1. Kembali kami menghaturkan salam
Semoga kondisi kita terpelihrakan
Pantun kita masihlah bergores kalam
Perihal membri’an marilah lanjutkan
2. Suara air mengalir mangalun gemersik
Tentu dapat dinikmati sebagai hiburan
Bagaimana kisah Datuk Mayang Gresik
Pemimpin bijaksana penuh kesabaran
3. Sayuran sawi hijau disebut juga caisim
Sayuran dijual dipasar bersama kacang
Kawasan Nusantara cuaca bermusim
Dimusim barat badai bertiup kencang
4. Kelekatu ramai terbang bertebaran
Kecil berbisa binatang kelemayar
Tersebutlah kisah seorang pangeran
Dari kerajaan Mataram dia berlayar
5. Kunang-kunang terbang ketika malam
Berkilauan terang tiadalah bersuara
Tujuan bermaksud menyiarkan Islam
Keseluruh wilayah kawasan Nusantara
6. Berpenampilan lugu binatang keledai
Tidaklah menghindar walupun dilempar
Perahu sang pangeran terhempas badai
Kepantai Pulau Belitung perahu terdampar
7. Belilah gelang emas kadar berkarat
Untuk penghias tangan remaja putri
Di Teluk Balok pangeran mendarat
Melapor diri kepada penguasa negeri
8. Ramai penggemar tenang menanti
Penampilan biduanita muda belia
Datuk menerima dengan senang hati
Setelah mendengar kisah tujuan mulia
9. Kalau tuan gemar membaca koran
Tentu dibuka dulu halaman pertama
Gegedeh Yakub nama sang pangeran
Tujuan mengembangkan syi’ar agama
10. Mengukur tali timba puluhan depa
Air ditimba untuk pengisi wadah
Kiai Mashud pengkikutnya menyapa
Ulama muda taat menjalankan ibadah
11. Kata diungkapkan gayung bersambut
Diungkapkan dalam berbalas pantun
Kiai Gegedeh Yakup kemudian disebut
Penampilan sederhana berbudi santun
12. Pergi ke Dendang melewati Lilangan
Santai bersepeda timbulkan kesegaran
Datuk Mayang mengikuti perkembangan
Memperhatikan keadaan sang pangeran
13. Dikampung Limbongan jalan menaik
Berhenti sebentar membeli penganan
Penampilan serta perilaku yang baik
Tutur kata santun penuh kesopanan
14. Dekat Air Lanci kampung Penirokan
Di Kelapa Kampit bertemu rekanan
Didalam musyawarah Datuk tuturkan
Pendapat perihal penerus pimpinan
15. Membuka sawah dikampung Perepat
Tanahnya subur serta mudah diurus
Majelis tetua membulatkan pendapat
Kiai Gegedeh Yakub dicalonkan penerus
16. Harga perhiasan emas mahal dipasaran
Kalau memesan kena biaya tambahan
Seluruh negeri hormat kepada pangeran
Mebantu cermat dalam pemerintahan
17. Membuat perhiasan berwaktu lama
Menggosok mengikat sesuai rencana
Datuk Mayang dapat pembantu utama
Kendali pemerintahan jadi sempurna
18. Perhiasan dipakai perhiasan bermutu
Dipakai perhelatan ramai bersama
Oleh Datuk pangeran dijadikan menantu
Dinikahkan dengan putrinya Dewi Kusuma
19. Ditangkai mawar bergantung rama-rama
Berterbangan leluasa bebas bertebaran
Bernamalah putri Nyi Ayu Dewi Kusuma
Pasangan serasi mendampingi pangeran
20. Burung gereja bermain diatas jemuran
Hinggap diwuwungan burung merpati
Rakyat sangat percaya kepada pangeran
Beliau disepakati jadi calon pengganti
21. Bersolek para penari menghias alis
Buat persiapan menari dimalam hari
Enambelas delapanbelas tahun tertulis
Kiai Gegedeh diserahi memimpin negeri
22. Seluruh kuku jemari dihiasi pacar
Seluruh tubuh dandanan dirapikan
Datuk wafat pemerintahan lancar
Kiai Gegedeh langsung melanjutkan
23. Jangan tuan tampil berwajah muram
Rapihkan kumis cukurlah jambang
Kiai Gegedeh memohon restu Mataram
Mataram memerintahkan restu Palembang
24. Beras ditampih memisahkan antah
Setelah ditampih antah disisihkan
Karena Mataram memberikan perintah
Oleh raja Pelembang restu diberikan
25. Ditanam dihalaman pohon melati
Pohon semangka tumbuh menjalar
Pemegang kuasa negeri disebut Depati
Sebutan Cakraningrat depati bergelar
26. Berlayar lama mengarungi lautan
Berhari bermalam barulah kembali
Sebutan Depati pengakuan jabatan
Ditanah Mataram raja pengendali
27. Pandangan alam indah disaksikan
Sangat memikat menjelang senja
Cakraningrat satu beliau dinamakan
Oleh penduduk depati disebut raja
28. Pohon serikaya dan pohon delima
Tumbuh berdekatan pohon cemara
Kiahi Agus atau Ki Agus begelar nama
Begitu berlanjut bagi keturunan putra
29. Rumah peristirahatan tegak berdiri
Seluruh badan rumah berbahan kayu
Gelar juga berlaku bagi anak putri
Anak putri Ki Agus bergelar Nyi Ayu
30. Beriringan kafilah berjalan terpimpim
Melewati padang pasir medan bergurun
Depati Cakraningrat mulai memimpin
Memerintah Belitung turun temurun
31. Pendongeng lihai pandai bercerita
Tiada kantuk orang mendengarkan
Enambelas delapanbelas awal bertahta
Enambelas enamsatu beliau digantikan
