Tuesday, April 19, 2011

BAGIAN KEDUABELAS

LEGENDA - TONGKAT EMAS (1)

1. Salam tabik wahai sahabat sekalian
Kami sampaikan sebuah legenda
Legenda dikisahkan berupa rangkaian
Dengan versi lain mungkin berbeda

2. Anggota parlemen gagah berdasi
Sesama rekan saling menyapa
Legenda tersurat berbagai versi
Namun tersirat dalam tema serupa

3. Gedung bertingkat tinggi didirikan
Ditengah keluhan rakyat menderita
Bermacam bentuk versi disampaikan
Sesuai kepandaian pengungkap cerita

4. Menang pemilu parpol beruntung
Masuk parlemen mereka bangga
Beredar dikalangan rakyat Belitung
Bebas diceritakan siapapun juga

5. Tidakkah terpikirkan rakyat merana
Jutaan mereka masih hidup sengsara
Legenda sama tersebar dimana-mana
Diberbagai kawasan daerah Nusantara

6. Indah gemerlap angkasa raya
Berhias sinar bintang berjuta
Legenda boleh tidak dipercaya
Hanya kisah tak didukung fakta

7. Setinggi langit gantungkan cita-cita
Kata sang pemimpin penuh wibawa
Maka berkisahlah siempunya cerita
Cerita zaman bahari suatu peristiwa

8. Mengale dimakan umbi dan pucuk
Ditanam diladang oleh petani
Konon berada dialiran Sungai Cercuk
Terletak delta tidak berpenghuni

9. Genggamkan jari tangan dikepal
Rentangkan lengan untuk disuntik
Delta mungil disebut Pulau Kapal
Pulau tak disinggahi beraroma mistik

10. Kalau mengetam padi berisi bernas
Bolehlah sebagian dibuat bertih
Kalau melewati pulau dihujan panas
Kadang terlihat seekor kera putih

11. Ramuan jamu berbau sangar
Belilah segelas jangan berhutang
Bunyi menyeramkan sering terdengar
Seperti suara berbagai binatang

12. Jamu penyehat tubuh anggota
Siapa minum bisa awet muda
Tentang pulau terkisah cerita
Cerita kemudian menjadi legenda

13. Dimasa perang sistuasi kemelut
Mendengar letusan jangan terkejut
Legenda disampaikan mulut kemulut
Zaman kezaman terus berlanjut

14. Kalaulah tuan berbaik perangai
Tentulah sahabat berendah diri
Konon dikampung dihulu sungai
Hiduplah sepasang suami istri

15. Perlakukan sahabat sama setara
Mereka merasa dapat kehormatan
Pasangan memiliki seorang putra
Putra kesayangan bernama Kantan

16. Pisang kelutuk pisang selamatan
Ditaman diladang bersama tebu
Sang bapak disapa Pak Kantan
Mak Kantan panggilan sang ibu

17. Pohon pelawan pembuat arang
Arang ditumang didaerah pedalaman
Keluarga Kantan sangat dihormati orang
Berpenampilan baik santun budiman

18. Membangun rumah pohon dibongkar
Halaman sempit rumahnya besar
Kerja sang bapak mencari kayu bakar
Sang ibu setiap hari menjual dipasar

19. Memelihara udang didalam tambak
Kecil dan besar ditambak berbeda
Kantan membantu mendorong gerobak
Untuk melancarkan kerja ayah bunda

20. Pisang ditanam didaerah Belantu
Di Belantu tumbuh rumput tegari
Demikian kerja bantu membantu
Untuk mencari nafkah setiap hari

21. Akar tegari dibakar dipedupaan
Wangi semerbak segar terasa
Sang bapak selalu datang kepertapaan
Bersemedi meminta petunjuk Yang Kuasa

22. Ikan ketambak dipancing melawan
Pancing dilarikan mulut terluka
Kala lengang Kantan pergi berkawan
Membandering burung kesukaan mereka

23. Angin tenang berlayar tidaklah lama
Sambil memancing duduk bersantai
Kawan Kantan punya berbagai nama
Yang gemuk pendek namanya Katai

24. Pulau Mendanau kampung Petaling
Letak berdekatan Pulau Sebungkok
Yang bermata sipit namanya Juling
Tubuh melengkung bernama Bingkok

25. Ayam mengeram didalam kotak
Sudah menetas anaknya mencicit
Berkepala gundul namanya Butak
Betubuh kecil mungil namanya Kecit

26. Dipucuk kelapa kelayang hinggap
Pohon kelapa tumbuh tinggi sekali
Berbadan tinggi tegap namanya Agap
Ada pula yang bernama Jali dan Sali

27. Dikarbit pedagang pisang peraman
Diangkut kepasar bahu menggotong
Lebih apes lagi yang bernama Saman
Tangan disambar buaya dipanggil Kutong

28. Pecal dijual perempuan berkuncit
Bekedai disamping penjual lontong
Katai, Juling, Bingkok, Butak dan Kecit
Kantan, Agap, Jali, Sali dan Kutong

29. Nasi kebuli ditanak berminyak samin
Dicampur garam untuk pemasin
Ditambah sikembar Deman dan Demin
Mereka sepermainan jumlah selusin

30. Ketam kelemangok hidup dibatu
Merayap cepat makan menyambar
Penduduk umumnya beranak satu
Kecuali pasangan beranak kembar

