Wednesday, May 9, 2012

BAGIAN KETIGAPULUHEMPAT KULINER - MIE BELITONG (1)




1.       Tabik serta hormat salam kami haturkan
Semoga  kesehatan kita tetap terpelihara
Marilah rangkaian pantun kita lanjutkan
Kembali tentang kuliner kita berceritera

2.       Wahai tuan  janganlah duduk bersusah
Mari bersama kita berpantun sukacita
Tentang kuliner mie kita coba berkisah
Mie Belitong kuliner dari pulau tercinta

3.       Manis buah salak Padang Sidempuan
Buahan terkenal dari Sumatra Utara
Bukan mie sembarang mie wahai tuan
Konon nikmat rasa mengundang selera

4.       Duduklah baginda raja diatas singgasana
Dikelilingi segenap menteri dan punggawa
Banyak jenis kuliner serupa dimana-mana
Hanyalah yang satu ini mungkin istimewa  

5.       Sri baginda menitahkan perintah harian
Untuk mengatur ketertiban seisi negeri
Riwayat kuliner kita ceritakan kemudian
Tentang resep lebih dahulu kita telusuri

6.       Utara kota Medan pelabuhan Belawan
Pelabuhan besar tersohor sejak lama
Kita coba untuk hidangan lima sekawan
Lima orang dewasa menikmati bersama

7.       Di stasiun Jatinegra kereta api berhenti
Disana para penumpang telah menunggu
Ada tiga tahapan proses haruslah kita ikuti
Tahap keempat di meja makan tuan ditunggu

8.       Diatas angkasa kelompok bintang bergugus
Gugusan bintang bimasakti paling dikenal
PERTAMA siapkan bahan mie kwalitas bagus
Mie basah hasil dari olahan mesin tradisional

9.       Pohon palas masuk jenis tumbuhan palma
Daun muda dijadikan pemnungkus lepat
Mie China orang Belitung memberikan nama
Didaerah Belitung sangatlah mudah didapat

10.   Apabila sungai mengandung kiambang
Jangan terlalu cepat biduk dkikayuhkan
Limaratus gram bahan mie bila ditimbang
Satu sendok makan minyak goreng siapkan

11.   Kalaulah tuan suka permainan olahraga
Cobalah sesekali turut bermain basket
Bisa juga minyak goreng diganti mentega
Untuk pelicin mie agar tidak melengket

12.   Didataran tinggi orang bertnanam pala
Terkadang diselingi pula pohon delima
Air putih didalam panci sediakanlah pula
Kita sebut saja sebagai PANCI PERTAMA

13.   Dahulu orang berpergian menumpang beca
Dapat disewa untuk tamasya berkeliling kota
KEDUA kemudian siapkanlah bermacam renca
Renca merupakan bahan pelengkap penyerta          

14.   Nun disana terletak lurah dan lembah
Jajaran pegunungan alam terbentang
Limapuluh gram tauge alias kecambah
Beberapa potong tahu digoreng matang
                                                                       
15.   Pesawat udara disimpan dalam hanggar
Diterbangkan tinggi angkasa ditembus
Sebuah mentimun cina keadaan segar
Berikut beberapa buah kentang rebus

16.   Disore hari sapi digiring kekandang
Dari belakang pengangon menyerta
Siapkan pula beberapa biji gudo udang
Bakwan udang sebutan orang di Jakarta

17.   Indah panorama alam Kepulauan Lingga
Menjulang bercabang tiga Gunung Daik
Emping goreng secukupnya sediakan juga
Konon emping seliu kwalitas paling baik

18.   Orang Hindustan bersongkok tarbus
Warna merah berkucir paling disukai
Bila mungkin ditambah telur ayam rebus
Telur ayam kampung umumnya dipakai

19.   Tanjung Pandan disebut kota bertuah
M enjadi ibukota kabupaten Belitung
KETIGA persiapan saus disebutkan kuah
Padanya rasa nikmat sangat tergantung

20.   Pulau kecil kehidupan nelayan dominan
Terkenallah nian dia Pulau Kalimambang
Namanya kuah tentulah air berperanan
Secukupnya sediakan takaran berimbang

21.   Bagan alat penangkap ikan terapung
Ikan dari berbagai jenis terjaring semua
Didalam panci tentunya air ditampung
Panci ini kita sebut sebagai PANCI KEDUA

22.   Suku Sawang amatlah piawai berdendang
Liriknya panjang sambung menyambung
Ambil tigaratus gram udang ukuran sedang
Biasanya dipakai dari jenis udang jerbung

23.   Lagunya mengandung kisah berarah
Hampir setiap waktu mereka berlatih
Sediakan enam  siung bawang merah
Ditambahkan tiga siung bawang putih

24.   Selatan Tembelan Gunung Baginda
Menyimpan legenda orang ceritakan
Setengah jari kelingking lengkuas muda
Sepotong kecil jahe apabila diperlukan

25.   Areal Padang Buang Anak tanahnya luas
Konon pada zaman dulu disinggahi tabu
Bawang merah dan putih serta lengkuas
Bersama jahe semuanya disebut bumbu     

26.   Sesudah Kelapa Kampit desa Senyubuk
Sebelum desa Buding dan Limau Manis
Sekira satu sendok teh  lada putih bubuk
Setengah sendok teh bubuk kayu manis

27.   Pelawak melucu penonton tertawa
Kadang melawak sambil menembang
Setengah kirik gula enau atau gula jawa
Setara tigapuluh gram kalau ditimbang

