dan
rakyat
Ke daerah
Balok pusat kerajaan dialihkan
19. Para pengganas tidaklah berani bersua
Terhadap
rakyat laksamana membantu
Kerajaan
Balok di Belitung kerajaan kedua
Kerjaan Belantu dan Buding turut
menyatu
20. Penurun panas anak-anak diraupi jaram
Sedari nenek moyang warisan
kebiasaan
Kerajaan Balok bertunduk kepada
Mataram
Depati Cakraningrat pengendali
kekuasaan
21. Panjang barisan kafilah melewati gurun
Diiringi pasukan unta perlahan
berjalan
Memerintah berkelanjutan turun
temurun
Dari Cakraningrat
kesatu hingga sembilan
22. Dikala sebuah negeri dianda huru-hara
Rakyat
mengungsi mencari daeah aman
Kolonial Belanda
tiba menguasai Nusantara
Termasuk pula Belitung dalam
cengkeraman
23. Jikalau encik akan membuat kueh lumpang
Bolehlah sekalian membuat kueh
kelepon
Belanda lari terbirit diusir balatentara
Jepang
Seluruh bumi Nusantara dikuasai
Dai Nippon
24. Semua pesanan kueh tolong bungkuskan
Akan dibawa oleh-oleh buat para
kenalan
Perihal Belitung banyak sudah
diceritakan
Dengan Nusantara suasana tentu
sejalan
25. Ayam masak ketumbar taruh dirantang
Bila telah dingin tolong kembali
dijerang
Belanda hengkang berganti Jepang
datang
Dibelakang hari Jepang pun kalah
perang
26. Induk ayam mengais mencari makan
Anak-anaknya mencicit riang
gembira
Apakah kegiatan pemimipin
pergerakan
Cita-cita kemerdekaan tambah bergelora
27. Kalau tuan pergi ke Tanjung Pandan
Bolehlah bertandang ke Kelekak
Datuk
Singkat cerita terbentuklah sebuah
badan
Semasa
Jepang berkuasa badan terbentuk
28. Warisan nenek moyang tidak percuma
Konon
Kelekak Datuk empunya riwayat
Dokuritsu
zyunbi tyoosakai diberi nama
Jepang berusaha memgambil hati rakyat
29. Kini kelekak jadi tempat tujuan wisata
Sayang tak
dilengkapi fasilitas sarana
Para tokoh
pergerakan menjadi anngota
Sukarno dan Hatta tentu berada
disana
30. Andaikata
tuan memiliki banyak uang
Nafsu serakah hendaknya
dikendalikan
Dalam sidang badan mereka ambil
peluang
Kemerdekaan Indonesia mereka
persiapkan
31. Kata sya’ir seribu tahun itu tiadalah lama
Hanya sebentar saja sekadar sekejap mata
Membentuk negara merdeka tujuan
utama
Semua tokoh pergerakan tentu seia
sekata
32. Sya’ir digubah jadi lagu merdu berirama
Bermuatan banyak nasehat beserta motto
Tanggal satu Juni sembilanbelas
empatlima
Didepan sidang Sukarno ungkapkan
pidato
33. Ibukota Propinsi Papua adalah Jayapura
Hollandia di masa silam kota ini
bernama
PANCA SILA digagaskan sebagai
dasar negara
Dalam suasana musyawarah gagasan
diterima
34. Tahukah gerangan tuan perihal tari saman
Sejenis tari ritmatik banyak
dipertunjukkan
Di medan perang Jepang mendapat
hantaman
Dengan bom atom negeri Jepang
dilumpuhkan
35. Wawasan budaya tentulah berkurun lama
Adakalanya tertulis dalam catatan
sejarah
Empatbelas Agustus senbilanbelas
empatlima
Negara Jepang menyatakan dirinya
menyerah
36. Jembatan Suramadu antara Jawa dan Madura
Bangunan masa kini amatlah megah
terkesan
Pergolakan diseluruh Indonsia jadi
membara
Di kota Jakarta
para pemuda mengatur barisan
37. Ingatkah tuan tentang dongeng ikan sura
Melawan buaya kekuasaan
diperebutkan
Bung Karno dan
Bung Hatta didesak segera
Agar kemerdekaan Indonesia
diproklamirkan
38. Berhari-hari berkelahi menyabung nyawa
Sampai kedua hewan mendekati
sekarat
Ke desa Rengasdengklok keduanya
dibawa
Sebuah desa tenang dikawasan Jawa
Barat
39. Kalaulah seandainya tuan empunya bakat
Seuntai kisah ataupun sya’ir
tolong tuliskan
Dalam suasana tegang berselimut
mufakat