32. Hidup dipersawahan binatang lintah
Di pematang sawah katak berlompatan
Empatpuluhtiga tahun lama memerintah
Tentulah banyak peristiwa jadi catatan
33. Gunung meletus batu berserakan
Semburan panas bersumber magma
Banyak kebijakan pendahulu diteruskan
Utama dalam penegakan syariat agama
34. Menghadiri ceramah gedung dipadati
Pengeras suara dipasang disudut ruang
Adat istiadat senantiasa dihormati
Yang baik berlanjut yang buruk dibuang
35. Sewaktu pejabat memberi wejangan
Para undangan diminta tenang duduk
Ulama dari banyak negeri berdatangan
Menyi’arkan agama kepada penduduk
36. Sebelum disajikan masakan dirasai
Ditambahkan gula manisnya kurang
Abdul Jabar Syamsuddin dari Pasai
Salah seorang ulama dihormati orang
37. Bagaikan kura-kura dalam perahu
Rangkaian pepatah menjadi paparan
Bersama depati kerja bahu membahu
Membina ummat kejalan kebenaran
38. Dinegeri Arab orang berkebun kurma
Bertandan lebat bagaikan bertingkat
Dengan Kiai Gegedeh sesama ulama
Segala masalah diselesaikan mufakat
39. Dikala subuh kokok ayam bersahutan
Dipermukaan bumi embun membasahi
Setelah wafat dimakamkan berdekatan
Penduduk beramai datang menziarahi
40. Selagi muda usia giatlah ilmu digali
Supaya dimasa tua tidaklah menyesal
Perjalanan Kiai Gegedeh panjang sekali
Dari kesultanan Mataram mula berasal
41. Menuntut ilmu sekarang orang berlomba
Kemajuan zaman merupakan tantangan
Menjelang abad tujuhbelas di Belitung tiba
Tahun seribu enamratus menurut hitungan
42. Dimasa depan perkembangan menanti
Dari masa kini haruslah menyiapkan diri
Enambelas delapanbelas diangkat depati
Empatpuluhtiga tahun memimpin negeri
43. Seperti pedang bentuk kacang kara
Diladang ditanam bersama keladi
Kiai Gegedeh wafat digantikan putra
Enambelas enamsatu peristiwa terjadi
44. Kalau tuan ingin memperindah beranda
Hiasilah dengan perabot ukiran Jepara
Perihal suksesi sejenak marilah ditunda
Bagaimana gerangan situasi Nusanatara
45. Dinegara Mesir banyak berdiri piramida
Warisan purbakala menambah keindahan
Nusantara telah dikuasai penjajah Belanda
Dengan pongah mendirikan pemerintahan
46. Manakala tuan mengandung duka nestapa
Janganlah terlampau bersedih berlama-lama
Pusat pemerintahan didaerah Sunda Kelapa
Batavia kemudian kawasan digantikan nama
47. Petanda akan jatuh hujan cuaca berkabut
Kilat sambar menyambar terdengar guntur
Gubernur jenderal pimpinan teringgi disebut
Seluruh kendali pemerintahan dia mengatur
48. Pasar Jatinegara berdiri sejak lama
Tempat berdagang bermacam unggas
Peiter Both gubernur jenderal pertama
Tahun enambelas sepuluh mulai bertugas
49. Tanamkanlah wahai tuan jujur dihati
Jangan tuan suka bermain pat gulipat
Mereka terus memimpin ganti beganti
Jan Pieterzoon Coen pimimpin keempat
50. Burung elang binatang pemangsa
Suka menyambar anak ayam dan itik
Enambelas tujuhbelas mulai berkuasa
Dua tahun kemudian Coen baru dilantik
51. Berkemah dipantai banyaklah agas
Tak memasang unggun tubuh digigiti
Enambelas duatiga dia berakhir tugas
Pierter de Carpentier pejabat pengganti
52. Berlari keliling lapangan berkali-kali
Sesudah itu barulah berolaharaga senam
Enambelas duatujuh Coen ditunjuk kembali
Menjadilah dia gubernur jenderal keenam
53. Mendaki kepegunungan tinggi sekali
Menempuh jalan curam beserta terjal
Dianggap pandai dia diangkat dua kali
Dua tahun kemudian dijemput sang ajal
54. Barisan penggempur pasukan berkuda
Zaman dahulu pengusung misi rahasia
Coen mati dalam usia yang masih muda
Empatpuluhdua tahun menginjak usia
55. Janganlah dimasuki hutan terlarang
Biarkan disana mahluk hidup tenteram
Pada masa Coen kota Batavia diserang
Oleh pasukan Sultan Agung dari Mataram
56. Apabila ingin lancar perahu dilayarkan
Janganlah tuan berlayar melawan arus
Namun penyerangan dapat dipatahkan
Sang kolonialis Belanda berkuasa terus
57. Sangatlah berbahaya segitiga Bermuda
Tempat tak aman dikawasan samudera
Kematian Coen dalam dua versi berbeda
Yang pertama mati karena sakit kolera
58. Masakan nikmat sayur nangka muda
Kalau kurang masin tambakan garam
Versi yang kedua jadi rahasia Belanda
Konon mati dibunuh pasukan Mataram
59. Sangatlah repot menjadi artis tenar
Pergi kemana saja orang perhatikan
Entah mana versi yang paling benar
Sejarah belumlah dapat membuktikan
60. Setiap saat kita harus waspada selalu
Segala musibah tidaklah diharapkan
Sampai disini pantun kita batasi dulu
Lanjutannya segera kami sampaikan
Bogor, 25 April 2011


No comments:
Post a Comment