31. Membuat lingking dibakar sabut
Diatas perasapan pisang diletakkan
Sekawan selusin kelompok disebut
Segala macam permainan dilakukan

32. Sekali setahun bermusim mangga
Dibawa keseberang diangkut sampan
Kadang bermain gundu berlobang tiga
Kadang mereka bermain sendetupan

33. Pergi kondangan berkain sarung
Sarung bermotif pelangi amatlah elok
Paling suka membandering burung
Atau memulut dipohon jambu bulok

34. Bersepeda kegunung jalan mendaki
Jalan berkelok gunungnya tinggi
Semua itu permainan anak lelaki
Pemainan anak perempuan lain lagi

35. Diisatana raja santap bersendok
Baginda menjamu tuan dan puan
Main masakan, angkup dan badok
Permainan dilakukan anak perempuan

36. Musik mambo keras berirama
Bunyinya bising suara melengking
Adakalanya mereka bermain bersama
Bermain galah panjang dan ingka-ingking

37. Baginda keliling bersama pasukan
Diiringi berbaris hamba sahaya
Berenang disungai waspada dilakukan
Sejak tangan Saman diterkam buaya

38. Baginda lewat kibarkan bendera
Berjejer beraturan lambaikan tangan
Kala sore mereka bersama kemuara
Tempat nelayan dari laut berdatangan

39. Kemana saja tuan berpergian
Waspada jangan sampai menyasar
Ikan yang kecil mereka kebagian
Yang besar dijual orang dipasar

40. Katak hidup dibawah tempurung
Tempurung terbuka katak berlompatan
Suatu kali mereka membandering burung
Batu bandering Sali kena kening Kantan

41. Diluar tempurung katak hidup leluasa
Menjelajahi sampah bersama lalat
Luka robek berdarah dulat tersisa
Sejak itu dia disebut Kantan berdulat

42. Ular merayap katak disambar
Hidup dialam bebas maut menanti
Keluarga Kantan kelurga sabar
Tidaklah marah dendam dihati

43. Hindarkanlah diri dari bermain judi
Bermain judi membawa kesengsaraan
Setiap malam Pak Kantan bersemedi
Lebih lagi setelah anak dapat kecelakaan

44. Sikaya jatuh miskin kekayaan raib
Hidup jadi terlunta kehilangan harta
Suatu malam datang mahluk ajaib
Berjambang putih bertubuh renta

45. Menjahit pakaian seragam serupa
Dikerjakan oleh penjahit pintar
Wahai Pak Kantan tamu menyapa
Pak Kantan terkejut badan gemetar

46. Banyak orang berdatangan keibukota
Mencari pekerjaan datang berdiam
Dengan tenang sang tamu berkata
Pak Kantan terpaku duduk terdiam

47. Diibukota hidup berkelompok bersama
Tolong menolong bantu membantu
Ungkapan didengar dengan seksama
Disimak kata demi kata satu persatu

48. Belajarlah wahai pemuda dimasa kini
Untuk persiapan hidup dimasa depan
Dengarkanlah dengan baik pesan ini
Sang tamu melanjutkan ungkapan

49. Hendak menanam tanah digemburkan
Setelah itu barulah disemai bibit
Apa kukatakan engkau laksanakan
Besok hari setelah matahari terbit

50. Panggang ikan pais berbumbu
Buat lauk nasi dari beras tampian
Diseberang sungai ada rumpun bambu
Berjalan sembilan langkah dari tepian

51. Digosok asam dulang tidak berkarat
Susun dilapisi kain jangan berhimpitan
Belok kanan tujuh langkah arah kebarat
Belok kiri lima langkah arah keselatan

52. Sebelum disusun dulang dijemur
Merawat perlengkapan itulah cara
Belok kiri tiga langkah arah ketimur
Belok kiri selangkah arah keutara

53. Ramai anak remaja mencuci dikali
Diselingi tawa canda bersiraman
Disana kamu berhenti dan menggali
Kerjakanlah itu wahai bapak budiman

54. Semua ksatria minum bersulang
Selepas sukses melaksanakan tugas
Setelah kakek renta pergi menghilang
Pak Katan terlena pulang bergegas

55. Burung bangau terbang diatas telaga
Melihat ikan kecil berenang ratusan
Semuanya diceritakan kepada keluarga
Mereka bersepakat melaksanakan pesan

56. Penembak jengkel mulut menggerutu
Melihat burung terbang berpencar
Kepada keluarga dimohon restu
Supaya pekerjaan berjalan lancar

57. Dikebun ditanam batang alpukat
Besama es buahnya enak dimakan
Esok dipagi buta Pak Kantan berangkat
Mebawa cangkul sampan dikayuhkan

58. Naik kepanggung pemusik gambus
Kesenian rakyat khidmat ditampilkan
Bersangu sebungkus menggale rebus
Pesan kakek ajaib segera dilaksanakan

59. Kalau tuan tenaga telah berkurang
Berjalan jauh tentu tak terjangkau
Sebelum matahari terbit tiba diseberang
Sampan ditambatkan dipohon bakau

60. Dahan pepohonan patah terkulai
Diterpa angin kencang hembusan
Matahari terbit pekerjaan dimulai
Melaksanakan teliti semua pesan

Medan, 22 Oktober 2010

No comments:

Post a Comment