Proklamasi
Kemerdekaan segera diumumkan
40. Sebait sya’ir tentulah akan bertutur kata
Bagai air hujan turun memenuhi telaga
Jalan Pegangsaan
Timur limaenam Jakarta
Dirumah tempat Bung Karno dan
keluarga
41. Hewan panda lucu masuk jenis beruang
Ditonton banyak orang pandai
beraksi
Dihadiri Bung Hatta beserta para
pejuang
Bung Karno membacakan PROKLAMASI
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini
menjatakan
Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan
kekoeasaan
d.l.l, diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam
tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen
05
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta
42. Bagaimanakah pula cerita hewan unta
Hewan
tegap penjelajah Gurun Sahara
Gaung kemerdekaan
menggegap gempita
Tersebar luas kesegala pelosok
Nusantara
43. Remaja sebutan anak muda diistilahkan
Dikala sudah tua disebut manusia lansia
Sang saka merah putih segera
dikibarkan
Bendera pusaka seluruh bangsa
Indonesia
44. Istilah semacam pameo tua-tua keladi
Pada usia tua orang menjadi serba
bisa
Pasca Proklamasi berbagai gejolak
terjadi
Kolonialis
Belanda mencoba balik berkuasa
45. Bersikap arif bijaksana selalu dituntut
Perilaku buruk
hendaklah dihindarkan
Dibelakang
tentara Sekutu membuntut
Kekuatan militer
Nica mereka kerahkan
46. Nasehat leluhur kepada pemuda pemudi
Bila
berrsuka ria janganlah lepas kendali
Di seluruh
bumi pertiwi perlawanan terjadi
Di bumi
Belitung tentu tiadalah terkecuali
47. Olahraga sehat ke gunung orang mendaki
Manyusuri lereng
dan tebing berkali-kali
Bergaya sombong
militer Nica injakkan kaki
Pulau tecinta
maksud hati dikuasai kembali
48. Kata pepatah bukan salah ibu mengandung
Sungguh di
dunia tiada ini yang sempurna
Perlawanan
rakyat tidak dapat terbendung
Barisan perjuangan
dibentuk dimana-mana
49. Tiadalah
indah bila malam tak berbintang
Namun kegelapan
tidak berarti kesusahan
Dari Sijuk
pasukan perlawanan menantang
Kekuatan
militer Nica bertahan kewalahan
50. Zaman sekarang disebut zaman transparan
Saling
mengeritik menjadi soal yang biasa
Kampung Air
Seruk jadi arena pertempuran
Banynak yang
gugur sebagai kusuma bangsa
51. Berucap lantang tidak usahlah takut
Segala yang
benar silahkan sampaikan
Ke pusat kota
jenazah pejuang diangkut
Ditengah pasar
jenazah Nica pamerkan
52. Sudah banyak ditulis didalam riwayat
Orang dizalimi
bila berani buka suara
Makasud Belanda
untuk menakuti rakyat
Sebaliknya
perlawanan makin membara
53. Membela negara janganlah berhitung
Menegakkan
kebenaran harus disadari
Pulau Mendanau
sebelah barat Belitung
Terjadi
pertempuran hebat berhari-hari
54. Carilah daerah dingin tempat wisata
Di barat kota
Malang ada Gunung Kawi
Lelaki
perempuan serta angkat senjata
Gugurlah pula mereka membela pertiwi
55. Berjalan di pagi hari itu olahraga sehat
Menghirup
udara segar tubuh pun prima
Kini di
Ksatria Tumbang Ganti beristirahat
Taman Makam
Pahlawan empunya nama
56. Penyakit menyerang pun dapat dihindari
Sesungguhnya
nikmat Illahi tiada sia-sia
Belitung bagian
tidaklah terpisahkan dari
NEGARA KESATUAN
REPUBLIK INDONESIA
57. Berbuat kebaikanlah selalu di masa dini
Kelak didepan
Sang Khalik kita bersaksi
Pantun
Mebari’an kita akhiri sampai disini
Bila ada
kekeliruan mohon saran dan koreksi
58. Mari kepada Sang Khalik do’a kita panjatkan
Semoga kita
selalu berada dalam keimanan
Dengan hati
yang ikhlas kami persembahkan
Mohon dimaafkan
manakala tiada berkenan
No comments:
Post a Comment