28.   Jadi pemimpin janganlah bersifat peragu
Anbillah putusan pasti dengan bijaksana
Siapkan satu sendok makan tepung terigu
Ataupun lebih baik diganti tepung maizena

29.   Janganlah tuan jadi pendatang haram
Di negeri orang akan memalukan negara
Secukupnya minyak goreng dan garam
Siapkan kecap manis bagaimana selera        

30.   Mengurus negara jangan salah kelola
Kedalikan situasi tetap aman tenteram
Cuka makan bolehlah disediakan pula          
Bila perlu bisa ditambahkan saus tiram

31.   Janganlah politik dijadikan panglima
Janganlah persulit rakyat menghadap
Sediakan bawang goreng pemikat aroma
Tak perlu ditambahkan bumbu penyedap

32.   Wahai para pemimpin keadilan tegakkan
Dimuka hukum siapapun tidaklah kebal
Segenggam cabai rawit bisa dicadangkan
Untuk  dijadikan bahan pembuat sambal

33.   Di kala tuan mengurus surat kepindahan
Datanglah menghadap kekantor camat
Sekarang tiba kita pada proses pengolahan
Tahap demi tahap marilah kita ikuti cermat

34.   Adalah hewan kupu-kupu si rama-rama
Terbang di taman bunga selamat datang
Jerang mendidih air dalam panci pertama
Seduh bahan mie jangan sampai matang

35.   Di dalam bebas kupu-kupu  berterbangan
Berayun di tangkai bunga dengan bangga
Secepatnya diangkat gelar diatas saringan
Diaduk minyak goreng ataupun mentega

36.   Ramai berlatih menari di dalam sanggar
Menghadapi  pagelaran supaya sukses
Biarkan disaringan dalam kondisi segar
Sambil menanti bahan lain dalam proses

37.   Di bawah pohon rimbun penjaja berhenti
Menanti para pembeli seraya berteduh
Pada panci pertama air segeralah diganti
Air kembali dijerang kecambah diseduh

38.   Dari stasiun Gambir kereta berangkat
Bergerak menuju stasiun Solo Balapan
Setengah matang kecambah diangkat
Bersama bahan mie di saringan simpan

39.   Petani bersuka panen berlimpah ruah
Do’a tanda bersyukur dipanjatkan selalu
Bagaimana pula proses pembuatan kuah
Pertama kali udang dibersihkan dahulu

40.   Lestarikan tuan lingkungan terumbu
Tempat berjenis biota hidup di karang
Tumbuklah halus semua jenis bumbu
Atau diblender  orang zaman sekarang

41.   Pohon singkong tumbuh menunas
Berbaris-baris ditanam di tengah huma
Jeranglah minyak dikuali hingga panas
Tumis bumbu sampai harum beraroma

42.   Dari pohon randu kapuk berterbangan
Kesana kemari mengikuti arah angin
Angkat tumisan dan diamkan di saringan
Dibiarkan sehingga menjadi agak dingin

43.   Manakala palu sudah diketuk tuan ketua
Resmi sudah segala keputusan disahkan
Jerang  hingga mendidih air di panci kedua
Air mendidih tumisan bumbu dimasukkan

44.   Ciptakanlah senantiasa suasana harmonis
Percayalah kehidupan akan selalu tenteram
Susul menyusul bubuk lada dan kayu manis
Dilanjutkan oleh  gula enau beserta garam

45.   Jalan bebas hambatan memanjang lurus
Kendaraan berjalan melaju tanpa lintasan
Biarkanlah air dalam panci mendidih terus
Sambil memasukkan udang menjadi rebusan

46.   Berjuang tanpa pamrih para pejuang
Maju tidaklah gentar gagah perkasa
Biarkan kepala udang jangan dibuang
Karena akan menambah penikmat rasa

47.   Petanda malam mendekati sempurna
Sambut menyambut ayam berkokok
Ambillah tepung gandum atau maizena
Kocoklah dengan air didalam mangkok

48.   Dari lelap semua manusia dibangunkan
Walaupun kepala masih melekat dibantal
Kedalam air mendidih cepat dicampurkan
Sampai air kuah berproses menjadi kental

49.   Lintas Sungai Kubu merentang jembatan
Ditepi sungai pohon bakau bertumbuhan
Warna kuah atau saus tampak kecoklatan
Tentulah akibat berbagai campuran olahan

50.   Untuk membuat gula nira dikumpul
Di atas pohon enau mayang disadap
Kuah mengeluarkan asap mengepul
Harum mewangi tercium aroma sedap

51.   Di iringi irama gambus lagu kasidah
Di tanah Melayu sering didendangkan
Sebagai petanda kuah matanglah sudah
Kompor pemasak dapat segera dimatikan

52.   Pada acara begawai kasidah diadakan
Seraya berpantun kasidah dinyanyikan
Tiga komponen pokok sudahlah disiapkan
Di atas meja makan bisa segera dihidangkan

53.   Putri remaja senang sekali mendengarkan
Apalagi kasidah dibawakan para bujangan
Bagi yang suka saus tiram bisa dicampurkan
Bila dianggap bahan penyedap biarlah jangan

54.   Fajar menyingsing penutup malam dini
Di ufuk timur cahaya nan indah terbentang
Kisah mie Belitung sementara sampai disini
Kita bertemu lagi pada pantun mendatang



Bogor, 01 Juni 2011


No comments:

Post a Comment